SNOW DOLL GIRL

SNOW DOLL GIRL
HG dan adik laki - laki Ken


__ADS_3

Ken yang marah karna adiknya tak unjung sampai akhirnya memutuskan untuk menunggunya di luar.


" Anak itu benar - benar membuatku murka ( memakai kembali jas dokternya dan keluar dari ruangannya ) jika ia tak datang dalam waktu 5 menit aku akan melemparnya ke benua afrika" berjalan dengan cepat ke lobi.


Dengan langkah yang penuh emosi Ken sampai di meja yang ada di lobi, terlihat ada 2 perawat cantik yang berjaga di sana.


" Dok kenapa kau berjalan terburu - buru ? " tanya salah satu perawat yang berjaga di meja lobi.


" Aku menunggu seseorang yang akan kubuang jauh dari sini " menjawabnya dengan nada yang sedikit marah.


" Penipu ? wah dok kurasa suasana hatimu sedang buruk sekali sekarang " ucar perawat satunya lagi.


" Aku berencana akan membuangnya ke afrika jika membuatku marah lagi wahh ( mengambil tisu basah yang terletak di atas meja itu dan membersihkan sedikit kemejanya )" sembari duduk di kursi yang ada di meja itu.


Ken duduk dengan tangan yang sibuk membersihkan kemejanya yang terkena noda darah pasiennya itu. Walaupun itu sama sekali tak berguna karna nodanya tak bisa hilang dengan mudah.


Ken yang sibuk dengan kemejanya itu tak sadar bahwa ada orang yang memanggilnya. Ya benar saja, orang yang memanggilnya itu adalah adik laki - lakinya yang sedari tadi ia tunggu dengan emosi yang hampir membakar kepalanya.


***


Di ruangan kecil, tepatnya di loteng kamar yang berbalut cat warna putih yang penuh dengan coretan tak jelas, ruangan yang terlihat pengap itu di penuhi oleh banyak bungkus makanan ringan dan terlihat seperti kapal pecah.


Ruangan rahasia yang di buat oleh seorang remaja tanpa sepengetahuan kakaknya ini setiap hari selalu terdengar suara keyboard yang menari - nari. Yap ... Rey adik laki - laki Ken ini sangat tertarik pada bidang IT ia membuat banyak game - game hebat di ruangan rahasia ini. Ia melakukan banyak pekerjaan tanpa sepengetahuan Ken, yang kakaknya tahu adalah ia seorang mahasiswa IT yang hanya menghabiskan uangnya seharian untuk bermain game.


Ken dan Rey adiknya tinggal berdua setelah Ken menjadi mahasiswa. Sebelum itu mereka berdua tinggal bersama pamannya Lukman, mereka bisa saja tinggal bersama seperti dulu tapi Ken ingin mandiri dan mencoba hal baru dalam hidupnya yaitu mendisiplinkan dirinya begitu pula dengan adiknya.


Dua bersaudara yang tak pernah akur ini selalu menjaga satu sama lain meskipun tak kunjung akur. Ken tau adiknya itu memang tertarik pada coding mulai sejak SMP maka dari itu ia terus mendukungnya dan memasukkan Rey ke universitas yang ia mau.


Tinggal berdua membuat mereka menjadi mandiri mulai dari mencuci, masak, dan pekerjaan rumah lainnya mereka kerjakan sendiri meskipun itu lebih sering dilakukan oleh Rey.


Pekerjaan Ken yang memang selalu sibuk jarang membuatnya ada di rumah karna itulah Rey selalu berada di rumah sendirian. Rey yang mengurus semua urusan rumah beberapa bulan kebelakang, karna Ken yang sangat sibuk di rumah sakit. Rumah sakit sama dengan tempat tinggalnya sekarang.


Tak tak tak

__ADS_1


Suara keyboard Rey memenuhi loteng kamarnya. Matanya tak teralihkan dari 2 komputer yang ada di hadapannya. Impian terbesarnya adalah ingin menjadi pengembang game yang sukses.


Dengan headset yang ada di telinganya dan kacamata yang selalu ia pakai membuat ia semakin tampan saat sedang di depan komputernya.


Dreet dreeet dreet


Suara deringan handphone membuat Rey melepaskan tangannya dari keyboard. Ia tak perlu melihat nama orang yang menelfonnya itu, karna satu - satunya yang akan menelfonnya adalah kakaknya yang selalu mengamuk tak jelas.


" Mau apa menelfonku ?" ucapnya mengangkat telfon dari Ken.


" Ya !!! haruskah kau langsung bertanya seperti itu ? " jawab Ken sedikit sebal pada adiknya itu.


" Terserah padamu ... cepat katakan apa maumu ! kau selalu menyuruhku melakukan sesuatu. Apa kali ini ? katakan aku sedang sibuk" ucapnya santai.


" Sibuk !!! apa kau melakukan pekerjaan ?? kau hanya menghabiskan uangku di warnet".


Rey menggunakan semua uang sakunya untuk membuat ruang rahasianya itu tanpa sepengetahuan kakaknya. Karna Rey senang bermain game, Ken selalu memarahinya jika ke warnet saja.


" Percaya padaku kak, aku sedang menggunakan uangmu dengan benar " ucapnya sambil sedikit tertawa.


" Aku tak sepertimu !!! percaya padaku, anggap saja kau sedang melakukan investasi padaku".


" Antar baju gantiku ke rumah sakit, bajuku terkena darah pasien tadi. Lakukan dengan cepat aku harus tampil di Tv 2 jam lagi. kau dengar !!! ".


" Baiklah " mematikan sambungan telfonnya.


Ingin meminta antar baju saja pembicaraannya harus berjalan - jalan sampai ke Paris, ucap Rey sambil menggerutu keluar dari ruang rahasianya. Rey langsung berangkat seperti apa yang di perintahkan kakaknya itu, lalu kenapa ia lama sekali ?


Alasannya adalah karna Rey mengejar seseorang yang ingin ia temui. Saat sampai di depan rumah sakit ia melihat wanita dengan pakaian yang sangat mencolok karna harga pakaian yang ia pakai sangat mahal.


Rey langsung mengejar wanita itu untuk mengatakan sesuatu padanya.


" Tunggu !!! ucapnya sambil berlari, tapi wanita itu tak dengar.

__ADS_1


" Bora - ssi !! " ucapnya berteriak dan itu tak di dengar oleh Bora .


Rey melakukan persentasi di HG kemarin untuk mendapat sponsor ataupun investasi dari mereka terhadap aplikasi yang dibuatnya. Ia mendapat persetujuan dan mendapat tawaran bertemu dengan Bora kemarin siang untuk menjelaskan dengan detail aplikasi itu, namun Bora membatalkan pertemuannya.


Karna melihat Bora di hadapannya Rey langsung mengejarnya. Tapi Bora maupun Ali tak mendengar suara Rey yang berteriak. Rey yang mengejar mereka sampai jauh pun menyerah karna teringat tujuannya datang ke rumah sakit untuk apa.


" Aishhh apa alasanku pada kakak ia akan marah padaku" gumamnya sambil mengendarai mobil yang ia bawa.


" Aku akan bertemu dengannya lain waktu. Aisshh apa dia tuli ? kenapa tak mendengar aku berteriak, apa aku perlu mengunjungi HG besok ? hmmm kurasa aku harus kesana. Aku akan mengganti uang kakakku menjadi 10 kali lipat. Ayoo !!!! " berbicara sendiri di dalam mobil yang ia gas dengan cepat untuk kembali ke rumah sakit.


Langkah kaki Rey yang besar menembus ramainya orang yang berlalu lalang di depan rumah sakit. Saat memasuki lobi rumah sakit Rey langsung dapat mengenali suara yang setiap hari mengomelinya itu dari kejauhan.


" Wahhh mendengar suaranya saja membuat perasaanku tak enak, kurasa kali ini ia akan benar membuangku ke afrika " ucap Rey dalam hatinya ketika berjalan menghampiri kakaknya yang sedang sibuk membersihkan kemejanya yang terkena darah itu.


Dengan membawa baju ganti Ken di dalam sebuah tas yang ia pegang Rey menyapa kakaknya itu.


" Kak .. " ucapnya sembari meletakkan bawaanya ke atas meja lobi tempat kakaknya duduk.


Dengan wajah yang tak berekspresi Ken memandang adiknya itu.


" Maaf tak tepat waktu ( dengan wajah yang ia kerut )".


Tanpa memberi balasan dari permintaan maaf adiknya itu, ia malah meraih tas yang di bawa oleh Rey dan berjalan dengan langkah yang cepat.


" Aishhh aku akan di omeli lagi " ucap Rey dengan menundukkan kepalanya.


Mata Rey yang sedikit membulat karna Ken yang tak mengubrisnya itu terlihat sangat menarik. Disaat seperti itu Rey malah terdiam mematung di tempatnya berdiri.


" Yaa !!! ikuti aku ( menatap Rey dengan tatapan sinisnya) " Rey yang mematung langsung melangkahkan kakinya mengikuti kakaknya yang penuh dengan amarah.


Rey selalu menurut dengan apa yang di katakan kakak satu - satunya itu. Ia selalu diam dan meminta maaf jika ia melakukan kesalahan. Walaupun ia sering kena omel oleh Ken tapi ia tetap sayang pada kakaknya itu dan mengulangi perbuatan nakalnya lagi.


" Aku rasa aku akan mendapat semburan pedas dari mulutnya lagi, aku akan bersujud di kakinya nanti dan jika perlu aku akan memeluknya agar ia memaafkanku " ucap Rey yang berbicara pada dirinya sendiri yang akan mendapat ceramah dari kakaknya.

__ADS_1


Aahhh gimanaya kira - kira Ken akan menceramahi adiknya itu ? jangan lupa ikutin terus Snow Doll Girl.


Amukan seseorang yang berada di sekitar kita itu adalah bagian dari rasa sayang dari orang itu sendiri. Terlebih lagi dari orang yang terkenal cuek dan sibuk seperti Ken.


__ADS_2