
"Bukankah itu lambang keluarga duke? Apakah kamu mungkin adalah putri duke yang hilang?" ucap A yang merupakan salah satu teman sekelas Luna yang membuat Luna membelalakkan mata setelah mendengarkan itu
"Bisa jadi dia putrinya duke, karena warna rambutnya sama dengan duchess berambut perak dan warna mata itu mirip dengan duke ditambah lagi dia memiliki sapu tangan buatan duchess yang bahkan tidak dimiliki oleh putri angkatnya," ucap B yang merupakan salah satu teman sekelas Luna
Luna menjadi sedikit gemetaran mendengarkan ucapan yang begitu terang-terangan di depannya, padahal dia juga merupakan putri keluarga duke walaupun dia hanyalah seorang putri angkat, akan tetapi semua tatapan hanya tertuju kepada sosok gadis itu yang merupakan pemeran utama di dalam game ini, Luna sadar kalau dia di sini hanyalah seorang tokoh antagonis yang memiliki takdir kematian yang menunggu walaupun dia memiliki tekad yang kuat untuk menghindari kematian, dia hanya bisa diam dan sedikit tertunduk saat ini tidak menjawab banyak.
"Luna, aku mencarimu ke berbagai tempat sejak jam istirahat di mulai, tapi aku tidak menemukan dirimu di berbagai tempat,"
"Ternyata kamu berada di kelas, apakah kamu tau kalau hari ini kita ada rapat pertama pertemuan dewan kesiswaan?" ucap sesosok laki-laki dengan suara yang tidak asing membuat Luna langsung menatap lurus ke asal suara itu
Semua orang yang berada di kelas terutama perempuan langsung memandang ke asal suara yang berat layaknya laki-laki, ketika semua perempuan menoleh ke asal suara panggilan mereka beberapa dari mereka ada yang langsung mimisan dan ada juga beberapa dari mereka mulai bergosip tentang laki-laki yang sangat tampan itu.
"Eh, benarkah? Tapi tidak terduga sekali kamu mengetahui di mana letak kelasku?" ucap Luna yang berjalan ke arah laki-laki itu yang tba-tiba saja tangan Luna di genggam oleh sosok laki-laki itu
Layar sistem kemudian muncul memberikan misi kepada Luna untuk menyelesaikan tiga masalah yang berada di akademi ketika masalah itu dibahas pada saat rapat dewan kesiswaan, jika Luna berhasil maka dia akan mendapatkan hadiah berupa buku sihir tingkat tinggi dan poin reputasi, sedangkan jika Luna gagal maka Luna akan mendapatkan hukuman dia akan bertindak seperti alur di dalam game otome semuanya harus di selesaikan dalam waktu tiga hari. Luna tentu harus setuju dengan misi ini, setiap misinya sangat penting untuk dirinya jadi dia harus menyelesaikan dengan baik dan benar.
__ADS_1
"Luna, apakah kamu baik-baik saja?" tanya sosok laki-laki itu yang sejak tadi menarik tangan Luna dan terus berjalan tanpa memandang wajah Luna yang sejak tadi menunduk
"Aku tidak apa-apa,"
"Terima kasih Ian, aku hampir tidak bisa berbuat apa pun di sana tanpa dirimu," ucap Luna yang tersenyum miris menatap punggung sosok laki-laki di depannya
Suasana Ian dan Luna hening sampai mereka berdua tiba di depan pintu ruangan tempat mereka akan rapat, tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan seorang gadis berambut merah muda. Dengan tangan isyarat yang mempersilahkan Luna dan Ian masuk ke dalam ruangan maka Luna dan Ian melangkah masuk ke dalam ruangan, terlihat di sana ada sesosok laki-laki yang berdiri di depan mereka laki-laki berambut panjang di ikat dan seragam sekolah yang mirip dengan seragamnya, tetapi yang berbeda adalah seragamnya yang menggunakan desain pakaian hanfu timur yang khas.
"Selamat datang di organisasi dewan kesiswaan, di mana mendisiplinkan para siswa-siswi adalah tugas kita," ucap laki-laki itu dengan senyuman yang ramah kepada Luna dan Ian yang melangkah masuk ke dalam ruangan
"Baiklah, sebelum itu aku akan memperkenalkan diriku sebelum memulai rapat ini,"
"Perkenalkan namaku adalah Li Jun, aku adalah ketua dewan kesiswaan,"
"Jangan sungkan bertanya jika kalian ingin menanyakan sesuatu, karena aku pasti akan membantu kalian sebisaku,"
__ADS_1
"Dan yang lainnya juga tolong perkenalkan diri kalian kepada anggota baru kita supaya nantinya bisa saling membantu ketika ada kesulitan," ucap laki-laki bernama Li Jun itu dengan menyilangkan kedua kakinya dan salah satu tangannya menopang dagunya di sertai dengan senyuman yang ramah
Perkenalan diri berlangsung selama sekitar sepuluh menit, Luna tidak menyangka kebanyakan siswa-siswi yang menjadi anggota dewan kesiswaan adalah siswa-siswi yang berasal dari kelas dua dan tiga. Banyak siswa-siswi kelas empat dan lima tidak lagi mengikuti dewan kesiswaan ataupun club yang ada di akademi, tujuannya untuk mempersiapkan mereka menyiapkan proyek kelulusan yang sesuai dengan jurusan yang telah mereka ambil selama menempuh pendidikan lima tahun di akademi. Penilaian ini juga nantikan akan membuat para siswa-siswi berbakat dilirik oleh para bangsawan ataupun orang berpengaruh untuk bekerja sama dengan mereka dalam bidang yang menurut mereka menarik, tetapi di sisi lain juga dalam pembuatan proyek mereka akan mengalami stress dan banyak tekanan oleh karena itu juga banyak siswa-siswi yang tidak lulus dari akademi dan harus mengulang atau pulang ke wilayah mereka karena mereka menyerah.
"Baiklah mari kita mulai rapatnya, kita akan mulai membahas masalah yang telah terjadi akademi," ucap Li Jun dengan tatapan yang serius sambil menjentikkan jarinya yang tiba-tiba muncul setumpuk kertas di atas meja masing-masing anggota dewan kesiswaan
Pembahasan masalah dimulai dari masalah siswa bermasalah yang naik ke kelas dua melakukan perundungan kepada anak kelas satu dan siswa-siswi yang lemah beberapa hari ini, anak kelas lima yang beberapa hampir bunuh diri karena tekanan kelulusan proyek mereka yang harus di siapkan jauh-jauh hari, beberapa siswa-siswi yang bolos di hari pertama sampai hari ini, beberapa siswa-siswi yang melanggar aturan akademi berupa meledakkan laboratorium dan lain-lain semuanya tertulis di dalam tumpukan kertas itu.
Luna membaca semua isi dari kertas-kertas itu, hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalanya, walaupun banyak siswa berprestasi tetapi banyak juga siswa-siswi yang membuat masalah bermacam-macam.
'Apakah aku benar-benar bisa menyelesaikan tiga dari semua masalah yang di berikan?'
'Semua urusannya sepertinya kepada manusianya yang bermasalah,'
'aku masih tidak percaya masih banyak masalah padahal akademi terbaik saat ini dan aku lebih tidak menyangka kalau dewan kesiswaan malah ingin mengurus hal sesulit ini,'
__ADS_1
"Maafkan aku telat, aku baru saja selesai menangani para siswa yang ingin merampokku,"