Sistem Penjahat Terkuat

Sistem Penjahat Terkuat
Memenggal Kepala Fei Yue


__ADS_3

Bab 32 Memenggal Kepala Fei Yue


#Satu Minggu Kemudian!


Fang Yuan keluar dari gubuk dengan mata panda. Jika yang Fei Yue menutup pintu untuk berlatih, maka Fang Yuan menghabiskan kesehariannya untuk bermain game. Bermain game dia lakukan karena hadiah sistem yang acak.


Yu Ruyan kaget: “Murid kedua sungguh sangat giat berlatih, lihatlah matamu hahaha!”


Yu Ruyan berkata kepada Fei Yue yang keluar dari gubuk dengan wajah yang sangat cemerlang. Dia seperti bahagia karena langkah gosip angin mencapai peringkat enam. Kemajuannya sungguh cepat layak disanjung sebagai jenius nomer satu.


“Guru untuk menjadi jenius maka harus bekerja keras lebih selangkah cepat dari murid lain, maka karena itulah murid ini memiliki mata panda." Fang Yuan canggung sambil mencubit dagu.


Huh!


Ada dengusan dingin yang keluar dari hidung Fei Yue. Dia menatap ke arah Fang Yuan lalu berkata: “Aku sudah sedikit mahir dari pada kemarin. Aku sudah yakin sekarang bisa mengalahkan adik pertama."


”Apakah kamu yakin?" Fang Yuan tersenyum lalu melanjutkan lagi perkataannya, “Jika kakak perempuan merasa ada kemajuan dalam hal latihan, ayo sekali lagi kita bertanding aku juga akan meladeni tanpa menggunakan senjata.”


Fang Yuan kemudian tanganya membuat aba-aba kepada Fei Yue bahwa dia sudah siap kapan saja jika kamu menyerang.


Sudah dianggap jenius pertama, tentu saja sombong jika diremehkan oleh orang lain.


Seketika mengeluarkan sabit andalannya dan menggunakan gosip langkah angin yang sudah mencapai peringkat enam.


Setiap gaya terbang, seperti burung walet yang sangat elegan. Dia masih terbang sambil menyembunyikan pedang sabit tersebut.


Fang Yuan masih mengamati, sambil memejamkan matanya setelah itu, ketika arus angin berubah, Fang Yuan baru membuka mata dan Mangekyu Sharinggan seketia aktif.


Fang Yuan menatap Fei Yue seketika Fei Yue terkena Genjutsu seolah-olah tangan yang memegang sabit sudah terpotong sambil mengeluarkan darah yang sangat banyak.

__ADS_1


Engah!


”Tangan ku terpotong!” Fei Yue buru-buru mundur dan melihat bahwa dirinya sudah berubah di tempat yang lain.


Dia hanya melihat langit warna merah, dan seluruh Auranya sungguh mendung.


”Apa yang adik lakukan!" Dia akhirnya bergetar karena takut, melihat tangan kanannya sudah hilang dan hendak melarikan diri, tapi entah kenapa tubuhnya tidak bisa bergerak.


"Heheh kakak perempuan sungguh sangat cantik, aku sebenarnya sudah lama mengagumi mu, jika bukan karena bukan kesempatan ini mungkin adik ini tidak ada kesempatan untuk saling tatap.” Fang Yuan menyringai jahat sambil memainkan lidah. Dia seperti sudah menjadi bajingan jahat yang sangat mengerikan.


Setelah sudah mendekati Fei Yue sekitar satu meter, Fang Yuan melihat seluruh tubuh Fei Yue dari atas sampai ke bawah.


Bibir merah seperti buah ceri yang matang, matanya sungguh melakonis, rambut hitam seperti gagak dan sepanjang air terjun cukup memanjakan mata.


Fei Yue seketika ketakutan dan ingin menangis, dia baru pertama kalinya kehilangan ketenangan setelah berhadapan dengan Fang Yuan, bahkan dia sudah tidak berpikir panjang untuk memotong tangan kanannya, sehingga Fang Yuan adalah iblis dan dia sangat berbahya. Tentunya secepatnya harus melarikan diri dan memberi tahu kepada guru Yu Ruyan bahwa Fang Yuan sungguh jahat dan harus dikeluarkan dari murid pribadi.


Tubuh kamu sudah tidak bisa bergerak dan kamu juga tahu bahwa tatapan Fang Yuan kepada mu sungguh memiliki niat yang sangat jelas.


Tiba-tiba Fei Yue berlinang air mata dan dia sungguh sangat enggan jika mati dan tubuhnya dinikmati oleh bajingan mesum Fang Yuan.


”Adik. Kamu tahu bukan kita adalah sama-sama murid pribadi dari guru Yu Ruyan. Sebaik-baiknya kamu jangan gegabah." Fei Yue sudah pucat kehilangan darah.


“Oke aku setuju kepada kakak perempuan. Tapi adik ini sungguh ingin mencicipi tubuh kakak perempuan bagaimana? Jika kakak bersedia kita lakukan di sini dan tentu saja setelah selesai kita keluar dari dunia ini." Fang Yuan berkata jahat, tapi dalam hatinya tertawa terbahak-bahak.


”Kamu mesum bajingan! Bahkan jika aku mati tidak akan membiarkan kamu menyentuh kesucian ku!" Fei Yue menggerakkan giginya dan menatap ke arah Fang Yuan penuh kebencian.


“Hmmm ..., apa boleh buat maka kamu mati!" Fang Yuan mengeluarkan pedang Alucard seketika memenggal kepala Fei Yue sehingga Fei Yue langsung putus asa.


Kepala Fei Yue terjatuh dan dia melihat menggunan mata sendiri bahwa tubuhnya masih berdiri dan lehernya sudah memuntahkan darah sangat banyak.

__ADS_1


Mata Fei Yue menutup dengan sang enggan. Dia masih belum menerima jika dirinya meninggal di usia muda. Karena ya belum bisa menikmati Apa itu jenius ini bisa naik ke atas langit. Sayangnya Bagaimana kamu berlatih dengan kata akhirnya meninggal di tangan penjahat iblis seperti Fang Yuan.


“Ayah, ibu! Maafkan anak ini tidak berbakti kepadanya ...,” gumam Fei Yue sambil tersenyum sedih dan menutup matanya dengan berlinang air mata.


Hanya saja setelah pandangan gelap, tiba-tiba dia sudah berharap bahwa kehidupannya sudah meninggal tetapi pada perasaan pusing yang menyerang sehingga tanpa disadari langsung terhuyung-huyung dan terjatuh ke belakang.


Ahhh!


Bruak!


"Ahhh ... Ahhh ... Apa yang terjadi, aku tidak mati? Ahh lehernya ku!" Fei Yue histeris dan mengusap leher itu dan menemukan bahwa leher masih menyatu dan tidak ada luka bekas di potong oleh pedang Fang Yuan.


“Aku tidak mati ....” Fei Yue pucat dan menatap ke arah Fang Yuan dengan tatapan yang sangat tidak bisa dijelaskan.


Hanya saja tanggapan Fang Yuan cuma tersenyum, “Kakak perempuan kalah, belum mulai saja kamu sudah terjatuh."


”Aku kalah memang benar, mata mu sungguh sangat berbahaya. Di masa depan aku harus menghindari matamu karena matamu sungguh sangat jahat, aku tidak mengira akan terkena ilusi." Wajah Fei Yue sungguh sangat saleh.


”Halah, adik ini belum sempat mengeluarkan keringat. Tapi kakak perempuan sudah kalah, kesenjangannya cukup besar." Fang Yuan mengangkat bahu.


~


~


Sisi lain, setelah dua Minggu berlalu, pertandingan antar murid sudah diadakan mereka yang akan menang mendapat hadiah berupa sumber daya untuk berlatih. Bahkan jika murid itu melakukan pertempuran yang sangat bagus, tidak dipungkiri murid itu akan memasuki murid dalam ataupun murid luar.


Hanya saja menjadi murid pribadi sungguh kemungkinan kecil dapat dilakukan.


Sekarang Ye Chen juga kembali ambil membawa aura yang sangat dingin. Tentu saja dia ingin tahu siapa yang sudah mencelakai Sanguan Suli, secepatnya Ye Chen harus memberikan pelajaran agar dia kapok, karena Ye Chen cukup cemburu dengan murid pribadi karena dia sudah yakin bahwa dirinya lah yang pantas menjadi murid pribadi bukan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2