
Luna langsung menuju ke tes selanjutnya, dan diminta menyusul mengikuti tes sihir saat semua tesnya yang lain telah selesai, karena jumlah mana sihir miliknya setara dengan para guru di akademi ini atau anggota penyihir menara tingkat menengah. Akademi Atreya adalah akademi terbaik di antara akademi yang ada di antara seluruh negeri, semua siswa-siswi dari berbagai kalangan menginginkan masuk ke dalam akademi ini asalkan memiliki bakat tidak peduli dari mana latar belakang yang kamu miliki kamu bisa menginjak semua orang yang meremehkan dirimu. Itulah mengapa akademi ini mengirim surat dan memberikan pengumuman setiap tahunnya ke seluruh penjuru negeri barat, timur dan timur tengah hanya untuk mencari siswa-siswi yang berbakat, akademi ini juga memberikan beasiswa full kepada para siswa-siswi berbakat.
"Tidak biasanya seorang perempuan belajar berpedang, apalagi seorang gadis keluarga bangsawan,"
"Apakah anda yakin nona ingin mengikuti tes ini?" ucap seorang panitia yang mengurus tes berpedang di tempat itu hanya di jawab dengan anggukan yakin oleh Luna yang yakin dengan kemampuannya
Panitia yang mengurus lomba tidak bisa banyak berbicara lagi ketika telah melihat keyakinan yang di tunjukkan oleh Luna begitu gigih dan yakin, akhirnya dia mengarahkan Luna ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat tempat simulasi bertarung, tetapi dengan menggunakan monster yang asli. Ruangan simulasi tersebut bisa menyesuaikan musuh yang harus di hadapi peserta untuk melihat seberapa jauh kemampuan yang mereka miliki dalam melawan seekor monster dengan skill yang mereka miliki. Pada saat Luna melangkah masuk ke dalam ruangan terjadi kejadian yang tidak terduga monster yang muncul di ruangan simulasi adalah monster yang hampir mencapai tingkat tinggi dan dari banyaknya peserta mungkin hanya Luna saja yang mendapatkan monster tersebut.
'Sepertinya aku dalam masalah, aku sama sekali tidak yakin jika ruangan simulasi ini benar-benar bisa menyesuaikan kemampuan seseorang dalam bertarung,'
'Karena monster di depanku adalah monster tingkat tinggi, dan juga tidak mungkin orang yang belajar pedang belum mendapatkan aura bisa menghadapi monster ini,'
'Dewa itu sepertinya benar-benar menginginkan aku mati,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan kesal melihat besarnya monster yang akan dia hadapi sesuai dengan buku yang pernah dia baca
Serangan dari monster dengan cepat melesat ke arah Luna yang masih mengomel di dalam hatinya di ruangan itu, hanya tinggal beberapa centimeter hingga serangan ekor dari monster besar itu mengenai Luna membuat Luna yang berhasil menghindar di detik-detik terakhir merasa merinding, karena dia berpikir kalau dia mungkin saja bisa mati terkena yang sangat cepat melesat ke arahnya.
__ADS_1
Luna berhasil menghindar serangan pertama, tetapi tidak lama dia diberikan waktu untuk bernafas dia langsung di serang oleh serangan kedua oleh monster tersebut, Luna kali ini benar-benar tidak bisa menghindari serangan kedua hanya bisa menggunakan sistem bertahan dari sang monster yang menyerang cepat ke arah dirinya. Entah apa yang tiba-tiba terjadi panitia yang mengawasi Luna dari balik cermin sihir, tiba-tiba rusak tidak bisa melihat Luna yang berada di dalam ruangan. Luna menyerang monster itu hanya dengan satu serangan tiba-tiba jatuh, padahal jelas-jelas dia tidak memiliki kemampuan itu, di saat bersamaan panitia yang panik dengan cepat membuka pintu itu dan terkejut Luna menyelesaikan misi, tetapi terlihat dia juga kebingungan bagaimana dia bisa menyelesaikan tes itu.
Tempat yang tidak jauh dari ruangan tes berpedang, terlihat dua orang sosok laki-laki yang tersenyum melihat aksi itu dari kejauhan.
"Sekarang tugas kita telah selesai,"
"Biarkan selanjutnya Van yang melakukan tugasnya, karena dia adalah orang yang sangat menghormati sang raja iblis, jadi dia akan sangat melindungi keturunannya sang raja," ucap sosok laki-laki itu kepada rekannya
Disisi lain Luna masih heran bagaimana bisa dia menyerang monster yang memiliki peringkat tinggi dengan hanya satu serangan saja. Kalau sihir mungkin saja Luna percaya, tetapi dia yang memiliki fisik yang tidak terlalu kuat tidak mungkin bisa mengalahkan sang monster hanya dalam satu tebasan apalagi serangan yang dia serang tidak mengenai titik lemah sang monster.
'Ini sangat aneh, aku yakin ada yang ikut campur dalam tes yang aku lakukan, sebab aku yakin dengan kemampuanku yang sekarang bisa mengalahkannya,'
'Disana juga tidak ada terasa sihir atau hal-hal yang membuat kecurangan, tapi entah kenapa masih sangat aneh,' ucap Luna di dalam hatinya yang tidak bahagia karena berhasil mengalahkan monster paling kuat tetapi dia malah meragukan dirinya sendiri kalau dia bukan orang yang mampu bisa mengalah monster itu
Tes yang di ambil oleh setiap calon siswa-siswi untuk masuk akademi nantinya akan menentukan di mana para siswa-siswi akan mengembangkan bakat mereka, dan ini akan menjadi ajang bagi kakak kelas mereka untuk merebut adik kelas yang memiliki potensi untuk bergabung ke dalam klub atau kegiatan di luar jam pembelajaran tidak terkecuali dewan kesiswaan yang memiliki hak setara dengan para guru, mereka sangat sering mencari orang-orang berbakat untuk mengendalikan para siswa-siswi di akademi yang sering membuat masalah hingga para siswa-siswi yang lemah sering tertindas.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, akhirnya Luna menyelesaikan semua tesnya, tetapi dia tidak menyangka kalau tes itu akan memakan banyak waktu hingga sore hari tiba. Luna benar-benar kelelahan karena apa yang dia alaminya hari ini, sesampainya di depan pintu gerbang dia sama sekali tidak melihat kereta kuda dengan lambang keluarganya.
"Apakah ini adalah akibat dari berbohong tadi pagi? Masa iya aku harus berjalan kaki untuk pulang ke rumah?" Gumam Luna yang melirik ke arah kiri dan kanannya tidak terlihat sama sekali ada kereta yang menjemputnya sama sekali
"Luna, kamu sudah gila atau bagaimana? Aku melihatmu sejak tadi menoleh ke sana dan kemari seperti orang bodoh," ucap Ian membuat kening Luna langsung berkerut karena dia melihat sosok yang menyebalkan yang berjalan ke arahnya
"Aku tidak gila, tetapi aku sedang menunggu kereta kuda yang menjemputku pulang,"
"Kamu sendiri kenapa di sini? Bukankah kereta kudamu telah ada di sana menjemputmu? Apakah jangan-jangan kamu menunggu gadis yang berada di depan gerbang tadi pagi?" ucap Luna dengan seringai dengan niat untuk menjahili
"Iya, aku menunggu gadis yang ada di gerbang tadi pagi melamun di depan gerbang selama satu per empat jam," ucap Ian dengan tatapan seriusnya dan senyuman tipis
Mendengarkan ucapan dari Ian dia ingin sekali memukulnya, tetapi sistem tiba-tiba muncul memberikan notifikasi untuk menerima tawaran dari Ian, dengan hadiah rasa suka kepada Luna dan jika menolak hukumannya adalah Luna harus pulang jalan kaki dan mendapatkan sifat penindas seperti antagonis di dalam game.
'Sistem sialan, sudah tau aku sedang ingin menjauh sejauh mungkin dari sosok laki-laki yang menyebalkan ini,'
__ADS_1
"Jadi apakah maksudmu menunggu itu karena aku?"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis