
Luna dan Li Jun membahas mengenai bisnis di depan Albert sang putra mahkota, sang putra mahkota kadang-kadang ikut dalam pembicaraan dan kadang diam mendengarkan pembicaraan yang terjadi antara Li Jun dan Luna, tanpa mereka sangka kalau mereka bertiga kini menjadi teman dekat, sore hari tiba dan sang duke menunggu di pintu taman melihat putri kecilnya sepertinya menikmati waktunya dengan teman sebayanya dengan senang.
"Kepada kedua yang mulia putra mahkota, saya memberikan hormat,"
"Maafkan saya mengganggu pembicaraan anda, tetapi saya ke tempat ini untuk menjemput putri saya pulang ke mansion," ucap sang duke dengan tatapan yang serius
Luna kemudian beranjak dari kursinya dan pulang bersama duke ke mansion duke Arley, di tengah perjalanan kedua orang itu tidak berbicara sama sekali hingga suasana di antara kedua sangat sunyi hingga akhirnya duke menyerah dan memulai pembicaraan lebih dulu.
"Luna, apa kamu menikmati pembicaraan antara putra mahkota kerajaan?" tanya sang duke dengan senyuman sedikit hangat hanya di jawab dengan anggukan pelan oleh Luna dan pembicaraan itu selesai begitu saja
"Luna, minggu depan akan ada pesta di istana kerajaan pesta itu adalah pesta penghargaan untuk dirimu,"
"Itu karena kamu memiliki jasa yang cukup besar untuk menyelamatkan rakyat yang di culik dan di jadikan budak, walaupun pesta ini terkesan mendadak, tetapi kamu layak untuk mendapatkan pesta besar itu," ucap duke dengan tatapan yang bangga sambil mengelus kepala Luna yang berada di depannya hanya Luna jawab dengan senyuman tipis
'Staminaku telah habis, aku ingin cepat pulang dan merebahkan diriku di atas tempat tidur,' ucap Luna di dalam hatinya yang menjadikan dia alasan menjawab dengan singkat
Sesampainya mereka berdua kembali ke mansion duke Arley, suasana mansion sedikit aneh dari biasanya sebab para pelayan sepertinya tidak terlalu bersemangat dan kepala pelayan juga tidak ada di tempat untuk menyambut. Salah satu pelayan yang menjadi pengganti kepala pelayan menyambut memberi tau situasi yang telah terjadi selama duke tidak ada di mansion.
"Tuan duke, ada seorang anak perempuan berambut perak datang seorang diri dengan sebuah sapu tangan,"
__ADS_1
"Anak itu mengaku kalau dia adalah putri kandung anda yang telah lama hilang dan saat ini kepala pelayan sedang berada di ruang tamu bersama gadis itu untuk memastikan sesuatu," ucap pelayan itu dengan kepala yang tertunduk hormat kepada sosok laki-laki di depannya dan sosok gadis remaja itu
Sang duke yang mendengarkan ucapan dari pelayan tercengang sesaat dan memutuskan untuk langsung pergi ke ruang tamu, sedangkan Luna yang mengetahui ini cepat lambat akan terjadi memutuskan untuk pergi ke kamarnya beristirahat. Dia sama sekali tidak ingin mengganggu hubungan anak dan ayah yang sebenarnya, Luna cukup tau diri dia hanya orang luar di mansion ini sebagai sosok anak angkat.
Sesampainya di kamar notifikasi dari sistem mengenai misi sebelumnya di jalankan oleh Luna selesai dengan hadiah yang telah di kirimkan ke sistem. Perasaan Luna campur aduk di dalam kamar dengan hanya di temani langit malam di luar jendela, Luna merasa dia merasa sakit, terluka tetapi juga di sisi lain dia juga lega. Di malam sepi sendirian seperti inilah masa-masa dia merenungkan tentang dirinya sendiri hingga seekor burung mengetuk pintu balkon kamarnya seolah-olah mengetahui kalau Luna saat ini sedang memiliki banyak pemikiran.
Luna membuka pintu itu dan mengambil surat yang di ikat di kaki burung itu, dia tersenyum tipis ketika selesai membaca isi dari surat itu. Sebuah tulisan penyemangat tertulis di dalam kertas itu berupa aset pribadi yang Luna miliki saat ini hampir setara dengan seorang bangsawan marquess yang memiliki pertambangan besar dan perdagangan yang besar. Luna membalas isi surat itu kemudian dia menulis buku hariannya hingga tanpa sadar dia tertidur hingga lembaran pagi baru telah tiba, di pagi itu Luna tengah-tengah di dandani oleh para pelayan kedatangan sosok laki-laki berambut panjang dan di ikat.
"Villette, apakah kamu datang ke sini ingin menyampaikan makan bersama dengan duke dan putri kandungnya? Jika iya aku menolaknya,"
"Aku tidak ingin mengganggu hubungan harmonis antara seorang ayah dan anak kandung, sejak awal aku paham akan posisi diriku," ucap Luna tanpa membalikkan badannya menatap ke arah Villette yang berada di dekat pintu
"Luna, namaku adalah Amy Arley sekarang aku juga seorang gadis bangsawan dan kita akan menjadi saudara sekarang,"
"Aku harap kita bisa terus bersama dan jika di izinkan aku ingin kamarmu yang luas ini apakah boleh?"
"Ayah bilang aku boleh memilih kamar yang aku suka dan aku menginginkan kamar ini," ucap Amy dengan senyuman ke arah Luna dengan tatapan yang polos
"Tidak bisa, kamar ini adalah milikku,"
__ADS_1
"Kamu di katakan boleh memilih bukan berarti kamar milikku adalah untuk dirimu," ucap Luna dengan tatapan tajam dan dingin kesal karena dia seperti tidak di perlakukan dengan hormat
Luna tau kalau dia adalah karakter antagonis, tetapi Luna merasa perempuan di depannya adalah perempuan gila karena menginginkan kamar yang telah lama Luna tempati menjadi kamarnya. Villette hanya bisa diam dan tidak berani ikut campur dalam pertengkaran yang terjadi mengingat dirinya hanya seorang asisten yang bekerja di bawah duke. Suara pertengkaran antara Luna dan Amy terdengar hingga keluar ruangan di saat yang kebetulan duke melewati kamar itu langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Apa yang terjadi di sini hingga suara kalian terdengar keluar ruangan?" tanya duke yang menatap kedua putrinya dan salah satu putrinya yang telah menangis
"Papa, aku hanya menginginkan kamar ini untukku karena papa mengatakan kalau aku boleh memilih kamar yang aku inginkan,"
"Tetapi kakak ini tidak ingin memberikan aku kamarnya untukku,"
"Dia pasti tidak senang aku kembali kepada ayah," ucap Amy yang langsung berlari ke arah duke dengan air mata yang masih mengalir
Luna yang menatap dengan tatapan dingin ke arah duke dan gadis bernama Amy yang merupakan pemeran utama yang telah kembali ke mansion bertingkah seperti gadis yang manis dan manja, sedangkan Amy memeluk pinggang sang ayah dan menangis tersedu-sedu. Layar sistem tiba-tiba muncul di depan Luna dan memberikan Luna sebuah misi yaitu misi untuk mempertahankan kamarnya dengan hadiah kamarnya kembali dan Villette berada di pihak Luna tetapi jika Luna gagal maka dia akan kehilangan kamarnya serta poin reputasinya di kurangi seratus.
'Sistem sialan ini bisa-bisanya memberikan misi kepada seseorang di tengah-tengah ketegangan yang sedang berlangsung,'
'Apakah dia tidak bisa membaca situasi yang sedang terjadi sini?'
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
__ADS_1