
Bab 24 Kuali Abadi Fisik Jahat
Sekte Phoenix Kegelapan!
Ru Ruyan tatapannya bermartabat. Dia melihat segerombolan murid sekte tersebut dengan waspada.
”Kamu murid tukang, berlindung dibelakang ku,” ucapa Ru Ruyan dengan serius sambil melihat secara seksama kepada sekumpulan murid tersebut yang perlahan-lahan mendekati ke arah dirinya.
Otomatis Fang Yuan mengangguk dan berjalan pelan dibalik Ru Ruyan. "Guru sepertinya mereka tidak ada niatan baik kepada kita. Harus bagaimana?”
"Kamu tenang saja, ada guru. Yang terpenting kamu jangan ceroboh jangan melakukan sebelum aku menginstruksi!” Ru Ruyan melirik Fang Yuan sebentar dan menoleh ke sekumpulan murid Sekte Phoenix Kegelapan itu dan melanjutkan perkataannya lagi: “Di sini adalah hutan yang masih memasuki wilayah Sekte Tangwu. Mohon maaf jika saya lancang kepada Anda semua, bukannya saya kasar tapi lebih baik Anda semua pergi dari sini.”
Salah satu dari mereka bertepuk tangan dan berkata sambil menatap kecantikan Ru Ruyan, “Hahah maafkan saya. Tapi saja tersesat.Jika Anda berkenan, mohon bantu saya untuk menemukan jalan pulang.”
”Apakah kamu pikir aku bodoh? Lihatlah tempat sekte Tangwu adalah tempat yang paling tinggi. Dari sini lihatlah sekte mu terlihat dengan mata telanjang.” Yu Ruyan menjelaskan kepada mereka semua.
“Halah! Padahal kita semua ingin sekali diantarkan oleh wanita cantik seperti mu,” ucapnya dari salah satu murid Phoenix Kegelapan.
Fang Yuan mengintip dan berkata: "Guru! Awas dia adalah Bajingan mesum! Dia hanya ingin merayu guru dan dia ada niatan jahat kepada guru!"
"Heh! Kamu diam ya, walaupun kita memiliki tubuh yang berbeda dan otak yang berbeda, tapi kita memiliki pikiran yang sama.” Dia meringis kepada Fang Yuan.
“Kamu!” Fang Yuan tersipu malu, karena apa yang dikatakan murid Phoenix Kegelapan memang benar. Kita sebagai laki-laki walaupun memiliki tubuh, otak yang berbeda, tapi memiliki pikiran yang sama. Yaitu mencicipi buah matang dari Ru Ruyan. Hanya saja Fang Yuan tahu bahwa Ru Ruyan memiliki kecenderungan penyuka sesama jenis.
“Hahahah ya, kan? Kamu memiliki pikiran yang sama, ayo tunggu apa lagi, kita eksekusi!” Salah satu kelompok itu menyarankan kepada Fang Yuan agar berkompromi. Tetapi, Fang Yuan langsung menolak.
“Tidak ... Tidak ... Sebagai junior, saya menghormati orang yang lebih tua, karena dia adalah guru panutan ku sehingga sangat tidak etis jika saya melakukan hal tak senonoh. Lagipula, saya menyukai jeruk sama jeruk.” Fang Yuan berpura-pura menatap sekumpulan kelompok itu sambil sedikit cabul.
__ADS_1
"Kamu bajingan ternyata kamu menyimpang!” Mereka semua akhirnya merinding. Tapi karena seperti yang mereka tahu, sepertinya Fang Yuan adalah murid tukang. Murid tukang pada sejatinya murid yang paling lemah, sehingga untuk berhadapan saja masih gampang.
Akhirnya sekumpulan kelompok itu memutuskan untuk mengeksekusi Ru Ruyan, “Nona kami terkejut karena sebenarnya identitas nona sebagai guru. Tapi itu tidak peduli bagi kita, selama hasrat kita terpuaskan itu lebih dari cukup.” Dia menoleh ke kelompok lainnya, “Yok kita ambil wanita ini! Burung ku sudah tegang dan ingin sekali mencicipi buah persik!”
Ru Ruyan semakin membenci laki-laki setelah meliha kebejatannya, akhirnya setelah mengetahui negoisasi tidak berjalan mulus, Ru Ruyan langsung membuat kode kepada Fang Yuan agar menjauh beberapa meter sehingga aman.
Karena perintah guru, Fang Yuan menuruti dan menjauh beberapa meter untuk melihat pertempuran.
Pada saat itu, Yu Ruyan sudah mengeluarkan item Kuali Abadi Fisik Jahat untuk membakar sekumpulan kelompok Phoenix Kegelapan.
Kuali Abadi Fisik Jahat adalah sebuah kuali yang bisa mengeluarkan api berkali-kali sangat panas sehingga orang yang terkena serangan itu, sudah dipastikan akan meninggal menjadi abu.
"Bajingan kelompok mesum, tidak akan kamu membiarkan menyentuh ku sesuka hati!”
Kuali Abadi Fisik Jahat diaktifkan seketia dari lobang, mengeluarkan api kuning yang sangat panas langsung melahap kelompok itu hanya sekali serang.
Ahhhhh!
Sekali lahap, kelompok itu langung terbakar dan menjadi daging panggang barbeque.
Aroma daging yang sangat menggugah selera sehingga Fang Yuan tidak bisa ngiler, “Sungguh aroma yang sangat menakjubkan!”
Pada saat itu, kelompok yang mencoba mendekati Yu Ruyan, sudah meninggal dengan tubuh menjadi kosong seperti daging panggang akhirnya beberapa kelompok yang selamat Salah satunya dari pemimpin itu bernama Li Yindu, akhirnya menggunakan artefak seperti kendil.
Bom!
Hahahah!
__ADS_1
Artefak itu adalah artefak yang mengeluarkan asap putih, tapi jika wanita yang mencium akan merasakan gairah yang sangat besar.
Pada saat ini, Ru Ruyan yang tanpa sengaja menghirup asap itu, seketia langung terjatuh dan nafasnya sungguh sangat cepat. Wajahnya sangat enak dilihat dan kulit-kulit memerah.
“Bajingan kamu!" Ru Ruyan sungguh menjadi Sagne, dia ingin sekali melampiaskan hasrat ini, tapi dia enggan melampiaskan kepada laki-laki bajingan seperti Li Yindu.
Li Yindu menatap Fang Yuan dan mengangguk, ”Ayo ini adalah kesempatan kita berdua, jika kamu ingin aku mengalah, kamu duluan yang mencicipi perisik yang matang ini. Jangan lama-lama durasi asap itu hanya berlangsung tiga jam!”
[ Ding! Tugas sistem dipicu harap Tuan memilih setidaknya tiga opsi! ]
[ Opsi pertama: Terima ajakan Li Yundi dan berikan dia obat kuat agar memperkuat teman yang harmonis ! ]
[ Opsi dua: Tolak dan biarkan Guru ditelanjangi, setelah itu Tuan melarikan diri. Tidak ada gunanya menyelamatkan guru yang memiliki kecintaan sesama jenis! Biarkan saja dia menikmati apa itu adik laki-laki! ]
[ Opsi tiga: Bunuh Li Yudi, selamatkan guru Yu Ruyan! Setelah itu, kesempatan bagimu untuk menikmati tubuh Yu Ruyan. Tapi itu terserah kepada Tuan Rumah. Poin utamanya menyelamatkan Yu Ruyan! ]
Tanpa pikir panjang, Fang Yuan memilih opsi ke tiga.
Dia berlari langsung mengeluarkan pedang Alucard berencana menyelamatkan Yu Ruyan.
“Bajingan! Kamu bedebah jangan menyentuh wanita ku!” Fang Yuan melompat langsung menghunuskan pedang dengan garang.
Dentang!
Auhh!
Li Yindu mundur beberapa langkah sambil menatap ke arah Fang Yuan terkejut.
__ADS_1
Sepertinya Fang Yuan tidak sederhana yang dia kira.