SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Aku kalah dalam mengendalikan emosiku


__ADS_3

Rumah sakit yang sangat sibuk karna ada sebuah kecelakaan yang mengakibatkan 10 orang mengalami luka yang cukup parah dan banyak lagi yang mengalami luka ringan. Terlihat Ken dan para dokter lainnya berlari untuk menyelamatkan nyawa para korban. Ada beberapa dari korban yang harus melakukan operasi darurat yang membuat Ken bersemayam di ruangan operasi lebih dari 8 jam.


Ken melakukan operasi daruratnya pada lebih dari 5 pasien dengan hasil yang baik dan memuaskan. Ia keluar dari ruangan operasi setelah mengoperasi pasien terakhirnya dengan wajah yang tampak lelah namun ia tersenyum lebar karna keluarga pasien yang ia selamatkan sangat senang karna Ken melakukan pekerjaannya dengan baik.


" Terima kasih Dok telah menyelamatkan nyawa anakku ( menyalami dan memeluk Ken sambil menangis )" ucap ibu pasien yang sedari tadi menunggu Ken keluar dari ruangan operasi dengan penuh harapan sedang menangis senang karna operasinya berjalan dengan lancar.


" Sama - sama Bu... aku tidak menyelamatkannya, aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan" menepuk bahu Ibu pasien itu.


Dari kejauhan terlihat Caca berlari menuju ke tempat Ken dan Ibu pasien itu berada.


" Dok !! apa kau sudah selesai ? Dokter Jeno membutuhkan bantuanmu di IGD secepatnya Dok !! " berbicara terburu - buru.


" Ok .. anakmu akan baik - baik saja para staff medis disini akan melakukan yang terbaik untuknya ( mengatakannya sambil memegang tangan ibu itu dengan tulus ) Ayo.." berjalan cepat menuju IGD dengan Caca yang mengikutinya di belakang.


Dengan cepat Ken langsung menuju tempat Jeno berada dan langsung membantu Jeno menangani pasien itu.


" Ia mengalami shook yang berlebihan, ia meneluarkan busa dari mulutnya " ucap Jeno langsung pada saat Ken datang.


" Bantu ia bernafas dengan baik terlebih dahulu aku akan menjahit lukanya" kerja tim yang baik antara Jeno dan Ken.


Pukul 4 pagi


Ken terlihat sudah berada di dalam ruangannya dengan sebuah catatan medis yang bertumpuk. Ia sedang mempelajari banyak operasi mengenai cara pengangkatan kanker hati yang di derita oleh Bu Lily. Ia seperti robot yang tak kenal lelah setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan.


Jeno masuk ke ruangan Ken dan langsung berbaring di ranjang yang ada di ruangan itu setelah selesai makan malam yang sudah lama tertunda.


" Wahh pasien malam ini meledak !! aku hampir seperti robot pembersih lantai, aku bahkan baru selesai makan malam yang seharusnya sudah masuk ke sarapan pagi ... pagi buta maksudnya ( tertawa )" .


Ken yang fokus tak merespon perkataan Jeno yang ingin memulai pembicaraan seru.


" Yaa !!! kau tak mendengar perkataanku teman !! ( berdiri menghampiri Ken ) apa yang sedang kau baca itu ? ( mengambil satu dari catatan medis Ken ) Pengangkatan kanker hati ? kau akan melakukannya lagi ? wahh kau benar - benar dokter yang hebat temanku, selamat bekerja keras teman !!". pergi dari ruangan itu sambil memukulkan catatan medis itu ke kepala Ken.


" Aisshhh ( memegang kepalanya ) dasar sialan !! " mengumpat dan kembali dengan catatan medisnya.


Waktu berlalu tanpa di sadari oleh Ken yang sedang sangat serius mempelajari catatan medisnya. Sampai Caca yang datang menghampirinya untuk meminta izin untuk pulang.


" Tok tok tok ( mengetuk pintu ruangan Ken ) Dok.. " masuk ke dalam ruangan Ken.


" Oh Caca ada apa ? " bertanya pada Caca seperti tak paham apa tujuan Caca datang ke ruangannya.


" Dok ini sudah pukul 9 pagi .. maaf jika aku meminta izin untuk pulang" mengatakannya dengan gugup.


" Apa !! 9 pagi... aku tak menyadarinya ( berdiri ) aku minta maaf aku sungguh tak menyadarinya Caca, aku membuatmu lembur selama 2 jam. Maafkan aku sungguh aku tak menyadarinya " meminta maaf dengan banyak rasa bersalah.


" Tak apa dok aku memahaminya kau sedang sibuk".


" Ahh aku merasa tak enak padamu biar kuantar kau pulang, mobilku baru keluar dari bengkel ayo !! ( beranjak pergi )".


" Tak apa dok aku bisa pulang sendiri lagipula dokter belum istirahat dari tadi" membungkukkan badannya dengan hormat.


" Tak apa aku juga ingin pulang, aku ingin mandi setelah dihujani air dan keringatku hari ini.. Ayo !!! ( mengambil jasnya yang digantung )" pergi keluar dari ruangannya.


" Tak usah Dok.. aku naik taxi saja. Aku pamit ( ingin pergi ) ".


" Ayo.. ( mengambil tas Caca dan membawanya ) " berjalan menuju parkiran.


" Dok !!! aku bisa naik taxi aja ... kembalikan tas ku !!" berlari mengejar Ken.


" Dapatkan tas mu ayo !! " tetap berjalan dengan mengangkat tas Caca setinggi - tingginya".


" Aaaah dok !! " merengek kepada Ken.


Ken sampai ke parkiran bersama Caca yang berlari di belakangnya. Ken mengantar Caca kerumahnya dengan selamat dengan berbagai candaannya saat di jalan menuju rumah Caca.


" Dok apa kau akan menggantungkan tasku di lehermu seperti itu sampai kita sampai di rumahku ? ( tertawa terbahak - bahak ) " tertawa lepas karna ulah Ken yang konyol agar Caca tak mengambil tasnya sampai mereka tiba di tujuan.


" Ya.. aku akan seperti ini sampai kita tiba !! apa ada yang salah dengan itu ? ( dengan muka songongnya) " bertingkah lucu sambil menyetir.


Melihat Ken yang seperti itu membuat Caca banyak tertawa selama di perjalanan. Ken memang mempunyai kepribadian yang baik dan ceria, ia tak pernah membuat suasana terasa canggung saat bersamanya.


Mereka belum lama bekerja secara bersama hanya sekitar 1 tahun lamanya, tapi mereka sudah merasa seperti teman bahkan keluarga. Ken banyak membantu Caca begitu pun sebaliknya, mereka saling membantu dalam pekerjaan di rumah sakit.


Back to Bora


Bora kembali ke apartemennya dan mencoba beristirahat sebisa mungkin. Ia menutup laptop dan mematikan semua lampunya setelah meminum obat tidurnya. Itulah hal rutin yang ia lakukan sebelum tidur, jika ia tak meminum obatnya ia bisa terjaga sampai pagi dan begitu pula dengan hari esoknya.


Setelah mengantar Bora Ali dengan cepat menuju rumah Bu Lily untuk membicarakan hal yang baru terjadi. Ia memberi tau Bu Lily karna ini mengenai sesuatu yang menyangkut tentang masa lalu Bora dan ini juga masalah yang dibawa oleh Pak Jhon yang membuat Ali merasa ini akan berbahaya bagi Bora.


Masuk kerumah yang besar itu dan melihat Bu Llly sedang duduk di ruang tamu lengkap dengan banyak dokumennya. Ali datang mendekati keberadaan Bu Lily dan mengatakan tujuannya kenapa ia datang ke rumah itu di malam hari.

__ADS_1


" Ali.. ada apa datang kesini di malam hari ? apa kau bersama Bora ? ( dengan mata yang fokus ke dokumen dan laptopnya ) ".


" Bu.. ada hal mendesak yang ingin kusampaikan padamu " mengatakannya dengan wajah yang serius.


" Mendesak ??? ( fokus mendengarkan Ali ) hal mendesak apa yang ingin kau bicarakan Ali sampai kau datang di malam yang larut ini ?? ( mengalihkan pandangannya ke Ali )".


" Nona mendapat telfon dari Pak Jhon yang mengancamnya untuk bertemu dengan cara membawa ayah Bora"


" Ayah Bora ? ( nada terkejut ) apa maksudmu ?" mulai serius.


" Pak Chan mengeluarkannya dari penjara tepat pada saat hal penting bagi Bora besok. Aku yakin ia akan menggunakan cara yang licik untuk menggagalkan acara itu".


"Seperti yang kau fikirkan ia pasti menggunakan hal licik lagi seperti biasa. Kenapa ia bisa mengeluarkan pria itu dari penjara?" jawab Bu Lily yang mulai serius.


" Selidiki apa yang sebenarnya terjadi dan lindungi terus Bora . kita harus berhati - hati besok" ucap Bu Lily sambil mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.


Ali yang mendengar perkataan Bu Lily dengan cepat menemui seseorang untuk menguak rencana Pak Chan.


Skip besok


Bora terbangun karna alarm yang berbunyi, ia langsung merapikan dirinya dan bersiap untuk pergi ke kantor.


" Kau dimana Ali? ( menelfon Ali ) cepatlah kita bisa telat !! " langsung menutup telfonnya.


Tak butuh waktu lama Ali langsung terlihat dari jendela bawah segera menuju ke apartemen Bora.


Dengan langkah yang lebar Ali bisa dengan cepat sampai ke apartemen Bora yang berada di lantai 12. Dengan cepat Bora membuka pintu setelah mendengar suara bel.


" Apa yang kau lakukan !!! mama akan marah jika aku terlambat " sambil menutup pintu apartemennya ".


Mereka berdua menuju ke HG dan mengikuti rapat itu dengan Bu Lily yang sudah ada di dalam ruangan rapat .


Rapat dimulai dengan banyak perdebatan namun pada akhirnya rapat di menangkan oleh Bora dan Bora resmi menjadi penerus HG company. Yang membuat Bora heran ia tak menemukan Pak Chan di dalam rapat, orang yang ia tunggu tak datang.. dan itu membuat Bora sedikit merasa aneh dan bertanya pada Ali.


" Ali.. apa kau tak merasa aneh ? orang yang mengancamku untuk hari ini tak datang ke rapat yang ia sebutkan. Apa kau tau sesuatu? " bertanya pada Ali yang sedang berbicara pada sekertaris Bu Lily.


" Aku tak tau pastinya Nona tapi seperti yang kau ucapkan, ada yang aneh dengan orang itu kukira ia akan melakukan hal yang diluar dugaan tapi ia bahkan tak terlihat. Kita akan terus berhati - hati, pergilah dengan Bu Lily menyapa wartawan di luar aku akan memperhatikan apa ada hal aneh yang terjadi nanti" ucapnya dengan serius.


Bora menuju panggung konferensi pers bersama Bu Lily. Mereka saling berinteraksi dengan wartawan, baik Bora atau Bu Lily menjawab pertanyaan wartawan dengan santai tanpa ada yang salah.


Sesi pertanyaan hampir selesai tapi ada satu orang yang bertanya dengan pakaian hitam lengkap yang membuat Bora maupun Bu Lily terkejut. Ali yang melihat orang itu langsung mencoba membawa Bora maupun Bu Lily keluar dari panggung itu.


" Nona Bora !!! apa aku boleh bertanya ? " ucap pria itu pada Bora.


" Chan sialan !!!! ayo turun Bora ... ayo turun !!! kau bisa terluka nak biar Ali yang mengurus sisanya ( mengajak Bora turun dari panggung )".


Bora hanya diam dan tetap berdiri di panggung.


" Kau bisa bertanya semaumu ( ucapnya tersenyum )" tak mendengarkan Bu Lily yang menyuruhnya turun.


" Kau resmi menjadi penerus HG Company sekarang dan kau akan sukses nanti. Apa ada yang ingin kau lakukan jika kau bisa sukses memimpin HG Company ?" ucap Pak Chan yang menyelinap menjadi salah satu dari wartawan.


" Hmmm sudah kukatakan sebelumnya bukan? aku akan mengubah struktur perusahaan sebaik mungkin dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan ide - ide yang menarik " jawab Bora dengan aman.


" Awal yang baik akan menjadi akhir yang baik bukan? kau banyak belajar dan mengerahkan kemampuanmu untuk ini tapi kenapa kau sering menunda hari ini ? dan apa yang membuatmu berubah fikiran?" tanyanya menyudutkan Bora.


Bu lily yang mendengar menyela pertanyaan Pak Chan.


" Ia tidak menunda ataupun merubah fikirannya, karna ia memang ingin melakukan hal terbaik untuk menjadi penerusku" ucap Bu Lily dengan senyuman.


" Pasti sulit membesarkan gadis seperti Bora yang penuh ambisi dan angkuh Bu Lily. Biasanya gadis seperti itu tak akan peduli tentang apa yang terjadi pada ibunya bukan? "


" Haaa iya ia memang selalu sibuk tapi kami selalu melakukan hal yang menyenangkan bersama saat di rumah" ucap Bu Lily.


" Bora !! apa yang kau ketahui sebagai gadis yang ia rawatnya selama 12 tahun? apa hal itu yang membuatmu berubah fikiran ? " tanya Pak Chan dengan tatapan licik.


" Kau bahkan tak peduli ketika aku mengeluarkan ayah kandungmu dari penjara, apa sifatmu juga akan sama jika mengetahui orang yang menggenggam tanganmu dengan kuat sekarang akan mati ??".


Bora yang terkejut dengan apa yang dikatakan Pak Chan mulai mengoreksi perkataannya dan menatap Bu lily dengan tatapan marah.


Saat pertanyaan itu di lontarkannya banyak wartawan yang heboh dan membuat Ali mengeluarkan mereka berdua dari panggung dan menutup konferensi pers.


Bora dan Bu Lily turun dari panggung menuju ruangan CEO yaitu ruangan Bora.


" ( Menepis tangan Bu Lily yang menggenggamnya) Jelaskan padaku apa yang dikatakan pria gila itu !!! " menatap Bu Lily dengan tatapan marah.


" Apa yang kau maksud ? kau peduli dengan perkataannya? ".


" Katakan padaku !!! apa yang kau sembunyikan dariku ??? aku sudah merasa aneh dengan semua ini .. apa yang sebenarnya terjadi !!! hah !!".

__ADS_1


" Tak ada yang terjadi Bora ia hanya ingin menjatuhkanmu" ucap Ali yang datang menghampiri mereka.


" Apa kau sudah tau ? apa kau juga dalam rencananya? " ucap Bora semakin marah.


" Rencana apa !!! " jawab Bu lily dengan nada marah.


" Mati ??? kau akan mati ma ? katakan padaku yang sebenarnya kumohon !!!! katakan padaku Ali !!!".


Ali dan Bu Lily hanya terdiam.


" Ok aku memang tak akan peduli jika ada orang mati tepat di depanku tapi aku akan peduli jika yang akan mati itu mamaku sendiri ( menangis ) katakan padaku !! kalian membuatku sesak katakan !!" ucapnya emosi.


Mereka hanya terdiam


" Lakukan apa mau kalian aku akan mencari tau sendiri jika perlu aku akan bertanya langsung pada pria gila itu " pergi keluar ruangan.


" Hu hu hu ( terduduk lemas ) Ali ... kejar dia " mengatakannya dengan nada yang lemas.


" Kau tak apa bu ?? ( membantu Bu Lily duduk di sofa ) ".


" Kejar dia Ali !! ia akan melakukan hal yang di luar akalnya " ucap Bu Lily memegang tangan Ali kuat.


" Ya.. " pergi menyusul Bora.


Bora yang sedang berjalan berusaha menemui Pak Chan akhirnya di gapai oleh Ali.


" Bora !!! berhenti ( meraih tangan Bora ) ".


" Kalian enggan memberi tauku ??? aku akan bertanya langsung awas !!! ( menepis tangan Ali )".


" Apa yang ingin kau ketahui darinya !!! kau tau apa yang kau lakukan Bora ? berhentilah ".


" Ha ha ha ( tertawa ) jika yang dikatakan pria gila itu benar bahwa mama sedang sekarat aku tak akan memaafkanmu. Pergi !!!".


Bora tak mendengar perkataan Ali dan menemui Pak Chan. Bora tak berfikir dengan apa yang dilakukannya.


" Heiii !!! bisa kau bicara padaku ? " mengatakannya pada Pak Chan tanpa sopan sama sekali.


" Nona .. apa yang ingin kau tanyakan ? duduklah ( mempersilahkan Bora untuk duduk )".


" Katakan padaku maksud dari perkataanmu tadi " Bora yang menatapnya sangat serius.


" Hal apa?? soal ibu angkatmu yang akan mati ? kau ingin tau itu?? ternyata kau memang belum mengetahuinya ( tertawa) ".


" Katakan padaku !!! ( memukul meja )".


" Santai saja Nona... tanganmu bisa terluka".


" Jangan membuang waktuku cepat katakan !".


" Ibumu itu tak punya waktu lama lagi ...makanya ia ingin hari ini cepat terjadi dalam sisa hidupnya".


" waktu yang tak lama ? maksudmu ".


" Ia menderita kanker hati yang parah dan yang parahnya tak ada dokter yang mampu melakukan pengangkatan kanker tersebut, dan apa ?? dia akan mati.." menampar Pak tua itu.


" Jaga ucapanmu ".


" Kau yang harus menjaga sikapmu Nona !!" (menarik Bora dengan kasar) aku sudah tak tahan lagi dengan sikap angkuhmu itu.


" Aishh lepaskan aku !! ( menendang Pria itu ) laku kau ingin apa hah!! ".


" Lepaskan dia ( meninju pak tua itu)" Ali yang datang menyelamatkannya".


" Kanker hati ?? apa itu ma? bertanya pada Bu Lily yang ikut juga bersama Ali .


" Apa itu benar ?? apa kau tak punya waktu banyak lagi ma ? katakan padaku ( menangis tersedu - sedu ).


" ( Meneluk Bora ) maafkan aku nak aku yang salah dengan semua ini".


" Berarti semua itu benar bukan ? kalian menutupinya dariku !!! kalian ingin aku melihat ibu ku mati lalu tau ia terkena penyakit yang mengerikan yang membuatku menyesal seumur hidupku hah!!! " melepas pelukan Bu Lily.


"Aku punya alasan nak ... " meraih tangan Bora.


" Awas !!! " pergi meninggalkan Bu Lily yang sedang menangis.


" Bora !! ( teriak Ali) dengarkan penjelasannya dulu.." meraih tangan Bora.


" Aku tak ingin melihatmu lagi !!! menjauh dariku" pergi berjalan dengan meneteskan air mata.,,,

__ADS_1


Bersambung


Keputusan apa yang akan diambil Bora ya guys ?? penasaran ? tetap ikutin ceritanya ya.... salam manis dari Nurul😁


__ADS_2