
"Dunia ini seperti ini katamu?"
"Kamu sungguh-sungguh tidak menghargai apa yang kamu miliki saat ini,"
"Orang seperti dirimu seharusnya tidak layak untuk menjadi pemeran utama game ini," ucap Luna yang memegang erat pedang miliknya dengan tatapan marah dan kesal kepada gadis yang berada di depannya begitu sangat menyebalkan dan begitu angkuh
Amy tertawa dengan lantang ketika mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Luna, seolah-olah ucapan itu hanyalah candaan yang sangat lucu. Perlahan-lahan Amy menggunakan sihir sucinya untuk mengobati dirinya sendiri, dan dia mulai bangkit dari lantai.
"Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika aku menang maka kamu harus mati dan jika kamu menang maka kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan,"
__ADS_1
"Tentu saja taruhan ini berhubungan dengan pertarungan yang akan kita lakukan saat ini," ucap Amy dengan seringainya dan tatapan sangat percaya diri akan kemenangan yang telah berada di tangannya walaupun dia hampir mati
Luna menatap dengan tatapan yang sangat tajam ke arah gadis yang ada di depannya bersamaan dengan memikirkan tantangan yang diberikan kepada dirinya oleh sang gadis yang ada di depannya, setelah beberapa saat Luna berpikir akhirnya dia menyetujui hal itu dengan anggukan.
Serangan sihir suci secara tiba-tiba langsung di arahkan oleh Amy dan karena Luna yang memperhatikan dengan waspada sejak awal dia bisa menghindari dengan mudah serangan yang di lancarkan oleh gadis itu, serangan sihir suci secara beruntun kemudian langsung di lakukan oleh Amy kepada Luna hingga hampir tidak ada tempat untuk dirinya menghindarinya selain posisi bertahan dan melindungi diri.
Semua orang yang melihat pertarungan sengit antara hitam dan putih membuat mereka kagum, karena pertarungan yang sangat berbeda dari pertarungan yang sebelumnya. Berjam-jam berlalu, tidak ada ikut campur dari berbagai pihak pertarungan kedua orang itu, kini pihak yang terdesak adalah Luna yang berada di dalam posisi bertahan dan mencari-cari celah menghindari serangan sihir yang dilakukan oleh Amy.
"Orang lemah seperti dirimu layak untuk mati langsung jadi aku tidak akan segan-segan untuk membunuh dirimu, kemudian aku bisa menjadi putri keluarga raja iblis," ucap Amy dengan tatapan yang penuh dengan obsesi dan kegilaan
__ADS_1
Luna saat ini berada di titik dimana dia berada di posisi tersudut dan terluka. Walaupun begitu dia masih tetap berpikir dengan otaknya untuk menemukan sebuah jalan untuk membalikkan keadaan yang telah terjadi kepada dirinya saat ini.
"Sekarang hanya dengan satu serangan maka aku akan bisa membuat dirimu menghilang dari dunia ini," ucap Amy dengan tatapan merendahkan dan berjalan beberapa langkah mendekati Luna
'Apakah aku akan mati disini? Setelah aku mengetahui identitas dan kebenaran dari siapa sosok ayah yang aku cari dan perdagangan yang telah aku bangun bertahun-tahun sejak aku masih kecil,' ucap Luna di dalam hatinya sambil menahan luka yang berada di lengan memegang pedang
"Sebelum aku membunuh dirimu, apakah ada kata-kata terakhir?" ucap Amy dengan senyuman merendah dan percaya diri
"Aku yakin kalau aku tidak akan mati dengan mudah setelah aku berjuang lebih dari dirimu,"
__ADS_1
"Aku berjuang dengan kesulitan hingga saat ini jadi aku tidak akan berniat mati di sini,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis