SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Ia tak seburuk yang ku kira


__ADS_3

Dua orang yang duduk bersebelah itu sempat hening untuk beberapa saat. Namun Bora memulai percakapan kembali.


" Katakan padaku apa hal yang ingin kau katakan " ucap Bora memulai percakapan.


" Ok dengarkan aku ( mengubah tempat duduknya mengarah pada Bora ) mendapatkan donor hati baru adalah cara terbaik yang bisa diambil oleh Bu Lily tapi aku sudah pernah katakan pada kalian operasinya sangat beresiko dan pendonornya harus orang yang benar - benar dalam keadaan sehat ".


" Lalu bagaimana dengan gadis yang bernama Sesi itu ? " tanya Bora semangat.


" Sesi ? aku berencana untuk melakukan operasi padanya. Aku sudah bicara pada orang tuanya tentang itu dan mereka menolak jika dokter lain yang melakukannya ".


" Lalu ? kau yang akan melakukannya ".


" Aku akan mengikuti arahan dokter yang ahli pada bidang ini " ucap Ken sambil menyeruput teh miliknya.


" Jika kau melakukannya bagaimana dengan orang yang berharap akan donor dari gadis itu ? apa kau akan membiarkannya " dengan nada sedikit marah.


" Menurutmu ? ada beberapa dari mereka memilih untuk menempuh pengobatan cara lain dan ada 2 pasien yang memang membutuhkan donor itu termasuk Bu Lily.


Aku ingin menemuimu untuk menyampaikan ini tapi kau lebih dulu menemuiku. Aku ingin mengatakan bahwa Sesi akan memberikan hatinya walaupun ia berhasil selamat dari operasinya".


" Apa maksudmu ? bagaimana ia memberikan hatinya ? apa ia tak ingin hidup !!" ucap Bora terkejut.


" Alasan ia melakukan operasi ini karna alasan agar ia bisa memperbaiki fungsi penglihatannya yang mulai memburuk. Kau tau karna apa ? karna ia tak ingin mendonorkan matanya dalam keadaan buruk, ia ingin memberikannya pada seorang gadis seumurannya yang tak bisa melihat karna kecelakaan yang menimpanya ".


" Aku tak mengerti apa yang kau katakan, apa maksudmu operasi yang akan kaulakukan nanti itu bukan untuk menyelamatkan nyawanya ? lalu ??".


" Tak ada kasus yang serupa untuk penyakit yang di derita Sesi sekarang, jika ada ia tak akan berada di dalam sana dalam beberapa tahun ini. Penyakitnya membuat semua fungsi tubuhnya menurun, ia mengatakan bahwa percuma ia hidup jika tak bisa menggunakan semua tubuhnya untuk hidup".


" Sebelum kondisinya memburuk ia selalu mendesakku untuk memperbaiki kornea matanya tapi aku tak dapat melakukannya karna aku tidak ahli dalam mata " ungkap Ken.


" Tak ada yang bisa menyelamatkannya ? kenapa ia melakukannya ? aku ingin bertemu dengannya " ucap Bora serius.


" Ia tak bisa menemuimu kau sudah bertemu dengannya bukan ? kondisinya sedang tak baik sekarang. Ibunya sedikit sensitif mengenainya aku tak ingin kau membuat kekacauan lagi, lebih baik kau tak usah menemuinya " ucap Ken sambil beranjak dari tempat ia duduk.


" Apa aku terlihat akan membuat sebuah kekacauan ?!! aku hanya ingin menemuinya itu saja .." berdiri mengikuti Ken.

__ADS_1


" Seperti tidak biasa kau keluar tanpa body guard mu ?? " membuka jendela yang tadinya di tutup karna hujan.


" Bukan urusanmu !!! atur aku untuk bertemu dengan mereka. Terima kasih sudah menjamu ku " ingin pergi keluar dari rumah itu.


" Ganti pakaianmu terlebih dahulu kau masih sedikit basah, bisa - bisa kau deman jika tak mengganti bajumu. Tunggu disini aku akan mengambil pakaian untukmu "


" Tak usah !! lagian mana ada pakaian wanita disini,aku bisa kembali ke rumah untuk mengganti bajuku. Sekali lagi tak usah " ucap Bora menolak tawaran Ken.


" Aku masih menyimpan baju almarhum ibuku kau bisa memakainya. Ikut denganku ( menarik Bora kesebuah ruangan ) Apa masih ada ? ohhb ini kau bisa memakai ini ( memberi sebuah dress berwarna hijau pada Bora ) ".


Mata Bora terbelangak melihat sebuah ruangan yang penuh dengan banyak kenangan peninggalan ibu Ken itu . Saat ia masuk ia merasakan bahwa Ken sangat menyayangi orang tuanya . Di lihat dari ia memperlakukan barang milik peninggaln ibunya itu.


" Aku tau kau tak memakai baju yang tak mermerek seperti ini tapi aku ingin kau memakainya, aku tak mau ribet merawatmu jika sakit " ucapnya lalu pergi ke luar membiarkan Bora mengganti bajunya.


Bora mengganti bajunya di ruangan itu , matanya tak bisa berhenti menyusuri setiap ujung ruangan itu. Ia kagum dengan banyak barang - barang disana.


***


Dari tempat lain Ali sedang sibuk mencari Bora yang pergi tanpa sepengetahuannya. Ia mencari gadis itu ke segala arah tapi ia belum menemukan gadis itu.


" Aku ingin mencarinya ke tempat lain tetap berjaga disini " ucapnya pada temannya untuk tetap berjaga di rumah mewahnya itu.


" Aku harus mencarinya kemana ? bagaimana ia bisa meninggalkan ponselnya seperti ini " berdiam diri di dekat sungai.


drrrt drrrt drrrt


Suara ponsel Ali berdering. Sebelum mengangkatnya ia menghela nafasnya panjang seakan pasrah dengan apa yang akan ia terima ketika mengangkat telfonnya.


" Halo... " terdengar suara wanita dengan suara sedikit serak.


" Halo Bu " jawan Ali dengan cepat.


" Kenapa Bora tak ada di rumah ? apa dia sedang bersamamu ? " tanya wanita itu sedikit khawatir.


" Iya bu .. ia bersama denganku sekarang ia sedang ingin berjalan - jalan. Kami akan pulang sebentar lagi " ucap Ali dengan tenang.

__ADS_1


" Kukira ia pergi tanpa sepengetahuanmu lagi. Yasudah bawa ia pulang jika ia sudah tenang. Jangan katakan aku kembali ke rumah sakit tubuhku rasanya tak sehat lagi " ucap Bu Lily yang sedang ingin meminum obatnya.


" Ok Bu.. aku akan menjaganya. Setelah mengantarnya pulang aku akan ke rumah sakit melihatmu " .


" Tak usah jaga Bora saja di rumah aku tak apa disini, jika ia bertanya katakan aku keluar mencari angin untuk beberapa hari. Temui Ken untuk merawatku disini ".


" Ya Bu " jawab Ali tegas.


Kata " ya bu " mengakhiri percakapan mereka di telfon. Saat mengakhiri sambungan telfonnya Ali langsung menggas mobilnya ke suatu tempat.


***


Kamar tempat Ken menyimpan barang peninggalan almarhum ibunya itu sangat terlihat menakjubkan di mata Bora. Ia termenung saat melihat foto keluarga yang tergantung di dinding kamar itu.


Ntah apa yang membuatnya diam dan meneteskan air mata. Ia merasa sedih kenapa aku tak pernah bisa melakukan kenangan seperti itu? kalimat itu berputar di kepalanya.


Karna Bora tak membuka pintunya sudah lebih dari 30 menit akhirnya Ali memilih masuk dan mendapati Bora tersungkur dengan sebuah foto di tangannya.


" Bo... ( terhenti ) ".


" Biarkan aku menangis kali ini saja " ucap Bora saat menyeka air matanya.


Terkejut melihat gadis itu menangis ia langsung menanyakan apa yang terjadi padanya. Dengan ponsel yang berada di genggamannya Ken mendekati Bora yang sedang menangis.


" Apa ada yang membuatmu tak nyaman ? katakan padaku ? " ucap Ken yang mencoba lebih mendekat padanya.


" Jangan bicara padaku sekarang !!! " melempar sebuah bantal ke arah Ken.


Bukannya mengarah ke Ken bantalnya malah neleset se sebuah yang sangat elegan di atas meja rias.


dwar darrr


Kotak musik yang sangat cantik itu jatuh dan terbelah menjadi dua. Sontak Ken langsung memperbaiki Kotak musik yang banyak memberi kenangan padanya.


" Aaaaahhhh !! " mengejar kotak musik yang jatuh itu.

__ADS_1


" Kau !!!! " ucap Ken marah.


Bersambung


__ADS_2