Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 34 Tunanganku


__ADS_3

Keesokan harinya saat Luna membuka matanya dia terkejut dia berada di dalam ruangan perawatan akademi dengan beberapa sosok laki-laki yang dia kenali, tertidur di berbagai tempat sekitar Lun menunggu Luna bangun dari tidurnya. Beberapa saat setelah Luna bangun dan melirik sekitarnya, tiba-tiba layar sistem muncul di depannya dengan sebuah notifikasi misi gagal Luna hanya bisa tersenyum pasrah melihat isi dari layar sistem tunjukkan kepadanya dan sesuai dengan hukumannya, Luna akan


'Ini padahal masih pagi,'


'Tetapi sistem sialan ini, pada saat aku menyelesaikan misi, hadiahku di berikan dalam jangka waktu yang lama sedangkan ketika aku gagal dalam misi hukumanku di percepat,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tangisan


Tidak beberapa lama kemudian Ian bangun dari tidurnya menatap sosok gadis itu, dengan menyandarkan kepalanya di atas kedua kedua tangannya yang terlipat di atas tempat tidur dengan tatapan yang sedikit berbeda dari biasanya. Entah karena ini pengaruh sistem yang membuat hukumannya menjadi bertambah nyata atau memang sosok Ian yang yang terlalu membuat Luna merasa sedikit berbeda.


"Selamat pagi, kamu sepertinya sudah bangun lebih awal ya,"


"Tetapi kamu hari ini mendapatkan izin tidak masuk oleh para guru akademi dan dewan kesiswaan,"


"Karena kejadian kamu tersesat di dalam hutan, jadi berisitirahat dengan baik," ucap Ian yang menguap dan menggosok matanya


"Baiklah aku mengerti, terima kasih Ian karena telah mencariku," ucap Luna dengan senyuman yang lembut


Senyuman manis dari Luna membuat Ian teringat dengan kejadian semalam dia lakukan kepada Luna, tetapi saat ini dia ingin membuang pikiran buruk itu jauh-jauh. .


"Tidak masalah, karena aku tau gadis bodoh seperti dirimu sering membuat masalah kadang-kadang terutama dalam memberikan arahan jalan," ucap Ian yang sambil mengelus-elus kepala Luna


Rambut Luna yang baru saja Luna rapikan menjadi berantakan, dan membuat Luna tanpa sadar menarik rambut Ian yang cukup bisa hingga di tarik, Luna melakukan itu bukan karena dia mau, tetapi memang beginilah cara Luna di dalam game melakukannya kepada seseorang yang berani kepada dirinya jika masalahnya adalah kecil.

__ADS_1


"Woah, Luna kamu telah bangun ya dan Ian kamu seorang masokis?"


"Kenapa kamu diam saja ketika Luna menarik rambutmu dengan begitu kencang?" ucap Lilia dengan tatapan serius


Luna yang mendengarkan ucapan Lilia, perlahan-lahan melepaskan rambut yang dia tarik dari Ian dengan mentalnya yang saat ini mendominasi sikap seperti antagonis di dalam game otome, akan membuatnya sulit mengendalikan diri apabila tidak melakukan hal yang jahat ditambah lagi sekarang dia di panggil Lilia sebagai seorang yang sadis, akibat menarik rambut milik Ian.


"Kenapa masih pagi seperti ini kalian semua sudah ribut? Dan Luna sepertinya kamu baik-baik saja,"


"Baguslah, tetapi bukan berarti aku langsung mengizinkan dirimu mengikuti kelas,"


"Istirahat dengan baik sana," ucap Li Jun yang menggosok matanya dengan kain lengan panjang seragam akademinya yang khas timur


Li Jun dan Lilia langsung keluar dari ruangan perawatan setelah Luna sadar dari tidurnya, keduanya hanya di minta menjaga hingga Luna bangun dari tidur. Kini Ian dan Luna berduaan di dalam ruangan, layar sistem muncul memberikan sebuah misi kepada Luna, misi yang di berikan oleh sistem adalah menghabiskan waktu bersama dengan hadiah pengurangan waktu hukuman yang diberikan sebanyak dua jam dan jika gagal atau menolak hukumannya akan di tambah menjadi dua hari bersama.


'Padahal aku sudah sangat berharap ada tempat hidup tenang, walaupun aku harus menjadi tokoh figuran tetapi selama aku hidup hanya ada siksaan demi siksaan batin saja,' ucap Luna di dalam hatinya dengan suram kemudian menghela nafas panjang


Setelah helaan nafas dari Luna suasana keduanya canggung dan sunyi, Luna bukan tipe orang yang ahli mencari topik percakapan di luar dari pekerjaan ataupun hal penting di kehidupan sebelumnya dan itu terbawa sampai saat ini Luna yang kesulitan untuk membuat Ian menghabiskan waktu bersamanya satu hari.


"Luna liburan musim dingin akademi nanti, apakah kamu mau berkunjung ke mansion keluargaku?" ucap Ian dengan penuh senyuman


"Apakah boleh? Aku suka dengan wilayah salju di sana, karena indah dan bagus," ucap Luna dengan tatapan berbinar-binar tanpa sadar menggenggam kedua tangan milik Ian dengan jarak keduanya yang sangat dekat

__ADS_1


"Tentu saja, kita adalah teman, tapi Luna ada yang ingin aku tanyakan tentang kita berdua, apakah boleh?" tanya Ian dengan tatapan yang tidak sabaran lagi dengan keadaan yang jaraknya jauh seperti itu ketika bersama dengan Luna, kemudian di jawab dengan anggukan oleh Luna


Ian dengan tangan yang dingin dan keringat yang perlahan-lahan keluar sebab perasaan gugup hanya untuk bertanya tentang antara mereka berdua dan kedepannya.


"Jadi Luna, apakah kamu pernah memi-"


"Nona Luna Arley, saya dengar anda izin sakit,"


"Jadi, saya datang ke sini untuk mengunjungi anda,"


"Tetapi kalau di lihat dengan baik, anda sepertinya baik-baik saja, apakah anda izin sakit hanya karena ingin bolos? Itu tidak baik benarkan tuan Ian," ucap seorang gadis berambut perak yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu ruangan perawatan itu dengan sebuah hadiah


Ian yang awalnya telah mengumpulkan keberanian untuk membicarakan sesuatu perubah, menjadi pupus karena tiba-tiba saja gadis berambut perak di depannya datang masuk ke dalam ruangan. Jika dia bukan berada di dalam akademi dan status bangsawan tidak berlaku di akademi, dia mungkin sudah memberikan hukuman kepada gadis yang tidak tau sopan santun umum masuk ke dalam ruangan itu.


"Aku izin sakit untuk bolos? Kalau begitu tunanganku yang merupakan murid terbaik kedua di akademi Atreya juga izin untuk bolos? Karena dia datang menemui aku," ucap Luna yang menggenggam telapak tangan Ian tanpa aba-aba dan senyuman manis ke arah Ian


'Kenapa tubuhku dan mulutku tidak bisa di kontrol oleh diriku sendiri? Tolonglah aku dan Ian bukan tunangan kenapa bisa-bisanya mulut ini berbicara seperti itu?'


'Sepertinya kematianku akan semakin dekat denganku kalau seperti ini jadinya,' ucap Luna di dalam hatinya yang menangis dan menjerit karena itu bukan keinginan dari hatinya yang jujur untuk melakukan itu


Ian yang melihat Luna begitu serius dengan ucapan dan bersikap seketika membuatnya terdiam, tidak bisa menyangga ucapan dari Luna yang sebenarnya mereka berdua tidak ada apa-apa, tetapi dia malah berbicara dengan gadis di depannya seperti itu.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, tidakkah nona Luna Arley begitu serius? Nanti akan buruk dalam hubungan loh kalau anda menjadi orang terlalu serius,"


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2