SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Langit yang menangis jika aku ingin menangis


__ADS_3

Langit yang mulai gelap karna awan tebal telah menutupinya mulai meneteskan air hujan dan mulai menimpa tumbuhan dan orang - orang yang sedang menikmati waktu luang mereka di luar.


Terlihat orang yang berlalu lalang mulai mempercepat langkahnya agar terhindar dari hujan dan ada dengan cepat mencari tempat meneduh. Berbeda dengan Bora yang hanya berjalan dengan menundukkan kepalanya, tidak mempercepat dan memperlambat langkahnya dia hanya terus berjalan tanpa tau tujuannya akan kemana.


Para pengunjung mulai pergi meninggalkan taman untuk mencari tempat berteduh seperti cafe, teras gedung, dan halte terdekat. Taman mulai sepi, bahkan hanya ada satu orang dengan pakaian yang sudah basah kuyup sedang duduk di kursi ujung taman yang jarang di duduki para pengunjung lain.


Sorotan matanya yang menyimpan banyak kesedihan menambah semakin misteriusnya gadis itu. Hujan yang semakin lama semakin lebat tidak membuatnya untuk pergi dari kursi itu.


" Kau selalu datang disaat yang tepat untukku, kau selalu menangis disaat aku menangis tapi kau tak pernah membiarkan pelangi datang padaku, kapan kau membiarkan aku mendapat arti bahagia yang sesungguhnya ? Ha ha ha aku menanyakan pertanyaan yang jelas aku tau jawabannya lagi ( berbicara pada langit yang terus menerus menumpahkan air padanya ) Bahkan sekarang kau menumpahkan banyak air padaku dan itu mulai membuat tubuhku sakit karna kedinginan, kau memang sangat jahat".


Gadis itu terus berbicara pada langit sambil memegang kalungnya dengan erat. Tanpa berkata - kata dari sorotan matanya menjelaskan bahwa ia sangat kesepian dan merindukan seseorang yang sangat berarti baginya.


" Bu.. apa kau kedinginan? maafkan aku membiarkanmu basah ( mengatakannya pada kalung yang ia pegang ) ibu kau sedang apa disana, apa kau berada di surga? Kau pernah mengatakan apabila dunia ini hancur atau tidak semua manusia akan pergi ke alam yang berbeda bukan ? Kau bilang apabila ia punya amal yang banyak ia akan masuk surga dan apabila ia buruk selama di dunia ia akan berada di neraka. Kemana ibu berada? aku akan kesana selama itu tak disini bu.... dunia seperti neraka bagiku, kenapa aku merasakan ini ? apa orang lain juga seperti itu bu? ( mulai meneteskan air matanya )".


Sejak kecil ia selalu melakukan hal yang sama pada saat hujan turun, ia akan membiarkan tubuhnya kedinginan di luar dan mulai mencurahkan isi hatinya sendirian. Ia memilih seperti itu karna ia tak bisa dengan mudah mengatakan apa yang dirasakannya kepada orang lain.


Setelah kejadian 10 tahun yang lalu ia mendapat sebuah trauma yang membuat ia tak biasa dengan lingkungan luar, itu juga berdampak pada pola tidurnya yang mulai kacau karna ia mulai mendapat mimpi - mimpi buruk yang membuatnya enggan memejamkan matanya.


Kembali ke 10 tahun lalu.


Pemuda yang membantu Bora untuk memanggil polisi membawanya pulang kerumah karna ia melihat Bora yang mulai mengalami rasa panik dan ketakutan yang berlebihan.


" Aku akan membawanya pulang ke rumahku, aku akan mengantarnya ke kantor polisi besok jika kalian membutuhkannya tapi biarkan aku membantunya tenang dulu, ini no telfonku kau bisa mengabariku dari sini" mengatakan pada seorang polisi yang menyelidiki kasus tersebut.


" Mungkin kami besok akan melakukan penyelidikan padanya di klinik dokter psikolog" jawab polisi itu.


" Oh ya ??? kebetulan aku seorang psikolog, aku bisa membantunya dan membantumu secara bersamaan" ujar pemuda itu bersemangat.


" Dengan senang hati, itu akan lebih membantunya. Tolong bantuanmu...( menjulurkan tangannya ).

__ADS_1


" Lukman" menyebut namanya sambil menerima uluran tangan polisi itu.


" Terima kasih sudah bersedia membantu dokter Lukman" tersenyum.


" Ya dengan senang hati" saling tersenyum.


Pemuda yang ternyata seorang dokter itu membawa Bora kerumahnya untuk membuat Bora merasa sedikit lebih membaik.


Melihat Bora yang sedang duduk dengan tangannya yang masih gemetar. Dokter Lukman mulai mendekatinya.


" Heii nak..... kau tak apa ? ( menggenggam tangan Bora yang gemetar ) aku tau kau masih sangat terkejut dengan apa yang terjadi, percayalah padaku semua akan baik - baik saja ( menatap Bora dengan mata yang tulus ).


" Bagaimana paman tau semua akan baik - baik saja? ( menatap balik Lukman dengan mata yang sanyu ) ibuku pergi dari dunia ini meninggalkanku dan ayahku ...aku tak tau ia melarikan diri kemana? jika ia kembali aku tak mau bersamanya. Lalu aku harus apa paman?aku tak tau harus apa ( semakin menatap Lukman dengan mata bulatnya )".


" Paman tau itu.... kau tak perlu memikirkan itu semua nak...itu akan membuatmu pusing biarkan paman yang memikirkannya sebagai gantinya kau ingin bermain dengan paman?" mencoba menyemangati Bora dan tetap menggenggam tangan anak itu yang sangat dingin.


" Kalau begitu kau pasti lapar bukan ? paman sangat pandai memasak banyak masakan, apa yang kau inginkan? " mencoba membujuk Bora agar mau melakukan hal lain selain terdiam.


" Aku tak mau !!!! ( menolak dengan nada yang keras) pergi menjauh dariku !!!! ( mulai histeris memukul kepalanya sendiri ) Kenapa kalian sangat berisik!!! ibu... ibu.... jangan biarkan aku sendiri !!!!! bawa aku pergi juga kau tak boleh pergi sendirian....( menangis histeris)".


Melihat apa yang dilakukan Bora membuat Lukman terkejut dan mulai menghentikan Bora memukuli kepalanya. Para polisi pun mulai panik dan mencoba menghentikannya.


" Biar aku saja... jika ia semakin merasa takut ia bisa menyakiti dirinya sendiri, tolong jangan mendekat " ucap Lukman kepada para polisi yang ingin menghentikan Bora.


" Bora !!!! dengarkan aku hei... ( menghentikan tangan gadis itu ) Kau tak boleh seperti ini ibumu bisa sedih jika melihat kau menyakiti dirimu sendiri. Ia ingin kau hidup dengan lembaran baru dan bermain layaknya anak - anak yang lain. Aku akan membantumu melewati ini, kau bisa melewatinya aku percaya itu... kau bisa karna itu kau nak.." menghentikan Bora yang histeris.


" Paman tak tau apa yang sedang aku rasakan sekarang !!!! aku tak butuh bantuan paman " pergi berlari meninggalkan Lukman.


Melihat Bora yang berlari kencang Lukman dan para polisi berusaha mengejarnya. Tapi Bora yang berlari tanpa melihat jalannya tertabrak oleh mobil mewah yang sedang melaju karna Bora yang tiba - tiba muncul.

__ADS_1


Sontak semua orang terkejut melihat Bora tertabrak dan sedang terbaring di jalan. Tak hanya Lukman dan para polisi yang terkejut tapi pengendara mobil mewah itu juga sangat terkejut dan dengan panik keluar dari mobilnya.


Perempuan yang mengendarai mobil itu keluar dengan panik dan mencoba menolong Bora dan menelfon ambulans dengan cepat.


Melihat itu Lukman berlari dengan kencang menuju tempat Bora terbaring. Para polisi menuju perempuan yang mengendarai mobil itu.


" Kami polisi kau ikut kami ke kantor polisi untuk menjelaskan ini" ucap salah satu polisi.


" Ok aku akan ikut serta dengan kalian, setelah anak itu mendapat pertolongan" ucap perempuan itu.


" Tak apa ..aku seorang dokter psikolog aku tau sedikit untuk pertolongan pertama " ucap Lukman.


" Maaf ikut dengan kami bu.. kau bisa memanggil pengacaramu jika enggan berbicara, kau hanya perlu mengikuti protokol saja" ucap polisi itu.


Setelah ambulans datang Lukman dengan cepat membawa Bora ke rumah sakit untuk di rawat. Sementara perempuan itu di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan.


Kantor polisi.


" Maaf dengan ibu?" tanya polisi pada perempuan itu.


" Lily.. aku sangat terkejut karna ia muncul secara tiba - tiba, aku menyetir dengan kecepatan normal ini hanya masalah waktu saja" jawabnya yang mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


" Aku tau itu .. semua yang kau katakan memang benar tapi kau tetap harus mengikuti peraturan kepolisian" ucap polisi dengan lantang.


" Baiklah.. ( menjawabnya dengan tenang ) sepertinya kalian mengejar anak itu, apa yang terjadi padanya kenapa kalian para polisi mengejarnya bahkan seorang dokter psikolog ada disana?" tanya Bu Lily penasaran.


Eitssssss bersambung dulu guys..


Jadi ternyata Bu Lily yang nabrak Bora lalu kenapa Bu Lily bisa jadi ibu angkat Bora, kalau penasaran terus ikutin ceritanya ya....

__ADS_1


__ADS_2