SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Kereta Bawah Tanah Pertamaku


__ADS_3

Senin pagi yang padat hari ini, jalanan padat dan penuh dengan suara hentakan langkah kaki yang sedang berlomba untuk mengejar waktu yang penat, dimana itu menjadi rutinitas mereka setiap hari untuk memulai harinya, begitu pula dengan dokter Ken yang berlari kencang di jalanan yang padat karna ia terlambat bangun dan mobilnya masih diperbaiki di bengkel yang membuatnya harus mengejar kereta bawah tanah secepatnya.


" hu hu (ngos - ngosan) aiss aku benar - benar harus mengejar waktu seperti ini( berhasil masuk ke kereta bawah tanah) wahh mobil itu aiss hariku yang sial" dokter Ken akhirnya berhasil mendapat kereta bawah tanah dengan tepat.


" Padat sekali hari ini ? (terjepit oleh banyaknya orang) kurasa aku harus berdiri tapi kakiku hampir patah karna berlari tadi ( memijat kakinya).


Tapi pada saat ia berusaha menunduk untuk memijat kakinya ia tak sengaja menyenggol sebuah tas yang berisi buku milik seorang gadis di depannya.


" Maafkan aku ( mencoba membereskan kekacauan yang dibuatnya).


"Hmmm" jawaban singkat yang hanya keluar dari mulut gadis di depannya itu.


" Sekali lagi aku minta maaf atas keteledoranku yang mengganggumu" Ken meminta maaf dengan tulus sekali lagi.


Gadis itu hanya menunduk menandakan ia menerima permintaan maaf dari Ken dan kembali memasang earphone yang terlepas pada saat merapikan buku - bukunya yang terjatuh, lalu kembali menikmati kembali sesuatu yang sedang ia dengarkan.


" Apa dia memaafkan ku? ( melihat gadis itu ) aku rasa tidak.. mungkin ia tidak menggubrisku sama sekali, aissh aku merasa kehilangan kepercayaan diriku".


Kereta bawah tanah itu melaju kencang dan hampir sampai ke tujuannya. Para penumpang memenuhi pintu keluar kereta itu untuk segera keluar. Satu persatu penumpang turun dari kereta tersebut, ada yang melanjut ketujuan selanjutnya dan ada yang turun di pemberhentian ini. Begitu pula dengan Ken ia turun di pemberhentian ini karna lokasinya tepat dengan tempat rumah sakit ia bekerja.


" Driiing driing driing ( suara telfon berbunyi) iya iya aku tau aku telat 10 menit beri aku waktu 10 menit aku akan berlari lebih cepat tolong gantikan aku sampai itu kumohon" menutup telefonnya dengan cepat dan mulai berlari seperti apa yang ia bilang di telfonnya barusan.


" Wahh orang yang satu ini benar - benar ingin membuatku pingsan kelelahan " ujar Jeno salah satu rekan sekaligus sahabat Ken di rumah sakit yang dari 3 jam yang lalu menggantikan shif Ken untuk berjaga di IGD.


" Apa masih ada lagi yang belum diperiksa? (bertanya pada suster).


" Tiga pasien diujung sana belum dok" mengarahkan Jeno ke arah tiga pasien itu.


" Oke kita harus bekerja keras untuk menolong temanku yang sedang kesusahan" berbicara pada suster tersebut.


Back to Bora (gadis yang menjadi korban keteledoran Ken di kereta).

__ADS_1


Di rumah sebelum bertemu Ken


" Tunggu Ali dateng bentar lagi nak, mama da telfon dia kok dia lagi di jalan lagian dia gak pernah telat untuk jemput kamu, jam segini lagi macet - macetnya jalan".


" Gak papa kok ma.. aku naik kereta aja lagian uda lama aku gak pergi keluar sendirian tanpa Ali".


" Gk kamu pergi sama Ali aja bahaya Bora!"


" Ma... sekali aja ya.. aku bakalan jaga diri kok setelah aku selesai kampus aku langsung ke kantor kok".


" Gak bisa tunggu bentar lagi apa?" ujar Bu Lily mama Bora " Jangan bantah mama!!".


" Aku gak pernah bantah mama, kapan aku bilang gak ke mama? tanpa aku bilang itu, aku udah tau mama akan selalu menang bukan? aku gak mau bertaruh di pertandingan yang gak bakal pernah aku menangin" ( mengambil tas dan pergi ke depan rumah )


Di depan rumah sudah ada Ali yang tepat dengan waktunya, tanpa berkata Bora langsung masuk ke dalam mobil.


" Maafkan saya Nyonya terlambat " berkata pada Bu Lily yang berusaha mengejar Bora yang dengan cepat masuk ke dalam mobil.


" Ya Nyonya " dengan cepat masuk ke dalam mobil dan bersiap mengantar Bora ke kampusnya.


Mobil yang di kendarai Ali melaju cukup kencang meninggalkan rumah mewah itu.


" Maafkan saya Nona terlambat" melihat ke belakang.


" Kau seharusnya minta maaf karna datang tepat waktu " menjawab pelan dengan menatap ke luar jendela.


" Ali aku sangat ingin bebas dari semua ini apa kau tau? ".


" Apa yang Nona inginkan? akan saya penuhi "


" Bisakah kau menurunkanku disini Ali aku ingin mencoba menjadi manusia pada umumnya walaupun hanya sekali dalam hidupku, apa kau bisa melakukannya?".

__ADS_1


" Nona jika Nyonya tau saya akan di pecat lagipula itu akan bahaya bagi Nona, Nona tidak terbiasa dengan lingkungan yang ramai seperti ini".


" Bagaimana aku bisa terbiasa? bahkan aku tak tau bahwa ada manusia sebanyak ini hanya di sebuah jalan. Aku menghabiskan waktuku belajar dan belajar, dan yang paling lucu aku hanya punya 2 orang yang selalu aku lihat kau tau siapa? kau dan mama aku sangat bosan " ( mengambil tasnya dan keluar).


" Nona...... saya mohon jangan lakukan ini " mencoba menghentikan Bora.


" Dengarkan aku ( menepuk pundak Ali) tunggu aku di pemberhentian kereta pertama aku hanya ingin merasakan keramaian ini ok !! Aku tak akan melakukan hal yang bodoh, percaya padaku Ali... jika kau melakukannya kali ini aku akan benar - benar menyukaimu dari siapapun ok jika kau tidak mengizinkanku berarti kau sama saja dengan mama !! " berlari ke keramaian.


" Aku akan menunggumu di sana Nona jika kau tidak muncul aku akan benar - benar bertindak sebagai bodyguardmu bukan sebagai temanmu....... " berteriak.


" Wahh ramai sekali ( heran ) apa orang ramai setiap hari ? dan hanya aku yang tidak mengetahuinya.. gadis malang Bora" berbicara sendiri.


" Akhirnya aku bisa merasakannya " menaiki kereta.


Di kereta Bora hanya diam karna hanya itu yang bisa ia lakukan, ia merasa kesepian bahkan di keramaian.


" Banyak orang disini tapi aku masih saja merasa sepi, kukira aku bisa sedikit lebih baik dengan ini ternyata sama saja " sedikit kecewa dan memasang earphonenya.


Tak lama saat Bora memakai earphonenya Ken menyenggol tas berisi buku yang dibawanya dan membuatnya sedikit terhenti dalam mendengarkan lagu yang sedang ia nikmati tersebut. Setelah ia turun dengan cepat Ali menemukan keberadaannya di keramain dan membawanya ke mobil yang terparkir.


" Aku tidak terbiasa dengan keramain ini tapi aku mencoba untuk bersikap seperti orang lain. Ada orang yang menyenggol tasku di kereta tapi aku merasa tak apa akan hal itu, ia mengucapkan kata maaf dan membantuku merapikan buku - bukuku itu sudah cukup bagiku" ucapnya pada Ali di dalam mobil saat di perjalanan menuju kampus setelah Ali menjemputnya di pemberhetian kereta pertama.


" Apa dia melukai atau membuat nona tak nyaman? " ucapnya khawatir.


" Sedikit mengganggu tapi tak apalah" membuka buku yang dibawanya.


" Aku tak akan memenuhi keinginan Nona lagi jika berurusan seperti ini mengerti !".


" Diamlah kau membuatku tak fokus membaca materiku" ( tertawa pelan) fokusla mengemudi aku merasa lebih bersemangat sekarang" membaca buku yang dibukanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2