
Soraaaaaa ...
"Ren? Apakah itu dia?" gumam Sora mulai memfokuskan kembali pendengarannya.
Sora mulai menangkap sayup-sayup lirih itu yang berada cukup jauh dari dirinya. Namun ketajaman dari indera pendengaran Sora tentu saja tak diragukan lagi. Dan Sora merasa begitu yakin jika suara itu adalah suara Ren yang kini berada di sekitar hutan Wild Kaazaane ini.
Arrgghh ... toolll-llloooonnnggg ...
Detik demi detik berlalu dan kini Sora mulai mendengar lolongan panjang dari Ren dengan suaranya yang terdengar begitu ketakutan dan tak berdaya.
Dengan begitu cepat Sora mulai melompat tinggi ke udara dan terbang untuk mendatangi arah suara itu berasal. Hanya dengan menggunakan insting, indera penciuman serta indera pendengarannya saja, dalam beberapa detik saja kini Sora sudah berhasil menemukan keberadaan Ren.
Dan rupanya Ren sudah terduduk di atas tanah dan kaki kirinya sudah dalam cengketaman harimau hutan itu. Si kucing raksasa yang menyeramkan itu kini mulai menyeret tubuh Ren hingga membuat Ren memekik pelan karena menahan rasa sakit.
SWOSSHH ...
Hanya dalam sekelebat dan sekali kedipan saja, kini Sora sudah berhasil menghadang harimau hutan itu. Sepasang matanya mulai terlihat memerah menatap harimau hutan itu, menandakan Sora sudah begitu dipenuhi oleh amarah yang semakin memuncak, hingga naluri vampir dan kekuatannya mulai terlihat.
"Tiger!! Lepaskan dia atau aku akan membuatmu kehabisan darah saat ini juga!!" ucap Sora begitu penuh dengan ancaman.
Ucapan Sora membuat sang harimau hutan mendengkur ketakutan dan seketika dia mulai melepaskan cengkeraman Ren begitu saja.
"Pergi dari hadapanku sekarang juga sebelum aku benar-benar membuat darahmu habis dan kering dalam sekejap!!" tandas Sora masih dengan sorot matanya yang tajam dan menusuk.
Harimau hutan itu mulai mundur lalu meninggalkan Sora dan Ren begitu saja. Sora mulai mendatangi Ren. Tubuh Ren kini sudah cukup lemah dan hampir tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tiba-tiba saja tubuhnya menjadi deman dan menjadi gemetaran. Mungkin karena tubuh Ren yang begitu syok saat menerima serangan dari harimau hutan itu.
Dengan cepat Sora segera memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan kekuatan khususnya seperti saat Sora menyembuhkan luka Jae beberapa hari yang lalu.
"Ummhh ..." Ren mulai bersuara dan sedikit menggeliat dengan sepasang mata yang masih terpejam dan kening berkerut, terlihat seperti seseorang yang sedang mengalami sebuah mimpi buruk.
Setelah Sora berhasil menyembuhkan luka pada kaki kiri Ren, kini Sora mulai membawa Ren untuk ke rumahnya lagi. Paling tidak agar Ren bisa beristirahat dengan lebih baik. Seperti itulah pemikiran Sora saat ini.
Namun siapa sangka, kebaikan hati Sora malah akan menjadi bumerang sendiri untuk dirinya. Karena pemikiran manusia yang tidak menyukainya, pasti akan berbeda lagi.
Sora menggendong Ren dengan begitu mudahnya, seakan tak merasakan berat sedikitpun. Dan tentunya pergerakan Sora sangat cepat. Setelah beberapa detik saja akhirnya mereka sudah sampai di rumah sederhana Sora.
Gadis itu mulai membaringkan tubuh Ren di atas pembaringan sederhana miliknya yang sesekali akan berderit ketika kita merubah posisi tidur kita saat terbaring di atasnya.
Namun ada juga rasa sedih dan sesak karena Sora tak kuasa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Karena pasti para manusia itu tak akan tinggal diam saja, setelah mengetahui kebenaran ini.
Andai saja aku juga mewarisi kekuatan ayah. Pasti semua ini tak akan begitu sulit untukku. Huft ...
Batin Sora menyayangkan jika dirinya tak mewarisi kekuatan tersebut. Yaitu kekuatan membaca pikiran lawan dan menghapus ingatan para manusia sesuai dengan yang ia kehendaki. Dan mungkin semua itu terjadi karena Sora yang masih ada keturunan manusia, yaitu dari sang ibu.
Setelah sekian lama, akhirnya Ren mulai tersadar kembali. Perlahan Ren mulai membuka sepasang matanya. Meskipun terlihat berat, namun akhirnya seoasang manik-manik bening itu mulai terlihat.
Ren mulai menatap sekelilingnya dan akhirnya mulai membelalak lebar, karena hal terakhir yang Ren ingat adalah saat seekor harimau sudah mencengkeramnya kuat dan mencabik kaki kirinya.
Dengan begitu syok, Ren segera duduk dan berniat untuk membuka selimutnya untuk memeriksa kaki kirinya. Namun belum sempat hal itu terjadi, rupanya Ren malah dikejutkan karena di sampingnya sudah ada Sora yang duduk menemaninya.
__ADS_1
"Sora ..." ucap Ren terdengar begitu lirih, namun senyuman tipis mulai menghiasi wajah tampannya setelah melihat sosok Sora.
Sora tersenyum dan hanya mengangguk pelan saja. Karena dibalik kebahagiaannya saat ini yang bisa bertemu kembali dengan Ren, sebenarnya masih tersimpan kekhawatiran yang begitu besar.
Beberapa saat mereka hanya saling bertatapan tanpa ada yang terucap sama sekali. Namun akhirnya Sora mulai mengatakan sesuatu yang cukup membuat Ren syok.
"Ren, pulanglah ... teman-teman dan orang tuamu pasti akan sangat mengkhawatirkan kamu jika mereka sampai mengetahui kamu pergi kesini." ucap Sora dengan berat. "Kamu sudah tau kan siapa aku? Aku sangat berbahaya ... aku bisa menyakitimu ... dan kamu juga harus menjauh dariku, Ren." imbuh Sora membuatnyanya sesak sendiri.
Ren semakin membuat kedua alisnya berkerut saling berdekatan dan menggelengkan kepalanya pelan. Perlahan Ren juga mulai meraih tangan dingin Sora.
"Sora, aku tidak peduli siapa kamu. Dan aku merasa sangat tidak yakin, jika kamu bisa mencelakaiku. Jika kamu memang berniat jahat padaku, bukankah pasti kamu sudah melakukannya sejak awal? Sejak saat aku datang ke rumah ini untuk pertama kalinya?" ucap Ren menatap lekat sepasang manik-manik teduh itu.
"Tapi, Ren. Biar bagaimanapun kita tak akan bisa bersama ... kita sangat berbeda, Ren." perlahan Sora mulai melepaskan genggaman tangan Ren. "Pulanglah, Ren. Hari sudah semakin larut. Tempat ini sangat tidak aman untukmu ..."
"Aku tidak mau, Sora! Jika kedua orang tuamu saja bisa bersama? Mengapa kita tidak bisa bersama?" ucap Ren tiba-tiba dan sukses membuat Sora sedikit terkejut karena Ren bisa mengetahui semua itu.
"Itu berbeda, Ren ... itu sudah lama sekali dan ..."
"Pokoknya aku tidak mau kembali tanpa kamu, Sora! Aku tidak mau meninggalkanmu, Sora!"
"Tapi, Ren ... ini pasti tidak mudah untuk mereka ..."
Helaan nafas panjang dilakukan oleh Ren saat mendengarkan ucapan dari Sora. Karena ucapan dari Sora adalah benar. Saat ini keluarga dan juga teman-temannya pasti akan sangat kebingungan mencari keberadaan Ren. Terlebih ponsel Ren sudah mati sejak kemarin, karena Ren tak sempat lagi mengisi daya untuk ponselnya.
"Aku mohon, Sora! Setidaknya biarkan malam ini aku berada disini bersamamu ..." pinta Ren penuh harap.
__ADS_1