SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Bertemu dengannya lagi


__ADS_3

Hari yang selama ini ditakutkan oleh Bu Lily akhirnya terjadi juga, entah kenapa hari itu tepat di hari yang sangat di tunggu oleh Bu Lily yaitu di hari Bora menjadi CEO HG Company menggantikan posisinya.


Hari yang membuat Bora merasa sedih dan terpukul untuk kedua kalinya di dalam hidupnya. Rasa kecewa yang di dapat Bora karna tak ada satupun orang yang memberi tau keadaan Bu Lily yang sedang sekarat padanya. Itu membuat ia merasa kesal sekaligus menyesal akan hal itu.


Hari dimana ia menanggung tanggung jawab yang besar ia juga menanggung penyesalan yang besar di dalam hatinya. Ia merasa menyesal karna tak unjung merasa peduli kepada mamanya, yang ia lakukan hanyalah hal - hal yang membuat mamanya merasa sedih dan susah menghadapi sikapnya.


Rencana yang disusun oleh Pak Jhon cukup berhasil, karna membuat Bora kalah menahan amosinya dan juga membuat media tau akan hal besar lain yang terjadi di keluarga Bu Lily. HG menjadi pusat perhatian karna kejadian itu. Banyak media yang membahas tentang Bora yang sebenarnya bukan anak kandung dari Bu Lily, mengenai masa lalu bora dan hal yang paling mengejutkan yaitu penyakit yang di derita oleh pengembang IT yang sukses itu.


Setelah meninggalkan HG Company Bora hanya berdiam diri di makam ibu kandungnya. Ia hanya meneteskan air matanya dan menyesali perkataan kasar yang banyak ia lontarkan pada mamanya itu.


" Apa yang harus kulakukan bu .. ( menangis ) semua ini menyiksaku. Kenapa aku melakukan itu padanya bu ? kenapa aku selalu melampiaskan amarahku padanya bu !!! Aku sungguh menyesalinya, orang yang selama ini ada disampingku menderita karnaku. Kau juga pergi karna melindungiku, kenapa ? kenapa semua orang selalu kesulitan jika berada dekat denganku bu!!! ( berteriak )".


Bu Lily mengejar Bora yang langsung pergi dari HG sebelum mendengar penjelasannya. Ia mengikuti taxi yang di tumpangi anaknya itu, dan seperti tebakannya Bora pergi kemakam ibunya. Dari jauh Bu Lily menatap Bora yang sedang menangis dan mengadu pada ibunya yang sudah tiada. Ia mendengar semua curhatan yang ia lontarkan pada ibunya.


Bu Lily meneteskan air matanya pada saat Bora mengatakan hal yang sebenarnya ada di dalam hatinya selama ini. Kata - kata menyesal yang di ucapkan Bora membuat hati wanita sukses itu tergores dan menghampiri Bora yang sedang menangis sambil memeluk makam ibunya itu.


" Bora.. ( berdiri menghadap Bora yang sedang menangis )".


Melihat orang yang memanggil namanya dengan penuh kasih sayang itu dengan mata yang penuh air mata.


" Mama ? kenapa kau disini ?? ( langsung berdiri )".


Tanpa menjawab pertanyaan Bora Bu Lily langsung memeluk tubuh gadis yang dulunya mungil itu berubah menjadi gadis yang cantik dan tinggi semampai.


" Maafkan aku nak...( tangisannya pecah ) maafkan aku yang belum mengerti perasaanmu sebenarnya ( terisak )".


Bora tak berkata apapun akan tetapi tangisnya meledak di pelukan orang yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu.


" Aku tak ingin membuatmu merasa sakit yang berlebih jika aku memberi tau semua padamu tentang penyakitku nak.. Karna itu aku menyembunyikan ini dengan rapat. Aku berencana untuk mengubur ini tanpa kau tau, aku ingin kau mengingatku nanti sebagai orang yang kuat Bora.." menatap gadis itu dengan tulus.


" Kenapa kau menyembunyikan hal ini padaku sedangkan pada Ali tidak hah !! apa aku akan membuatmu cepat mati jika aku tau ?" mengatakannya dengan nada yang sedikit marah.


" Tatapan itu ( melihat mata Bora ) aku tak ingin kau menatapku seperti itu nak.. kau menatapku dengan rasa kasihan, cukup mereka yang tau tentang ini yang menatapku seperti itu aku tak ingin kau menatapku seperti itu juga".


" Kasihan ? apa mama fikir aku menatap mama kasihan ? aku hanya tak ingin menyia - nyiakan waktuku lagi untuk menatapmu seperti ini ma... ( bersujud di kaki wanita yang di panggilnya dengan sebutan mama itu ) Maafkan aku ma.. maafkan aku yang hanya berbuat semauku ( menangis menyesal ).

__ADS_1


" Berdirilah nak..( membantu Bora berdiri ) jangan mengatakan itu padaku kau membuatku seperti aku akn mati besok, aku masih punya waktu setidaknya 1 bulan lagi untuk hidup ( tersenyum sambil tertawa sedih) ".


" 1 bulan ? dan itu masih bisa membuatmu masih bisa tertawa ma !! " .


" Lalu apa ? kau ingin aku menangis lagi ?? aku ingin menikmati sisa hidupku dengan tenang. Sekarang kau sudah tau.. kukira hal ini sangat menyakitkan tapi anehnya aku merasa sedikit lega ( tersenyum tipis ) Bora ... jika aku akan meninggalkan dunia ini dan berada disini ( menatap makam ibu kandumg Bora ) aku ingin kau bisa tertawa bebas dan menemukan seseorang yang dapat mengubahmu menjadi lebih bebas, seseorang yang lebih baik dariku, yang mampu memperlihatkan dunia yang sesungguhnya padamu nak ( menyentuh wajah gadis itu untuk mengapus air matanya )".


" Kau tak akan pernah meninggalkanku. Tak akan !! ( memangis ) tak ada sesorang yang seperti itu di dunia ini ma... tak ada yang bisa mengubahku selain dirimu". menangkap tangan mamanya yang mengapus air matanya.


" Aku hanya melindungimu dari dunia yang dapat menyakitimu dan tanpa sadar membuatmu terkurung di dalam dirimu sendiri. Aku membuatmu tidak mengenal dunia yang luas ini, aku ingin kau bisa bebas seperti orang lain dan tidur nyenyak lagi nak".


" Ayo menemui dokter yang menanganimu ma.. aku ingin mendengar kondisimu langsung darinya. Ayo pulang ma ( mengajak mamanya pulang )" mencela perkataan mamanya tanpa menjawab keinginan mamanya itu.


" Ok ayo pergi setelah aku menabur bunya kepada ibumu terlebih dahulu ( menaburkan bunga ke makam ibu kandung Bora )".


Setelah menabur bunga ke makam ibu Bora mereka berpamitan dan meninggalkan pemakaman itu. Mereka menuju ke rumah sakit yang memang Bu Lily sudah punya janji dengan Ken untuk bertemu.


Mereka di jemput oleh Ali di pemakaman dan seperti yang di duga Bora bahkan tak bicara sepatah katapun pada Ali yang menanyai keadaannya.


" ( Datang dengan cepat ke pemakaman dan langsung menyapa Bora ) apa keadaanmu baik Nona ? ".


Tanpa menjawab Bora hanya berjalan masuk ke mobil. Bu Lily yang berada di belakang Bora berkata.


Dengan cepat Ali melaju menuju rumah sakit tempat Ken bekerja. Saat sampai sudah terlihat Ken dan Dokter Lukman sudah menunggu di ruangannya Ken.


Bora yang hanya berjalan mengikuti Suster yang mengantar mereka keruangan Ken tidak mengetahui bahwa dokter yang dimaksud oleh Bu Lily adalah Ken orang yang pernah membuatnya kesal.


" Tok tok tok ( mengetuk pintu ) maaf dok saya Caca ( membuka pintu ) Bu Lily sudah tiba ".


" Oh terima kasih Ca ( berdiri dari tempat duduknya untuk menyapa Bu Lily begitu pula dengan Dokter Lukman ).


" Hmm apa aku datang di waktu yang tidak tepat ?" sapa hangat Bu Lily sambil memasuki ruangan Ken .


" Tidak kau datang di waktu yang tepat " jawab dokter Lukman sambil mempersilahkan Bu Lily duduk.


Bora yang masuk ke ruangan itu seketika membuka matanya lebar saat melihat Ken berdiri di hadapannya.

__ADS_1


" Aku membawa Bora bersamaku, ia ingin mendengar detail tentang penyakit yang kuderita " jawab Bu Lily memperkenalkan Bora.


Mendengar ucapan itu dokter Lukman manatap Bu Lily memberi kode menanyakan bahwa apa Bora sudah tau semuanya. Dengan balasan sedikit mengangguk dari Bu Lily menjawab bahwa Bora sudah tau semuanya.


" Apa kau Ken ? senang bertemu denganmu ( menyapa Ken )".


" Senang bertemu denganmu juga Bu.." jawab Ken.


" Duduklah dulu Bora ( Bu Lily menyuruh Bora untuk duduk)".


" Hmm " sambil duduk.


" Ini dokter Ken , dokter yang menangani penyakit mama " memperkenalkan Ken pada Bora.


" Sejak kapan ? sejak kapan kau membohongiku ? " tanya Bora sinis.


" Apa maksudmu Bora ? " Bu Lily terkejut mendengar ucapan Bora.


" Nona Bora aku tak pernah berbohong padamu aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan. Malah karna aku mengatakan kondisi ibumu tak baik kau mengecamku sebagai dokter yang mengatakan hal aneh pada pasiennya. Kau tak ingat ? " jawab Ken menjelaskan dengan cara yang menjengkelkan.


" Yaa.. !!!".


" Jangan salah paham aku baru bertemu dengannya karna dokter Lukman yang mengenalkannya padaku. Ia dapat membantuku dengan solusi lain selain pasrah".


" Maksudnya ? dia dokter baru? ".


" Aku tidak baru dalam bidang ini perhatikan kata - katamu, yang benar ini pertemuan pertama kami untuk memeriksa keseluruhan tentang penyakit Bu Lily" jawab Ken asal menyeletus.


" Dasar menyebalkan !!! " ucap Bora pelan.


" Aku bisa mendengarnya... Bu ayo kita lakukan pemeriksaan ( mengajak Bu Lily untuk melakukan pemeriksaan ) kau boleh ikut denganku".


" Bagaimana denganku ma? ".


" Pergilah bersama dokter Lukman ia adalah orang yang kau kenal, kau mungkin tak mengingatnya".

__ADS_1


" Hmm ?? ".


Bu Lily dan Bora sama - sama melakukan pemeriksaan hari itu . Guys ada hal menarik apa lagi yang terjadi pada Bora dan Ken. Apa jurus Ken untuk melemahkan gadis berego tinggi seperti Bora.. ikutin terus Snow Doll Girl ya...


__ADS_2