
Hujan yang semakin deras tidak membuat Bora pergi dari tempat duduknya. Ia hanya diam dan terkadang memaki langit yang semakin lama semakin menumpahkan air yang terlalu banyak padanya.
Ali yang sedari tadi mengikuti Bora hanya berdiri dengan sebuah payung yang ada di genggamannya dan membiarkan tubuhnya basah seperti yang dilakukan Bora. Ali ingin memberikan payung pada Bora yang membiarkan tubuhnya basah kuyup, tapi ia tak sanggup memberikannya pada Bora apalagi langsung muncul di depan Bora yang sedang berada di keadaan sulit.
Ali beberapa kali ingin melangkahkan kakinya untuk menghampiri Bora tapi ia mundur lagi karna ia tak punya keberanian untuk melakukannya. Baginya Bora bukan hanya seseorang yang harus ia jaga dan lindungi, tapi ia menganggap Bora lebih istimewa dari itu.
Pada saat pertama kali melihat Bora Ali merasa Bora berbeda dan punya keistimewaan sendiri itulah yang membuat dia unik dan misterius.
Ali bertemu dengan Bora tepat pada saat hari ulang tahun Bora yang ke 10 tahun, ia diminta oleh ayahnya untuk datang ke pesta ulang tahun anak bosnya yang kebetulan punya umur yang sama dengannya. Itulah kali pertama Ali bertemu dengan Bora, ia melihat Bora yang mengenakan gaun merah muda yang membuat ia sangat cantik.
Bora yang masuk di sekolah yang sama dengan tempat Ali bersekolah membuat mereka mulai dekat dan berteman. Ali yang mengetahui semua tentang Bora begitu pun tentang masa pemulihannya dari depresi dan trauma yang sedang Bora jalani, hal itu ia tau langsung dari ayahnya dan Bu Lily sendiri. Karna hal itu lah yang membuat Ali terus selalu menempel pada gadis yang dingin yang sering sekali mengabaikannya walaupun ia sering membicarakan hal - hal yang menarik.
Ali berusaha menjadi teman yang baik sekaligus sebagai pelindung Bora. Ali yang tau betul tentang sikap Bora membuat ia menjadi salah satu orang yang mendapatkan kepercayaan dari Bu Lily untuk menjaga Bora sekaligus menjadi orang yang dapat diandalkan Bora yaitu sebagai pelindung dan seorang sahabat yang baik.
Sampai sekarang Ali selalu ada disamping Bora dan menjadi satu - satunya teman bagi Bora. Orang pertama yang akan disalahkan jika Bora melakukan hal yang salah adalah Ali, biarpun ia tau akan hal itu tapi ia tetap menjaga Bora dengan baik. Apa Ali punya perasaan lebih untuk Bora ? sudah bertahun - tahun bersahabat mungkin dapat mengubah perasaannya pada Bora.
Ali yang sudah memutuskan untuk berani menemui Bora dan mengajaknya untuk pulang tiba - tiba terhenti karna ia melihat ada orang yang lebih berani dari pada dia sedang memayungi Bora yang mulai kedinginan.
" Apa yang di lakukannya ? ( nada sedikit kesal )" kembali ke tempat ia berdiri di awal".
" Apa yang sedang kau lakukan hah!!! apa kau ingin mati kedinginan?? " suara yang tak asing muncul menghampiri Bora dengan sebuah payung yang memayunginya.
" Kau ?? " heran melihat orang yang ada di depannya sekarang.
" Untuk apa kau duduk disini ? ( melihat sekeliling taman ) kau sungguh aneh... berhentilah kau sudah lama menantang langit yang sedang marah, jika kau tak berhenti kau bisa sakit dan mati kedinginan " ucapnya dengan nada yang sedikit kasar.
" Apa urusanmu? kau memang sangat suka mencampuri urusan orang lain dokter Ken ( mendorong tangan Ken yang sedang memegang payung hingga payungnya terjatuh )".
" wahh ... kau!!! aku tak mau basah kuyup ( menatap Bora dengan mata yang marah sambil mengambil kembali payungnya) ".
" Pergilah !!! kau membuat dirimu dalam kesulitan " ucap Bora tak mau tau.
" Aku tak pernah menemukan orang keras kepala sepertimu sebelumnya. Aku hanya ingin membantumu dan mengingatkanmu bahwa yang kau lakukan bisa berdampak pada kesehatanmu. Lihatlah bibirmu bahkan sudah membiru dan suhu tubuhmu sangat rendah sekarang ( memegang tangan Bora ) ".
" Lepaskan aku!!! ( menepis tangan Ken yang menyentuh tangannya) Bahkan jika aku mati kedinginan sekalipun itu bukan urusanmu!! berhenti sok peduli padaku" ( mendorong Ken menjauh darinya ).
" Aisssh aku tak mengerti lagi .. kenapa aku melakukan ini " membuang payungnya kesembarang arah dan menggendong Bora pergi menuju tempat untuk berteduh.
" Heiiii apa yang kau lakukan !!! turunkan aku gila !! Heiii ( memukul Ken yang menggendongnya secara tiba - tiba ) Turunkan aku berengsek !! ya !!!".
" Tidak bisakah kau diam ? kau tak tau bahwa kau berat dan semakin berat karna hoodie yang kau pakai ( menjawabnya dengan nada yang sedikit mengejek )"
" Itu bukan urusanku kau yang memutuskan untuk melakukannya. Turunkan aku !!! " memeriaki Ken.
" Diamlah " tak menghiraukan Bora.
Bora yang terdiam pada saat Ken menyuruhnya diam tak sengaja menatap wajah Ken yang mulai basah karna air hujan yang deras.
" Apa yang kulakukan ( menggelengkan kepalanya) kenapa aku menatapnya tadi??? Bora apa kau gila !! " ucapnya dalam hati.
Ken yang tak mendengar perkataan Bora membawa Bora pergi ke sebuah halte Bus untuk berteduh.
" Auhhh " menurunkan Bora dari gendongannya.
Bora hanya berdiri terdiam dengan memalingkan wajahnya dari Ken lalu melihat ke arah yang lain.
" Kau tidak bersama dengan bodyguardmu? " tanya Ken memastikan bahwa gadis ini tak sendirian keluar.
" Berhenti bertanya padaku " jawab Bora dengan cetus.
__ADS_1
" Aaaah ternyata kau kabur lagi..kau memang menyusahkan orang " ucap Ken dengan santai.
Bora yang mendengar ucapan Ken menatap Ken dengan tatapan sinis. Bora yang tak tahan oleh pertanyaan -pertanyaan yang dilontarkan Ken hendak beranjak pergi untuk meninggalkannya.
" Kau ingin pergi ? ( tanya Ken yang melihat Bora sudah ingin beranjak pergi )".
Bora tak menjawab dan langsung berlari membelah hujan yang memang tidak terlalu deras lagi.
" Hei !! ( ingin menghentikan Bora ) aishhh apa yang kau lakukan Ken..biarkan ia pergi, itu bukan urusanmu lagi. Diamlah Ken jika kau tak mau dibilang suka mengurusi hidup orang..( kembali duduk )".
Ali yang melihat dari kejauhan apa yang terjadi sedang menimbang - nimbang situasi kapan ia akan muncul. Pada saat Bora berlari dengan cepat Ali mengejarnya dan menghampirinya.
" Bora !!" teriak Ali memanggil Bora sambil menghampiri gadis yang berlari entah mau kemana.
Mendengar Ali menyebut namanya, Bora berhenti sejenak untuk memastikan itu Ali.
" ( Datang membawa payung ) apa kau baik- baik saja? " tanyanya dengan nafas yang tak beraturan karna berlari.
" Ali ..( memeluk Ali sambil menangis) ".
" ( Terkejut ) Bora ... kau basah kuyup, ayo hangatkan badanmu agar kau tak sakit " ucap Ali dengan sedikit gugup.
" ( Melihat Ali ) aku sangat menyusahkanmu Ali...maafkan aku " ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
" Tidak... aku tau kau sedang menenangkan diri, ayo pulang sebelum bajumu kering di badan itu tak baik untuk kesehatanmu" mengajak Bora pulang dan mulai berjalan menuju mobil.
Saat Ali yang sudah berjalan Bora masih terdiam menandakan ia tak ingin pulang.
" Ali tunggu ....aku tak mau pulang sekarang" mengatakannya pada Ali dengan menangkap tangan Ali yang ingin pergi.
"( Melihat Bora ) aku tau...kita tak pulang aku akan mengantarmu ke apartemenmu, kau boleh menginap setidaknya 3 hari untuk menenangkan dirimu. Cepatlah kau bisa sakit nanti " menarik tangan Bora agar lebih cepat.
Mereka sampai di apartemen itu. Ali menurunkan Bora disana sementara Ali membeli makanan untuknya yang sama sekali belum makan dari kemarin.
" Kau tak masuk? kau juga basah gantilah dulu bajumu disini " ucap Bora yang sedikit khawatir pada Ali.
" Tak apa aku akan menggantinya setelah membeli makanan kesukaanmu, dari kemarin kau tak memakan apapun " ucapnya sambil melangkah.
" Berhenti !! ganti bajumu dahulu, aku bisa makan apapun tak harus sushi. Aku bisa memasak nanti, jika tak mendengar pergilah tapi jangan pernah muncul dihadapanku" menghentikan Ali yang ingin pergi dengan keadaan basah sambil memasuki apartemennya.
Tanpa berkata Ali hanya mengikuti Bora masuk .
" Keringkan badanmu terlebih dahulu dengan ini ( memberi handuk ) aku akan melihat kaus atau kemeja yang bisa untukmu".
" Terima kasih , tapi lebih baik kau yang terlebih dahulu mengeringkan badanmu Bora" berbicara sambil mengeringkan rambutnya.
" Hmm " pergi masuk ke dalam kamarnya.
Back to Ken
Setelah Bora pergi ia menunggu hujan berhenti hampir 15 menit di halte. Ia menunggu sampai pakaiannya kering.
" Ahh aku bisa sakit jika tak cepat meminum obat dan vitamin" mengeringkan rambutnya setelah sampai di rumah sakit untuk tugas shif malamnya.
" Kau kehujanan dok? " tanya Caca pada Ken.
" Ya, bisakah kau membelikanku obat dan vitamin kurasa aku membutuhkannya".
" Baik dok " pergi membeli obat dan vitamin yang diminta oleh dokter Ken.
__ADS_1
" Aku memang gila !!! ( mengeringkan rambutnya ) kenapa aku selalu terlibat dengan perempuan itu dan kenapa aku selalu ..ahkkk aku memang benar - benar sudah gila, auwhhk aku sudah merasa sedikit pusing ( memijat kepalanya )".
"tok tok tok" seseorang mengetuk pintu ruangan kerja Ken.
" Masuk..." jawab Ken.
Masuk seorang pria tua dengan sebuah catatan medis di tangannya.
" ohw rupanya kau paman, duduklah ( mempersilahkan pamannya untuk duduk ) ada apa paman sampai datang kesini menemuiku" ucap Ken sambil merapikan pakaian basahnya.
" Ada operasi penting yang akan kau lakukan" meletakkan catatan medis seseorang di depan Ken.
" Operasi penting? apa lagi ini...( melihat catatan medis tersebut ) ini tak akan berhasil !! ( mengembalikan catatan medis itu kepada pamannya ).
" Kau bisa Ken !!! kau berhasil melakukannya kemarin dan itu sukses " menyakinkan Ken.
" Dengan catatan ini memang mungkin tapi aku sudah memeriksanya langsung dan itu akan sulit paman ..."
" Memeriksa langsung?? ( terkejut )"
"Bu lily bukan ? belum lama ini aku diminta anaknya untuk memeriksa keadaan ibunya itu" jawab Ken .
" Bora?? kau bertemu dengannya ? ( heboh ) apa dia baik - baik saja?".
" Kenapa paman tiba - tiba sangat heboh ?? kau mengenalnya paman ?" tanya Ken nada bergurau.
" Kau tak mengenali Bu Lily Ken ? ".
" Aku mengenalinya ia seorang Ceo IT yang sukses bukan?".
" kau benar - benar lupa ? orang yang memberi kalian kado ulang tahun disaat kalian berulang tahun , kau tak ingat? " tanya pamannya semakin frustasi.
" Aaahh apa mereka orang yang sama paman? lalu gadis kecil yang sering paman ceritakan padaku adalah Bora si boneka salju?" sadar Ken yang mulai mengingatnya.
" Kau sudah ingat bukan? kemarin ia sempat mengunjungiku dan mengatakan padaku soal penyakit yang dideritanya, dia ingin melakukan operasi dan mengambil semua resiko asal orang yang mengoperasinya kau Ken " berbicara dengan serius.
" Aku sudah bilang aku tak bisa, ini terlalu berbahaya. Letak kankernya menyebar hampir ke seluruh hati . Aku bisa mencoba metode pembelahan hati dan menyambungnya dengan hati yang sehat tapi hampir keseluruhan hatinya rusak, ini sangat bahaya kau tau jelas itu paman!!".
" Kau lebih tau dariku, aku tidak terlalu ahli membelah tubuh manusia seperti yang kau lakukan setiap hari".
" Aku akan memikirkan cara yang paling efektif terlebih dahulu paman, kita juga harus menemukan pendonor hati utuh. Kurasa itu akan sulit di dapat " ucap Ken dengan analisis kedokterannya.
" Ia ingin bertemu denganmu Ken besok, apa kau punya waktu luang? ".
" Akan kuusahakan paman, aku akan mengatakan hal sesungguhnya padanya. Aku tak ingin menjadi dokter yang mengatakan hal konyol kepada pasiennya".
" Lakukan seperti apa yang biasa kau lakukan". jawab pamannya dengan tenang.
" Kau sudah bertemu dengan Bora? aku tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah Bu Lily mengadopsinya dan membawanya ke luar negeri, gadis itu....apa dia cantik? apa keadaanya baik?".
" Heh kau terlalu berharap banyak padanya, dia sungguh sangat dingin dan menyebalkan, tapi keadaannya tidak cukup baik, kurasa ia masih mengalami depresi dan rasa panik yang paman bilang padaku".
" Tapi ia melakukan penyembuhan pada saat di amerika , kukira ia sudah hidup seperti Bora yang kuinginkan. Apa yang terjadi padanya? Ken apa kau bisa menemuinya dan membawanya padaku ?"
" Berhenti mengatakan hal konyol, pergi dari sini!!! ( mendorong pamannya keluar) dasar menyebalkan" gerutunya.
guys pamannya Ken itu adalah dokter Lukman yang bantuin Bora pada masa sulitnya karna kejadian yang menimpanya, dan karna dokter Lukman ia mendapatkan kehidupan yang baik daripada harus berada di panti asuhan.
Maaf ya ... author sedikit terlambat up nya sorry ya..😂
__ADS_1