SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
Aku percaya padamu


__ADS_3

Di dalam ruangan yang tertata rapi banyak buku dan dokumen tentang kesehatan itu, Ken menjabarkan bagaimana ia akan menindak lanjuti penyakit yang di derita Bu Lily pada anaknya Bora yang sedari tadi menatap Ken dengan penuh keseriusan.


Ia menjelaskan dengan detail bagaimana ia akan melakukan operasi, begitu pula dengan dampak ataupun konsekuensi yang akan di tanggung nantinya. Ken terus menjelaskan dengan baik dan jelas pada Bora yang duduk tepat di hadapannya.


" Jadi itu satu - satunya cara darimu agar mama sembuh dari penyakitnya ? " bertanya dengan cara biasa ia berbicara.


" Itulah solusi yang bisa aku berikan pada kalian. Sembuh ? setidaknya 95 % kemungkinan Bu Lily bisa sembuh jika mengambil jalan operasi, akan tetapi kemungkinan untuk berhasil dalam operasi kurang dari 50 % ".


" Apa itu analisis seorang dokter darimu ? apa aku bisa percaya padamu untuk hal ini ? ".


" Tanyakan sendiri pada dirimu karna jawabannya ada padamu. Aku tak pernah memaksamu untuk percaya padaku " jawabnya dengan santai.


Mendengar mereka memulai melempar argumen - argumen yang membuat suasana sedikit berubah Bu Lily dengan cepat menjawab perkataan Ken.


" Lakukan !! keputusanku tetap akan hal itu, aku tak peduli apapun yang akan terjadi padaku. Lakukan operasinya Ken jangan merubah keputusanmu untuk melakukannya. Aku percaya padamu, aku percaya kau bisa melakukan operasi itu dengan baik" jawab Bu Lily memotong perkataan Bora yang ingin menjawab perkataan Ken itu.


" Jangan meragukannya Bora, aku mengenal keponakanku dengan baik. Aku yakin kau bisa mempercayainya, tak ada dokter yang berani mengusulkan solusi seperti ini kepada pasiennya. Karna apa ? karna jika mereka tak berhasil izin mereka akan di cabut dan tidak hanya itu..." mencoba memperbaiki suasana.


" Paman berhenti !!! jika ia tak percaya padaku lebih baik aku menyarankan orang lain untuk mendapatkan donor hati itu. Aku tak ingin menjadi dokter yang bertindak semauku, jadi lakukan apapun yang kalian inginkan ( berdiri dari tempat duduknya ) aku masih punya pekerjaan lain selain ini " pergi meninggalkan ruangan itu.


Sikap Bora yang angkuh dan tak mudah percaya pada orang itu membuat Ken mulai kesal dan meninggalkan mereka di dalam ruangannya, ia tak peduli lagi dengan tindakannya yang sedikit kekanak - kanakan itu.


Ken pergi keluar dari ruangan itu, dengan cepat Dokter Lukman menghentikannya dan berusaha membujuknya kembali.


" Ken !! ( menangkap lengan Ken ) ya!! apa yang kau lakukan !!! apa maksud perkataanmu tadi .. apa kau akan merubah keputusanmu untuk membantu Bu Lily ?".


" Lepaskan aku paman !! ( menepis tangan pamannya) kau tau aku seperti apa bukan ? jika mereka tidak mempercayaiku untuk apa aku melakukannya, akan lebih bagus jika orang lain mendapatkan donor itu bukan ? " pergi meninggalkan pamannya.


" Bisakah kau menahannya untukku Ken ? Bora memang memiliki sifat yang seperti itu tapi hal yang penting adalah keinginan Bu Lily untuk sembuh " ucap pamannya meyakinkan Ken.


Saat melihat Ken dan Lukman keluar Bu Lily dengan cepat beranjak dari kursinya dan menyusul mereka berdua.


" Kekanak - kanakan, aku hanya bertanya... Kenapa ia bersifat seperti itu ? " ucap Bora saat mamanya berdiri dari kursi yang di dudukinya.


" Tak bisakah kau sedikit mengerti !!! jika kau bersifat seperti tadi kau sama saja menganggap ia dokter yang ... "


" Yang tak cukup percaya diri ?".


" Lupakan !! " pergi meninggalkan Bora sendirian.


Bu Lily yang melihat Ken dan Lukman sedang berselisih paham menengahi mereka.


" Jadi kau ingin memberikan donor itu pada orang lain ?? Ken !! " ucapnya sedikit emosi.


" Maafkan sifat Bora yang mengatakan hal yang mungkin menyinggungmu Ken. Aku sangat berharap untuk donor hati itu dan aku sangat berterima kasih padamu untuk membuka solusi yang tak pernah di katakan dokter manapun padaku, jadi kumohon tolong bantu aku Ken..." ucap Bu Lily menyambung perkataan Lukman.


" Apa gunanya bagiku jika pasien yang ingin aku bedah hatinya tak percaya padaku ? aku hanya melakukan tugasku sebagai dokter dan tugas dokter memutuskan siapa yang lebih pantas menerima donor yang tepat. Aku tak ingin mengecewakan pendonor yang rela memberikan bagian tubuhnya pada orang lain secara cuma - cuma. Ia bahkan percaya padaku untuk organ - organ yang akan ia donorkan, kuharap kau juga begitu " melangkahkan kakinya lagi menuju UGD.


" Ken !! Ken !! yaiss anak itu benar - benar membuatku murka " teriak Dokter Lukman yang memanggil Ken.

__ADS_1


" Apa yang ia katakan benar, aku pamit pulang Lukman terimakasih untuk semuanya" memberikan senyuman pada Lukman.


" Aku akan mencoba berbicara padanya lagi Lily. Aku akan membantumu " ucapnya dengan wajah yang serius.


" Tak apa .. biar aku yang melakukannya sendiri, kau tak perlu memaksanya untuk melakukannya" pergi berjalan menuju keluar rumah sakit.


Bu Lily berjalan keluar rumah sakit pada saat ia lewat dari UGD ia melihat Ken sudah berlumur darah demi menyelamatkan nyawa pasiennya.


Dalam hati Bu Lily berkata " Aku tak perlu memohon padanya agar ia memberikan donor itu padaku, karna aku tau ia pasti lebih tau siapa yang lebih pantas akan donor itu. Ken orang yang baik dan banyak berfikir, aku percaya padanya" pergi melewati ruangan UGD yang mulai sibuk.


Melihat Bu Lily keluar dari rumah sakit Ali langsung menghampirinya.


" Bawa Bora pulang bersamamu aku pulang sendiri saja".


" Ya nyonya tapi bagaimana denganmu, ingin kupanggilkan sekertarismu untuk menjemputmu? " jawab Ali cepat.


" Tak usah biarkan saja aku dan pastikan Bora pulang ke rumah jika ia memintamu untuk mengantarnya ke apartemen jangan dengarkan !! bawa ia pulang kau mengerti ?".


" Ya nyonya ".


Setelah mendengar ucapan Bu Lily Ali langsung masuk ke rumah sakit untuk menemukan Bora. Saat itu pula Bu Lily memanggil taxi untuk dirinya.


Bora berjalan keluar ruangan namun ia tak menuju kepintu keluar rumah sakit seperti Bu Lily, namun ia menuju ke salah satu ruangan seorang gadis yang tubuhnya penuh dengan alat yang membantunya untuk tetap bertahan hidup.


Bora menatap gadis yang umurnya sama dengannya itu tanpa bergeming dan mengalihkan pandangannya pada yang lain.


Tanpa disadarinya ada seorang ibu - ibu yang menatap gadis itu sama dengannya. Ibu itu tepat berdiri di sampingnya.


" Ahh aku hanya melihatnya saja " ingin beranjak dari tempatnya berdiri.


" Apa kau salah satu yang menginginkan anakku mati ? " tanyanya sedikit emosi.


Bora yang mendengar ucapan ibu itu langsung mengetahui bahwa yang berdiri menatapnya sekarang adalah seorang ibu dari gadis yang malang itu.


" Maaf aku mengganggumu " tunduknya memberi hormat.


Saat Bora ingin meninggalkan tempat itu langkahnya berhenti karna Ken datang menghampirinya dan ibu itu.


" Dokter Ken ( memberi hormat pada Ken ) bajumu penuh dengan darah " ucap ibu itu pada Ken.


" Untuk apa kau kesini ? ( melihat Bora yang ingin pergi )".


Tanpa menjawab Bora pergi meninggalkan mereka berdua.


" Kau mengenalnya dok ?" tanya ibu itu setelah Bora pergi.


" Hmm .. untuk apa kau memanggilku kemari ? " tanya Ken yang masih melihat Bora yang pergi meninggalkan mereka.


" Aku ingin memastikan ini untuk terakhir kalinya padamu dok " menatap mata Ken yang bulat indah itu.

__ADS_1


" Apa yang ingin kau tanyakan bu ? aku akan menjawabnya dengan jujur , katakanlah" ucapanya sambil memegang tangan ibu itu.


" Apa anakku tak punya harapan lagi untuk hidup? apa ia tak bisa membuka kembali matanya dok ? ".


" Tak baik mengatakan bahwa ia tak punya


harapan karna tak ada yang tau tentang itu , namun menurut medis ia tak bisa bertahan jika tak menggunakan alat bantunya lagi" ucapnya dengan serius.


" Jadi.... tak ada harapan baginya untuk sembuh ? ".


" Walaupun berat tapi itu adalah kenyataanya kita hanya bisa berharap ada sebuah keajaiban yang terjadi. Aku sudah pernah mengatakannya walaupun ia bisa kembali membuka matanya namun besar kemungkinan ia mengalami kelumpuhan" ucap Ken yang menjelaskan dengan detail kondisi gadis itu.


" Apa gadis yang tadi orang yang kau katakan kemarin? orang yang menunggu anakku mati" tanyanya.


" Bukan dia, tapi ibunya " ucap Ken sembari masuk keruangan gadis itu untuk memeriksanya.


" Ibunya ? pasti sulit baginya melalui semuanya" ucapnya sambil duduk di sofa ruangan itu.


Mereka banyak berbicara tentang banyak hal mengenai kondisi gadis itu selama hampir 10 menit.


" Aku harus mengganti kemejaku ini, tak baik jika terus disamping pasien lain seperti ini. Aku pergi dulu jika ada sesuatu hal yang penting, telphone saja aku" ucap Ken sembari berjalan keluar ruangan itu.


" Tunggu !!!! ( teriak ibu itu pada Ken yang sudah agak jauh ) Aku percaya padamu, aku percayakan semua padamu " ucap ibu itu.


Terhenti karna suara ibu itu.


" Apa maksudmu ? " tanya Ken heran.


" Aku menyetujui niat baik anakku untuk mendonasikan organnya pada orang lain. Aku menyetujuinya, aku akan ikut nasehat darimu.


Aku akan coba untuk merelakannya" ucapnya sambil menangis.


" Apa kau yakin bu ?" jawab Ken meyakinkan ibu itu.


" Seperti yang kau bilang Sesi akan merasa sakit jika alat itu tetap di pasang bukan ? aku tak mau egois seperti yang lain makanya aku ingin melepasnya dengan tenang, jadi biarkan aku bertemu dengan pasien yang akan menerima donor itu " .


" Ok itu lebih bagus. Sesi memang gadis yang baik bu .. kau tak perlu takut ia akan berada di tempat yang baik. Aku akan menemuimu lagi setelah pekerjaanku selesai dan membicarakan hal ini".


" Aku tunggu " ucap ibu itu penuh harapan.


" Baiklah aku pergi dulu" menunduk memberi hormat dan pergi ke ruangannya untuk mengganti baju.


Ken yang sudah sampai di ruangan langsung membuka jasnya dan meletakkan alat - alat yang sering ia bawa.


Tapi ia mendadak berdiri karna baju gantinya tak kunjung sampai, dengan cepat ia meraih ponselnya.


" Ya !!!! apa kau siput ? dimana baju gantiku !!!( ucapnya dengan emosi ) wah !!! kau ingin mati !!! ".


" Kau yang akan mati duluan jika kau terus memarahiku seperti itu gila !!! diamlah aku sedang di jalan " mematikan telphonenya.

__ADS_1


" Kau benar - benar kurang ajar !!! ya !!! kau mematikan sambungannya ? wahhh aku tak akan memberi uang sakumu " mengoceh tak jelas.


Kejadian apa lagi yang akan terjadi :ya ??? penasaran... ikutin terus Snow Doll Girl ya guys.


__ADS_2