
Hujan yang deras sudah mulai reda dan meninggalkan tetesan air yang terdengar sangat menenangkan, di tambah dengan udara yang lembab karna hujan yang deras tadi membuat Ali memejamkan matanya untuk sejenak.
" Ali ini pakaianmu ....( keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah kaus yang ukurannya kebesaran dengan dirinya ) Kau tertidur ??? Kau lelah mencariku seharian ( menyelimuti Ali dan memasang penghangat ruangan karna Ali belum mengganti bajunya)".
Setelah memberikan Ali selimut, Bora membawa laptop dan secangkir teh hangat ke teras apartemen yang sedikit basah. Bora mulai sibuk dengan laptopnya, ia mempelajari pelajaran kuliahnya dan mulai memeriksa pendataan perusahaan.
Bu Lily merawat Bora dari ia berumur 10 tahun sampai umurnya 22 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bora telah hidup lebih lama bersama Bu Lily dari pada kedua orang tuanya. Itu membuat dia menjadi seorang yang pekerja keras dan memiliki jiwa pemimpin yang hebat.
Ia melakukan banyak hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya bersama Bu Lily. Bu Lily banyak mengajari Bora bagaimana menjadi orang yang logis dan pekerja keras, akan tetapi dari semua yang diajarkannya pada Bora, membuat Bora sedikit tertekan bahkan tak tau sebenarnya apa tujuannya.
Bu Lily banyak membantu Bora untuk dapat melewati masa penyembuhannya. Ia sempat sembuh pada saat mereka hidup di amerika. Bora hidup benar - benar mengikuti saran dari Bu Lily salah satunya adalah menghindari keramain, dan tidak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan banyak orang. Biasanya ia melakukan kegiatan seperti olah raga atau hal lainnya sendirian ataupun bersama dengan Ali .
Pada saat itu Bora tak terlalu bergantung pada obat untuk tidur, tidak seperti sekarang ia harus meminum pel tidur dahulu agar ia dapat memejamkan matanya. Hal itu mulai terjadi setelah mereka kembali ke korea sekitar 3 tahun yang lalu. Mereka kembali ke korea karna alasan utama Bu Lily adalah karna ia ingin menjadikan Bora sebagai penerusnya karna ia tau bahwa ia menderita kanker hati yang parah, dan ia ingin fokus untuk pengobatannya.
Bora tak pernah tau tentang penyakitnya. Bu Lily sangat merahasiakannya dengan ketat sampai seorang Bora tak pernah menyadari bahwa orang yang telah dianggapnya sebagai ibunya itu menderita penyakit yang parah selama 3 tahun ini.
Saat ingin kembali ke korea Bu Lily sangat memikirkan dengan matang mengenai resiko yang mungkin akan mereka hadapi jika kembali ke korea. Dan ketakutannya benar Bora mulai mengingat kejadian yang telah dikubur dengan dalam . Bu Lily terpaksa memperketat langkah Bora karna Bora mulai berubah sifatnya.
Pukul 8 malam di HG.
" Sudah lama kita tak bertemu ( saling berjabat tangan ) ".
" Duduklah ( mempersilahkan Dokter Lukman untuk duduk) kau sama sekali tidak berubah" ucapnya sambil tertawa.
" Kau masih sama seperti dulu, kau masih terlihat sangat cantik ( sambil duduk di kursi )".
" Eiyy kau membuatku terbang di atas awan karna pujianmu ( tertawa lepas )".
" Aku baru saja dari rumah sakit menemui Ken" ucapnya sambil meminum teh yang disediakan.
" Benarkah ??? lalu bagaimana pendapatnya mengenai penyakitku?" tanya Bu Lily dengan wajah serius.
" Ia mengatakan hal yang serupa dengan dokter yang menanganimu" menjawabnya tanpa ekspresi.
" Tak mungkin bukan? aku tau dia akan mengatakannya, tapi aku akan tetap melakukan operasi itu apapun resiko yang akan aku terima" mengatakan dengan tatapan mata yang sendu.
" Kemungkinan berhasil sangat sedikit dan itu sangat berbahaya Lily !! Apa kau masih nekat untuk melakukannya ?" nada suara yang sedikit naik.
" Kau sudah tau jawabannya... aku tak mau meninggalkan Bora sendirian lagi dan aku tak mau menambah rasa sakit anak itu" berbicara dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
" Anak itu.... itu pasti alasan kuat yang kau punya " ucap Dokter Lukman sambil menepuk pundak Bu Lily.
" Kondisinya sekarang memburuk kembali, ia sering merubah moodnya bahkan aku melihatnya kembali meminum obatnya. Aku tak mau menyesali keputusanku Lukman" mengatakannya tanpa melihat Dokter Lukman.
" Bawa dia menemuiku, aku akan berusaha membuatnya lebih baik. Kuharap aku bisa menjadi solusinya" mengatakannya dengan serius.
" Ia tak akan mendengarkanku untuk sekarang, hubungan kami sedang tidak baik. Ia tiba - tiba ingin menghapus adopsinya, itu membuatku kehilangan akal. Aku akan membawanya menemuimu secepatnya setelah ia sudah pulang dari kegiatan menenangkan dirinya".
__ADS_1
" Ia sedang tidak dirumah denganmu?" tanya Dokter Lukman agak terkejut.
" Yaaa ia semakin lama semakin mirip denganku, kami sama - sama egois. Aku akan membujuknya untuk pulang, jika tidak ia bisa tidak pernah kembali lagi" ucap Bu Lily sambil menyeruput tehnya.
" Aku dengar Ken sudah bertemu denganmu sewaktu ia membantu Bora untuk memeriksa keadaanmu".
" oohh itu Ken? oh iya bagaimana mereka saling bertemu?? wahh sangat mengejutkan. Bora yang membawanya? bagaimana bisa gadis itu bertemu dengan Ken" bersemangat.
" Ken tak memberi tauku tentang itu padahal aku sudah bertanya ( tertawa ). Apa kau bisa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan bersama Ken? Ken tak punya waktu yang cukup untuk bertemu di luar sekalian ia bisa memeriksamu secara menyeluruh" ucap dokter Lukman menyampaikan pesan dari Ken.
" Ok aku akan datang bersama sekertarisku besok, aku akan menghubungimu besok".
Hampir 2 jam mereka berbincang banyak hal baik itu mengenai Bu Lily maupun Bora. Waktu yang sangat berharga itu diambil Bu Lily untuk berbagi pendapat bagaimana caranya menghadapi sifat Bora sekarang pada Dokter Lukman.
Back to Bora dan Ali.
Ali akhirnya terbangun setelah tertidur selama 2 jam, ia yang langsung terduduk langsung mencari keberadaan Bora.
" Aku masih disini !!( melihat Ali yang celingak - celinguk mencari keberadaan Bora )".
" ouwhh ( terkejut ) kenapa kau tak membangunkanku ? aku minta maaf " membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf.
" Ali antar aku ke kampus ada yang ingin kulakukan disana " beranjak dari tempat duduknya sambil menutup laptopnya.
" Ok .." langsung berdiri dan bersiap.
" Maaf saya sedikit terlambat" membungkuk hormat dengan nafas terengah - engah.
" Duduklah Bora " mempersilahkan Bora duduk.
" Kau sudah menyelesaikan semua urusanmu disini dengan cepat, dan aku sudah tak heran itu. Kau hanya perlu waktu 2 tahun untuk lulus itu sangat menakjubkan" ucap dosen itu sambil menandatangani beberapa dokumen yang dibawa Bora.
" Terima kasih" ucap Bora sedikit terengah - engah.
" Kenapa kau terburu - buru menyelesaikannya sampai berlari kesini untuk menemuiku" ucap dosen itu sambil tersenyum.
" Kau sudah tau jawabannya ".
" ( tertawa ) Kau harus dilantik bukan? jadilah CEO yang tangguh " memberikan beberapa dokumen yang sudah ditanda tangani.
" Terima kasih sebelumnya, maaf mengganggu waktumu di malam hari seperti ini" membungkuk hormat lagi.
Bora keluar dari ruangan itu membawa beberapa dokumen yang sudah di tanda tangani, itu tandanya ia sudah sah lulus dari universitasnya.
" Bora !! ( memanggil Bora ) Bu Lily mencarimu ( ucap Ali yang datang setelah menerima telfon) besok akan diadakan rapat pemegang saham itu kesempatan bagus untuk melantikmu".
" Bilang ke mama aku akan datang tepat waktu" terus berjalan tanpa berhenti.
__ADS_1
" Kau tak ingin pulang ? " tanya Ali .
" Tidak!! " sambil masuk kedalam mobil.
Saat ingin masuk ke dalam mobil ponsel Bora berdering dan membuat Bora tidak jadi masuk ke dalam mobil.
" Untuk apa dia menelfonku ( mengangkat telfonnya ) Haloo..".
" Haloo Nona.. apa kau sedang sibuk ?" suara berat terdengar di telfon itu.
" Aku selalu sibuk !! untuk apa kau menelfonku ??" berbicara dengan nada yang agak kasar.
" Nona... kau selalu bertingkah angkuh seperti biasanya ( dengan nada yang sedikit tertawa ) aku dengar kau tidak ada di rumah, sangat kebetulan sekali ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu hanya empat mata tanpa bodyguardmu".
" Sudah kukatakan aku sibuk, aku tak ingin membuang waktuku untuk bertemu denganmu" hendak mematikan sambungan telfonnya.
" Jika tidak ingin berbicara padaku setidaknya berbicara dengan ayahmu Nona.. ayah kandungmu ??".
" Apa maksud dari perkataanmu itu pak Jhon !! " membentak.
" Temui aku Bora.. di alamat ini ( mengirim alamat ) kau pasti ingin bertemu dengan ayahmu yang sudah berada di penjara selama bertahun - tahun".
" Aku tak peduli pada ucapanmu itu dan aku tak ingin bertemu dengan orang yang kaukatakan itu (menutup telfonnya) bawa aku pulang Ali" masuk ke dalam mobil.
Saat di dalam mobil Bora hanya terdiam dan hanya membaca bukunya dengan santai tanpa merasa ada yang mengganggunya. Ali yang melihatnya mulai bertanya.
" Apa yang dikatakan pak tua itu padamu Nona ?".
" Sepertinya ia ingin membuat rencana besar besok Ali" sambil tersenyum tipis.
" Rencana besar seperti apa ?" mulai penasaran.
" Ia mengeluarkan ayah kandungku dari penjara tepat disaat aku akan menjadi CEO di HG besok, apa yang terlintas di fikirkanmu tentang rencananya Ali ?".
" Ia mungkin membuat rencana yang tak terduga kita harus berhati - hati Bora".
" Hmm aku tau..aku juga tak sabar untuk besok, apakah aku akan bisa menang melawannya atau tidak. Hmmm akan sangat menyenangkan" tersenyum.
" Lebih baik kita bicarakan hal ini dengan Bu Lily ".
" Tak usah mama sedang tidak enak badan aku tak ingin membebaninya. Jangan membicarakannya pada mama Ali !! Menyetirlah dengan baik, aku akan mengurusnya sendiri".
Apa yang akan terjadi besok guys ? hal menegangkan apa lagi yang akan menghampiri Bora besok. Ikutin terus ceritanya..
Selanjutnya..
" Aku tak ingin melihatmu lagi !!!! "
__ADS_1