Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Mencari Sora


__ADS_3

KRIEET ...


Tiba-tiba saja pintu itu mulai berderit dan terbuka saat Ren berusaha untuk mengetuknya kembali, karena sebenarnya pintu itu memang tak terkunci.


Dengan langkah yang begitu ragu-ragu, akhirnya Ren mulai memasuki rumah berbahan dasar kayu itu. Rumah ini terlihat begitu gelap karena hanya mengandalkan cahaya matahari saja saat ini dikala siang.


"Sora ..." Ren berusaha untuk memanggil nama Sora dan masih berusaha untuk mencari sosok Sora sambil menyisiri setiap sudut rumah ini.


Namun rumah ini sangat sepi, dan sepertinya Sora tak sedang berada di dalam rumah ini. Bahkan ruangan bawah tanah juga sempat Ren periksa karena kebetulan penutup pintu rahasia itu sudah terbuka. Namun di dalam ruangan bawah tanah ini Ren juga tidak bisa menemukan Sora.


"Sora ... kamu ada dimana?" Ren masih berusaha menyorot setiap sudut ruang bawah tanah itu dengan menggunakan lighter dari ponselnya.


Namun percuma saja, di setiap sudut rumah ini Ren tak bisa menemukan Sora sama sekali.


Apakah kamu sudah pergi Sora? Apakah kamu sudah meninggalkan tempat ini Sora? Lalu ... bagaimana denganku? Aku juga tidak ingin hidup di antara para manusia yang sangat jahat dan tidak punya hati itu!! Aku tidak butuh mereka, Sora ... hidup di antara merekayang penuh dengan kepalsuan membuatku merasa muak!! Sora ... kembalilah dan jangan pergi!!


Batin Ren mulai keluar dari rumah kayu itu dan berusaha untuk mencari sosok Sora di sekitar rumahnya.


Seakan tak pernah merasa lelah, Ren terus saja mencari dan mencari Sora, berharap Ren akan segera menemukan gadis yang pertama kali bisa membuat jantungnya berdegup lebih keras.


"Soraaaaa!!" Ren berusaha untuk memanggil nama Sora dengan lebih kuat dengan menggunakan kedua telapak tangannya untuk menutupi masing-masing sisi mulutnya.


Suara Ren menggaung dan menggema di dalam hutan ini. Namun Sora masih saja tak datang untuk menemui Ren, ataukah mungkin Sora memang sudah meninggalkan tempat ini karena merasa ketakutan jika para manusia itu akan menghakiminya.


Kini Ren sudah benar-benar memasuki perbatasan area hutan Wild Kaazaane yang begitu berbahaya dan sangat disarankan untuk dimasuki. Namun karena tekad kuatnya untuk mencari sosok Sora, akhirnya Ren nekat untuk memasuki hutan Wild Kaazaane itu.


"Soraaaa!!" teiak Ren lagi memanggil nama gadis ras vampir itu.


Di tengah-tengah kekalutan dan keputusasaannya, tiba-tiba Ren mulai dikejutkan oleh sesuatu. Di hadapannya dengan radius kira-kira 10 meter, di balik sebuah pohon besar dan semak belukar, tiba-tiba saja sudah ada yang mengintainya dengan tajam.


Jantung Ren seketika berdegup semakin cepat, tubuhnya beberapa saat mematung dan seakan begitu berat untuk mulai melangkahkan kakinya kembali. Bahkan untuk melangkah mundur saja sangat dirasakan begitu berat oleh Ren.


Tubuh Ren juga bergetar hebat ketika pandangan mereka saling bertemu selama beberapa saat. Bahkan untuk bernafas saja rasanya begitu sulit.

__ADS_1


Yeap, seekor kucing raksasa alias harimau hutan rupanya sudah cukup lama mengawasi Ren dari kejauhan. Dan tentu saja hal itu membuat Ren ketakutan bukan main.


Rasanya kemungkinannya untuk lolos dari harimau hutan itu dan untuk tetap bertahan hidup adalah sangat kecil. Terlebih di tempat ini tak akan ada siapapun yang bisa menolongnya saat ini.


Ren masih berusaha untuk mundur sedikit demi sedikit, namun rupanya harimau hutan itu juga mulai berjalan mengendap-endap dan semakin mendekati Ren dengan sepasang mata tajamnya yang selalu meangkap setiap pergerakan Ren.


GGRRRRRR ...


AUUUUUMMM ...


Harimau hutan itu mulai mengaum keras dan memperlihatkan gigi-gigi tajamnya, seakan sudah bersiap untuk menyantap makan senjanya. Karena saat ini senja sudah hampir tiba.


Harimau hutan itu kini mulai berlari dengan cepat ke arah Ren dan sudah bersiap untuk menerkam Ren ...


GRRRR ....


...🍁🍁🍁...


Di sebuah kediaman yang begitu besar dan megah, terlihat seorang wanita paruh baya terlihat begitu khawatir. Sementara di hadapannya sudah ada tiga gadis dan 2 pemuda yang baru saja mengunjunginya untuk mencari Ren.


"Ren tidak pulang sejak kemarin? Dia juga tidak pergi ke kampus hari ini? Dia tidak datang ke rumah ini. Mungkin saja dia datang ke rumah papanya di Shinjuku." jawab wanita paru baya itu.


"Tidak, Bibi. Ren juga tidak datang ke rumah paman Kennichi. Kami khawatir jika Ren akan nekat untuk mencari wanita ras vampir itu ..." ucap Ayana tak kalah khawatir.


"Apa??!! Wanita ras vampir??!!" ucap wanita paruh baya itu sangat syok luar biasa.


"Benar, Bibi. Akhir-akhir ini Ren dekat sekali dengan seorang gadis di kampus, namun rupanya gadis itu adalah seorang vampir. Kami khawatir sekali, Bibi." sahut Jae dengan jujur.


"Tidak mungkin!!!" ucap wanita paruh baya itu dengan suara menggelegar.


Dan tentunya saat ini wanita yang tak lain adalah mama Ren itu merasa sangat mengkhawatirkan Ren. Meskipun selama ini mama Ren terlihat kurang memperhatikan Ren dalam kasih sayang dan waktunya untuk Ren, namun sebenarnya wanita itu begitu menyayangi Ren.


"Benar, Bibi. Kami tidak berbohong. Seluruh kampus juga mengetahui semua ini." sahut Mamo.

__ADS_1


"Dan sebenarnya kami sudah selalu mengingatkan Ren sebelumnya, Bibi. Namun Ren begitu keras kepala dan tak mau meninggalkan Sora." imbuh Jun.


"Anak itu!! Sekarang ada dimana dia?" ucap wanita paruh baya itu semakin khawatir dan mulai berjalan mondar-mandir. "Apa kalian tau dimana gadis vampir itu tinggal? Bisakah kalian membawa bibi pergi kesana?!" imbuhnya mulai menatap kelima anak muda itu.


"Ya, Bibi. Kami tau dimana Sora tinggal. Gadis vampir itu tinggal di dekat hutan Wild Kaazaane, sebuah tempat yang sangat berbahaya untuk kita semua." jawab Kaoru mulai merinding kembali jika menyebutkan nama hutan itu kembali.


"Baiklah!!" ucap wanita paruh baya itu mulai mengambil benda pipih dari atas meja lalu mulai menghubungi salah satu anak buahnya.


"Cari dan temukan Ren putraku!! Cari di area hutan Wild Kaazaane dan bawa keamanan dengan senjata khusus dan lengkap!! Karena yang akan kalian hadapi kali ini adalah alam liar!!" titah wanita paruh baya itu penuh dengan penekanan.


...🍁🍁🍁...


Di tepian sungai yang mengalir dengan air yang begitu jernih, seorang gadis berkulit pucat terlihat sedang duduk termenung sambil melempari beberapa kerikil kecil di atas sungai itu.


Alam dan suara gemericik air disertai dengan hembusan angin kala senja ini terasa begitu membuatnya tenang. Sesekali gadis berwajah pucat itu memejamkan sepasang matanya untuk menikmati udara segar yang membuatnya tenang ini.


Namun tiba-tiba saja ada aroma manis yang sangat dia kenali mulai menyeruak memasuki indra penciumannya.


"Apakah aku begitu merindukan Ren? Aroma darah manisnya bahkan masih bisa aku rasakan meski aku berada sangat jauh darinya." gumam gadis pucat itu yang tak lain adalah Sora sedikit murung.


Namun sepasang matanya mulai terbuka kembali ketika indera pendengarannya mulai menangkap suara seorang pemuda yang sedang memanggil namanya. Suara itu sangat jauh dan begitu pelan di dengarkan oleh Sora.


Soraaaaaa ...


Bersambung ...


...🍁🍁🍁...


Penampakan rumah Sora disaat senja.



__ADS_1


__ADS_2