SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Waktu yang tak pas bagi Bora


__ADS_3

Percakapan yang menguras emosi Bora dan Ken itu terhenti karna Bora tiba - tiba drop. Bagaimana tidak ia tak tidur sama sekali dalam beberapa hari ini, kondisi tubuhnya tak baik di tambah ia mulai membiasakan dirinya di ruang lingkup yang ramai.


Ken yang terlihat khawatir melihat Bora yang tersungkur lemas di hadapannya langsung mengangkat Bora ke kasur pasien yang ada tak jauh dari mereka, untuk di berikan pertolongan olehnya.


Dari jauh Ali melihat Bora yang lemas sedang berada di gendongan Ken. Sontak ia langsung berlari dan mengambil Bora dari Ken.


" Apa yang terjadi ? apa yang kau lakukan padanya !! ( mengambil Bora paksa )".


Dengan wajah terkejut karna Ali datang dengan marah dan mengambil Bora dari gendongannya dengan paksa. Ken bingung dan berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada Ali.


Tak menghiraukan Ken yang mengejarnya Ali membawa Bora keruangan lain yang tenang. Ali membawa Bora ke ruangan lain agar tak ada yang mengenalinya.


Ali membaringkan Bora di atas kasur dengan hati - hati. Ken yang mengikuti mereka juga masuk ke dalam ruangan itu.


Ali langsung mencek keadaan Bora yang tergeletak lemas. Ia biasa menghadapi keadaan Bora yang seperti ini. Ali tak hanya berperan sebagai pengawal dan sekertaris saja namun sebagai teman dan dokter pribadinya juga, orang yang tau semua tentang Bora adalah Ali. Tak heran Ali orang pertama yang di panggil oleh gadis itu saat ia dalam kesulitan.


" Bora ??? ( panik mencek denyut nadinya ) hei ?? ( memperbaiki bantal yang ada di kepala Bora )".


Dengan lemas dan nafas yang terengah Bora membuka mata dan mulutnya.


" Ali ... " berbicara dengan lemas.


" Hei .. atur nafasmu dengan baik aku akan mengambil obatmu di ruangan Bu Lily ( memperbaiki posisi Bora agar ia dapat bernafas dengan baik ) " .


" Aku .. ha aku ( terbata - bata karna nafasnya yang belum teratur )".


" Ada apa ? ( mendekatkan dirinya pada Bora ) jangan panik ok !! aku disini ( menggenggam tangan Bora ) pertama seperti biasa tarik nafasmu dengan lembut 1..2...3 tenang la agar kau bisa menelan obatmu " membantu Bora agar melewati rasa paniknya.


Bora mengikuti intruksi Ali seperti biasa. Gejala paniknya datang disaat yang tak tepat bagi dirinya hari ini. Saat melihat Ken yang berada di ruangan itu serasa Bora akan menimbum dirinya karna rasa malunya.


" Apa ada yang bisa kubantu ? " tanya Ken pada Ali.


" Untuk apa kau disini !! pergi sanap " ucap Bora dengan kesal.


Ali hanya terdiam melihat sikap Bora pada Ken yang kasar. Bukannya pergi Ken malah menjawab perkataan Bora dan berujung perdebatan lagi.


" Aku hanya ingin membantumu !! jika tak ada yang bisa kubantu aku akan pergi dari sini tanpa kau usir " jawab Ken yang kesal dengan sikap Bora.

__ADS_1


" Tak perlu !! dasar !!" gerutu Bora yang baru bisa menyesuaikan nafasnya.


" Heh !! " ketus Ken keluar dari ruangan itu.


Akan tetapi Ken tak langsung pergi keluar ia meletakkan obat penenang dan sabagainya di meja. Ken menyuruh seseorang untuk mengambilnya pada saat menggendong Bora tadi.


" Ken !! " kejar Ali.


Mendengar suara Ali memanggilnya, ia berhenti dari jalannya dan berdiri menunggu Ali .


" Ada yang ingin kubicarakan padamu, ikut aku " membawa Ken menjauh dari ruangan Bora.


" Apa yang ingin kau bicarakan padaku ? hah apa tentang donor itu .. sama seperti yang Bora lakukan padaku ?" menyeletus seperti biasa.


" Iya tapi aku akan berbicara dengan serius padamu. Aku tak punya waktu lama sama sepertimu bukan ? hal yang ingin aku bicarakan adalah tentang Sisi. Apa kau ingin menyelamatkan nyawanya dan merenggut nyawa beberapa orang yang mengharap dari donornya ?".


" Sisi ? semua pasienku tak hanya dia akan aku selamatkan nyawanya sebisaku".


" Lalu ?? apa yang sebenarnya kau rencanakan ?" tanya Ali sedikit marah.


" Aku juga tak tau apa yang sedang aku lakukan sekarang " ucap Ken santai.


" Apa kalian sudah seperti permainan !!! ( melepaskan tangan Ali yang menggenggam kerah baju Ken dengan keras ) aku tak pernah mempermainkan nyawa pasienku !!" ucap Ken sambil pergi meninggalkan Ali.


Percakapan mereka berdua berujung dengan akhir yang tak jelas tapi yang jelas mereka sedang emosi.


Ken yang sedikit emosi berjalan menuju ke ruangannya untuk mengambil barangnya dan pergi pulang. Sudah hampir 2 hari ia tak pulang, rasanya bau badannya sudah sangat tak enak. Padahal ia selalu berbenah dirinya agar tetap bersih dan wangi, agar para pasien nyaman dengannya.


Dengan langkah yang santai Ken berjalan ke parkiran untuk mengambil mobilnya.


" Apa yang salah denganku ? apa aku gila !! kenapa aku bertindak seperti itu ? aishhh aku harus mandi dan istirahat sebentar ( ucapnya menggaruk kepalanya ) Apa yang dilakakukan anak nakal itu di rumah ? " tanya Ken pada dirinya sendiri.


Setelah berada di mobil ia langsung menggasnya dan menuju ke rumah, tempat tujuannya. Sudah beberapa hari ia tak melihat kondisi rumah yang ia tempati oleh adik laki - lakinya itu.


***


" Ali !!! ( teriak Bora dari pintu ruangannya ) apa yang kau lakukan di sana ? kemana pergi dokter gila itu!! " tanya dan tegur Bora saat melihat Ali sedang terdiam di balik dinding berlapis cat putih itu. Seakan sedang memikirkan sesuatu sambil menghempaskan tangannya ke dinding.

__ADS_1


Terkejut karna Bora meneriakinya. Ali langsung menghampiri Bora yang berdiri lemas.


" Ada apa ? ayo kembali ke kasurmu " ajak Ali agar masuk ke ruangan.


" Apa yang di katakan dokter itu padamu? " menghalau tangan Ali yang memegang lengannya untuk membantunya berjalan.


" Kau masih harus minum obat, ayo !! " bujuk Ali .


" Katakan padaku !! ( menatap Ali )".


" Ia tak mengatakan hal yang pasti padaku, sudahlah jangan membahasnya lagi " merubah raut wajahnya.


" Ok kita harus meluruskan ini, bawa aku pada mama " ucapnya yakin.


" Tapi kau harus meminum obatmu ".


" Aku akan meminumnya disana ayo!!! " ucapnya nyolot.


Tak bisa menolak perkataan Bora ia langsunv membawanya ke ruangan Bu Lily di rawat.


" Jangan katakan apapun pada mama ( menatap Ali ) aku tak mau ia khawatir".


" Jika kau peduli padanya dengarkan nasihatnya nona " ejek Ali.


" Jangan memopohku !! ( melepaskan tangan Ali yang membantunya kuat berjalan) biarkan aku seperti ini nanti mama curiga padaku".


" Lakukan semaumu nona " ucap Ali .


Saat Ali menjawab keluhan Bora itu. Bora tiba - tiba tersandung sebuah tong sampah karna masih lemas.


" Ya !! ( menangkap Bora ) jangan selalu melawan ( menggendong Bora ) kau bahkan tak melihatku dengan 1 wajah yang sama sekarang karna masih pusing " lanjut Ken meceramahi Bora.


" Kau ingin mama semakin khawatir !! turunkan aku !!".


" Jangan membuang tenagamu nona aku akan menurunkanmu di pintu ruangan itu agar Bu Lily tak curiga " jawab Ali dengan keren.


" Lihat saja aku akan membuat Ken mendengarkan aku, kali ini aku ingin penjelasan darinya Aish aku malu karna ini semua .Wahh benar - benar waktu yang tak pas.

__ADS_1


Sorry yeorobun jarang update author baru bisa balik beraktifitas seperti biasanya. sorry ya ... mulai besok diusahain up terus kok.


Salam sehat dari Nurul


__ADS_2