
Karena sudah merasa sangat iri dan kesal, kini Mamo, Kaoru dan Ayana mulai merencanakan sesuatu yang sangat jahat untuk Sora. Bahkan mereka juga bekerjasama dengan beberapa mahasiswa.
Salah satu dari mereka sengaja memancing Sora dengan sebuah drama dan mulai menggiring Sora agar Sora mulai memasuki sebuah gedung tua yang berada di belakang kampusnya.
Bangunan gedung itu sudah sangat tua dan sudah sangat rapuh. Mungkin akan dengan mudahnya dirobohkan begitu saja. Namun Sora yang memang pada dasarnya memiliki sifat baik hati, suka menolong dan tidak pernah menyimpan dendam tak sedikitpun mencurigai mereka.
"Sora ... tolong aku!! Tolong aku ..." Ayana mulai berlarian dan mendatangi Sora yang kebetulan sedang berada di bawah pohon di belakang kampus, tempat biasanya Sora menikmati strawberry marmalade mikiknya.
"Ada apa, Ayana?" tanya Sora mulai menutup sebuah buku yang baru saja dibacanya dan mulai berdiri berhadapan dengan Ayana.
"Mamo ... Mamo terkena reruntuhan bangunan tua di belakang kampus dan tak bisa keluar. Tolong bantu aku, Sora!! Aku mohon, Sora!! Kita sudah tak memiliki banyak waktu dan harus segera menyelamatkan Mamo!!" ucap Ayana begitu panik dan sangat ketakutan.
Sunggung akting yang sangat bagus dan luar biasa! Dan tentu saja sedikitpun Sora tak mencurigai semua ini. Seketika Sora mulai terlihat panik, dan tanpa pikir panjang lagi Sora mengiyakan saja permohonan dari Ayana.
"Ayo kita segera kesana!!" ucap Sora begitu panik dan segera meninggalkan tempat itu bersama dengan Ayana.
Sora tak sengaja meninggalkan kemasan sisa strawberry marmalade miliknya dan juga bukunya begitu saja karena sudah merasa panik. Sementara Ayana terlihat sesekali melirik Sora dengan senyuman miring yang begitu misterius.
Rasakan!! Kamu juga akan segera berakhir dan segera menyusul kedua orang tuamu!! Siapa suruh kamu merasa begitu percaya diri untuk bersanding bersama dengan Ren?! Semua orang akan mengira jika semua ini adalah sebuah kecelakaan! Hahh ... mampus kamu, Gadis penyakitan!!
Batin Ayana tersenyum misterius dengan aura yang begitu kelam.
Sementara itu ...
Dengan wajah yang begitu ceria Ren terlihat melenggang mendatangi halaman belakang, tempat dimana dia dan Sora sering bertemu akhir-akhir ini.
Namum senyumnya perlahan memudar ketika Ren melihat tak ada siapapun di bawah pohon besar itu. Ren hanya menemukan kemasan plastik strawberry marmalade milik Sora dan juga sebuah buku milik Sora.
__ADS_1
"Sora datang ke tempat ini. Lalu dimana dia saat ini? Tidak seperti biasanya dia pergi secepat ini? Apa sesuatu telah terjadi padanya?" gumam Ren pelan dan mulai memungut buku dan kemasan strawberry marmalade itu.
Sementara itu ...
Ayana dan Sora mulai berhenti di depan sebuah gedung tua bekas salah satu kelas dari Universitas Tokyo yang saat ini sudah tidak dipakai karena sudah tidak layak.
"Mamo ada di dalam dan terjebak diantara bangunan yang runtuh. Sebaiknya kamu segera menolongnya, Sora!! Aku akan berusaha untuk mencari bantuan lagi." ucap Ayana masih memperlihatkan mimik wajah begitu khawatir.
"Hhm. Baiklah ..." ucap Sora seadanya dan masih saja tak mencurigai gelagat Ayana.
Tanpa pikir panjang, Sora segera memasuki bangunan tua yang cukup besar itu. Sementara Ayana mulai tersenyum miring saat melihat Sora yang kini sudah mulai memasuki bangunan tua itu.
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi kini mulai terlihat mendekati bangunan tua itu. Setelah melakukan sesuatu yang tentunya sudah sangat direncanakan dengan matang, kini tiba-tiba saja bangunan itu sedikit bergetar dan beberapa dinding mulai roboh.
BRUGGHH ...
Senyuman dan tawa jahat mulai menghiasi para mahasiswa dan mahasiswi itu yang tak berhati itu. Mereka terlihat begitu puas dan bahagia seakan-akan sudah meraih sebuah kemenangan besar.
Namum tiba-tiba sesuatu terjadi, diluar dari dugaan mereka semua kini Ren sudah sampai di lokasi ini dan menyaksikan semua itu. Tatapan tajam dan begitu menusuk mulai dia layangkan untuk menatap mereka satu persatu.
"Siapa yang sedang ada di dalam?!" tanya Ren tajam dan sangat ingin tau, karena Ren sangat merasa jika mereka sedang menjahili seseorang saat ini.
Dan sebenarnya Ren merasa sedikit curiga, jika target mereka kali ini adalah Sora lagi. Gadis yang secara tiba-tiba menghilang dari tempat rahasianya.
Semua orang masih terdiam dan saling membisu. Tak ada satupun dari mereka yang berani menjawab pertanyaan itu dari Ren. Karena merasa sangat marah dan kesal, kini Ren mulai bertanya kembali dengan intonasi yang lebih melengking dan terdengar begitu menakutkan.
"Aku sedang bertanya kepada kalian?! Apa kalian semua tuli?!! Siapa yang sedang berada di dalam gedung itu?!" tanya Ren kembali dengan wajah yang sudah memerah padam.
__ADS_1
"So-Sora ad-ada di dalam, Ren ..." ucap Kaoru terbata saking ketakutan.
Ren mengeraskan rahangnya dan merasa begitu murka menatap para mahasiswa dan mahasiswi itu yang menurutnya sudah sangat keterlaluan terhadap Sora.
"Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Sora, maka aku akan menuntut kalian semua!! Kalian tak akan bisa lepas dariku!!" ucap Ren menandaskan dengan sangat tegas lalu segera memasuki bangunan tua itu.
"Rr-Ren!! Itu sangat berbahaya!! Jangan masuk!! Gedung tua ini akan segera runtuh!" sergah Ayana berusaha untuk menghalangi Ren.
Namun percuma saja. Ren tak menghiraukan teriakan dari Ayana dan segera memasuki bangunan tua itu tanpa pikir panjang dan tanpa ada keraguan sedikitpun. Yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah dia harus segera menemukan Sora dan harus membawa Sora untuk segera keluar dari tempat itu.
"Sora!" Ren berusaha untuk memanggil Sora dan mencari keberadaan Sora. "Kamu dimana, Sora?"
Ren terus menyisiri ruangan demi ruangan untuk mencari keberadaan Sora, hingga akhirnya kini Ren berhasil menemukan Sora di sebuah ruangan.
"Sora!!" pekik Ren dengan kuat dan membuat Sora yang berada kira-kira 15 meter dari Ren mulai menoleh ke arah Ren.
"Ren ..." gumam Sora pelan.
Ren berusaha untuk segera mendekati Sora. Namun belum sempat Ren menghampiri Sora, kini sebuah bangunan mulai bergetar dan berjatuhan kembali. Sebuah tembok di dekat Ren kini mulai roboh dan hampir saja menimpa tubuh Ren.
"Ren!! Awas!!" teriak Sora memperingatkan begitu histeris.
Namun sepertinya sudah sangat terlambat untuk Ren menghindari semua itu. Pemuda itu begitu syok luar biasa dan tak bisa berkutik menatap bangunan yang akan segera menimpa tubuhnya itu.
Tak memiliki pilihan lain, kini dengan cepat Sora segera berlari ke arah Ren dan berusaha untuk menolong Ren dengan kemampuan khususnya. Namun pergerakan Sora sudah terlalu terlambat, hingga akhirnya mereka berdua tertimpa reruntuhan bangunan itu bersama dengan posisi tubuh Sora di atas tubuh Ren.
BRRAAKK ....
__ADS_1
BRUGGHHH ...