Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End


__ADS_3

"Orang angkuh dan di takdirkan mati, masih saja bisa berlagak ingin mengubah sebuah takdir yang di tentukan," ucap Amy yang menggunakan kekuatan berkat yang diberikan dewa untuk mengakhiri hidup Luna yang telah berada di ambang kematian


Luna yang masih memiliki keinginan untuk hidup di dalam hatinya terus menerus berdoa berharap datangnya sebuah keajaiban untuk dirinya yang baru saja, tiba-tiba saja ada aura gelap yang muncul menyelimuti tubuh milik Luna.


Semua orang di dalam ruangan itu merasa tertekan dengan tekanan aura gelap yang begitu pekat keluar dari tubuh milik Luna, hingga beberapa dari mereka tidak sadarkan diri dan beberapa dari mereka berada dalam kondisi sekarat, sedangkan Amy saat ini masih bisa bertahan berkat kekuatan suci yang dia miliki di dalam tubuhnya, walaupun begitu dia telah memuntahkan darah tiga kali.


"Sekarang kita berada di posisi yang sama-sama tidak baik,"


"Tarik ucapanmu maka aku akan membiarkan dirimu hidup," ucap Luna yang kini menodongkan pedangnya di leher milik sosok perempuan yang sedang muntah darah itu karena tekanan yang Luna berikan


Luna menekan pedang di leher milik Amy dengan tatapan dingin, menunggu jawaban yang akan di ucapkan oleh Amy.


"Aku tidak akan melakukannya, lagipula buat apa aku menarik kata-kata yang aku ucapkan sendiri,"


"Kalau itu memang benar kenyatannya dan para dewa pasti akan memberikan dirimu hukuman yang sangat berat karena telah membunuh seorang utusan para dewa yang di berkati," ucap Amy dengan tawa yang lantang terlihat jelas dimata Luna kalau dia adalah orang yang gila

__ADS_1


Luna dengan cepat menebaskan pedangnya ke arah leher perempuan itu dan seketika semua tamu dan bangsawan yang berada di dalam ruangan itu dan yang melihatnya merasa merinding ketakutan, karena dengan mudah dan tanpa perasaan bersalah Luna membunuh gadis itu, sedangkan Duke Arley yang berada di dalam kondisi sekarat terkejut dengan kematian putri kandungannya sendiri di depan matanya, tiba-tiba membuatnya tidak sadarkan diri.


"Bagus, memang seperti itulah putri dari seorang raja iblis,"


"Papa bangga denganmu Luna," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin namun terasa hangat oleh Luna


"Itu benar nona sangat hebat, anda memang putri seorang raja iblis," ucap Villette dengan senyuman lembut menatap ke arah Luna


'Tidak ada orang tua yang seharusnya bangga putri atau putranya membunuh seseorang,'


Setelah kehancuran istana kerajaan dan banyak korban tidak bersalah yang berjatuhan, Luna membuat perjanjian kompensasi dan kerja sama dengan sang raja sebab dia dan keluarganya yang membuat masalah ini terjadi. Layar sistem milik Luna anehnya tidak pernah muncul lagi selain tulisan eror.


Beberapa hari kemudian Luna kembali ke mansion duke untuk mengambil buku catatan miliknya, di saat yang sama dia bertemu dengan seorang laki-laki yang mendapatkan penobatan sebagai seorang duke wilayah tersebut.


"Luna, apakah kamu akan langsung pergi ke dunia para iblis?" ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan khawatir

__ADS_1


"Iya, terima kasih Ian selama ini telah selalu ingin bermain dan menemaniku," ucap Luna dengan senyuman lembut


"Selama ini aku menyukaimu,"


"Apakah kamu tidak bisa berada di sini?" tanya Ian dengan tatapan yang ragu karena dia tau mungkin saja dia akan di tolak, sedangkan Luna terdiam dan berkedip beberapa kali karena terkejut dengan pernyataan itu


"Maaf aku tidak bisa, aku harus pergi bersama ayahku satu-satunya setelah sekian lama,"


"Tapi, kalau untuk sekedar bertemu dan usahamu dalam mendapatkan hatiku,"


"Kita bisa bertemu karena aku yang akan mengurus perdagangan antar dunia iblis dan dunia manusia,"


"Apakah kamu bisa melakukan yang terbaik untuk meyakinkan hatiku?" ucap Luna dengan senyuman lembut ke arah Ian


"Aku yakin aku bisa melakukannya, jadi lady tolong perhatikan usahaku mulai sekarang," ucap Ian yang mencium beberapa helai rambut milik Luna

__ADS_1


Sistem Kekayaan Milik Antagonis Endi


__ADS_2