Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 37 Sales


__ADS_3

"Baiklah, karena putraku telah berada di sini,"


"Aku ingin mengajukan tawaran pertunangan kepada nona Luna Arley dengan putra mahkota,"


"Melihat seorang gadis muda yang peduli kepada rakyatnya, bukankah pantas untuk menjadi calon ratu kerajaan ini?" ucap sang raja dengan tawa bahagia


Luna, duke dan putra mahkota yang mendengarkan ucapan sang raja langsung melebarkan mata terkejut dan tidak percaya apa yang mereka dengar dari mulut sang raja. Luna kemudian merasakan tatapan tajam dari jarak yang tidak jauh dari dirinya, setelah suasana ruangan besar itu hening sesaat  sebab keterkejutan informasi besar yang masuk.


"Yang mulia raja, saya menolak tawaran itu, tetapi bukan berarti saya meremehkan tawaran yang diberikan oleh sang raja,"


"Hanya saja yang berpikir saya tidak layak untuk posisi semacam itu, karena saya tidak memiliki darah murni seorang bangsawan,"


"Dibandingkan tawaran semacam itu bagaimana kalau kita melakukan kerja sama yang menguntungkan untuk negeri ini dalam bidang teknologi sihir dan ekonomi," ucap Luna dengan senyuman percaya diri dan salah satu tangan yang di letakkan di dada


Sang raja terdiam dan berpikir tentang yang di ucapkan oleh Luna barusan dengan begitu percaya diri dan sangat yakin, sang raja kemudian melipat kedua tangannya kemudian menyeringai yang memberikan isyarat Luna di izinkan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Luna di dalam ruangan, duke dan sang putra mahkota mendengarkan dengan tatapan kagum sebab ide-ide yang diberikan oleh Luna adalah ide yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Pembicaraan dengan sang raja menggunakan posisi berdiri sambil menjelaskan berlangsung beberapa jam hingga akhirnya itu mencapai sebuah kesepakatan, setelah selesai Luna di minta sang raja untuk bermain dengan putra mahkota karena ada hal yang ingin raja bicarakan dengan sang duke.


'Kenapa raja ini tidak langsung membiarkan aku pulang lebih dulu tetapi pergi menemani putranya? Terlihat sekali niatnya untuk menjodohkan aku dengan putranya yang menatapku hingga membuatku merinding,' ucap Luna yang mengikuti putra mahkota hingga ke luar pintu aula


Setelah beberapa langkah keluar dari ruangan aula, misi yang Luna kerjakan selesai dan Luna mendapatkan hadiah special dari sistem berupa ramuan cinta dan sebuah kalung yang berisi tentang orang tua Luna. Luna tertegun dengan hadiah yang berupa kalung itu, karena di dalam game otome tidak pernah di katakan siapa orang tua asli dari sang antagonis hingga akhirnya dia dibuang oleh orang tuanya sendiri di panti asuhan dan sampai saat ini tidak pernah menjemputnya kembali dari panti asuhan atau setidaknya orang tuanya datang kembali menemui Luna yang telah di adopsi oleh keluarga duke, karena keluarga duke memiliki banyak uang hingga bisa membuat mereka meminta uang bayaran untuk itu.


'Entah kenapa aku begitu kasihan kepada Luna karena dia di buang orang tuanya, walaupun dia diberikan hanya sebuah nama kemudian dia di adopsi oleh keluarga duke yang ternyata bukan kasih sayang di dapatkan melainkan hanya sebuah pengganti dari putrinya yang hilang,'

__ADS_1


'Tetapi, sekarang aku menjadi Luna yang artinya dia adalah aku dan aku adalah dia,'


'Jadi aku berharap sedikit saja bisa melihat orang tuaku, dengan adanya kalung ini akan membuat sebuah petunjuk untukku menemukan siapa orang tuaku, walaupun aku di tendang dari kediaman duke,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan serius melihat kalung yang dia dapatkan


"Mau sampai kapan kamu mengikuti aku?"


"Biar aku beri tau kamu, kalau aku tidak tertarik dengan perempuan seperti dirimu," ucap putra mahkota dengan tatapan menyidik ke arah Luna


'Aku juga tidak mau tau mengikuti dirimu, kalau bukan karena raja yang memberikan perintah melalui tatapan yang mengatakan harus mengikuti dirimu,' ucap Luna di dalam hatinya dengan menggigit bibirnya sambil tersenyum paksa


"Saya paham yang mulia, tetapi ini adalah perintah dari raja, saya juga tidak ing-"


"Albert, aku sejak tadi mencari dirimu di istana tempatmu tinggal, tetapi ternyata kamu berada di istana utama,"


"Ah, nona Luna Arley,"


"Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu secepat ini setelah liburan akademi dimulai,"


"Aku tidak menyangka kalau kamu akan berkunjung ke istana kerajaan," ucap sosok laki-laki itu dengan senyuman lembut dan ramah


"Li, apakah kamu hanya ramah kepada perempuan? Kita padahal sudah berteman lama kamu sangat kejam," ucap Albert dengan tatapan yang suram

__ADS_1


"Coba kamu pikirkan sendiri, manusia mana yang ingin menunggu berjam-jam di dalam ruangan ketika seseorang itu mengirimkan surat untuk datang ke istana miliknya, sedangkan jarak tempat tinggal kedutaan timur dan istana jauh walaupun berada di daerah istana kerajaan," ucap Li dengan senyuman yang kemudian kipas tangan patah karena emosi berlebihan


Beberapa jam kemudian tanpa sadar Luna ikut dalam pembicaraan antara kedua laki-laki yang minum teh dan makan camilan bersama, dari topik tentang politik, ekonomi sampai ke topik tipe perempuan di bahas mereka di depan Luna. Luna tentunya tidak banyak berbicara mengingat dia mendapatkan misi untuk ikut minum teh bersama dengan kedua calon pewaris tahta kerajaan yang berbeda beberapa jam sebelumnya.


"Berbicara soal bisnis, aku dengar ada sebuah bank besar yang berdiri di sini beroperasi sebagai tempat penyimpanan uang dan peminjaman uang,"


"Aku mendengarkan dari orang-orang tempat itu adalah tempat yang luar biasa ketatnya dalam keamanan penyimpanan uang dan bunga yang cukup rendah dalam peminjaman asalkan ada jaminan yang setara,"


"Jika berkemungkinan aku ingin menjalin bisnis dengan pemiliknya untuk benua timur, tetapi aku tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang orang penting yang mengelola bisnis itu,"


"Aku dengar keluarga Duke Arley adalah investor terbesar, apakah kamu tau sesuatu nona Luna Arley?" ucap Li dengan helaan nafas panjang kemudian tersenyum sangat menyilaukan


Luna yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan terakhir yang membahas tipe pasangan tetapi Li Jun yang kembali membahas bisnis, tiba-tiba menatap dengan tatapan berbinar-binar setelah mendengarkan sebuah peluang bisnis yang akan menyebar hingga ke timur dan mungkin saja akan berkesempatan ke timur tengah atau benua lainnya. Luna menyeringai dengan begitu menyeramkan dan dengan percaya diri dia berbicara layaknya seorang sales.


"Hummm... Sejujurnya aku tidak tau terlalu banyak, karena yang berinvestasi adalah ayahku,"


"Tetapi, mungkin bisa kita bicarakan dulu mengenai seperti apa cara pembangunan bisnis bank kamu inginkan di negeri timur?"


"Aku bisa membantumu menyampaikan kepada pihak asisten yang dekat dengan atasan di bank itu,"


'Aku akan menjadi seorang yang memegang sendok emas dengan cepat,'

__ADS_1


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2