SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Aku tak bisa berfikir seperti layaknya manusia biasa Ken


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan itu sangat menegangkan di saat Ken ingin menjawab pertanyaan dari Bora. Ali dengan ekspresi wajahnya yang sangat mudah ditebak karna ia sangat khawatir Ken akan mengatakan semuanya secara mendetail mengenai kondisi Bu Lily.


Bibi yang hanya menundukkan kepalanya karna ia takut mendengar amukan Bora jika semuanya terbongkar dan Bora yang terus berusaha membuat Ken menjawab pertanyaannya.


" Aku akan menjelaskan dengan detail mengenai kondisi Bu Lily " ucap Ken dengan tenang.


Semua pandangan tertuju pada Ken, mereka menatap Ken dengan pandangan yang berbeda - beda.


Pov Ken


Aku tak tau apa yang akan kulakukan sekarang tapi yang jelas aku akan mencoba jujur dan mengatakan apa yang harus kukatakan.


" Keadaannya buruk ia harus dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya, aku tak bisa asal menyimpulkan keadaannya tanpa analisis yang pasti" mengatakan hal yang masih aman untuk di dengar.


" Lalu ? apa ada sesuatu yang menjanggal padanya? " tanya Bora dengan wajah serius.


" Cukup serius untuk sekarang.. jika ia tak ditangani oleh dokter yang tepat. Untuk sekarang biarkan Bu Lily beristirahat dahalu ia hanya pingsan karna kelelahan saja".


" Kelelahan? kau bilang cukup buruk!!! apa maksudmu sebenarnya?".


" Itu akan semakin buruk jika ia tak mengambil keputusan dengan baik, kuharap semua keputusan yang diambilnya dapat kau terima dengan baik".


" Apa maksudmu berbicara seperti itu? " jawab Bora dengan nada yang sedikit marah.


" Kalian pasti punya dokter pribadi bukan, ia pasti lebih tau dari padaku jadi percayakan semua padanya ( melihat Ali) Aku tak punya waktu lagi aku harus ke rumah sakit segera aku punya jadwal operasi siang nanti , boleh aku pergi? ( melihat Bora)".


Bora hanya terdiam tanpa menjawab.


" Wartawan sudah pergi, dokter Tomas sedang menuju kesini " ucap Ali memecahkan kesunyian.


" Aku pergi... kalian tak membutuhkanku lagi bukan ?" melangkah menuju keluar.


" Biar kuantar " Ali menawarkan untuk mengantar Ken.


" Tak usah aku naik taxi saja " menolak tawaran Ali.


" Tunggu Ken!! " menghentikan langkah kaki Ken.


Ken menghentikan langkahnya sejenak.


" Aku tak tau apa maksud dari perkataanmu tadi.. bisakah kau mengatakannya dengan detail padaku, keputusan apa yang kau maksud?"


" Dengarkan aku Bora.. aku tak mau kau menyesali semua tindakanmu nanti tapi satu hal yang perlu kau ingat ada alasan baik dari semua hal buruk yang terjadi padamu. Apapun keputusan yang diambil Bu Lily mungikin itu yang terbaik. Kuharap kau bisa mengerti maksudku" pergi meninggalkan Bora.


" Penyesalan??? apa maksudmu !!!! " berteriak karna Ken meninggalkanya.


" Hei !!!! ( berlari mengejar Ken dan berdiri di depannya) Siapa kau yang sok tau tentang penyesalanku, kau bukan orang yang tau tentang diriku. Berhenti berusaha sok tau tentangku !!! ( menatap Ken marah).


" Aku tak mau tau tentang dirimu Nona Bora... karna itu bukan urusanku , aku hanya membantumu karna itu yang seharusnya dilakukan orang normal pada dasarnya dan aku hanya seorang dokter yang ingin membantu orang yang membutuhkannya". jawab Ken dengan keren.


" Oh ya... kau memang dokter yang baik, dokter yang hanya bisa mengatakan hal yang tak masuk akal pada pasiennya. Ini (memberikan sejumlah uang ) aku akan membayarmu lebih untuk chip itu"


" Heh ( terkekeh) kau mungkin tak bisa mengerti jalan pikiran orang sederhana sepertiku, aku juga tak bisa mengerti jalan pikiran orang berkekuasaan seperti kalian. Tak semua orang membutuhkan ini ( mengembalikan uangnya ke tangan Bora)


Inilah yang dimaksud oleh perkataan itu.. semakin tinggi posisimu semakin dingin dan gelap pula tempatmu berada. Kurasa aku mulai mengerti perkataan itu ( tersenyum)" pergi melalui Bora yang terdiam dengan uang di genggamannya.


" Nona.. nyonya sudah siuman " panggil bibi yang berlari untuk mengatakan kabar itu pada Bora.


Ken meninggalkan rumah besar itu dan langsung menuju ke rumah sakit.


" taxi..!! " Ken memanggil taxi.

__ADS_1


" Halo dok kau ada dimana? sebentar lagi kau akan melakukan operasi ( suara suster caca yang menelfon Ken).


" Aku sedang dijalan menuju kesana "


" Ok dok aku akan mempersiapkan ruangan operasinya terlebih dahulu"


" Terima kasih .." ucap Ken pada Caca.


Back to bora


Setelah bibi memanggilnya ia langsung berlari menemui mamanya yang sudah siuman.


" hu hu hu ( terengah - engah karna berlari) ma... (mendekati Bu Lily dan duduk tepat di sampingnya).


" Sudah menemukan kalungmu yang hilang? " tanya Bu Lily yang baru bangun dari pingsannya.


" Sudah..(memegang kalungnya) apa yang terjadi padamu ma? katakan padaku apapun itu (menundukkan kepalanya)".


" Aku tak apa ... hanya sedikit kelelahan saja beberapa hari ini aku sibuk, aku sudah merasa tak enak badan karna itu menyuruh bibi untuk memanggil dokter Tomas tapi para wartawan itu datang membuatku strees dan tak bisa menahannya lagi makanya aku terbaring disini".


" Kau yakin hanya itu ma? tidak sesuatu yang serius ?... kau tak pernah begini sebelumnya".


" Aku benar - benar tak apa lihat la ini ( ingin berdiri )aku hanya kelelahan saja" mencoba meyakinkan Bora.


" Aku tak percaya!! mama harus melakukan pemeriksaan menyeluruh lagi" Bora yang masih tak percaya.


" Tomas sudah memeriksaku Bora..."


" Bu Lily hanya sedikit drop ia terlalu lelah dan strees yang membuat Bu Lily pingsan Nona Bora.." jawab dokter Tomas.


" Walaupun seperti itu aku ingin mama melakukan sekangkaian permeriksaan untuk berjaga - jaga" ucapnya pada dokter Tomas.


" Bisa aku berbicara pada mama hanya berdua ( melihat Ali tanda agar menyuruh yang lain keluar).


" Ya tentu Nona..aku juga ingin menyampaikan sesuatu pada dokter Tomas" jawab Ali untuk beralasan.


Semua orang meninggalkan kamar itu sekarang hanya ada Bora dan Bu Lily. Bora duduk di kursi yang berada di samping kasur Bu Lily dan mengambil selembar kertas dari dalam tas yang dibawanya.


Pov Bora


Penyesalan ??? aku tak akan menyesali keputusanku aku yakin, aahh dokter itu membuatku bimbang. Aku harus berani mengambil resiko aku ingin kembali aku ingin memperbaiki semuanya.


" Apa kau baik - baik saja nak? " tanya Bu Lily pada Bora.


" Aku baik ma.. aku mungkin tak sopan melakukan ini sekarang tapi kuharap mama bisa melakukannya ( memberikan selembar kertas itu pada Bu Lily )".


" Apa ini ? ( menerima kertasnya dan mulai membaca isi kertas itu) Kau ingin mencabut adopsimu? Bora......" melihat Bora dengan tatapan terkejut.


" Aku ingin kau mengabulkan permintaanku itu, bisakah kau melakukannya ma? ".


" Apa yang terjadi padamu Bora ??? kau tak seharusnya melakukan ini , kau ?".


" Kurasa aku sudah terlalu egois ... aku tak pantas mendapatkan yang tidak seharusnya kudapat. Terima kasih atas semuanya kau telah membesarkanku dengan penuh kemewahan aku benar - benar tidak kekurangan materi darimu. Terima kasih sudah menjadi ibu dan temanku selama ini " baranjak ingin pergi.


" Tunggu !! ( menahan tangan Bora) kenapa? kenapa kau menginginkan itu? bagaimana dengan.." terpotong.


" HG ? aku akan menepati janjiku padamu, aku akan mengelola HG dengan baik seperti yang kau inginkan . Aku pastikan aku tak akan melanggar janji itu".


" Kenapa kau ingin adopsimu di cabut? apa kau benar - benar merasa tak nyaman dengan ku?" tanya Bu Lily sambil menangis.


" Bahkan saat aku bernafas sekarang aku tak pernah merasa nyaman, aku ingin mengembalikan yang seharusnya bukan milikku".

__ADS_1


" Aku tak akan melakukannya!!!! tak akan" jawab Bu Lily sambil berteriak.


" Berhenti berpura - pura !!!! aku tak ingin berpura - pura menjadi anak yang baik bagimu, kumohon hentikan ini dan lakukan permintaanku" berjalan keluar.


" Aku tak akan pernah melakukannya anak nakal !!! aku tak ingin kau menjadi anak baik, aku tak ingin kau menuruti semua perkataanku, aku hanya ingin kau bisa melakukan semuanya dengan keinginanmu " ucap Bu Lily.


" Kemauanku ?? aku bahkan tak tau apa aku punya keinginan" meninggalkan Bu Lily sendirian.


Bora keluar dari kamar Bu Lily dengan wajah tanpa ekspresi dan pergi ke kamarnya untuk mempacking pakaian dan kebutuhannya. Ia ingin tinggal di rumah lama milik keluarganya yang tidak pernah ia kunjungi lagi setelah kejadian itu.


"Nona kau ingin kemana? " tanya bibi yang melihat Bora memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


" Aku tak bisa membawanya sekaligus bisakah kau membantuku untuk mempacking sisanya? aku akan menjemputnya besok" menyuruh bibi membantunya tanpa menjawab pertanyaan bibi.


" Siap Nona, tapi nona ingin kemana?" tanya bibi sekali lagi.


"Hmmm berlibur ( sambil tersenyum tipis ) ".


" Dengan barang sebanyak itu?" tanya bibi heran.


" Aku ingin pulang bi .. kau pernah bilang jangan pernah lari dari masalahmu, aku ingin mencoba kembali menjadi aku yang dulu setidaknya dengan itu aku bisa merasa lebih baik dan menerima semuanya agar aku tak lari lagi. Bukan begitu bi? ".


" Non.. nona ingin kembali pulang ke rumah lama? non itu bahaya.. depresi non bakal kambuh lagi.." ucap bibi khawatir.


" Bi.. aku tau tapi aku tak ingin lari lagi bi semua ini membuatku lemah membuatku menutup diriku. Aku ingin seperti orang lain seperti manusia".


" Jangan kembali ke rumah itu Bora !!!" jawab Bu Lily yang dari tadi mendengar percakapan mereka.


" Kenapa kalian melarangku hah!!!! aku ingin sembuh.. aku ingin seperti manusia..!!! ( menangis)".


" Sudah kubilang, aku bukan melarangmu untuk pergi kesana tapi aku tak ingin kau kembali ke masa lalumu lagi Bora !!".


" Biarkan saja.. toh aku akan pasti kembali" beranjak pergi mambawa kopernya.


" Jangan egois Bora !!! aku tak ingin melihatmu terbaring lagi di rumah sakit kumohon dengarkan aku !! ( menangis ) kumohon tetap disini nak.. ".


" Aaahhhhkk aku ingin semua ini berakhir ( menangis terduduk di lantai).


" Aku tak punya siapa - siapa selain kau Bora jangan pergi dari sini kumohon... hanya dalam 2 bulan ini ".


" 2 bulan ? dihari pelantikanku.. kau hanya takut aku tak memepati janjiku bukan? sudah kubilang aku akan menepatinya.Biarkan aku pergi menenangkan diriku " melangkah pergi keluar.


" Bora !!! ".


Dengan air mata yang masih mengalir deras ia pergi ke luar rumah dengan memakai hoodienya dan sebuah headset di tangannya. Ali yang melihat Bora keluar dari rumah ingin mengejarnya.


" Ali !! biarkan ia pergi tapi awasi ia dari kejauhan" ucap Bu Lily.


Pov Bu Lily


Apa yang akan kulakukan jika ia tau semuanya. Aku bukan hanya mementingkan HG, 2 bulan adalah waktuku Bora.....


Ali yang mendengar ucapan Bu Lily hanya mengikuti Bora dari kejauhan. Bora memasang headsetnya sambil berjalan dengan air mata yang mengalir deras.


" Apa aku salah ingin merasakan bahagia yang aku tak pernah tau rasanya? aku memang terkutuk, sebenarnya aku tak ingin berbuat seperti tadi aku hanya... ( tersimpuh di sebuah taman).


Guys terkadang ada sesuatu hal yang akan lebih baik kita rasakan jika melampiaskannya pada sesuatu, karna jika melakukan itu rasa sakit yang kita rasain bisa berkurang. Kedengarannya memang egois tapi itu memang terjadi pada kita di saat memang kita merasa kesepian dan hilang arah. Tapi bakalan lebih sedih kalau kita bahkan tak punya sesuatu untuk tempat pelampiasan kesedihan kita, seperti halnya Bora yang melampiaskan amarahnya pada orang lain dan pada dirinya sendiri.


Kalau ada dari kalian yang pernah kayak Bora author kasih nasehat dikit mana tau berguna. Menurut aku lebih baik kita cari hobi atau sesuatu yang bikin lupa dengan masalah kita bisa membaca, dengerin musik atau banyak lagi . Nonton drama bisa juga kayak author, semoga membantu ...


Ketemu lusa ya.. kira - kira keputusan Bora apa ya.... truss apa Ken ama Bora bisa ketemu lagi? ikutin terus ....

__ADS_1


__ADS_2