
Bab 40 Tiba di Kota Zhong Meng
Bodoh!
Kata-kata itu Ling Wuyu baru pertamanya mendengar setelah sudah tujuh belas tahun. Selama tujuh belas tahun, tidak ada yang berani mengatakan bahwa dirinya adalah bodoh.
Tetapi sekarang setelah tujuh belas tahun berlalu, ada pemuda yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya adalah bodoh. Dia adalah Fang Yuan, murid pribadi yang masuk ke guru Yu Ruyan.
Yu Ruyan adalah guru faforit semua murid pribadi, dulu hanya Fei Yue yang masuk kedalam matanya Yu Ruyan. Selain Fei Yue tidak ada lagi yang kriteria agar Yu Ruyan merekrut kembali murid pribadi.
Tapi Fang Yuan ini ... Sepuluh tahun lamanya menjadi murid tukang dan status tidak pernah naik menjadi murid dalam. Hanya sekarang bagaimana Fang Yuan mendapatkan angin sejuk, sehingga Yu Ruyan mengambil Fang Yuan menjadi murid pribadi.
Bagaimana pun kamu memikirkan hal itu, kamu tidak akan pernah percaya. Tapi sekarang Ling Wuyu percaya karena memang benar Fang Yuan masuk menyamping tidak seperti murid lain. Dia secara ajaib sudah menjadi murid pribadi Yu Ruyan.
Semua murid pribadi juga bingung, mungkin Fang Yuan sudah memberikan obat aneh sehingga Yu Ruyan menjadikan Fang Yuan sebagai murid pribadi dengan tanpa alasan.
Karena marah dikatakan bodoh, Ling Wuyu mendekati Fang Yuan dan berkata: ”Kamu mengatakan aku bodoh!"
”Hmm. Memang benar kamu bodoh, 'kan?" Fang Yuan matanya melakonis.
Wajah Ling Wuyu sekarang menjadi jelek lho, dia tanpa pikir panjang menggunan kekuatan sedikit untuk menampar pipi Fang Yuan.
Plak!
Pipi Fang Yuan ditampar dan berbunyi sangat keras, tapi Fang Yuan tidak membalas dan meninggalkan Ling Wuyu sambil mengudara mendekati Fei Yue.
”Kamu jangan menghindar dariku!" pekik Ling Wuyu.
“Membosankan," kata Fang Yuan.
Ling Wuyu semakin menjadi-jadi, dia mendekati Fang Yuan lagi dan mencoba menampar. Tapi seketika Genjutsu aktif, langsung meraih tangan Ling Wuyu dan tangan kirinya mencekik lehernya.
“Aku tidak pernah ingin berseteru dengan mu, bahkan aku sangat malas berurusan wanita bodoh seperti mu, hanya membuang tenaga saja!” Fang Yuan mencengkram erat sehingga Ling Wuyu tidak bisa bernafas. Mereka semua murid dalam maupun pribadi ingin menedakati Fang Yuan hendak menolong Ling Wuyu, tapi dibawah pengaruh Genjutsu, mereka tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Setelah cukup memberikan pelajaran, Fang Yuan melepaskan tangannya dan sedikit mendorong tubuh Ling Wuyu sehingga dia hendak terjatuh dari pedang terbang.
Ye Chen dia yang sudah membebaskan pengaruh Genjutsu, seketika menatap Fang Yuan. Ketika matanya berubah menjadi merah, dia merasakan penjara tubuh sehingga tidak bisa bergerak. Kemungkinan Fang Yuan memiliki kekuatan mata yang sangat kuat.
Dia bertanya kepada kakek cincin, tapi kakek itu tidak mengetahui akan ada kekuatan mata yang dimiliki oleh Fang Yuan.
Ye Chen sungguh tidak puas dengan jawaban kakek cincin. Katanya dia adalah abadi yang sudah berumur lebih dari ratusan tahun, seharusnya dengan pengalaman yang lama pastinya sudah tahu berbagai keajaiban. Hanya saja kakek cincin itu adalah abadi palsu sehingga dia bertanya pun tidak ada gunanya.
“Hey nak. Apakah kamu berpikir aku adalah kakek palsu? Jangan salah ya, semua yang ketrampilan aku ajari kepada mu itu adalah kelas terbaik, apakah kamu masih menganggap itu palsu? Walaupun aku tidak mengetahui kekuatan mata apa yang digunakan oleh pemuda Fang Yuan, tapi mata itu mungkin saja kelas yang tinggi. Bisa jadi mata itu ada sebelum kakek ini lahir.” Kakek cincin menjelaskan dengan tidak puas.
Sementara itu, Fei Yue melihat pupil mata Fang Yuan mengingat kejadian pada waktu itu, sehingga tanpa disadari langsung memencing tubuhnya.
Saat ini Fang Yuan menatap Ling Wuyu yang sedang menatap ke arah dirinya dengan ketakutan. Setelah itu, Fang Yuan melirik Minguan Wei: “Sebaiknya kamu tidak perlu dekat dengan ku lagi, takut saja dia akan berbuat tidak masuk akal."
Hmmm!
Minguan Wei gugup dia mendekati ke arah Ling Wuyu dan berkata, “Apakah kamu tidak apa-apa?”
"Aku ... Aku tidak apa-apa hanya saja sedikit sesah napas.” Ling Wuyu menstabilkan tubuhnya dan melihat Fang Yuan dengan kekuatannya yang membuat dirinya cemburu.
"Sudah. Sudah, tidak perlu berseteru lagi. Ngomong-ngomong, sudah dua jam kita terbang dan mungkin saja kita akan sampai. Sebelum kita ke keramaian Zhong Meng, kalian harus mengisi perut agar tidak kelelahan. Walaupun seorang prajurit tidak sepenuhnya lapar tapi makan adalah sifat mahluk hidup.” Mo Fan berkata dengan suara sedikit keras.
Mereka semua mengangguk dan mempercepat terbangnya untuk sampai di kota Zhong Meng.
Tiga jam telah berlalu, akhirnya Fang Yuan dan yang lain sudah tiba di kota Zhong Meng. Kotanya cukup ramai banyak para prajurit yang terbang di sekitar keramaian.
Pada saat itu, mereka langung berpencar untuk memilih jenis makanan yang sangat cocok di perut. Sebenarnya Fang Yuan tidak ingin makan, pasalnya dia masih memiliki stok yang banyak di mall sistem. Hanya saja luasnya dunia ini, Fang Yuan belum mencicipi kuliner makanan Zhong Meng. Maka dari itulah Fang Yuan menyamping dan memasuki salah satu rumah makan yang cukup ramai juga.
Fei Yue menguntit dan mengikuti Fang Yuan.
“Adik Fang Yuan! Tunggu!" Fei Yue sedikit mempercepat langkahnya.
“Kakak perempuan, kenapa kamu mengikuti ku? Kenapa kamu tidak bersama-sama murid pribadi? Kenapa harus adik ini?" Bingung Fang Yuan.
__ADS_1
“Sedari dulu aku tidak pernah berteman dengan mereka semua. Mungkin sekarang aku kakak ini hanya sedikit akrab dengan mu,” ucap Fei Yue berjalan samping Fang Yuan sehingga orang yang melihat sudah menganggap mereka berdua adalah pasangan.
Minguan Wei dan Ling Wuyu juga masuk mereka duduk saling berjauhan dengan Fang Yuan.
Pada saat itu, setelah mereka sudah memesan makanan semua isi ruangan sangat meriah. Terdengar murid Sekte Matahari Ungu yang sedang duduk bertiga sambil berbincang-bincang.
“Kaka pertama Yu Zong, aku tidak menyangka bahwa kakak pertama akan naik ke ranah perjurit pringkat dua belas dalam dua hari terakhir. Dengan ini kakak pertama bisa yakin untuk mengalahkan Sekte yang lain hehehe!” kata pemuda berpakaian baju panjang unggu sambil meminum hidangan yang sudah dipesan.
Pemuda berpakaian ungu adalah, Ta Yun murid pribadi Sekte Matahari Ungu.
”Hmmm ini benar, aku cukup beruntung. Tapi kamu jangan melupakan satu hal, Nona Ning Rong, dia juga sudah naik pangkat menjadi prajurit peringkat empat belas,” kata Yu Zong sambil tersenyum lembut.
Mereka berdua seketika kaget, karena nona Ning Rong sekaligus Dewi kecantikan memiliki lompatan ranah yang sangat cepat. Tapi, satu murid lagi yang memiliki rambut kuning dan memiliki nama Ji Tian tiba-tiba ikut nimbrung.
“Kita semua sudah positif akan memperebutkan juara ini. Melihat masa lalu, Sekte kita sudah tiga dekade menduduki peringkat satu, dan sekarang mungkin sekarang kita yakin akan memenangkan pertandingan lagi," jawab Ji Tian penuh percaya diri walaupun satu dari mereka ada yang gagal, tapi dia cukup yakin satu murid bisa menjadi juara pertama.
“Aku juga berpikir demikian, tapi sekarang Sekte badut yang sejak enam tahun terakhir tidak pernah ikut juara apakah dia akan berkompetisi lagi hahahaha! Sekte Tangwu adalah Sekte badut hahaha!” Ta Yun tertawa keras sambil mencibir Sekte Tangwu.
Fei Yue yang mendengarkan semua ini langsung berdiri. Tapi tanganya langsung diraih oleh Fang Yuan. “Kamu jangan gegabah. Bicarakan saja dia seperti ini. Kamu hanya perlu membuktikan bahwa apa yang dikatakan mereka adalah omong kosong,” kata Fang Yuan serius.
Hmmm!
Fei Yue duduk kembali tapi wajahnya sungguh dingin, ingin sekali mencabik wajah Ta Yun.
Pada saat itu, pintu terbuka datanglah pemuda yang sangat gagah. Jalannya tegak seperti patung kuno.
Namanya Xian Jing murid pribadi matahari ungu. Karena aura yang sangat mendominasi dikeluarkan, tiba-tiba pelayan wanita yang sedang mengantarkan makanan tidak tahan sehingga menjatuhkan makanan itu hingga menciprat ke baju Xian Jing.
Makanan jatuh seketika semua orang sunyi.
Sudah dipastikan pelayan itu akan mati karena membuat kotor baju Xian Jing.
Pelayan wanita berlutut meminta maaf dengan ketakutan, tapi tangan Xian Jing meraih rambut pelayan wanita dengan kejam.
__ADS_1
”Apakah kamu pikir dengan meminta maaf kotoran yang menempel di bajuku akan hilang!” Xian Jing melemparkan pelayan wanita sekitar tiga meter dan sampai muntah darah.
Wanita itu sungguh sangat pucat, dia mencoba bersujud kembali, ”Tuan gadis ini tidak kempeten gadis ini ... Minta maaf ...” Gadis itu berkata sambil muntah darah. Dia sangat ketakutan sehingga Fang Yuan melihat sangat marah.