SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Hari yang mengejutkan..


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang mengejutkan bagi banyak orang. Tapi terasa lebih mengejutkan bagi seorang Ali, sudah panik karna mencari Bora yang belum bisa ia temukan di buat semakin panik lagi karna bibi yang menelfonnya karna banyak wartawan yang memenuhi rumah mewah itu di saat Bu Lily dalam keadaan yang tak baik dan harus segera menemui dokter secepatnya.


" Haloo Ali bagaimana ini?? ( panik)".


" Kenapa kau panik seperti itu bi... apa yang terjadi ? apa ada sesuatu yang tak bisa kau kontrol di rumah?".


" Banyak wartawan di depan rumah, mereka semua memaksa masuk ke dalam rumah..sekarang para bodyguard sedang menahan mereka" melihat para wartawan dari balik jendela.


" Untuk apa mereka datang !!!! aissshh pasti ini ulah pak chan lagi!! (membanting setirnya) Aku belum menemukan Bora sekarang.... selama kau bisa mengatasi para wartawan itu, aku akan sangat bersyukur bi.. aku akan menyuruh sekertaris Bu Lily untuk datang menanganinya. Apa kau bisa menahan para wartawan itu sampai clara datang bi?".


" Kurasa aku bisa.... tapi keadaannya akan berubah sekarang karna keadaan Bu Lily sedang tak baik dan harus bertemu dokter Tomas secepatnya".


" Apa??? dengan keadaan seperti ini tak mungkin membawa dokter Tomas ke rumah, wartawan akan makin curiga atas kesehatan Bu Lily. Sial !!!! aku akan mencari cara lain, untuk sementara bawa Bu Lily ke kamarnya jangan biarkan orang masuk selain kalian berdua dengan sekertaris Clara, ingat jangan sampai ada orang yang tau...aku akan segera kesana " menutup telfonnya.


Ali melaju kencang menuju ke rumah Bu Lily sambil mencoba menghubungi Bora berkali - kali, sementara itu bibi menjalankan tugas yang diberikan Ali dengan baik.


" Nyonya kau tak papa? ( bertanya sambil membaringkan badan Bu Lily ke kasur).


" Tak apa bi... apa Ali sudah menemukan Bora?".


" Maaf Nyonya ...tenang saja nyonya Ali akan menemukan nona Bora secepatnya".


" Aku butuh seorang dokter sekarang ( memegang perutnya yang mulai terasa sakit)"


" Aku tau Nyonya ..( melihat ke jendela) para wartawan sialan itu masih di luar Nyonya.. jika membawa dokter Tomas pasti akan mempersulit keadaan. Ali akan datang untuk mengusir para wartawan itu".


" Bora.. anak itu tak boleh tau penyakitku bi...( menatap bibi) ia sudah banyak menghadapi kesulitan yang kubuat jadi kurasa akan lebih baik pergi tanpa ia tau aku mengidap penyakit yang serius , aku ingin pergi dengan cara yang baik tanpa menyakiti hatinya".


" Nyonya??? kenapa kau berbicara hal seperti itu lagi..".


" Aku sangat senang saat ia memanggilku dengan mama dengan suara yang lembut ataupun pada saat ia marah, karna hanya itu yang bisa aku terima darinya..itu lebih dari cukup bagiku. ahkkh ( meringis kesakitan)


" Nyonya.. nyonya..(mencoba untuk menjaga Bu Lily agar tetap terjaga) nyonya kau pasti bisa... kau pasti bisa" mengatakannya sambil menangis.


Bu Lily mulai menjerit kesakitan dan membuat bibi semakin panik. Keadaan akan membaik jika Ali cepat datang dan membawa Bu Lily ke rumah sakit secepatnya tapi akan lebih baik jika Ali membawa Bora juga bersamanya karna Bora akan dalam masalah jika terlalu lama berada di tempat umum.


Setelah beberapa menit Clara datang, ia datang dengan cepat setelah mendapat telfon dari Ali.


" Ada apa kalian memenuhi rumah ini?" ucapnya tegas.


" Kami ingin mewawancarai Bu Lily dan anaknya Bora" jawab salah satu wartawan.


" Untuk alasan apa kalian ingin mewawancarai mereka? Bu Lily sedang tidak ada di rumah begitu pula dengan Bora. Aku mendapat kabar dari para penjaga bahwa kalian memaksa masuk ke dalam karna itulah aku ada disini" ucap Clara dengan santai.


" Kami hanya perlu mewawancarai Bu Lily dan Nona Bora !!! " ketus seorang wartawan perempuan yang sedari tadi sangat ngotot untuk masuk.


" Aku sekertaris Bu Lily kalian bisa bertanya padaku jika itu urusan bisnis bukan?" Clara ingin bernegoisasi dengan para wartawan .


" Biarkan kami masuk untuk memastikan bahwa mereka benar tidak ada dirumah!!! " mendorong Clara untuk minggir .


Bibi yang sedari tadi berusaha agar Bu Lily tetep terjaga akhirnya gagal, Bu Lily tak dapat menahan rasa sakit yang memang sudah tidak dapat ia tahan lagi akhirnya jatuh pingsan. Sontak bibi langsung panik dan mencoba mencari cara cepat agar majikannya mendapat perawatan dengan cepat.


" Aku tak tau harus apa ? ( melihat Clara yang mulai kewalahan menghadapi wartawan dari jendela ) Aku harus melakukannya!!!! ".


" Halo... Non ( menelfon Bora dan memberi tau keadaan di rumah sekarang) maafkan aku Nyonya aku rasa aku harus melakukannya semoga Nona Bora tidak curiga tentang penyakitmu ( melihat Bu Lily yang terbaring lemas )".

__ADS_1


Setelah mendapat kabar dari bibi agar menjemput Bora di stasiun Ali langsung putar balik dan menggas mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia datang dan menemukan Bora sedang berbincang dengan seorang pria tinggi tampan dan berusaha mendapat kesepakatan dari pria tersebut. Itu membuat Ali terkejut karna apa? karna Bora belum pernah bahkan tidak pernah berbincang dengan seseorang yang tidak ia kenal bahkan ia sampai memohon pada pria itu. Ali benar - benar terkejut dan berusaha mencerna apa yang ia lihat.


" Nona !!!!" teriak Ali.


Ali menemukan Bora dan datang mendekatinya. Saat Ali sampai di tempat Bora dan Ken berdiri, Bora langsung menjelaskan yang terjadi dan mengatakan akan membawa Ken untuk memeriksa mamanya agar wartawan tak curiga karna Ken dokter yang jarang terpost media.


Bukannya senang Ali malah makin merasa tegang karna harus membawa Ken yang jelas bukan dokter yang menangani Bu Lily. Ali khawatir Ken akan tau tentang penyakit Bu Lily yang sangat di rahasiakan dari siapapun termasuk Bora. Tapi Ken mencoba mengambil tindakan cepat dengan penuh resiko karna jika semakin lama kondisi Bu Lily akan semakin buruk.


Setelah Ken sudah membereskan masalah tugasnya mereka langsung melaju kencang menuju rumah.


" Apa yang terjadi pada mama Ali?" tanya Bora kepada Ali yang sedang menyetir.


" Aku juga kurang tau Nona kurasa Bu Lily terlalu lelah karna beberapa hari terakhir ini ia sangat sibuk" jawabnya penuh hati - hati.


" Aku fikir juga begitu.."


" Nona ..para wartawan akan menanyaimu setelah turun dari mobil nanti ... ( terpotong )".


" Aku tau harus apa Ali" menjawabnya singkat.


" Maaf sebelumnya aku sebenarnya masih berusaha memahami perkataan kalian berdua dan kenapa diriku mau saja diminta agar memenuhi perkataanmu Bora???" ucap Ken yang bingung.


" Aku akan berterima kasih banyak kepadamu Ken akan semua yang kau lakukan hari ini padaku aku akan membalasnya dengan setimpal" jawab Bora.


" Kenapa aku??? "


" Karna hanya kau orang yang kukenal dan karna itu kau Ken. Kau tak perlu melakukan apapun, kau hanya menjalankan tugasmu menjadi dokter mamaku " melihat Ken.


" Aku tak bisa berkata - kata lagi " Ken memijat kepalanya sendiri.


" Kalian benar - benar tidak menyerah setelah mendengar perkataanku tadi ? " ucap Clara yang mulai muak dengan mereka.


" Mereka datang ..mereka datang !!" teriak salah satu wartawan yang melihat Bora turun dari mobil.


Pandangan para wartawan beralih kepada Bora yang turun dari mobil. Mereka mulai melontarkan banyak pertanyaaan pada Bora .


" Wahhh kenapa ramai sekali? " ucap Bora tenang.


" Nona Bora apa benar kau tak akan mengambil alih HG Company ? Apa kau akan terus mencari alasan agar terus menunda pelantikan itu? " serbuan pertanyaan dari para wartawan.


" Aku tidak mencari alasan, aku akan mengambil alih HG di waktu yang sudah ditentukan itu saja " berjalan memasuki rumah.


" Lalu apa ini ada hubungannya dengan masalah pribadimu dengan Bu Lily?" tanya seorang wartawan lagi.


" Aku akan mengadakan konferensi pers beberapa hari lagi kalian boleh bebas bertanya disana, biarkan aku masuk bersama para orang - orangku. Maaf aku sedang buru - buru" pergi meninggalkan para wartawan.


" Biarkan kami bertanya lagi Nona Bora !!! Bora !!! " berteriak - teriak.


" Bisakah kau memberi kami jalan? Nona sudah bilang kalian akan diizinkan bertanya di konferensi pers " ucap Ali.


Mereka berhasil memasuki rumah itu. Bora langsung berlari menuju kamar mamanya sementara Ali menari Ken yang ingin berlari mengikuti Bora.


" Apa yang kau lakukan? aku harus cepat menolong ibunya.... ( melihat Ali heran ).


" Aku punya permintaan dan kuharap kau bisa mengabulkan permintaanku itu" menarik tangan Ken yang hendak pergi.

__ADS_1


" Permintaan ????? apa lagi ini aku tak punya waktu banyak!!!! " menepis tangan Ali.


" Aku tau itu !!! dengarkan aku ( menahan tangan Ken dengan kuat ) kondisi Bu Lily sangat buruk... kau akan tau saat memeriksanya walaupun itu buruk aku ingin kau tidak mengatakan kondisi yang sebenarnya di depan Bora ".


" Kau ingin aku berbohong !!! aku seorang dokter aku juga sudah bersumpah atas tanggung jawabku !! aku akan mengatakan fakta dari analisis yang kudapat" meninggalkan Ali.


" Ini bukan permintaaanku lebih tepatnya ini permintaan dari Bu Lily ia tak ingin Bora tau atas kondisi yang ia alami. Aku berharap kau bisa mengerti itu" tetap berbicara meskipun Ken sudah pergi meninggalkannya.


" Aku akan melakukan tugasku dengan benar aku akan memutuskan permintaanmu setelah aku memeriksa Bu Lily " menjawab Ali sambil berjalan.


" Siall !!!! bagaimana ini??


Ken memasuki kamar Bu Lily, di kamar sudah ada Bora yang duduk disamping mamanya dan memandangnya tanpa berkata - kata.


" Non.... itu dokternya?" bertanya karna melihat Ken.


" Ken.. iya dia dokternya, tolong periksa mama Ken " berdiri memperailahkan Ken untuk memeriksa Bu Lily.


" Hmm " memeriksa Bu Lily.


pov Ken


Apa ini? ia harus segera dioperasi dengan situasi seperti ini, yang dikatakan pria itu benar kondisinya benar - benar buruk. Walaupun dilakukan operasi kondisinya belum tentu membaik. Ken kau seorang dokter katakan apa yang sebenarnya pada keluarganya.


Disaat Ken memeriksa Bu Lily Bora melihat raut wajah Ken yang berubah - ubah dan menanyakan keadaan mamanya itu.


" Ken apa kondisinya buruk?.." Ken tak menjawab.


" Ken jawab aku !!! ".


" Non ..ia sedang memerikasa Nyonya"


" Jawab aku Ken jangan membuatku khawatir dengan ekspresimu itu...."


" Ken...." Ali yang masuk dengan wajah cemas.


Ken melihat tatapan Bora padanya begitu pula dengan wajah cemas Ali.


" Jawab aku !!!!( membentak) apa yang terjadi padanya???? (menarik - narik kemeja Ken).


" kumohon" ucap Ali pelan.


" Aku akan mengatakannya berhenti menarik tangan kemejaku... Bora !" .


" Katakan!!!" Bora yang ngotot.


" Kondisinya........??? Ken ingin menjawab


Bersambung


Jumpa rabu guys


Hmmmm Ken bakal bilang kebenarannya apa gk ya guys ???? tetap ikutin cerita Snow Doll Girl ya..... kalau suka klik jempol kalau ada komen silahkan di komen, author perlu masukan biar giat belajar nulisnya....


Salam hangat semoga kita sehat selalu😘

__ADS_1


__ADS_2