
Luna yang berdiri di depan pintu menatap dengan kebingungan kepada sosok gadis berambut merah muda yang ada di depannya, di dalam game otome gadis ini seharusnya berada di pihak pemeran utama karena dia tidak menyukai Luna yang sangat suka menindas para murid yang lemah, tetapi saat ini dia menawarkan pertemanan dengan Luna yang baru saja masuk akademi, kejadian yang tidak pernah dia mengerti ini membuat Luna menjadi terdiam tidak percaya dengan alur yang benar-benar menyimpang di depannya. Gadis berambut merah muda di depannya adalah orang yang sangat berperan penting dalam dewan kesiswaan, karena bakatnya yang langka dia telah menjadi salah satu penguji kepada para siswa-siswi yang ingin duduk di kursi dewan kesiswaan, Luna merasakan menemukan sebuah emas yang bisa membuat dirinya sebagai ketua perwakilan anak kelas satu dengan adanya sosok gadis ini.
"Humm... Baiklah aku terima tawaran menjadi temanmu, tetapi apakah aku boleh tau siapa namamu? Karena jika seseorang menawarkan pertemanan, ada baiknya kita saling mengetahui nama masing-masing," ucap Luna dengan tatapan yang serius
"Anda benar, maafkan aku tidak sopan dengan mengatakan pertemanan langsung,"
"Aku hanya merasa sangat mengagumi kemampuan anda di usia yang lebih muda dibandingkan usia yang seharusnya,"
"Perkenalkan nama saya Arabella Chaiden," ucap gadis itu dengan tatapan yang berbinar-binar dan tanpa aba-aba langsung menggenggam tangan Luna
Luna hanya bisa tersenyum kaku dan terkejut dengan situasi yang terjadi ini, tetapi poin rasa suka atas kekaguman dari gadis berambut merah muda itu membuat Luna mendapatkan penghasilan tambahan dengan koneksi yang dimiliki oleh gadis itu di akademi.
'Aku tidak tau sisi mana dariku yang membuatnya kagum, tetapi tidak masalah yang penting bisa cepat kaya kalau aku menggunakan koneksi orang seperti keluarga Chaiden yang aku baca dari alur game kalau dia adalah gadis yang sangat di hormati oleh banyak orang dari kelas satu sampai kelas lima di akademi,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tawa yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri di dalam pikirannya
"Nona Luna Arley, apakah nona tidak ingin mendaftarkan diri menjadi perwakilan siswa-siswi kelas satu?"
"Karena di sana orang seperti anda pasti akan di butuhkan dan juga saya akan membantu anda sebaik mungkin," ucap sang gadis dengan tatapan berbinar-binar ke arah Luna yang bahkan belum menanyakan masalah itu kepada gadis itu
__ADS_1
"Eh? Apa menjadi perwakilan siswa-siswi kelas satu itu? Aku selama ini terlalu sibuk untuk ujian masuk akademi jadi aku tidak mengetahuinya,"
"Bisakah kamu menceritakannya? Tentu saja aku tidak mungkin membiarkan tamuku berada di luar pintu,"
"Ayo masuk ke dalam kamarku," ucap Luna yang membukakan pintu lebar dengan senyuman yang polos dan terlihat tidak mengetahui apapun
Layar sistem tiba-tiba muncul dengan memberikan notifikasi komentar untuk tidak menggunakan cara curang untuk mendapatkan posisi itu melalui orang lain, jika ketahuan maka akan di anggap gagal oleh sistem.
'Sistem sialan ini bagaimana bisa membaca isi pikiranku? Aku tidak ingin banyak bersosialisasi dengan banyak orang, karena melelahkan hanya untuk mendapatkan posisi itu,' ucap Luna di dalam hatinya dengan jeritan batin yang hanya dia ketahui sendiri sambil menyeduh teh untuk sang gadis berambut merah muda yang menjadi tamunya
"Nona Luna Arley, kenapa anda terlihat suram seperti itu?" tanya Arabella dengan tatapan khawatir ke arah Luna
'Sepertinya ini akan jadi malam yang panjang untukku, karena harus menghabiskan banyak energi untuk berbicara dengan gadis yang energik,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang di paksakan karena sudah melewati jam tidur biasanya
Keesokan harinya Luna melangkah dengan suasana yang suram menuju ke akademi Atreya, karena kurang tidur akibat kedatangan perempuan yang berada di kamar sebelah dengannya. Walaupun ini adalah hari pertama Luna masuk ke dalam akademi untuk memulai pembelajaran.
"Bagaimana bisa akademi menerima gadis bodoh dan tidak bersemangat seperti dirimu untuk masuk ke akademi?" ucap suara laki-laki yang tidak asing yang membuat Luna langsung naik pitam dan menoleh ke arah belakangnya
__ADS_1
Luna awalnya ingin sekali menodongkan senjata, tetapi dia baru ingat sekarang dia adalah siswa-siswi akademi yang harus mendapatkan posisi perwakilan siswa-siswi kelas satu jadi dia harus menjaga citranya.
"Ian, bisakah kamu tidak mengucapkan kata-kata seperti itu ketika kamu tidak tau ceritanya?" ucap Luna dengan penuh penekanan kepada setiap kata dengan senyuman
"Tidak, aku tidak bisa menarik kata-kata yang telah di ucapkan, karena seorang laki-laki itu harus setia kepada setiap keputusan yang di buat,"
"Jika dia mengatakan a kemudian dia menarik ucapan itu sendiri dia bukan laki-laki yang penuh pendirian," ucap laki-laki itu yang menyentil kening Luna membuat Luna meringis kesakitan dan merasa kesal tetapi anehnya itu membuatnya sedikit lebih baik
Selama satu hari Luna berada di akademi, Luna benar-benar fokus kepada pembelajaran tanpa membuang waktunya untuk bersosialisasi dengan teman-teman sekelasnya dan tidak ada juga teman sekelasnya yang ingin mengganggu Luna, karena dia adalah salah satu siswa-siswi yang patut di kagumi dan di hormati. Hingga dua hari berlalu dia akhirnya mulai berbicara lebih dulu dengan teman-teman sekelasnya tanpa memegang buku pelajaran, tetapi pada saat Luna tengah-tengah berbincang-bincang dengan teman sekelasnya sesosok gadis datang masuk ke dalam kelasnya.
"Nona Luna, aku datang untuk memberikan sapu tangan yang kemarin anda pinjamkan,"
"Aku sedikit penasaran kenapa nona Luna memiliki sulaman yang sama dengan sapu tangan milikku yang ini? Ini sapu tangan yang aku miliki sejak aku lahir," ucap sesosok gadis itu yang menunjukkan sebuah sapu tangan dengan lambang keluarga Duke Arley yang setiap benang sulamnya adalah sebuah benang emas
Teman-teman sekelas Luna yang berbicara dengan Luna dengan sesosok gadis yang tiba-tiba saja muncul dan membawa barang yang menarik, membuat semua orang penasaran dengan sapu tangan yang sama namun yang membuatnya berbeda hanyalah sebuah nama duchess Arley yang telah meninggal dunia berada di sapu tangan milik gadis yang ada di depannya.
"Aku juga tidak tau, kenapa tidak kamu cari tau saja sendiri,"
__ADS_1
'Hanya perasaan aku saja atau memang alur game otome ini berjalan cepat dan scene ini seingat aku tidak ada di dalam game?'
Sistem Kekayaan Milik Antagonis