
Mobil yang di kendarai oleh Ali sangat sunyi. Sedari tadi Bora tak mengeluarkan satu kata pun padanya, sebenarnya hal ini biasa terjadi tapi yang tak biasa bagi Ali adalah Bora yang tak protes saat Ali mengatakan akan membawanya pulang ke rumah bukan ke apartemen. Tak satupun kata keluar dari bibir gadis cantik itu, ia hanya duduk santai sambil memejamkan matanya di dalam mobil.
Ali yang mencari Bora ke dalam rumah sakit, tak perlu sampai menjelajahi segala ruangan karna di saat ia masuk ke dalam rumah sakit ia melihat Bora baru saja keluar dari lift.
Tak perlu berkata Bora langsung berjalan menuju keluar rumah sakit disaat Ali menghampirinya. Ia berjalan lengkap dengan masker dan kacamata agar tak ada orang yang melihatnya apalagi mengenalinya. Akan tetapi ada satu orang yang dapat mengenalinya yaitu Rey fans terberatnya.
" Nona aku datang menjemputmu " ucap Ali saat menghampiri Bora.
Jawaban Bora dari ucapan Ali adalah dengan berjalan keluar dan memasuki mobil tanpa protes dan perintah apapun.
Begitupun dengan Ali tanpa bertanya ia langsung membawa Bora pulang ke rumah utama. Itu sangat mempermudah pekerjaannya karna Bora yang hanya diam saat dibawanya pulang meskipun itu membuatnya sedikit bertanya - tanya.
Dan benar saja, baik Bora maupun Ali tak ada yang menyadari bahwa Rey sudah mengeluarkan suara teriakannya saat berusaha memanggil Bora. Bahkan mereka tak tau bahwa Rey mengejar mobil mereka dari belakang sampai jauh dan akhirnya membuat Ali putar balik karna takut kepada amukan kakaknya.
Mereka sudah sampai ke rumah utama yang besar dan punya enterior yang elegan itu, saat melihatnya saja kita tau bahwa itu benar - benar istana bukan sebuah rumah. Bora keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh beberapa pelayannya, ada yang membawakan tasnya dan ada yang memberinya sebuah air minum.
" Aku tak apa ( menepis tangan salah satu pelayan) apa kamarku sudah bersih ? aku ingin istirahat " ucapnya yang terus berjalan menuju ke kamarnya.
" Sudah Nona silakan " mempersilahkan.
" Tunggu !! ( menghentikan langkahnya dan melihat sekelilingnya) kemana mama? aku tak melihatnya " ucapnya kepada pelayannya.
" Ahh nyonya belum kembali non".
" Belum kembali ? kemana mama pergi? " menatap Ali yang sedang meminum segelas air yang diberikan para pelayan.
" Nyonya akan kembali ia sedang mengurus sesuatu" jawabnya dari arti tatapan Bora padanya.
" Panggil aku jika mama sudah datang " masuk ke dalam kamarnya.
Para pelayan saling tatap saat melihat sikap Bora yang tak seperti dirinya, biasanya ia tak peduli ada dan tak ada Bu Lily di rumah. Sikapnya membuat para pelanyan saling tatap dan bergantian menatap Ali yang masih memegang gelas di genggamannya.
" Jangan bertanya padaku aku juga tak tau " ucapnya menjawab pertanyaan dari tatapan para pelayan dan segera meninggalkan mereka menuju ke ruang depan rumah itu.
***
Suara detak jantung Rey tak beraturan saat Ken mulai menatapnya dengan tatapan marah sambil mengganti pakaian di ruangannya.
" Maafkan aku kak.. aku memiliki sesuatu hal mendesak tadi " ucapnya mencoba meredakan emosi kakaknya.
__ADS_1
" Aku menyuruhmu untuk tepat waktu bukan ? aku ingin tampil ke acara Tv aku sudah mengatakannya padamu !! ( sembari memakai bajunya ) aku sedang buru - buru sekarang, lakukan semaumu agar aku tak membuangmu ke tempat sampah ataupun afrika. Jangan berbicara padaku untuk sementara waktu aku lelah mengomelimu dan uang sakumu ... tak akan kau terima sampai rasa kesalku sudah hilang " pergi meninggalkan Rey di ruangannya.
Rey yang menyimak perkataan kakaknya hanya diam dan mengelus dadanya saat Ken keluar dari ruangannya dengan terburu - buru. Dalam hatinya ia berkata " Terimakasih waktu yang sempit kau menolongku kali ini. Aku kira dia akan memarahiku, tapi ia memberiku hukuman paling menyedihkan aishh uang sakuku !!! ( berteriak ) dia benar - benar kejam. Aku akan memikirkan cara lain lagi untuk mengembalikan uang sakuku lagi, sebelum itu aku harus kembali pada komputerku ".
Dengan cepat Ken langsung menuju lokasi syuting dengan terburu - buru. Beberapa kali ia melihat jam tangannya karna takut terlambat ke lokasi syuting.
" Maaf, bisakah kau mempercepat laju kemudimu ? " ucap Ken yang menyuruh taxi yang ia tumpangi agar melaju lebih cepat.
Ken tak bisa memakai mobilnya karna Jeno sedang memakainya pergi mengantar salah satu kerabatnya yang baru pulang dari rumah sakit.
Ken menghadiri salah satu acara kesehatan di sebuah saluran televisi. Ia baru pertama kali mengikuti hal seperti itu, ia sering di undang tapi tak unjung mau karna alasan yang tak pasti.
Ntah apa yang membuatnya menyetujui tawaran produser itu kali ini. Hampir 10 kali ia mengunjungi Ken untuk membujuknya menjadi bintang tamu di acaranya, namun Ken lebih memilih berada di UGD seharian menyelamatkan nyawa pasiennya.
Taxi yang di kendarai Ken sampai di depan gedung tempat syuting berada. Dari jauh terlihat pria dengan topi abu - abu dengan kertas di tangannya menghampiri Ken dengan langkah yang terburu - buru.
" Maaf aku sedikit terlambat " ucap Ken saat pria itu hampir tiba di tempatnya berdiri.
" Tak apa aku sudah mengurusnya, ikut denganku agar kau di rias dan ini contoh naskah yang mungkin akan ditanyakan padamu " jawab pria itu sembari berjalan mengajak Ken.
" Terimakasih ( mengambil kertas yang diberi oleh pria itu ) aku tak berpengalaman di depan kamera ini kali pertama bagiku" ucap Ken mengungkapkan ketidakahliannya.
" Tak apa santai saja... ini seperti acara interview kesehatan biasa yang terpenting kau tampan itu akan mudah bagimu " jawab pria itu bergurau pada Ken.
Ken masuk ke ruang tunggu untuk mendapat pengarahan sebelum syuting di mulai. Ia terlihat semakin tampan saat sudah mendapatkan sentuhan para stylis yang membuatnya semakin tampan dan berkarisma.
Tak lama pria yang dikenal orang sebagai seorang produser itu menghampiri Ken yang sedang berlatih.
" Ayo syuting akan segera di mulai. Wahhh sudah kuduga kau memang benar - benar tampan, kurasa episode kali ini akan banyak mendapatkan komentar penonton para gadis yang memuji ketampananmu " puji pria itu yang mengajak Ken untuk masuk ke lokasi syuting.
Syuting dimulai dan ruangan itu tiba - tiba sunyi dan hanya tersisa suara seorang MC yang membuka acaranya. Suara MC itu seakan membuat jantung Ken berdetak kencang karna gugup tapi ia dapat mengendalikannya dengan baik dan berusaha agar terlihat keren.
" Wahh aku merasa seperti akan menaiki roller coester, ini memang bukan style ku. Kenapa aku segugup ini ? " ucap Ken di dalam hatinya.
Beberapa kali Ken menghembuskan nafasnya dengan pelan untuk mengurangi rasa gugupnya. Dan tibalah lemparan pertanyaan seorang MC itu menuju pada Ken yang tersipu malu karna pujiannya yang berlebihan.
" Ok sampailah kita kepada dokter yang ahli dalam hal membedah hati dan membedah jantung ini ( menyentuh dadanya ). Kau sangat tampan sampai aku tak bisa tak fokus padamu dok ( menjabat tangan Ken ) bisakah aku tau namamu ? atau nomor ponselmu? " gurau sang MC yang mengundang gelak tawa bintang tamu lainnya.
Ken menjawab dengan santai segala pertanyaan dan gurauan sang MC yang membuatnya lupa akan rasa gugupnya tadi.
__ADS_1
Sampailah topik pada gadis imut yang bernama Sesi yang ingin mendonorkan organ pentingnya pada orang lain yang membutuhkan karna koma yang dideritanya.
Yap itu adalah salah satu alasan Ken untuk berada di acara ini yaitu untuk membawa Sesi melakukan pengobatan ke luar negeri dan dapat menarik perhatian dokter yang berpengalaman untuk mengatasi permasalahan yang dialami Sesi. Bukan karna Ken melepasnya karna tak sanggup apalagi karna lelah, tapi karna Ken kurang berpengalaman mengenai otak. Ken belum pernah melihat pembedahan otak di depan matanya karna itu ia ingin Sesi mendapatkan dokter yang lebih baik.
Ken sudah pernah mengatakannya pada ibu Sesi tapi ibunya tak percaya kepada dokter manapun kecuali Ken. Jadi Ken yang akan mencoba mengoperasinya dengan bantuan arahan dari dokter yang berpengalaman, cara yang memungkinkan agar menarik perhatian para dokter dari berbagai negara adalah dengan mengikuti acara ini.
Dengan kata lain Ken membuka peluang untuk Sesi sembuh seperti yang diinginkan ibunya. Lalu bagaimana dengan Bu Lily ? apa Ken memang tak memperdulikan permintaan pamannya lagi? gimana ya... yoerobun...
***
Bora masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya dia atas kasur yang sudah hampir seminggu tak ia tiduri itu. Ia menatap langit - langit kamarnya yang tetap seperti itu sedangkan pikirannya sedang terbang kesana - kesini berputar memenuhi kepalanya.
Banyak yang menghantui pikirannya saat ini, mulai dari mamanya, HG, bahkan ia sedang mengoreksi perkataan pak Chan tentang ayahnya yang tak tau dimana setelah pak chan mengeluarkannya dari penjara.
Bora melamun dan sesekali mengacak rambutnya karna pusing memikirkan hal itu. " Aku ingin semua ini selesai dan pergi dari pikiranku " menghela nafasnya panjang.
Lamunannya terhenti dan langsung beranjak dari kasurnya setelah mendapat sebuah pesan dari seseorang. Ia langsung memakai mantel dan maskernya lalu pergi meninggalkan kamarnya.
" Non !!! non mau kemana malem gini ? " teriak pelayan yang melihat Bora keluar dari kamar.
Bora tak menjawab dan terus berjalan menuju keluar. Ali yang berada di luar langsung menghampiri Bora.
" Kau ingin kemana Nona ? kau tak boleh keluar ini sudah malam " tanyanya khawatir.
" Aku ingin menemui seseorang sekarang kau bisa menemaniku jika tak percaya. Bawa aku ke alamat ini ( menunjukkan alamat yang ada di hp nya )".
" Nyonya akan datang ia pasti mencarimu aku tak mau !!! ".
" Lebih baik kau mendengarkan permintaanku daripada aku menyusahkanmu lagi nanti " jawabnya dengan sebuah ancaman.
" Ha... ( menghela nafasnya ) ia bisa saja berbohong padamu !!! apa kau sudah tak mengenalnya dengan baik ? kau tau pasti bagaimana sifatnya. Lebih baik menghiraukannya".
" Aku ingin melepaskan semuanya dari pikiranku Ali, aku ingin mengikuti aturan dokter Lukman padaku. Jika kau tak sanggup menghadapiku aku bisa mencoba pergi sendiri " meninggalkan Ali.
" Aihh kau !! ayo!! ( mengejar Bora yang meninggalkannya dan membukakan pintu mobil padanya )".
" Aku punya aturan kali ini, jika aku bilang kembali kau harus menurutinya" ucap Ali .
" Ok ".
__ADS_1
Bora dan Ali menuju ke suatu tempat untuk menemui seseorang yang mengirim pesan pada Bora. Kira - kira siapa yang akan di jumpai Bora ya... tebak deh guys di komentar kira - kira siapa yang bakal dijumpai oleh Bora.
Salam sahat semuanya..