Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 35 Liburan Musim Dingin


__ADS_3

"Bukan urusanmu, hubungan antara tunanganku denganku adalah urusan kami berdua,"


"Ingin seperti apa di masa depan, kami yang menentukannya,"


"Seharusnya kamu yang berhati-hati, karena aku mendengar rumor kalau kamu menjadi selingkuhan beberapa laki-laki yang telah bertunangan di akademi ini," ucap Luna yang  menggenggam tangan Ian dengan erat dan serius ke arah gadis berambut perak di depannya


Gadis yang berada di depan Luna membelalakkan mata tidak bisa membalas ucapan yang di ucapkan oleh Luna. Gadis itu menggigit bibirnya hingga ekspresi wajah aslinya terlihat dengan jelas.


"Nona Luna Arley jangan berbicara sembarangan, karena itu adalah pencemaran nama baik,"


"Orang seperti saya yang baik hati ini tidak mungkin melakukan hal semacam itu," ucap gadis berambut perak itu dengan tatapan yang kesal dan tangan yang terkepal


"Bagaimana kalau saya memiliki buktinya? Contohnya alat perekam sihir," bisik Luna dengan nada yang percaya diri dan sambil memajukan kepalanya ke telinga gadis berambut perak itu membuat gadis itu gemetaran dan pergi meninggalkan ruangan perawatan


Luna tidak percaya dengan yang di lakukan oleh tubuhnya dan mulutnya yang bergerak seperti karakter antagonis di game otome. Setelah gadis berambut perak itu telah pergi jauh Luna menghela nafas panjang dan kemudian menatap laki-laki yang masih berada di dalam ruangan bersama dirinya, saat Luna menatap laki-laki itu terlihat telinga laki-laki itu telah memerah dan dia melamun.


"Ian, terima kasih telah membantuku,"


"Tetapi, kenapa telingamu memerah? Apakah kamu sakit?" ucap Luna yang kembali bisa menggerakkan tubuhnya kembali dan berbicara seperti biasanya


"Aku tidak apa-apa, hanya saja Luna apakah semalam kamu mengingat sesuatu?" tanya Ian dengan tatapan yang serius kepada Luna


"Sesuatu? Seperti apa? Aku hanya mengingat kalau aku tersesat di hutan, walaupun aku berusaha mencari jalan keluarnya," ucap Luna dengan nada kesal ketika mengingat bagaimana dia bisa tersesat

__ADS_1


"Oh... begitu... baiklah aku mengerti," ucap Ian dengan tatapan sedikit kecewa sedangkan Luna masih berusaha mengingat apa yang terjadi padahal sangat jelas kalau dia tertidur di hutan


Ian menemani Luna hingga jam pulang akademi tiba, dia mengantar Luna pulang ke asrama dengan selamat. Misi dari sistem tentang menghabiskan waktu bersama selesai  hingga hadiah yang Luna terima adalah pengurangan waktu hukuman yang diberikan sebanyak dua jam, walaupun sebenarnya itu tidak berguna untuk Luna sebab dia akan berada di dalam asrama sampai tengah malam.


Sesampainya di dalam kamar asrama Luna merebahkan dirinya di atas tempat tidur, Luna jadi teringat dengan ucapan dirinya yang tidak berada di dalam kontrol dalam berbicara dan bersikap kepada pemeran utama di dalam ruangan perawatan.


"Bagaimana bisa seorang pemeran utama di dalam game otome yang baik seperti malaikat melakukan perbuatan tercela dan menyimpang seperti itu? Kalau aku lihat dengan baik dari ekspresi yang di tunjukkan olehnya dia benar-benar gemetaran seolah-olah rahasianya ketahuan,"


"Tetapi apa benar dia melakukan hal seperti itu? Dia adalah seorang pemeran utama di game,"


"Kemudian, bagaimana bisa dia membuat semua laki-laki jatuh hati kepadanya?" gumam Luna yang sambil menatap langit-langit kamarnya yang kemudian dia tertidur


Keesokan harinya Luna menjalankan hari-harinya seperti biasanya di dampingi oleh misi-misi sistem, sampai berbulan-bulan berlalu dan tibalah waktu liburan musim dingin, semua siswa-siswi di izinkan pulang ke negeri masing-masing untuk merayakan liburan sampai tahun baru tiba, di saat semua orang senang dengan liburan Luna adalah kebalikannya. Dia tidak merasa senang sebab ini adalah awal dari dimana tokoh utama kembali mendapatkan identitas diri sebagai seorang putri kandung keluarga Duke.


Luna kembali ke mansion Duke Arley, di depan pintu masuk mansion terlihat Duke, Villette dan para pelayan menyambut di sana. Luna tersenyum ketika melihat semua orang yang menyambut dirinya di depan padahal suhu di mansion sudah dingin, karena memasuki musim dingin.


"Sepertinya anda tambah tinggi dan semakin terlihat dewasa nona," ucap pelayan A dengan senyuman bersemangat


"Nona, saya khawatir dengan anda di akademi karena jarang mengirim surat, tetapi syukurlah anda baik-baik saja," ucap pelayan B dengan mengelap air matanya


Luna menatap dengan kebingungan karena semua orang di mansion mengajaknya berbicara setelah dia turun dari kereta kuda, suasana yang begitu meriah untuk Luna lihat setelah sekian lama dia tidak pulang ke mansion untuk menempuh pendidikan.


"Iya aku kembali semuanya,"

__ADS_1


"Terima kasih atas sambutan hangatnya di depan pintu masuk, walaupun cuacanya sudah mulai dingin,"


"Bagaimana kalau sekarang kita masuk ke dalam mansion?" ucap Luna sambil tersenyum menatap semua orang


Luna merindukan kehangatan seperti ini terkadang selama dia berada di akademi, tetapi dia juga ingat dia harus menjaga jarak dengan yang namanya kenyamanan dengan seluruh penghuni mansion keluarga Arley, sesaat lagi sang pemeran utama akan mengambil tempat yang seharusnya dan di saat yang sama dia juga sudah menyiapkan segalanya untuk meninggalkan yang seharusnya termasuk dengan akademi saat ini tempat dia menuntut ilmu.


Setelah beberapa jam Luna beristirahat di dalam kamarnya, Luna di panggil untuk segera ke ruangan kerja Duke, dengan cepat Luna langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke ruangan Duke, tetapi sesampainya di depan pintu Luna terdiam sebentar.


'Entah kenapa aku sedikit gugup, mungkin karena sudah lama tidak bertemu aku jadi seperti ini,' ucap Luna di dalam hatinya sebelum dia membuka pintu besar di depannya, namun sebelum dia membuka pintu besar


Namun sebelum tangannya menyentuh gagang pintu besar itu, pintu tersebut dengan sendirinya terbuka. Luna seketika terkejut dengan keadaan yang tiba-tiba itu, mau tidak mau dia langsung melangkah masuk ke dalam ruangan, tidak ada alasan lagi untuknya mempersiapkan diri.


"Luna, ini ada surat dari kerajaan untuk dirimu,"


"Sepertinya membahas kejadian beberapa bulan yang lalu sebelum kamu berangkat ke akademi,"


"Kamu boleh pergi kalau kamu mau dan kamu boleh menolaknya jika kamu tidak ingin," ucap sang Duke yang menyerahkan sebuah surat dengan sebuah stempel Kerajaan yang terlihat surat itu baru saja sampai ke mansion


Luna menatap Duke sesaat kemudian menatap ke arah surat yang kini ada ada di tangannya, dibukanya oleh Luna amplop surat itu dan dia baca isi dari surat yang membuatnya terkejut.


"Nona Luna, anda membacanya hingga gemetaran seperti itu,"


"Apakah ada sesuatu yang buruk dari surat yang di kirim oleh kerajaan?"

__ADS_1


'Isi surat ini bohong bukan? Kenapa tiba-tiba sekali?'


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2