
Bab 30 Terguncang
Fei Yue yang terjatuh, otaknya masih tersesat sejenak. Dia tidak tahu bagaimana dirinya langsung kalah hanya sekali serang. Itupun kalah hanya menggunakan gagang soled.
Tentu apa yang membuat marah adalah, dia mendengar bahwa Fang Yuan ngece kepada diri sendiri. Kamu sudah berlatih beberapa tahun, tapi kamu masih kalah oleh murid bekas tukang. Apalagi kamu kalah hanya sekali gerakan.
Wajah Fei Yue malu dan merah karena marah lho, dia menatap ke arah Fang Yuan dan berteriak: “Tunggu adik, jangan berbangga dulu! Itu tadi kesalahpahaman aku belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya! Ayo kita ulangi pertempurannya, aku akan mengeluarkan kekuatan dengan serius!”
Fang Yuan berhenti sebentar, namanya juga wanita tidak ingin kalah ataupun mengalah, tapi tidak apa-apa, jika kamu ingin bertarung dengan Fang Yuan lagi, cobalah mungkin saja akhirnya sudah ditebak kamu kalah lagi!
“Kakak perempuan ingin melawan ku lagi? Adik ini sungguh tidak tahu, aku kira kakak perempuan tadi menggunakan kekuatan sepenuhnya, ternyata masih bermain-main,” kata Fang Yuan tersenyum, tapi dalam raut wajah itu ada niatan terselebung.
"Kamu sudah menyadari hal itu, nah ayo kita bertarung lagi, aku yakin dengan latihan ku yang ulet akan bisa mengalahkan mu, adik,” kata Fei Yue mengambil sabit tersebut dan mencoba melenturkan otot sambil menstabilkan pernapasan.
Menghirup udara dingin, seketia ada riak putih transparan yang mengelilingi tubuh Fei Yue, riak tersebut mengangkat tubuhnya hingga terbang.
Kamu secara samar-samar melihat riak tersebut seperti membentuk sayap burung, seketika kamu melihat Fang Yuan mengambil sebilah kayu.
Fang Yuan yang sudah mengambil kayu dia mencoba menggunakan teknik pedang Dugu level tiga.
Pedang dugu adalah tekinik pedang yang sangat sempurna, diciptakan untuk menjadi counter dalam segala senjata di muka bumi.
Pada saat itu, Fang Yuan mengambil bilah pohon dan menetapkan bahwa jantung hati pedang adalah bilah pohon itu. Sambil memejamkan matanya, Fang Yuan memusatkan titik kekuatannya seketika pendengaran itu menjadi sunyi bahwa angin-angin pun tidak bersuara.
__ADS_1
Hanya suara gerakan Fei Yue yang terdengar jelas di pendengaran Fang Yuan.
Sudah dekat!
Fang Yuan membuka matanya seketika bilah pohon itu langsung di ayunan kedepannya sehingga tanpa disadari bilah itu seperti pedang sangat tajam dan mematikan.
Fei Yue yang sudah menggunakan kekuatan penuh, dan tidak akan meremehkan bagaimana Fang Yuan menembak, akhirnya dahinya berkerut. Dia mencoba melawan sabit miliknya hanya menggunakan ranting pohon?
Apakah kamu bercanda?
Semakin Fei Yue melihat, semakin tidak percaya, tapi dia juga mengingat bahwa hanya sebuah gagang soled bisa menghempaskan senjata miliknya.
Akhirnya Fei Yue menghilang kerumitan dia masih fokus menghunuskan sabitnya.
Dentang!
Mata Fei Yue melotot tajam hampir keluar dari tempatnya, dia tidak percaya sama sekali hanya sebuah ranting pohon bisa menahan senjata sabitnya.
Fang Yuan tersenyum tapi tidak mengatakan apapun, dia mendorong sedikit karena dia melihat ranting itu hampir patah. Jika kamu menahan lama akan sangat berbahaya jika sabit itu mengenai wajah.
Fei Yue yang didorong kebelakang, seketika sedikit terkejut. Hanya sebuah ranting masin jsa menahan serangan sabit miliknya? Sungguh tidak percaya, dia sepertinya masih mimpi sehingga Fei Fei Yue menampar pipi terus-menerus. Tapi setelah ditampar Fei Yue merasakan rasa sakit sehingga itu membuktikan bahwa apa yang sedang dirasakan adalah bukan mimpi sama sekali.
“Kamu ... Keterampilan apa yang kamu gunakan!” Fei Yue sungguh sangat malu, sepertinya dia adalah kata di dalam sumur sehingga tidak tahu bahwa diluar sana masih ada orang yang memiliki teknik yang lebih hebat.
__ADS_1
“Ini namanya teknik pedang Dugu peringkat tiga. Pedang ini di gunakan untuk melewan semua jenis senjata. Tapi adik ini baru menguasai sampai level tiga, mungkin beberapa tahun lagi adik akan menguasai setidaknya enam level,” angguk Fang Yuan dengan bangga.
“Bagaimana kamu mendapatkan keterampilan itu, bukankah Sekte ini tidak memiliki ketrampilan yang hebat seperti itu, bahkan aku menggunakan ketrampilan dari warisan keluarga." Fei Yue seperti reporter yang bertanya terus kepada Fang Yuan.
“Oh. Ngomong-ngomong adik mendapatkan ketrampilan ini, dari kakek tua yang tidak dikenal setelah adik menolong membawakan sebuah barang yang banyak.” Tentu Fang Yuan berkata omong kosong.
Yu Ruyan maupun Fei Yue menatap aneh terhadap Fang Yuan, apakah di dunia ini ada yang begitu murah hati? Sampai-sampai suatu keterampilan diberikan begitu saja tanpa ada konsekuensinya.
Jika memang benar apa yang dikatakan Fang Yuan, itu sudah pasti bahwa kakek tua itu adalah master tersembunyi. Tapi Fang Yuan sungguh sangat beruntung mendapatkan teknik aneh walaupun masih bisa menguasai peringkat tiga.
Fei Yue serius: “Walaupun kamu main memiliki peringkat tiga, tapi teknik yang aku gunakan adalah gosip melangkah angin yang sudah mencapai peringkat lima. Itu membuktikan aku masih bisa mengalahkan mu."
Fei Yue melompat lagi dan kecepatan bertambah sehingga ada aura dingin yang keluar seketika membekukan udara.
Fang Yuan juga serius langsung menggeluarkan Pedang killin api sehingga udara yang dingin seketika menjadi hangat.
Hiyaa!
Fang Yuan juga meloncat dan menyerang sabit milik Fei Yue hingga api itu membakar sebagian tangan Fei Yue dan terhempas seketika langsung pingsan.
“Dia sepertinya tidak tahu, jarak kesenjangan aku dengannya. Lebih baik menyerah. Dari awal kamu sudah kalah, kakak pertama jangan membut hidup menjadi sulit jadilah air yang mengalir dari atas ke bawah." Fang Yuan matanya tanpa sadar mengaktifkan Mangekyu Sharinggan sehingga Yu Ruyan yang mendekati Fei Yue hendak menolong seketika kaget dengan perubahan dingin Fang Yuan.
“Kamu murid .. Apa yang sebenarnya terjadi! Mata mu!” Yi Ruyan bingung, tapi Fang Yuan berkata: ”Ngomong-ngomong guru, pedang ini murid tidak mencuri, tapi murid menemukan ketka sedang memancing di sungai. Tiba-tiba ada benda yang hangut terus murid mengambilnya.”
__ADS_1
Fang Yuan berbalik pergi meninggalkan mereka berdua sehingga Yu Ruyan tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak ingin tahu bagaimana Fang Yuan mendapatkan pedang, tapi dia cukup merinding dengan perubahan Fang Yuan yang seperti iblis. Menyerang secara jahat walaupun lawannya adalah wanita.
Akhirnya Yu Ruyan mengambil tubuh Fei Yue yang tergeletak di tanah untuk segera diobati. Dia juga melihat tangannya yang mengalami lebam akibat luka bakar dari pedang milik Fang Yuan.