SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Sebuah kotak musik


__ADS_3

Rasa penasaran dan khawatir Ken pada Bora yang sudah lama di dalam kamar ibunya itu akhirnya menjadi pertarungan lucu yang membuat Bora tertawa lepas.


" Jangan bicara padaku sekarang !!! " melempar bantal pada Ken.


Bukannya Ken yang kena, bantalnya malah meleset ke sebuah lemari yang berisi banyak barang - barang unik.


Ya... benar saja bantal itu mengenai sebuah kotak musik yang sangat cantik. Kontak musik itu jatuh dan terbelah menjadi dua. Seakan petir menyambar ubun - ubun Ken, ia marah menjadi - jadi tanpa kendalinya.


" Ya !!!!! " dengan mata yang terbelak melihat kotak musik kesayangannya terbelah dua.


Bora yang melihat akibat yang ia lakukan hanya menelan ludah dan terdiam tanpa bahasa.


Ken yang sudah berusahan menangkap kotak musik itu mencoba untuk memperbaikinya.


" Ya..... apa yang sedang kau pikirkan sekarang ? kanapa kau diam saat kau membuat kekacauan !! " ucap Ken jengkel pada Bora.


" Kau yang membuatku kesal, aku sudah katakan jangan berbicara padaku. Kau lah yang membuat masalah padaku " ucap Bora tanpa merasa bersalah.


" Apa ???? coba katakan kembali .. aku tak dengar " mendeketi Bora yang berdiri membeku.


Melihat Ken yang mendekat padanya Bora bukannya takut ia malah melangkahkan kakinya mendekat pada Ken, seakan ia menentang Ken yang sedang emosi.


" Ada apa ?? kau ingin marah padaku ?" tanya Bora dengan songong.


" Kau !!! bisakah kau mengatakan maaf saat berbuat salah ?? kau memang sangat luar biasa" mencoba memperbaiki kotak musiknya yang jatuh terbelah dua.


" Bukan urusanmu " nada songong dan melangkah ingin keluar dari kamar itu.


" Hei !!!! ( mengejar Bora ) katakan maaf cepat !! " menarik Bora.


" Apa yang kau lakukan ? lepaskan aku !! aku tak mau " ucap Bora menghindari Ken.


" Ya !!! lihat ini ( melihatkan kotak musik yang rusak ) mungkin di matamu ini tak ada artinya tapi bagiku ini sangat berharga " ucap Ken kesal.


" Kalau itu yang kau inginkan aku bisa menggantinya menjadi yang lebih baik tenang saja ( menghempas lengan Ken ) ".


" Aku tak mau !!!! kau tau ?? ini peninggalan ibuku untukku kau pikir ini bisa di ganti dengan yang lain ? tak ada yang bisa menggantinya !!" mulai lebih panas.


" Lalu ? kau ingin aku apa !!! " jerit Bora.


" Ya !!!! ikut denganku ( menyeret Bora ke luar kamar ) jika kau ingin mengganti kotak musikku tinggal di rumah ini " ucapbKen tanpa berpikir.


" Ha !!! untuk apa aku tinggal disini ? bukannya kau sendiri yang bilang aku adalah satu dari manusia egois dan kau tak mau dekat denganku " Jawab Bora santuy.

__ADS_1


" Jadilah sederhana, jadilah manusia biasa agar kau tau rasanya menghargai hal kecil yang ada pada kita. Tak mungkin kau tak merasakan sakit di tinggal seseorang yang kau sayang, bukannya itu cukup untuk membuatmu bersyukur mempunyai mereka di sisimu " Ken mulai ceramah.


" Apa kau tau ? hal kecil itu bisa hilang karna sebuah rasa sakit yang besar. Aku tak ingin mengingat apapun yang membuatku merasa sakit. Manusia biasa ??? menjadi mereka terlalu rumit aku lebih baik menjadi monster, karna apapun yang kulakukan aku tetaplah monster. Jadi .. biarkan aku pergi soal itu aku minta maaf dan aku akan mengganti lebih padamu " ucapnya sambil mengambil baju basahnya.


" Tetap disini ( menarik lengan Bora ) ".


" Apa yang kau lakukan ? " ingin berteriak.


Dengan cepat menutup mulutnya Bora. Saat Ken menyimak perkataan Bora ia merasa ada yang menuju ke rumahnya. Ya benar dari jauh ia melihat Ali sedang celingak - celinguk melihat rumahnya.


" Diam ( menutup mulut Bora yang terus mengoceh ) ".


" Ya !! lepaskan ( memberontak ingin menggigit tangan Ken ) ".


" Diam ..... Ali menuju kemari.Apa kau tak pamit pergi kesini ? ( tanyanya sambil menyembunyikan Bora ke sebuah ruangan) Tunggu disini mungkin ada yang ingin di sampaikannya padaku" melangkah pergi meninggalkan Bora.


" Tunggu!!! ( menarik tangan Ken ) jika ia mencariku jangan katakan aku ada disini " ucap Bora sedikit merendah.


" Kau kabur ?? ( tersenyum licik )".


" Apa yang kau pikirkan ??? jangan lakukan hal bodoh " mengancam Ken.


" Aku akan mengunci mulutku tapi... lakukan apapun yang kumau karna urusan kita belum selesai".


" Kau mencari keuntungan ??? dasar licik !! ".


" Pilihan !!! kau memang gila ".


" Aku seperti ini pada orang yang menganggap aku gila " ingin membuka pintu.


" Ok ok ok lakukan apapun maumu aku tak peduli " ucap Bora pasrah.


" Ok tunggu jangan bergerak ok " membuka pintu menuju keluar.


Di depan pintu terlihat Ali yang sedang menunggu agar pintu di buka. Ken membuka pintu dan menyapa pria tinggi dengan badan yang atletis itu.


" kreek ( suara pintu dibuka ) Siapa ? Ali kau kah itu? " tanya Ken pura - pura tak tau.


" Ya maaf mengganggu waktu liburmu tapi bisakah aku bicara padamu ? " langsung ke intinya karna ia sedikit buru - buru.


" Ohh tidak masalah, ingin bicara dimana ? ayo masuk ( mengajak Ali untuk masuk ) ".


" Tidak ( menolak ) aku sedikit buru - buru aku hanya sebentar " ucap Ali langsung menolak tawaran Ken.

__ADS_1


" Ok kau memang terlihat terburu - buru, bicaralah ".


" Aku ingin menyampaikan undangan makan malam dari Bu Lily untukmu ( menyrahkan sebuah kertas kecil ) Ia mengajakmu untuk berbicara lebih dekat " ucap Ali menyampaikan pesan dari Bu Lily.


" Terima kasih aku akan usahakan untuk menghadirinya, ucapkan padanya aku juga ingin menemuinya karna ada hal yang ingin kusampaikan. Oh ya.. dan pada Bora aku ingin menagih sesuatu " ucap Ken sambil membaca isi surat kecil itu.


" Aku tak tau bisa menyampaikan tagihanmu pada Bora, sekarang aku sedang mencarinya. Yasudah aku pamit semoga kau dapat menghadiri undangan Bu Lily terima kasih " memberi hormat dan langsung pergi.


Bora menuruti perkataan Ken dan hanya berdiam diri di dalam ruangan yang ia masuki. Di dalam Bora mencoba menguping apa saja yang di bicarakan dua pria itu.


Mendengar suara pintu di tutup Bora langsung bergegas keluar untuk menanyakan banyak hal pada Ken.


" Apa yang di lakukannya disini ?? ( berlari hampir jatuh ) ".


" Ya ya ya ... kau hampir jatuh tak bisakah lebih berhati - hati ? kau bisa merusak lantai rumahku " ucap Ken meledek.


" Jangan memancing amarahku. Apa yang Ali katakan padamu ? aku ingin tau, apa kau bocor tentangku !! ".


" Jika aku bocor kau tak berada di dalam rumah ku sekarang, jangan membuatku gila karnamu " ucap Ken mengacak rambutnya.


" Kau memang sudah gila ( meledek ) katakan padaku aku ingin tau cepat " mendekati Ken.


" Gila ??? aku gila kau bilang ? ( ingin marah ) Aishhh !! ".


" Apa apa apa ? kau ingin marah paman ? wajar saja bagi orang tua sepertimu marah" ucap Bora tanpa beban.


" Ahhhhhk ( menghela nafas berat ) Kau ??? aku ingin memasukkanmu ke dalam kulkas agar kau beku sekalian " ucapnya meninju angin.


" Tak ada kulkas yang menerima gadis sepertiku karna apa ? karna aku cantik " memancing amarah Ken karna ia terlihat lucu saat menahan amarahnya.


" Yaa benda mati saja tau bahwa kau wanita gila " ucapnya membalas Bora.


" Ya !!!!! " teriak Bora.


Melihat Bora berteriak karna kesal membuat Ken tertawa geli melihatnya.


" Ha ha ha " tertawa.


" Kenapa kau tertawa ya !!! kau menertawakanku ? hei !! jangan tertawa" ucap Bora yang kesal di tertawakan.


" Kau lucu jika marah " lanjut tertawa.


" Ya !!! awas kau " ingin memukul Ken.

__ADS_1


Ken berlari kecil saat melihat Bora ingin mengejarnya. Seperti kucing dan tikus mereka berlarian dengan gelak tawa yang menggema.


Keseruan apa saja ya guys yang bakal terjadi dengan Ken dan Bora ? ikutin terus ya..


__ADS_2