Sistem Penjahat Terkuat

Sistem Penjahat Terkuat
Melancarkan Aksi


__ADS_3

Bab 61 Melancarkan Aksi


Fang Yuan masuk gubuk dengan wajah yang tidak bisa dijelaskan, ini adalah hari yang baik karena berkencan dengan Beitang Yu. Akan tetapi tiba-tiba ada insiden manusia berubah menjadi monster.


"Tidak apa-apa. jika ada waktu esok maka aku akan berkencan lagi keesokan harinya,” angguk Fang Yuan langsung berbaring di kasur sebentar lalu mengecek panel sistem hadiah yang dia dapat setelah membunuh monster jadi-jadian.


[ Selamat kepada Fang Yuan kamu membunuh monster pringkat delapan! Kamu mendapatkan 2000 poin! ]


[ Selamat kepada Fang Yuan! Kamu mendapatkan hadiah Pedang Excalibur!]


[ Pedang Excalibur: Adalah pedang suci yang memiliki ketangkasan dan ketahanan yang sangat kuat tetapi ketangkasan itu tergantung dengan pemilik. Semakin tinggi kekuatan dan pemiliknya, maka kemenangan juga akan terjamin! ]


Fang Yuan ngangguk dan langsung berdiri dari tidurnya lalu mengeluarkan pedang excalibur itu. Pada saat melihat pedang Excalibur, seketika dia hanya melihat pedang biasa. Fang Yuan berpikir sebentar Dia tidak memiliki kekuatan prajurit hanya saja di dalam tubuhnya memiliki Cakra.


Dengan menggunakan kekuatan Cakra coba-coba, seketika pedang yang awalnya hanya biasa tiba-tiba berubah bercahaya emas menjadi sangat terang.


"Woww pedang yang sangat indah!” Fang Yuan kagum.


[ Hmmmmp <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠> ! ]


Fang Yuan kaget, karena tiba-tiba sepertinya sistem sedang mengejek dengan sinis terhadap dirinya.


“Hummmm sistem! Apakah kamu tadi menghinaku? Sepertinya kamu mengeluarkan suara yang tidak biasanya (⁠・⁠∀⁠・⁠) ! ]” pikir Fang Yuan.


[ Jangan dipikirkan (⁠◡⁠ ⁠ω⁠ ⁠◡⁠)! ] Tiba-tiba setelah suara sistem itu dikeluarkan lagi, tiba-tiba tubuh Fang Yuan sedikit kejang-kejang karena jiwanya merasa kesakitan seperti disengat listrik.

__ADS_1


Fang Yuan meringis kesakitan, tetapi pada saat itu ada ketukan pintu yang membiarkan konsentrasinya.


Fang Yuan langsung berjalan untuk membuka pintu. Tiba-tiba setelah pintunya dibuka ada Bai Xiaoyu yang sedang menatap ke arah dirinya dengan sangat serius.


“Guru! Ada apa?” Walaupun wanita di hadapannya adalah wanita yang masih kecil dalam penampilannya tetapi dia adalah guru sekaligus guru yang sangat mesum dan tak tahu malu.


Fang Yuan tanpa pikir panjang langsung menolak Jika dia ingin meminta celana dalamm Xiandi lagi.


Bai Xiaoyu tanpa sopan langsung masuk ke dalam sehingga Fang Yuan tertegun langsung mengikuti dari belakang. Setelah Bai Xiaoyu duduk, kemudian dia berkata kepada Fang Yuan.


“Mungkin ini adalah tugas yang cocok buat kamu, tidak ada lagi kandidat yang cocok selain kamu." Berpikir sebentar Bai Xiaoyu akhirnya menatap ke arah Fang Yuan.


"Tugas apa?” Fang Yuan menatap ke arah Bai Xiaoyu dengan ingin tahu.


"Jadi seperti ini, ketika tiga hari aku keluar dari sekte untuk mengasah kemampuan, aku menemukan banyak sekali para manusia yang tiba-tiba berubah menjadi makhluk yang mengerikan dan sangat jelek. Aku tidak tahu bagaimana dia menjadi seperti itu dan bagaimana dia menjadi berubah seperti itu, peristiwa ini sangatlah sulit dan aneh. Akan tetapi aku hanya seperti merasa ketika bekerja sama denganmu, sepertinya tugas itu tidaklah sulit.” Bai Xiaoyu jelaskan secara terperinci.


Setelah itu, Bai Xiaoyu menatap Fang Yuan dengan gembira. ”Baiklah kita harus mengesekusi wanita yang disebut sebagai peramal. Dia sudah membuat manusia menjadi monster yang mengerikan.”


"Hmm mari kita tunggu kabar dari satu rekan ku yang bernama Lou Yin.” Fang Yuan sudah menjelaskan bahkan dia juga menjelaskan dirinya diberikan kalung liontin informasi dari Lou Yin.


Akhirnya Bai Xiaoyu mengangguk dan mengatakan kepada Fang Yuan jika Luo Yin memberikan kabar langsung dia harus memberitahukan kepada dirinya.


Bai Xiaoyu berpamitan langsung keluar dari gubuk Fang Yuan, akan tetapi Fang Yuan menghentikannya lalu berkata: "Jangan buru-buru pergi aku akan memberikan hidangan yang enak terhadapmu.”


Fang Yuan langsung mengeluarkan mie ayam pangsit dua porsi, ini adalah hadiah sistem yang absurd, tetapi meskipun begitu rasanya sangat enak. Apalagi disimpan di penyimpanan sistem rasa dan kehangatan masih terjaga. Akibatnya, Bai Xiaoyu mencium bau yang sangat enak langsung mengendus-ngendus seperti anjing.

__ADS_1


Fang Yuan tersenyum dan berkata: “Giru Xiaoyu, ini adalah mie ayam pangsit Jika kamu ingin mencobanya, Ayo kita makan bersama-sama. Ini enak lho,”


Bai Xiaoyu langsung tutup dan mengambil sumpit tiba-tiba memakan dengan lahap tanpa memikirkan Apakah buah itu sangat panas atau tidak. Bahkan Fang Yuan terkagum karena Bai Xiaoyu sungguh sangat serakah tidak merasakan rasa panas di bibirnya.


"Ini enak, makanan ini sungguh enak. Ketika aku lapar, aku akan datang ke gubug mu, kamu harus menyediakan makanan seperti ini,” pikir Bai Xiaoyu.


”Terserah kamu!” Fang Yuan menyeruput mi dengan hati-hati karena panas.


Hanya saja tiba-tiba kalung giok itu bercahaya tiba-tiba ada suara yang memasukkan ke dalam otaknya.


"Halo-halo! Apakah tuan Fang Yuan mendengar?”


Fang Yuan menyipit langsung menjawab tapi tidak tahu bagaimana caranya, seolah mengetahui pikiran dari Fang Yuan, Lou Yin tiba-tiba bersuara lagi.


”Tuan. Kamu hanya menggunakan suara hati, nanti liontin itu akan mentransmisikan suaranya,” ucap Lou Yin.


Fang Yuan mengikuti instruksi dari arahan Lou Yin, langsung menggunakan suara hati untuk membalas suara Lou Yin.


"Ini benar, aku Fang Yuan. Apakah ada hal yang ingin kamu katakan?” tanya Fang Yuan.


"Kebetulan saya sedang melakukan acara makan dengan teman-temanku, kebetulan aku melihat wanita peramal Itu di sini.” Lou Yin berkata gugup.


Mata Fang Yuan berbinar langsung meminta alamatnya agar dirinya bisa datang ke tempat itu.


Setelah Lou Yin memberikan sebuah alamat kepada Fang Yuan, akhirnya Fang Yuan menatap Bai Xiaoyu yang sedang menyeruput mie dengan lahap.

__ADS_1


”Guru! Kebetulan teman ku sudah menemukan keberadaan wanita Peramal! Wanita itu sedang melakukan aksinya di Rumah Makan Nandu!"


Bai Xiaoyu juga menghentikan makanannya, langsung berkata: “Tunggu apa lagi, ayo kita datang ke sana!”


__ADS_2