
Sekumpulan laki-laki yang mengelilingi anak kecil itu menoleh ke arah Luna setelah mendengarkan teriakan dari Luna dan Ian yang terpaksa mengikuti Luna, karena dia khawatir dengan keadaan Luna yang nantinya terjadi hal buruk kepadanya.
"Hei, nona kalau di lihat-lihat kamu cantik juga,"
"Kalau kamu di jual pasti harganya sangat mahal," ucap salah satu dari sekumpulan laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah sosok Luna yang lebih pendek dari laki-laki itu yang kemudian menyentuh pipi Luna
Luna yang merasa sangat risi dan jengkel dengan laki-laki itu langsung menepis tangan sosok laki-laki itu, melihat tingkah angkuh yang dimiliki oleh Luna salah satu laki-laki itu langsung kesal dan melayangkan tangannya ke pipi Luna, tetapi sebelum tangan itu sampai di layangkan ke arah Luna. Ian sudah lebih dulu menggenggam tangan laki-laki itu sebelum sampai di pipi Luna.
"Luna, kamu lihat bukan tempat ini berbahaya,"
"Kita kembali saja," ucap Ian yang sambil memukul laki-laki yang akan menampar Luna
Melihat temannya di tampar tentu saja sekumpulan orang itu tidak akan membiarkan Luna dan Ian pergi dengan mudah, Luna yang sejak tadi berada di posisi bertahan merasa terpojok dengan situasi langsung menyerahkan diri. Ian yang melihat Luna menyerahkan diri mau tidak mau ikut menyerahkan diri, karena dia tidak mungkin membiarkan nyawa Luna berada di dalam bahaya nantinya. Akhirnya Luna, Ian dan anak yang berpakaian compang-camping itu di bawa ke sebuah penjara tempat pelelangan budak dengan tangan yang dirantai. Semua senjata dan barang yang dibawa oleh Luna dan Ian di ambil serta barang berharga mereka semuanya di ambil, Ian menatap Luna dengan tatapan khawatir sebab dia tau Luna mungkin tidak pernah berada di tempat kotor, gelap dan bau seperti ini akan membuat Luna merasa takut nantinya.
'Akhirnya aku berhasil menyusup ke tempat pelelangan budak,'
'Walaupun harus membuat tubuhku biru-biru terluka,' ucap Luna di dalam batinnya dengan ekspresi akan menangis
"Luna, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ian dengan perasaan khawatir karena saat ini mereka berada di tempat yang tidak mereka ketahui
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, maafkan aku membuat dirimu terlibat," ucap Luna dengan kepala tertunduk dan perasaan bersalah walaupun pada kenyataannya dia sengaja melakukannya karena tidak mungkin bisa menyelesaikan ini sendirian di tempat yang berbahaya ini
Luna menatap sekelilingnya setidaknya ada sekitar dua puluh satu orang yang di jadikan sebagai budak saat ini terlihat di seluruh penjara yang dapat di lihat, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa berada di dalam sana. Luna hanya bisa menatap dengan miris keadaan seperti ini ada di dalam novel, dia tidak bisa membayangkan betapa mengerikan orang-orang yang menginginkan mereka, Luna yang telah memahami situasi sekitar yang penjagaannya tidak terlalu ketat. Luna mengambil besi tipis yang berasal dari jepit rambut miliknya di jadikan untuk alat yang akan mengeluarkan mereka dari penjara itu, Ian hanya menatap kebingungan tentang kelakuan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dari Luna.
"Apa yang sedang kamu lakukan? Itu akan sia-sia dan daripada membuang tenaga yang kamu miliki bukankah kamu lebih baik duduk dan membantuku untuk berpikir cara untuk keluar dari tempat ini?" tanya Ian dengan helaan nafas panjang masih memperhatikan Luna yang masih saja berusaha untuk membuka pintu jeruji bes itu dengan sekuat tenaga menggunakan besi tipis itu
"Aku sedang membantu jadi bisakah sedikit diam sebentar," ucap Luna tanpa menoleh ke arah Ian sama sekali dan fokus membuka jeruji besi itu hingga berbunyi yang menandakan kalau jeruji besi telah terbuka
Ian terkejut melihat yang di lakukan oleh Luna dan sebab itu juga banyak orang-orang yang meminta bantuan kepada Luna untuk ikut di lepaskan, tetapi Luna malah menolak karena di tempat seperti ini tidak bisa menjamin nyawa seseorang akan selamat jika ikut dengan mereka berdua hingga Luna berjalan lurus menuju ke pintu penjara dari balik pintu Luna dan Ian bisa mendengarkan suara orang yang berjaga di depan pintu yang membuat Luna memutuskan untuk menggunakan sihir teleportasi untuk ke tempat penyimpanan senjata mereka yang di sita oleh orang-orang tersebut.
Luna membuka sistem dan membeli salah satu skill di fitur shop yang berada di dalam layar tipis sistem, skill itu mampu membuat Luna melihat yang terjadi di seluruh luar pintu yang akan membuatnya keluar. Luna yang melihat di luar pintu ada dua orang yang berjaga dan juga ada beberapa bangsawan yang melewati lorong itu, kemudian dia menoleh ke arah dinding lain beruntungnya di sebuah penjara adalah ruangan penyimpanan senjata atau barang yang akan di lelang.
"Kita akan melakukan teleportasi ke tempat senjata kita di simpan,"
"Kemudian kita selesaikan masalah perbudakan ilegal dan lelang ilegal ini hingga ke akar-akarnya," ucap Luna dengan tatapan kesal dan mengulurkan tangan kepada Ian di sambut dengan menggapai uluran tangan Luna
Keduanya kemudian melakukan teleportasi ke Sebuah ruangan yang berada di penjara, karena jaraknya tidak jauh maka tidak akan menghabiskan banyak sihir untuk melakukannya. Luna dan Ian berkeliling sebentar dan menemukan barang-barang milik mereka berdua, keduanya sambil mengecek keadaan melihat banyak barang yang berasal dari peninggalan kuno dan barang-barang hasil curian.
"Aku tidak menyangka banyak barang peninggalan kuno yang tidak jelas di sini,"
__ADS_1
"Seharusnya mereka membawanya ke menara sihir untuk di teliti, tetapi mereka malah menjualnya,"
"Setelah ini selesai aku akan melaporkannya," ucap Ian yang menoleh ke arah kiri dan kanan melihat barang-barang yang berada di atas meja itu
Beberapa menit kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan membuat Luna dan Ian tidak sempat untuk bersembunyi ataupun mengecek keadaan, karena keduanya terhanyut ke dalam barang-barang ilegal yang berada di sana. Terlihat dua orang pengawal yang langsung menodongkan senjata berupa pedang dan tongkat sihir mereka ke arah Luna dan Ian yang dendam cepat membuat posisi siap bertarung atau menyerang.
"Bukankah kalian adalah para budak yang dibawa? Bagaimana bisa kalian berada di tempat penyimpanan barang lelang?"
"Tapi lebih baik kalau begitu kalian mati saja di sini karena sangat merugikan kami yang melakukan pelelangan," ucap salah satu dari dua orang itu dengan langsung bersamaan menyerang menggunakan sihir secara beruntun ke arah Luna dan Ian
Luna dan Ian dengan cepat juga berusaha sebaik mungkin menghindari serangan beruntun yang diberikan.
"Ian, cepat cari tempat yang aman untuk dirimu bersembunyi,"
"Karena aku akan menghancurkan keduanya dengan satu kali serangan,"
"Satu kali serangan, nona kecil apakah kamu sedang bercanda?"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
__ADS_1