
Langkah kaki Bora berhenti pada saat ayahnya mengatakan hal yang selama ini mengusik dirinya selama bertahun - tahun. Itu berhasil membuat dadanya terasa sesak dan mengingat senyuman terakhir ibunya yang membujuknya untuk mengurung dirinya sendiri di dalam kamar agar terhindar dari ayahnya . Kata itu mengembalikan ingatan buruk yang selalu membebani dirinya selama ini.
Hatinya ingin memberontak kata yang diucapkan ayahnya itu. Karna ia memang percaya bahwa orang yang mengambil ibunya dari kehidupan kanak - kanaknya itu tak lain tak bukan adalah ayahnya.
Sifat ayahnya yang memang kasar pada mereka membuatnya percaya akan hal itu. Tak sekali dua kali pertengkaran hebat antara ibu dan ayahnya itu berada tepat di depan matanya. Ia melihat jelas bagaimana semua terjadi.
Mulai dari perselisihan yang kecil sampai ke perselisihan besar dan pada akhirnya semua itu berakibat pada mentalnya. Tak hanya lemparan ucapan kotor tapi lemparan tamparan dan pukulan bertubi - tubi bisa mendarat pada ibunya yang selalu menentang suaminya itu.
Bora membalikkan badannya menatap mata ayahnya dengan penuh dendam. Sorot matanya yang berlinang itu penuh dengan rasa amarah yang membara. Perlahan ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah ayahnya yang berdiri menatapnya dengan sendu.
Dengan air mata yang masih terbendung Bora membuka suara yang selama ini ia pendam. Ia berharap hari ini tak pernah terjadi karna apa ? ia sudah menganggap tak pernah mempunyai seorang ayah lagi. Dengan bertemu dengan ayahnya lagi membuat ia membuka perban luka di hatinya.
" Apa ?? ( terkekeh ) kau tak membunuh ibuku ? lalu kenapa ibuku mati dengan penuh darah saat itu ....( berteriak ) kenapa ? kenapa !!!!! Jika kau memang tak bersalah kenapa kau membiarkan istrimu mati !! kenapa kau tak memanggil pertolongan waktu itu !! dan kenapa kau malah meninggalkannya, kau memilih kabur menghilang entah kemana. Karna apa ? karna kau orang yang melakukannya bukan ? jangan mencoba membela dirimu di depanku " ucap Bora membantah perataan ayahnya itu.
Tak bisa membuka mulutnya, ayah Bora hanya diam tak bisa melakukan pembelaan dari anaknya itu . Ia hanya diam dan mencoba berbicara tapi selalu tak bisa karna Bora terus menyalahkannya.
" Lihatlah ... lihat sekarang anak yang ingin kau ambil dan ingin kau berikan ntah kesiapa ini ( mendekatkan wajahnya pada ayahnya ) Aku tak ingin melihatmu lagi, dengan melihatmu aku selalu ingin membunuh diriku sendiri karna rasa malu yang kau berikan padaku. Kau datang untuk membuat hidupku hancur lagi bukan ? lakukan semau dengan pak Chan, jangan pernah memanggilku dengan sebutan anak lagi karna aku tak pernah punya seorang ayah" membalik badannya menuju keluar.
" Aku tak ada niat untuk melakukan hal buruk pada kalian aku hanya ingin menemuimu " ucap ayahnya dengan pelan.
" Menemuiku dengan cara seperti ini ? kukatakan sekarang jangan pernah muncul di hadapanku lagi !!! aku muak denganmu. Jangan panggil aku anakmu lagi karna kau telah membuangku" berjalan dengan langkah yang cepat.
Ali yang sedari tadi terus menarik lengan Bora agar cepat meninggalkan tempat itu terbelongok ???????saat Bora berbicara dengan kasar kepada ayah kandungnya sendiri.
Tapi tugasnya adalah melindungi gadis itu jadi ia terus menyuruhnya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
" Bora ... !! ayo kembali Bu Lily sedang di rawat di rumah sakit ( menahan tangan Bora saat ingin membalik badannya kearah ayahnya) ".
" Aku tau ( menepis tangan Ali dengan kuat ) biarkan aku Ali sekali ini saja " berjalan mendekati ayahnya.
Ali melihat Bora yang sedang menumpahkan emosinya pada orang yang di panggilnya ayah itu. Saat Bora pergi meninggalkan ayahnya dan pak Chan. Ali dengan cepat mengikuti Bora dan menggas mobilnya untuk melaju kencang menuju rumah sakit.
***
Di rumah sakit terlihat Ken sedang sibuk dengan komputernya. Ia sedang bercakap oleh salah satu dokter dari amerika yang biasa menangani penyakit yang di derita Sesi. Dokter itu banyak memberi solusi dan menawarkan dirinya sendiri untuk langsung mengoperasi Sesi.
Jelas Ken sangat senang dengan tawaran itu dan langsung berlari keluar menemui ibunya Sesi. Ken sangat senang sampai ia berlari dengan sangat kencang menuju ruangan Sesi.
" Dok !!! ( memanggil Ken yang berlari kesenangan ) Ia tak mendengarku... Bu Lily sudah siuman " ucap Caca yang mencari Ken untuk mengatakan hal itu dan malah tak di dengar oleh Ken.
Dengan wajah yang masam Caca kembali ke Bu Lily. Ia kesal karna ia sangat antusias akan siumannya Bu Lily ia berpikir Ken akan senang mendengarnya namun ada yang lebih membuatnya lebih antusias.
Saat membuka pintu ruangan Bu Lily ia sudah melihat Bora yang duduk menemai ibunya sambil membicarakan banyak hal.
" Maaf mengganggu ( menundukkan kepalanya ) " karna saat membuka pintu Bora langsung melihat kearahnya.
__ADS_1
" Tak apa kau sama sekali tak mengganggu ( tersenyum pada Caca yang ingin kembali keluar ) " jawab Bu Lily yang berusaha bangkit dari keadaan berbaring.
" Aku ingin bertemu dengan Ken, dimana dia? " dari cara berbicanya saja kita tau itu Bora yang menanyakan keberadaan Ken pada Caca.
" Dokter Ken sedang ada urusan sekarang, jika ia sudah selesai aku akan memberi taunya untuk menemuimu Nona " ucap Caca yang terlihat musam.
" Untuk apa kau menemuinya ? " tanya Bu Lily yang penasaran pada anaknya yang ingin menemui Ken.
" Ini ( memberikan ponselnya pada Bu Lily ) ia benar - benar tak ingin memberikan donor itu pada mama. Ia hanya ingin bermain - main dengan kita ma" memberikan ponselnya pada Bu Lily.
Bu Lily melihat ponsel Bora dan menghela nafasnya. Seakan ia pasrah apa yang akan terjadi padanya. Bahkan ia malah tertawa ketika Ken terus digoda oleh MC acara tersebut.
" Ma !!! ( merampas ponselnya dari Bu Lily ) kenapa tertawa ? apa dia selucu itu .. orang itu mempermainkan kita ma !! " nada marah pada mamanya.
" Kenapa kau marah ... itu keputusan yang diambilnya mungkin gadis itu lebih pantas di selamatkan. Ken tak mempermainkan kita ia hanya bertindak sesuai keadaan yang ada. Jangan menghakiminya seperti itu " ucap Bu Lily menjawab perkataan Bora.
" Ma !!! waktumu tak banyak lagi, aku tak mau kau meninggalkanku aku tak mau kau menahan rasa sakit yang luar biasa ini lagi !! ( air matanya menetes ) ia yang memberikan solusi kenapa ia mengambil harapan kita seperti ini ? Aku akan menemuinya" beranjak dari tempatnya berdiri.
" Bora !!!! kau yang tak percaya padanya, kenapa kau ingin menuntutnya ? gadis itu mungkin lebih percaya pada Ken makanya ia melakukan segala cara agar menyelamatkannya ".
" Apa ia begini karna ucapanku itu ? dasar baperan. Bawa aku padanya ( ucapnya pada Caca yang memperbaiki infus Bu Lily )".
" Ya ..ikut denganku " mengatakan ia karna takut pada tatapan Bora yang marah.
Mereka berjalan menyusuri banyak kamar pasien dan tibalah di salah satu kamar yang sepi dan penuh dengan alat bantu perbafasan itu. Dari jauh terlihat Ken yang sedang berdebat dengan ibunya Sesi, mereka saling menolak perkataan mereka satu sama lain.
" Seperti yang kukatakan di awal berikan ucapan terima kasihku padanya, aku tak mau ia membedah kepala anakku. Aku percaya padamu tidak dengannya " tetap keras dengan ucapannya.
" Aku ingin Sesi mencoba banyak cara agar ia sembuh ( berlutut pada ibu Sesi ) ia gadis yang baik aku ingin ia merasakan hidup seperti remaja yang lain. Kumohon padamu .. kesempatan ini tak datang dua kali ".
" Jangan seperti ini ( menyuruh Ken berdiri ) Kau berbakat aku hanya ingin yang membedah kepala anakku orang yang aku percaya. Aku tau kau bisa apapun yang akan terjadi kau tak perlu takut karna aku tak akan menuntutmu" meyakinkan Ken sambil tersenyum lebar.
" Aku...." ragu untuk berbicara.
" Kau bisa !!! kau bisa membuat Sesi membuka matanya lagi. Kau orang yang bijaksana kau tau bagaimana kau bertindak " menepuk bahu Ken .
Bora melihat Ken berlutut pada ibu itu, ia melihat semua yang dilakukan Ken agar ibu itu mau melakukan operasi pada anaknya.
Saat Ken sudah selesai bicara Caca langsung memanggil Ken untuk mengantar Bora agar ia cepat pergi dari gadis yang dingin seperti es itu.
" Dok !! ( sedikit berlari kearah Ken ) Nona Bora ingin bertemu denganmu " datang menghentikan pembicaraan Ken dan ibunya Sesi.
" Caca ? ( melihat kode mata Caca ) maaf kutinggal sebentar " meninggalkan ibunya Sesi.
Ken melangkahkan kakinya menemui Bora yang berdiri agak jauh darinya.
__ADS_1
" Ada apa mencariku ? " ucap Ken saat ingin sampai tepat di depan Bora.
" Kau pasti tau alasanku menemuimu " jawab Bora dingin.
" Apa ? kau ingin memarahiku lagi karna jalan yang kuambil bukan ? aku tak peduli " tertawa kecil.
" Ha.. kau masih tertawa di saat menyangkut nyawa seseorang seperti ini? kau memang hebat " kesal pada Ken yang terlihat biasa saja.
" Nyawa ?? bukan hanya ibumu saja yang terancam tak mendapatkan donor dari Sesi tapi masih banyak. Banyak yang menginginkan gadis itu tiada " jawabnya santai.
" Setidaknya jangan memberikan harapan pada kami !!! apa kau marah karna ucapanku kemaren ? apa aku salah menanyakan kemampuanmu ! " marah.
" Aku tidak sesensitif yang kau pikirkan, aku hanya mencoba jalan terbaik bagi pasienku. Tak usah takut .. aku akan mencari solusi terbaik dari yang baik, jika kau pikir aku mempermainkan kalian apa aku juga mempermainkan paaien lain yang berharap akan mendapatkan donor ? Aku takut mengecewakan orang yang memanggilku dokter " menjawab dengan tenang dan pergi meninggalkan Bora.
Bora yang tidak terima akan hal itu, menarik lengan Ken.
" Kau !!! " menatap Ken marah.
" Lepaskan aku " menghempaskan tangan Bora yang menggenggam lengannya.
" Akhh ahhh ( tiba - tiba dada Bora terasa sesak ) " melepaskan tangannya pada lengan Ken dengan lemas.
" Ya !! kau kenapa ( melihat Bora yang merosot dengan lemas ) Apa kau sedang berakting ? ya !!! " mulai khawatir karna Bora tak menjawab ucapannya.
" Akhh Ali !! Ali !!! " memanggil Ali dengan lemas.
" Apa kau sedang serius ?? ( nada khawatir ) coba kulihat ( memeriksa nadi Bora) ya ! cobalah bernafas dengan baik" wajah Bora yang tiba - tiba pucat membuat Ken khawatir.
" Hu hu hu ( bernafas lemas ) jangan menyentuhku !!! " menolak Ken yang ingin menolongnya.
" Jangan berbicara dan jangan egois ( menggendong Bora ke salah satu kasur pasien ) ".
" Apa yang terjadi !!! " ucap Ali yang datang untuk menjemput Bora.
Ali terkejut karna melihat Bora yang lemas sedang berada digendongan Ken.
" Aku tak tau ia tiba - tiba merasa sesak " ucap Ken yang menggendong Bora.
" Biar aku saja !! ( mengambil Bora dari tangan Ken )" menatap Ken garang.
" Aku tak melakukan apapun padanya, kenapa kau bersifat seperti itu ? aku hanya mencoba menolongnya " jawab Ken yang heran karna sikap Ali.
Tanpa menjawab Ken Ali langsung membawa Bora menuju arah lain.
" Ia sangat aneh ? Ali !!! ( mengejar Ali)".
__ADS_1
Ada apa ya .. kenapa Bora tiba - tiba merasa sakit. ikutin kelanjutannya lagi ya guys