
Bab 19
Dang!
Sring!
Suara tembakan pedang ataupun sihir teknik yang digunakan seluruh murid sekte Tangwu untuk melawan monster yang tiba-tiba muncul menyerang.
Roar!
Sekali auman, ada banyak murid yang terhempas sangat jauh, dan ada beberapa yang meninggal selebihnya pada cedera seperti; patah tulang, pantatnya memerah akibat terjatuh dengan duduk.
Bai Yuki, maupun Bai Xiaoyu sungguh muram wajahnya, dia tak habis pikir jika dimalam hari, akan ada monster yang sangat ganas tiba-tiba mengamuk-ngamuk.
“Saudara Yuki, dan Xiaoyu. Jangan khawatir aku akan menolong kita harus berbahu bersama." Ada murid laki-laki yang memiliki perawakan kekar dia juga salah satu jenius yang memiliki nama Xu Xuan.
“Aku tahu. Tapi sepertinya monster itu sungguh sangat ganas. Jika itu berlanjut, maka akan mengakibatkan kerugian dari pihak kita ...”
“... Lihatlah, bahkan para guru sendiri sedikit kesusahan setelah melawan monster itu! Terlebih lagi saudara Lin sedang dalam masalah karena dia disandera oleh Bajingan monster!” pikir Bai Yuki dengan nada tinggi.
”Aku juga bingung bagaimana ini, hanya ada satu harapan yaitu, Ye Chen. Tapi dia sedang pergi untuk mencari pengalaman. Jika terus berlanjut, aku tidak bisa memikirkan,” imbuh Bai Xiaoyu.
Bai Yuki juga bingung. Tapi dia sedikit teringat salah satu pemuda yang kebetulan dari satu Sekte. Hanya saja dia adalah murid tukang, tapi kekuatan sungguh sangat diluar kendali.
Akan tetapi, dia tahu bahwa murid itu sudah meninggal dan kamu tidak perlu diungkit-ungkit kembali.
Lebih baik, kalian semua pikiran bagaimana menyelamatkan Lin Rouxi. Jika terlambat saja, maka nyawa Lin Rouxi akan ada dalam bahaya.
Ahhhh!
Lin Rouxi mengalami sesak nafas langsung dia dilemparkan ke tanah sungguh sangat cepat sehingga menghantam pohon dan meludahkan darah dari mulutnya.
Uhuk! Dia terbatuk terus menerus dan sangat susah untuk menghirup udara segar.
“Saudara Lin! Apakah kamu tidak apa-apa!"
“Tidak apa-apa, hanya saja merasakan rasa sesak di dadaku. Bedebah bagaimana ada monster yang tiba-tiba masuk ke dalam sekte!” Lin Rouxi mencoba berdiri, tetapi dia seperti tidak memiliki tenaga sehingga langsung terjatuh kembali.
“Jangan dipaksakan, kamu sepertinya memiliki luka yang cukup serius. Kamu harus berlindung di belakang ku,” ucap Xu Xuan dengan berpura-pura keren dihadapan kecantikan Lin Rouxi.
__ADS_1
“Baiklah ... Setelah melihat mu baik-baik saja, aku akan mencoba sekuat tenaga ....” Sebelum menyelesaikan perkataannya, Xu Xuan ditampar bokongnya oleh monster itu menggunakan ekor hingga bokong itu mengalami cedera yang sangat hebat.
“Ahhh tidak bajingan bokong ku sakit!” Xu Xuan menangis dan dia tidak bisa berdiri.
Lin Rouxi dan dua wanita itu tercengang dan tidak habis pikir melihat serangan yang sangat cepat dari monster tersebut.
Bai Yuki menolong Xu Xuan yang sudah tidak bisa berdiri. Dan diserahkan kepada murid yang lain untuk dirawat tempat yang aman.
“Ayo kita bertiga melancarkan serangan sekuat tenaga. Agar kekuatan berkali lipat sehingga bisa mengalahkan monster itu.”
Roar!
Monster mendekati Bai Xiaoyu sungguh sangat cepat. Akhirnya ketiga wanita saling bahu dan membahu sambil mengeluarkan kekutan untuk melawan monster itu.
Bang!
Hanya sekali serang, ketiga wanita langsung terhempas. Banyak guru yang mencoba menggunakan teknik agar bisa mengikat monster itu, tapi sepertinya monster itu sungguh sangat kuat dan tidak seperti monster yang lain.
Roar!
Monster mengibas tubuhnya sehingga banyak murid maupun guru yang terseret.
"Serahkan kepada ku.” Jian Kun mendekatinya sambil terbang di atas pedang yang indah.
Wushh!
Jian Kun menghindari, tapi seketika terkena cakar monster itu sehingga terjatuh langsung menghantam tanah sungguh sangat keras.
Engah!
Dia memuntahkan darah dan pingsan langsung.
“Guru! Sial bagaimana kita bisa mengalahkan monster itu, sedang guru pun tidak bisa menangani. Seharusnya Ye Chen datang, tapi dia ... Ahh brengsek!" Lin Rouxi menggerakkan giginya cukup kesal.
Lin Rouxi lengah, sehingga monster itu melihat kelengahannya langsung menyerang Lin Rouxi dengan tamparan beserta cakar yang sangat tajam.
Bai Xiaoyu berteriak: ”Oi! Lin Rouxi awas di samping mu!"
Lin Rouxi baru sadar dan menoleh kesamping dan melihat ada monster yang sangat menakutkan sedang mengangkat tangan mencoba menyerang dirinya.
__ADS_1
"Apakah aku akan mati?” Lin Rouxi memejamkan matanya.
Tapi pada saat itu, tiba-tiba diatas langit terjatuh sosok tidak memakai baju dan wajahnya menggunakan penutup CD wanita berwarna pink.
Langung menghajar kepala monster tersebut.
Bang!
Seketika monster tersebut mengalami pusing sesat, dan Fang Yuan melihat Lin Rouxi dan meraih tubuh yang harum seketika dilemparkan ke samping sangat jauh dengan tak manusiawi.
Dia harus menyingkirkan Lin Rouxi agar selamat. Benar saja, setelah itu monster bangung dan mencoba menyerang dirinya.
Bang!
Fang Yuan mundur tapi seketia ditangkap. Hanya saja setelah memegang tubuh Fang Yuan, seperti sedang memegang belut sungguh sangat licin. Karena marah, monster itu mengigit tubuh Fang Yuan. Tapi tetap sama saja, saking licin tubuh Fang Yuan, tidak bisa digigit.
Monster marah, dia memukul tanah dan Fang Yuan mundur sambil mengeluarkan api hitam untuk membakar monster tersebut.
Api hitam!
Api sebesar bola kasti, muncul di telapak tangan Fang Yuan langsung menghantam tubuh monster itu.
Bom!
Hanya sekali serang, monster tersebut langsung kosong akibat panas yang menghasilkan api hitam tersebut.
Untuk memastikan bahwa monster itu sudah meninggal akhirnya, Fang Yuan memgeluarkan tongkat Ruyi Sun Wokong.
Bang!
Sekali pukul, kepalanya bonyok dan maksud itu tidak bereaksi untuk melawan Fang Yuan lagi, sehingga membuktikan bahwa monster itu sudah meninggal.
Dengan paduan api hitam dan tongkat yang diangkat di punggung Fang Yuan membuat menjadi terkesan seperti pahlawan walaupun tidak terlihat wajahnya akibat menggunakan penutup CD.
Fang Yuan seketia meloncat terbang meninggalkan monster itu ke hutan.
”Lihat siapa pemuda itu yang sudah membunuh monster mengerikan! Dia tidak memakai baju dan memakai penutup sempakk!”
“Sial! Dia sungguh sangat keren seperti pahlawan!"
__ADS_1
"Dia adalah panutan kita hahah! Aku sungguh tidak bisa berpikir bahwa ada pahlawan seperti itu! Tubuh yang putih, tidak memakai baju hanya celana dan penutup wajah menggunakan sempakk, membuat seluruh murid sekte maupun guru sungguh sangat tercengang.
”Kita ikuti pemuda itu, dia melompat ke hutan ayo! Kita belum berterima kasih!” pinta Bai Xiaoyu melompat mendekati hutan tepat dimana Fang Yuan menghilang.