SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Aku tak ingin itu terjadi lagi !


__ADS_3

Sudah lebih dari tiga hari ia tak pulang ke rumah karna selalu sibuk di UGD. Entah apa yang terjadi di rumah yang ia tinggalkan itu.


Suara mobil yang terparkir di depan rumah membuat Rey menutup komputernya dan segera turun dari lotengnya itu. Rey langsung melancarkan acara show dramanya di hadapan kakaknya Ken.


Dengan cepat ia membuka bukunya di ruang tengah, dengan laptop yang menyala di tambah lagi dengan kertas yang berserakan membuat acaranya sempurna. Seakan sedang sibuk belajar Rey akan mengelabaui kakaknya yang lelah bekerja.


" Aku mendengar suara mobil ( mengintip ke luar ) wah !!! kenapa ia pulang ? aishh " mendengar suara mobil Rey gaduh untuk turun dari lotengnya.


" Ahhh kenapa kakak pulang tanpa memberi tau dulu " mengumpat sambil bersiap menyusun drama.


Langkah kaki Ken sudah terdengar memasuki daerah teras rumah dan akan membuka pintu.


Di waktu yang tepat Rey telah siap dengan show drama yang akan ia lakukan.


Turun dari mobil dengan membawa sebuah tas tempat baju kotornya Ken membuka pintu rumahnya. Tanpa mengetuk ia langsung masuk ke rumah yang tak di kunci itu, pertanda bahwa ada orang di dalamnya.


Saat masuk mata Ken langsung tertuju pada adiknya yang sedang berpura - pura sibuk dengan bukunya itu.


" Apa yang sedang kau lakukan ? " tanyanya pada adiknya yang sedang drama itu.


" Jangan berbicara padaku !! aku sedang sibuk sekarang " jawabnya dengan memainkan pena yang di pegangnya.


" Apa kau sedang belajar ? ( mencek buku yang sedang di baca adiknya itu ) Aihh kau tak mahir dalam berbohong !! " menutup buku yang ia pegang.


" Apa maksudmu ?? kembalikan bukuku !! " menarik buku yang ada di tangan kakaknya itu.


" Ya !! aku bukan orang bodoh !!! kau berpura - pura sedang belajar saat mendengar suara mobilku bukan ? ingat kata - kataku ( mendekat pada adiknya ) aku tak akan membiayaimu lagi jika kau melakukan sesuatu yang tak masuk akal !! kau dengar !! ( menatap Rey marah ) " melemparkan bukunya ke hadapan Rey.


" emhn ( menelan ludahnya ) bagaimana ia tau ? aishh apa aku sepayah itu ? peduli amat .. " kembali dengan bukunya.


" Anak itu.... huh kenapa payah dalam berbohong, bagaimana ia membaca buku dengan tulisan inggris seperti itu ? nilai bahasanya saja merah dan bulat seperti telur angsa belagak baca buku full inggris" tertawa kecil melihat adiknya yang tak bisa berbohong.


Masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sudah lama tak ia tiduri itu.


" Aku lelah tapi aku tak bisa memejamkan mataku " bangkit dari kasur yang sudah hampir 2 jam ia tiduri tapi tak kunjung tidur.


" Apa yang harus kulakukan sekarang ? apa yang sedang kulakukan ( berdiri menghadap kaca ) aku harus membereskan masalah yang terjadi karna keputusanku ini " menarik handuk yang tergantung untuk pergi mandi.

__ADS_1


***


Bora mengetuk pintu ruangan mamanya yang sedang berbaring di kasur rumah sakit itu. Bu Lily terlihat sedikit cemas dan bingung, wajahnya yang pucat membuat ia terlihat lesu.


Mamanya menunggu dirinya kembali dengan khawatir karna Bora tetaplah seorang Bora yang dulu, Bora yang punya trauma dan tak biasa di suasana luar.


Bora tau pasti bahwa mamanya sangat khawatir padanya, sebab itu ia berusaha berjalan tegak disaat tubuhnya belum stabil.


" Bora !! " melihat Bora membuka pintu kamar VVIP itu.


Melihat Bora membuka pintu Bu Lily langsung bangkit dari kasurnya. Rasa khawatirnya sedari tadi akhirnya mendapat jawaban. Meskipun Bora menyembunyikannya tapi orang yang sudah dianggapnya sebagai ibu itu tau bahwa dia sedang tak baik.


" Ohh ma.. kau tak apa ? ( menanyakan karna Bu Lily langsung berdiri saat melihatnya ) tetap berbaring kenapa kau mencoba berdiri ( menghampiri mamanya ) ".


" Apa yang terjadi hah? kau tak apa ? ( menggenggam tangan Bora kuat ) apa yang terjadi hu.. katakan padaku nak " mencoba menanyakan keadaan Bora.


" Aku tak apa ma ... apa yang mama khawatirkan aku benar - benar tak apa, sekarang aku yang sedang khawatir padamu ma... Ken tak akan menolong kita lagi, aku tak percaya dengan perkataannya lagi. Ia akan mengoperasi Sisi dengan bantuan dokter yang handal dan jika ia berhasil kita tak akan mendapat donor yang ia katakan pada kita ma ".


" Ken mengatakannya padamu sendiri ?? bahwa donor itu tak akan terjadi ... berarti dia memang orang yang tak biasa" kawab Bu Lily menatap anaknya yang sedang berbicara.


" Ma !!! " marah karna respon ibunya.


" Aku akan mencari tau Bu.. ".


" Ma !! siapa yang rela memberikan seluruh hatinya untuk mama !! tak akan ada ma ... jika ada maka ia bersedia mati untuk mendapatkan uang. Tak akan ada orang yang seperti itu " ujar Bora ketus.


" Bora.... melihatmu sekarang membuatku tak ingin mati. Kenapa kau seperti ini setelah kau tau bahwa hidupku tak lama lagi ? kumohon nak jangan seperti ini " meneteskan air mata karna ia merasa Bora berubah berbalik tidak dia seperti yang dulu.


Hanya menatap mamanya adalah hal yang bisa Bora lakukan sekarang. Ia menahan air matanya mencoba agar terlihat tegar.


" Kenapa kau memanggil ku dengan penuh makna sekarang ?? kenapa kau peduli padaku sekarang ! karna kau tau aku akan mati huh !! aku selalu ingin kau seperti ini nak... lembut seperti ini. Kau membuatku mulai egois karna aku ingin melawan takdirku sendiri " air matanya tak henti menetes.


" Lalu ??? egois la ma !!! aku tak ingin kau meninggalkanku seperti yang lain. Aku tak ingin kau pergi !!! " air mata yang sudah ia tahan sedari tadi akhirnya pecah membasahi pipinya yang lembut itu.


" Aku memang benar pembawa sial bukan ?? seharusnya aku tak akan berada disini sekarang seharusnya aku mati bersama ibuku . Aku tak pernah berguna tapi kenapa kau selalu memperlakukan seperti sebuah emas !!! kau memperlakukan jauh lebih baik dari orang lain. Itu membuatku kesal pada diriku sendiri. Jika aku tau kau akan meninggalkanku seperti yang lain aku tak akan pernah menerima kebaikanmu !! aku akan menyesalinya seumur hidupku dan aku tak ingin menderita lebih banyak lagi.. Jika kau pergi dari dunia ini aku juga akan pergi !!! " pergi keluar karna air matanya yang terus menetes.


Kesal yang dirasakannya membuat Bora ingin memendam dirinya sendiri. Mengurung dirinya sendiri adalah jawabannya. Ia mengurung dirinya di dalam kamarnya selama sehari penuh tanpa menyantap apapun.

__ADS_1


" Ia tak membuka kamarnya ? " tanya Ali pada bibi.


" Aku berteriak saja tak di dengar olehnya, ia tak menyantap apapun sejak pulang dengan penuh amarah kemarin " jawab bibi yang turum membawa nampan nasi untuk keberapa kalinya.


" Biar aku yang menemuinya " mengambil nampan nasi yang di pegang bibi.


Ali membawa nampan nasi itu menuju kamar Bora yang terkunci rapat. Ali mengetuk pintu dengan pelan berharap Bora membukanya.


" Bora yaa... apa yang sedang kau lakukan di dalam sekarang ?? jangan menyiksa dirimu sendiri, kondisimu tidak stabil kemarin dan sekarang kau tak makan atau minum apapun. Kumohon buka pintunya dan makan lah makan siangmu " ucap Ali membujuk Bora di depan pintu kamar gadis itu.


Tak ada jawaban yang di lontarkan gadis itu.. kaki Ali yang berdiri di depan pintu hampir 1 jam itu mulai tak sabaran. Ia mulai khawatir karna tak ada suara apapun yang terdengar dari kamar itu, ia takut Nona nya itu akan melakukan hal tak masuk akal lagi.


Dengan cepat ia meminta kunci pintu cadangan pada bibi dengan berteriak kencang.


" Bora !!! jawab aku sebelum aku membuka paksa pintu ini " ucap Ali meyakinkan gadis itu.


" Ali ini kuncinya ( memberikan kunci cadangannya pada Ali) apa Nona baik - baik saja ?" tanya bibi khawatir.


" Ia biasa seperti ini tapi sekarang aku merasa ada yang aneh ( membuka pintu ) Bora !! ".


Ali membuka kamar Bora dan masuk memastikan keadaan gadis itu. Ia tak melihat Bora di kamarnya maupun kamar mandi. Ia hanya melihat sebuah ponsel yang biasa di pakai Bora terletak di atas meja.


" Bora !! ( membuka selimut di atas kasur ) kemana kau pergi ( memeriksa kamar mandi ) apa yang sedang kau lakukan ? aishhh aaaah " kesal karna kecolongan lagi.


" Ali ini ponsel Nona " bibi yang tak sengaja menemukan ponsel Bora langsung memberi tau Ali.


" Ia meningggalkannya agar aku tetap mengira ia di dalam kamar ini ahhkkh ( memukul meja ) cari ia di sekitar rumah aku akan memeriksa CCTV " melangkah dengan amarah meninggalkan kamar itu.


Ali, bibi dan para penjaga mulai mencari Bora kesetiap sudut rumah namun Bora sudah benar - benar meninggalkan rumah besar itu.


" Ia keluar dari depan ??? aku menyuruh kalian menjaganya hanya untuk 30 menit dan ia pergi dalam waktu yang singkat itu dan mengelabaui orang sebanyak ini !! bagaimana tak ada satupun yang tau huh !!!! apa yang kalian lakukan ? apa kalian tidur !!! ( memarahi penjaga saat melihat rekaman CCTV )".


" Apa yang sebenarnya yang kau pikirkan Bora ?? aku akan mencarinya jangan biarkan Nyonya mengetahui hal ini jika kalian tak ingin di pecat" meninggalkan para penjaga yang sedang memeriksa CCTV dengan cermat.


***


Selanjutnya

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan disini ?? "


kira - kira apa yang sedang dilakukan Bora untuk menyelesaikan masalah yang membuatnya kesal. Apa yang akan dilakukannya untuk mematahkan kutukan yang sering di lontarkan padanya itu. Apa rencananya agar ia tak kehilangan orang yang ia sayangi lagi.!!!!!!!


__ADS_2