Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku


__ADS_3

"Apakah aku mengganggu pembicaraan kalian berdua? Karena tiba-tiba kalian berdua menjadi diam," ucap gadis berambut perak itu dengan tatapan dan senyuman polos


"Kamu mengganggunya, dan juga jangan menggunakan nama duke Arley jika dirimu belum terbukti seorang putri kandung duke yang menghilang belasan tahun yang lalu,"


"Itu akan sangat menjatuhkan nama keluarga duke," ucap Ian dengan tatapan yang dingin dan aura yang menekan ke arah gadis itu


Luna terdiam mengedipkan matanya beberapa kali dan menatap dengan tatapan kebingungan dengan jawaban yang di ucapkan oleh Ian, karena tidak terlihat ada lembut-lembutnya dia menjawab pertanyaan dari seorang gadis yang merupakan pemeran utama. Di dalam game terlihat laki-laki itu seharusnya sudah mulai jatuh cinta kepada pemeran utama, karena pemeran utamanya menyemati dirinya. Sedangkan gadis yang mendengarkan jawaban yang di ucapan oleh Ian bersamaan dengan auranya yang menekan membuat gadis itu meneteskan air mata, karena merasa dia di sudutkan oleh Ian, tangisan dari gadis yang polos itu membuat Ian merasa risi dan mau tidak mau menenangkan gadis yang menangis itu, karena Luna juga tidak menatap dia sebagai seorang tersangka yang membuat seorang gadis menangis.


"Baiklah, maafkan aku,"


"Aku bersikap kasar kepadamu, tetapi itu semua karena tidak baik menggunakan nama orang yang memiliki pengaruh besar kepada kerajaan kamu mengatakan dengan seenaknya nama keluarga duke Arley padahal kamu hanya memiliki sapu tangan," ucap Ian yang menenangkan gadis itu dengan cara memeluknya dan mengelus kepalanya untuk menenangkannya


Luna yang melihat Ian begitu baik kepada sang pemeran utama, dia merasa tidak layak lagi untuk diam di tempat itu lama-lama sebab dia masih harus menjalankan misi yang diberikan oleh sistem dengan baik, jika dia tidak ingin menerima hukuman dari sistem. Luna berjalan menjauh pelan-pelan meninggalkan Ian di sana bersama pemeran utama, Luna berjalan hingga akhirnya dia tidak sadar dia berjalan ke arah hutan. Di dalam hutan bukannya menemukan siswa-siswi bermasalah, tetapi Luna malah membuat masalah sendiri dan tidak bisa menyelesaikannya sendiri.


Luna berkeliling beberapa kali dan bahkan meninggalkan tanda di pohon untuk memastikan dirinya bisa keluar dari hutan, tetapi dia malah berkeliling di tempat yang sama walaupun dia melewati berbagai arah.

__ADS_1


"Aku benar-benar tersesat sepertinya,"


"Sekarang aku tidak bisa menyelesaikan misinya dan malah membuat kehidupan bermasalah itu sendiri," Gumam Luna yang duduk melingkarkan kedua tangannya pada kakinya yang telah dia tekuk hingga akhirnya dia tertidur di bawah pohon itu karena telah berjam-jam duduk di sana


Di sisi lain pengawas asrama yang selalu memeriksa siswa-siswinya setiap sebelum gerbang asrama di tutup merasa janggal, karena hanya Luna yang belum masuk ke dalam asrama. Pengawas asrama melaporkan kepada akademi tentang kejadian ini yang membuat Ian yang langsung panik setelah dia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu anggota dewan kesiswaan.


Luna yang tidak kembali ke asrama sampai gerbang di tutup, langsung di cari oleh semua guru dan dewan kesiswaan, mereka mencari ke berbagai tempat di akademi dan kebetulan Ian mendapatkan posisi untuk mencari Luna di hutan.


Ian berdoa kepada para dewa supaya gadis yang dia cintai bisa selamat dan tidak ada sedikitpun luka. Ian masuk ke dalam hutan tidak sendirian tentunya, dia pergi dengan seorang guru yang mengajarkan mata pelajaran alchemist. Ian dan sang guru berpisah setelah baru mengetahui ada jalan bercabang, dengan cahaya batu sihir yang menerangi malam.


Bagi Ian, sosok gadis yang kuat dan baik adalah Luna karena walaupun dia adalah putri adopsi duke dia tidak pernah terlihat seperti yang di rumorkan oleh rumor yang lewat dan Luna juga tidak pernah mempermasalahkan rumor tentang identitas dirinya.


Tidak lama semakin jauh Ian berjalan dan dia merasa sepertinya dia sudah tersesat, karena terus-menerus berputar di tempat dia merasakan itu, namun dia tidak yakin kalau itu bisa keluar jika dia ikut tersesat. Tidak lama dia berjalan di daerah tersesat dia sampai di sebuah hutan yang tidak lagi sama auranya dengan hutan yang membuatnya tersesat, terlihat beberapa dia melangkah dia terkejut dengan sosok Luna yang ternyata tertidur dengan begitu tenang bersandar di pohon tanpa takut akan bahaya yang kemungkinan akan mengancam nyawanya sendiri di tengah-tengah hutan seperti ini.


"Gadis bodoh ini bisa-bisanya tertidur seperti ini di tengah hutan seperti ini,"

__ADS_1


"Padahal sudah sangat jelas kalau hutan sangat dilarang untuk berpergian sendirian," ucap Ian dengan senyuman tipisnya menatap gadis yang begitu polos tapi memiliki otak yang lancar dalam berpikir menyelesaikan masalah


"Aku penasaran masih berapa lama hingga aku bisa membuat dirimu mengandalkan aku dan bersandar denganku,"


"Aku juga penasaran apakah aku bisa bersanding dengan dirimu nanti di masa depan,"


"Tapi, di sisi lain aku juga gelisah jika kamu di masa depan tidak memiliki perasaan yang sama denganku dan hubungan kita menjadi renggang nantinya," ucap Ian lagi dengan posisi posisi kedua lutut yang ditekuk dan tumpuan tubuh terletak pada telapak kaki


Ian menatap betapa tenangnya gadis yang dia cintai saat ini ada di depannya tertidur, Dia menatap betapa manisnya dan cantiknya gadis yang di cintai di depannya saat ini dari mulai mata hingga ke bibir yang terlihat sangat lembut. Ian menyentuh pelan bibir milik gadis itu dengan jari telunjuknya, kemudian mendekatkan dirinya hingga jarak bibirnya dan jarak bibir gadis itu hanya tersisa satu jari telunjuk yang masih berada di bibir sang gadis, dengan sisi lain satu jari itu, Ian dengan lembut membenturkan bibirnya ke jari telunjuk miliknya hingga membuat ciuman secara tidak langsung.


Suasana sepi di malam hari di temani oleh cahaya bulan, membuat Ian merasa ingin membuat waktu berhenti hingga dia bisa menikmati malam yang layaknya terlihat seperti sepasang kekasih dengan gadis itu, tetapi dia tidak ingin memaksakan kehendak gadis itu. Pada akhirnya dia membuat sebuah keputusan untuk membuat ini hanya dia saja yang mengetahuinya.


"Jika nanti waktunya takdir menuntun dirimu kepadaku maka aku akan pastikan untuk membahagiakan dirimu sebagai perempuan terbahagia dan melindungi dirimu hingga kematian menanti aku,"


"Jadi, tolong mulai saat ini perhatikan aku sebagai seorang laki-laki, walaupun aku tau kamu tidur dan tidak mendengarkan ucapanku,"

__ADS_1


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2