
"Kamu tidak tau berterima kasih dengan duke yang telah membantumu tumbuh dari kecil hingga ke dewasa saat ini dan bahkan kamu di berikan pendidikan terbaik,"
"Jadi seharusnya kamu tidak melakukan hal semacam itu sesuka hatimu, kamu pikir itu sebanding?" ucap Amy dengan lantang dan tatapan dingin
Luna terdiam sesaat dan menatap kedua orang yang di depannya, Luna jadi sadar poin rasa suka yang terlihat dari layar tipis sistem bisa saja rasa suka yang lain misalnya berguna untuk di manfaatkan atau keuntungan dengan contoh orang di depannya kini meminta balas budi membuatnya jelas, dia benar-benar bukanlah putri yang berharga bagi keluarga Arley walaupun hanya anak angkat.
"Kamu bilang aku tidak tau berterima kasih, maafkan aku tetapi sejak aku menjalani kehidupan menggantikan dirimu,"
"Dan selalu terpikirkan olehku sebuah fakta sejak aku masih kecil tentang kapan aku akan di buang oleh keluarga duke Arley, kemudian hidupku akan menjadi tidak terarah tanpa tujuan hingga aku harus menyiapkan semua ini untuk kehidupan enak di masa sekarang yang telah tiba,"
"Ditambah lagi aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang tulus dari duke sebagai orang tua tanpa maksud dan tujuan, buat apa aku berterima kasih jadinya?" ucap Luna dengan tatapan dingin dan tajam ke arah keduanya sambil dengan mengepalkan tangannya
Semua bangsawan dan tamu yang hadir mulai berbisik-bisik setelah mendengarkan penjelasan yang di jelaskan oleh Luna di depan banyak orang yang hadir di acara besar itu, jelas Luna bukan orang yang ingin di anggap sebagai orang yang tidak tau balas budi sampai dia membuat ucapan seperti itu yang menekankan dia tidak memiliki hutang budi apapun.
Luna berbalik dan berjalan ke arah pintu besar aula masuk dan keluar pesta, karena merasa tidak dapat lagi dia menikmati pesta teh yang di adakan oleh kerajaan untuk dirinya. Ian juga ikut pergi meninggalkan pesta sebab dia tidak mungkin meninggalkan pasangannya, tetapi sebelum dia sampai di pintu keluar, serangan sihir diarahkan ke arah Luna dengan cepat hingga suara peringatan dari Li Jun yang berada di sana tidak membuat Luna bisa menghindarinya, dan terjadilah ledakan yang besar. Ledakan yang di hasilkan itu membuat debu yang banyak dan kehancuran yang besar.
"Orang sombong seperti dirimu seharusnya mati sama seperti alur yang berada di dalam game," ucap Amy dengan lantang dan senyuman yang puas ketika melihat debu dan ledakan yang cukup menghancurkan sebagian tempat
__ADS_1
Semua orang di dalam ruangan itu ketakutan dan sedikit panik, sebab seharusnya orang-orang tidak di izinkan menggunakan sihir di dalam ruangan, mereka takut kalau nyawa mereka adalah selanjutnya yang menjadi sasaran. Setelah ledakan besar itu, debunya perlahan-lahan menghilang dan memperlihatkan Luna, Ian dan sesosok laki-laki berkacamata yang tidak asing.
"Nona, apakah anda baik-baik saja? Yang mulia sebentar lagi akan tiba ke sini setelah menyelesaikan sesuatu," ucap sesosok laki-laki yang membenarkan kacamatanya dan berdiri di depan Luna dan Ian
"Villette, kenapa kamu ada di sini? Dan bukankah kamu seharusnya tidak bisa menggunakan sihir? Kenapa kamu melindungi penjahat itu?"
"Seharusnya tidak seperti ini yang terjadi," ucap Amy yang sambil menggigiti jarinya dan mengerutkan keningnya menara tajam ke arah depannya
Luna terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Villette, karena seharusnya dia adalah orang yang menjadi tangan kanan Duke adalah orang yang paling setia kepada Duke di dalam game otome, tetapi saat ini situasinya berbeda dia melindungi Luna walaupun dia bukan lagi putri keluarga Duke sama sekali hanya dengan menggunakan sihir pelindung untuk melindungi Luna dan Ian.
"Semua itu tidak bisa berjalan sesuai dengan keinginan dirimu, bahkan jika kamu adalah pemeran utama di dalam game tersebut,"
"Dan jika mereka memiliki keinginan kuat mereka bisa merubah takdir sesuai yang mereka impikan terlepas dari siapa mereka," ucap Luna yang berjalan sambil mengeluarkan pedangnya dari penyimpanan layar sistem dengan tatapan tajam dan dingin ke arah Amy yang menurutnya dia adalah gadis yang sangat menyebalkan karena hanya mengandalkan cerita di dalam game tanpa usaha sama sekali
Luna kini telah menyadari alasan kenapa pemeran utama perempuan di dalam game otome terlihat sangat berbeda, alasan yang hampir mirip dengan dirinya yang berbeda hanyalah dia harus berjuang mati-matian dengan sistem yang mengharuskan dirinya menggunakan sistem pemberian para dewa.
"Lucu sekali, orang seperti dirimu mengatakan tentang perubahan takdir,"
__ADS_1
"Orang seperti dirimu cukup mati," ucap Amy yang telah bersiap menyerang menggunakan sihirnya
Sebelum Amy menyerang ke arahnya dengan sihir Luna lebih dulu berlari ke arah Amy dengan pedang miliknya, karena dia yakin nyawanya akan menghilang tanpa sistem yang mengancam dirinya sekalipun. Pertarungan sengit terjadi kepada keduanya hingga akhirnya Amy telah berada dalam terdesak dan Luna memiliki kesempatan untuk melukai gadis itu, pedang milik Luna langsung terpental oleh serangan Duke yang ikut campur ke dalam pertarungan yang seharusnya hanya Luna dan Amy yang bertarung.
"Seorang gadis pengguna sihir hitam seperti dirimu seharusnya di musnahkan dari kerajaan, karena memiliki darah iblis,"
"Tidak ada penjelasan yang lebih bagus kalau kamu bukan seorang anak dari para iblis atau dunia bawah yang kotor itu," ucap sang Duke yang berjalan ke arah Amy yang membuat Luna yang telah berada di depan Amy dan bersiap untuk melukainya mundur beberapa langkah sebab pedangnya kini terpental dan dia tidak memegang apapun
Luna perlahan-lahan berjalan menuju ke arah pedang miliknya terpental, dengan waspada dirinya juga bersiap menyerang menggunakan sihirnya. Li Jun, Ian dan Villette mengamankan para bangsawan dan tamu yang masih berada di dalam ruangan, sebab hal seperti ini tidak mungkin dapat di cegah oleh para bangsawan dan tamu-tamu penting di sana.
Semua tamu dan para bangsawan tidak terkecuali keluarga kerajaan di sana hanya bisa menonton pertarungan dan berbisik-bisik mengenai kemungkinan siapa yang akan menjadi pemenang dari pertarungan tersebut, karena posisi saat ini dua lawan satu apalagi yang di lawan adalah seorang gadis yang lebih muda yang seharusnya sepantaran dengan Amy lawannya, tetapi situasi kali ini menjadi ikut campur dari pemimpin Duke membuat pertarungan ini hampir tidak layak untuk di lihat.
Layar sistem Luna muncul dan menunjukkan Luna untuk berhenti bertarung karena dari tadi dia hampir kehabisan stamina dan tenaganya.
"Pertarungan seperti ini bukankah tidak adil,"
"Maafkan aku sudah membuat dirimu kesulitan Luna Azazel,"
__ADS_1
Sistem Kekayaan Milik Antagonis