
Bab 63 Yao Yang Vs Fang Yuan (1)
Lou Yin melihat senyuman Fang Yuan, akhirnya mau tidak mau langsung berkata: “Tuan Fang, apakah kamu juga ingin mengadu nasib kepada wanita peramal itu?”
“Tidak ada!” jawab Fang Yuan. Kemudian dia berkata lagi, “Aku tidak ingin menawarkan kepada wanita peramal itu, tetapi mungkin sebaliknya dia akan datang menemuiku.”
“Hmmm!" Lou Yin hanya bisa menganggukkan kepalanya, Walaupun dia masih tidak paham apa yang dikatakan Fang Yuan.
“Yah!” Fang Yuan juga menganggukkan kepalanya lalu menatap ke arah Bai Xiaoyu dan berkata, “Guru. Nona Lou Yin, mungkin kalian berdua duduk terlebih dahulu di meja seberang. Aku akan mengamati sebentar.”
Akhirnya mereka berdua mengangguk langsung duduk terlebih dahulu sambil mengambil beberapa potongan makanan.
Fang Yuan menatap sebentar dan dia hendak mendekati Bai Xiaoyu dan Lou Yin akan tetapi, tiba-tiba ada seorang pria jangkung dan kuat berjalan ke arahnya. Pria itu berwajah tampan dan mengenakan setelan gelap sedikit keunguan.
Sepasang alis pedangnya sangat khas, terangkat di ujung alis, yang membuat seluruh wajahnya sedikit garang.
Ketika Lou Yin melihat seorang pria itu, tiba-tiba raut wajahnya seperti tidak puas.
“Tuan Fang dia adalah teman ku,” ucap Lou Yin menjelaskan kepada Fang Yuan dengan tidak senang.
Fang Yuan juga melihat dan tidak berkata langsung melewati pria itu dan mencoba mendekati Lou Yin dan Bai Xiaoyu.
Akan tetapi, pria itu berkata kepada Lou Yin, “Siapa dia? Nama lengkap siapa? Di mana kartu namanya?” Pria itu sedikit bertanya. Mungkin karena perawakannya, suara pria itu sangat tebal, terdengar seperti suara teredam di tangki air.
“Shenglong, harap bersikap sopan,” Luo Yin mengerutkan kening, wajahnya yang halus berubah dingin.
“Nona Liu Yin, maaf tapi di rumah makan Nandu ini, Ketika kamu datang ke dalam harus memberikan sebuah kartu.” Shenglong berkata dengan sedikit tidak suka.
Setelah berbicara, dia memandang Fang Yuan, mengulurkan tangannya dengan kosong, dan berkata, "Baiklah itu bisa dilupakan. Perkenalkan nama saya Shenglong.”
Fang Yuan melirik Shenglong kemudian berjabat tangan. “Saya Fang Yuan.”
“Kakak Shenglong!”
Pada saat itu, ketika Shenglong sudah sehabis berjabat tangan dengan Fang Yuan, tiba-tiba ada teriakan rendah dan memiliki kandungan napas dingin.
Mendengar suara ini, ekspresi Shenglong berubah, dan dia segera berbalik, mengungkapkan senyum yang agak menyanjung.
"Shengxue, kamu di sini."
Seorang wanita mengenakan jubah malam putih berdiri di depan Shenglong. Wanita ini tampaknya baru berusia awal dua puluh lima, dan fitur wajahnya sehalus seorang gadis yang berjalan keluar dari gulir gambar.
Tidak ada warna merah muda di wajahnya, dan wajahnya menghadap ke langit, tetapi dia tidak menyembunyikan kecantikannya.
Shengxue berjalan dengan kedua tangan seperti polesan batu giok dengan keduanya terlipat lalu menghampiri Shenglong.
”Apa yang kamu lakukan di sini?” Shengxue bertanya kepada Shenglong dengan tatapan dingin.
“Tentu saja aku datang menemui Lou Yin.” Shenglong menggaruk kepalanya.
Shengxue tidak berkata apapun, dia langsung berjalan mendekati Lou Yin. Akhirnya kedua wanita cantik ini berdiri bersama, dua temperamen yang sama sekali berbeda.
__ADS_1
Banyak orang di sekitar memperhatikan adegan ini dan semua memusatkan perhatian mereka pada dua wanita.
"Kedua wanita ini sangat cantik ... Dari mana bintang-bintang itu?"
Semua tamu di rumah makan Nandu itu saling berbisik kepada Shengxue dan Lou Yin. Tapi dari semua ini, Fang Yuan tidak peduli dia matanya masih tertuju kepada wanita peramal.
Fang Yuan duduk dan mencoba mencoba mengambil minuman dan mengamati wanita Peramal itu. Bahkan wanita peramal juga diam-diam sedang melakukan rencana selanjutnya.
Wanita peramal itu, langsung mengepak-ngepakkan bareng dan berkata: "Saya sudah melakukan peramalan di ambang batas. Mungkin kalian bisa melanjutkan lagi keesokan hari.”
Wanita peramal itu, langsung berdiri dan meninggalkan rumah makan Nandu, para pelanggan yang ingin diminta peramalan, hanya bisa menghela nafas.
Wanita itu pergi dengan langkah sedikit cepat sambil melewati Fang Yuan, tatapannya melirik ke arah Fang Yuan dengan tajam. Membuka pintu wanita itu keluar dari rumah makan Nandu.
Fang Yuan juga berdiri dan berkata kepada Bai Xiaoyu dan Lou Yin. “Kamu tunggu di sini. Ada hal yang akan aku lakukan.”
Fang Yuan pergi mengikuti Wanita peramal.
Bai Xiaoyu juga sebenarnya sudah aneh sehingga tanpa sepengetahuan Fang Yuan dia mengikuti Fang Yuan.
Ketika Wanita peramal itu sudah keluar tiba-tiba ada kekuatan yang sangat mengerikan turun dan menghampiri rumah makan Nandu.
Kekuatan prajurit peringkat tiga belas sedang mengepung rumah makan Nandu!
Bom!
Ada lima orang yang datang menghampiri Fang Yuan, bahkan Bai Xiaoyu sedikit kewalahan dengan kekuatan lima orang yang sedang menghadapi Fang Yuan.
Fang Yuan melihat ancaman yang nyata walaupun hatinya penuh badai tetapi dia langsung berpura-pura menghina. ”Ternyata kamu adalah wanita jelek, pantas saja sedari awal kamu menutupi wajah mu,” Fang Yuan menghina.
Mendengar sarkasme Fang Yuan, wanita itu tidak marah, menyeringai, dengan senyum tajam, dan berkata: "Aku Yao Yang, bergabunglah dengan kami."
“Bergabung denganmu?” Fang Yuan mengangkat alisnya.
"Ya, raja tertinggi kami berpikir bahwa Anda adalah bahan yang dapat dirakit, dan kami ingin merekrut Anda ke dalam komandonya dan melayani dia. Sebagai imbalannya, kekuatan Anda akan sangat meningkat," kata Yao Yang.
”Jija aku bergabung dengan mu, seberapa kekuatan yang ditingkatkan?" tanya Fang Yuan menyipit.
"Kamu bisa membayangkan yang ekstrem, selama kamu punya cukup fondasi, kamu bahkan bisa tak terkalahkan," kata Yao Yang perlahan.
“Tak terkalahkan?” Fang Yuan menghina, selama dirinya memiliki sistem di tubuhnya, maka di masa depan akan tak terkalahkan.
"Aku tidak tertarik bergabung dengan organisasi mana pun, aku juga tidak ingin menjadi bawahan siapa pun," kata Fang Yuan ringan.
"Baiklah! Maka dari itu, Anda sudah kehilangan pilihan!” Yao Yang melambaikan tangannya tiba-tiba keempat orang yang sangat jelek langsung menyerang Fang Yuan.
Dihadapan empat monster setara dengan prajurit pringkat dua belas, tubuh Fang Yuan bergetar-getar, dia ingin menggunakan tangan untuk memukul, tapi tiba-tiba Bai Xiaoyu datang menyelinap langsung mencoba menyerang keempat monster jelek itu.
Bang!
Hanya saja Bai Xiaoyu terhempas dan terjatuh sambil duduk, tatapannya sungguh ketakutan.
__ADS_1
"Guru kamu jangan ikut campur, sepertinya dia hanya mengincar aku!” Bentak Fang Yuan sambil berlari mencoba mendekati ke arah Bai Xiaoyu.
Setelah mendekati Bai Xiaoyu, Fang Yuan melemparkan dia seperti kain lap yang tidak berguna.
Bang!
Tinju Tyrannosaurus Rex digunakan seketika mencoba menghajar keempat monster jelek itu sampai dia terhuyung-huyung.
Fang Yuan bisa menghempaskan mereka satu persatu dengan jarak tiga meter, tapi sebagai gantinya tangan sendiri merasakan kebas.
Kebetulan Shenglong dan Shengxue sudah mengikuti dan melihat pertempuran Fang Yuan melawan monster jelek.
Kemudian Fang yang melejit dan menggunakan cincin Grend Lantern merubah tubuhnya menjadi robot Mecha raksasa langsung memukul keempat monster itu hanya sekali tinju langsung hancur.
Bang!
Bang!
Bang!
Monster jadi-jadian terliuka, tapi tidak meninggal. Fang Yuan juga tahu dia langsung menggunakan api hitam untuk membakar keempat monster jadi-jadian.
Bom!
Api hitam itu langsung melahap keempat monster jadi-jadian hingga berubah menjadi daging gosong, akibatnya keempat monster jadi-jadian itu langsung meninggal seketika.
Melihat bahwa empat monster yang dikendalikan oleh pill beracun terbunuh seketika, Yao Yang terkejut! Dia mengira Fang Yuan tidak lemah, tetapi dia tidak berharap Fang Yu menjadi begitu kuat!
Apa yang harus Yao Yang lakukan?
Pada saat itu, setelah membunuh 4 monster jadi-jadian, Fang Yuan langsung melirik ke arah Yao Yang, sehingga Yao Yang bulu kuduknya langsung berdiri.
Wow!
Yao Yang melancarkan serangannya, sambil melesat ke arah Fang Yuan cara menyamping.
Wush!
Yao Yang langsung berubah menjadi bayangan gelap sudah tiba di belakang Fang Yuan, tangan yang memiliki warna putih seperti polesan batu giok seketika diselimuti aura gelap dan kedua tangannya berubah menjadi cakar yang sangat tajam mencoba menyerang kepala Fang Yuan.
Fang Yuan sedikit gugup, tapi langsung menggunakan mata sharingan hingga pergerakannya menjadi sangat lambat.
Fang Yuan meraih tangan penuh cakar itu langsung melemparkan ke depan.
Roar!
Yao Yang meraung dengan sangat aneh, Fang Yuan menendang kakinya ke depan dan mencoba menyerang bagian dada Yao Yang.
Akan tetapi sepertinya mata ketiga dari Yao Yang bisa memprediksi masa depan sehingga, tendangan itu meleset.
Yao Yang menghindar dengan meluncur ke belakang bersalto sekitar 7 kali.
__ADS_1