Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Penyelesaian ?


__ADS_3

Keluar kau, Sora!!! Jangan bersembunyi!! Keluar dan kembalikan Ren kepada kami!!! Keluar kau vampir!! Atau kami akan membuatmu berakhir!!


Teriakan itu kembali terdengar sangat dekat. Sora menghela nafas dan berniat untuk segera keluar dari rumahnya. Namun tiba-tiba saja Ren menahan tangan Sora dan membuat Sora tertahan.


"Sora, jangan! Mereka pasti ingin menyakitimu lagi! Mari kita keluar bersama!" ucap Ren menatap lurus-lurus gadis berwajah pucat itu.


Meskipun sedikit ragu akan keputusan dari Ren, namun akhirnya Sora mulai mengaguk pelan. Kini mereka berdua mulai keluar bersama dengan Ren yang masih menggandeng tangan Sora.


Bahkan Ren juga berada sedikit di depan Sora untuk mengantisipasi jika para manusia itu akan menyakiti Sora.


"Ren!! Apa yang sedang kamu lakukan disini bersama gadis vampir itu?! Kembalilah bersama dengan kami, Ren!! Dia sangat berbahaya, Ren!!" ucap Yuru yang rupanya juga ikut menyusul Ren karena sangat mengkhawatirkan Ren, sahabatnya.


"Yuru benar, Ren! Gadis vampir itu sangat berbahaya!! Kelihatannya saja polos dan baik! Tapi dia sangat berbahaya!!" timpal Ayana menatap tajam Sora.


"Dan Sora jua sudah meracuni pikiranmu, Ren!" timpal Jae memandang Sora penuh dengan kebencian.


"Mereka benar, Ren!!" suara seorang wanita paruh baya kini mulai terdengar, dan dia mulai maju beberapa langkah melalui rombongannya. "Ayo kita segera pulang, Sayang ..."


"Mama ..." gumam Ren setelah mengetahui jila wanita paruh baya itu adalah mamanya.


"Ayo kita kembali, Sayang ... mama sangat mengkhawatirkanmu ..." bujuk sang mama berharap Ren akan ikut pulang bersama dengan mereka.


"Maaf, tapi aku tidak bisa meninggalkan Sora sendirian, Ma. Aku tidak bisa ..." jawab Ren lirih.


"Ren!! Jangan gila kamu!! Hanya karena gadis vampir itu, kamu sampai melakukan semua hal tak masuk akal seperti ini?!!" sang papa Ren kini juga mulai terlihat diantara mereka.


"Papa ... maaf. Tapi aku tetap tidak akan meninggalkan Sora! Aku hanya akan kembali bersama Sora!! Aku akan kembali jika kalian bisa menerima Sora. Dan jika kalian mengijinkan Sora untuk tetap menjalani hari-harinya seperti biasa dengan belajar di kampus." ucap Ren menegaskan.


"Apa kamu sudah gila, Ren?!! Jangan bertindak bodoh seperti ini!! Manusia dan vampir tak akan pernah bisa hidup berdampingan!! Jangan bertingkah aneh!!" papa Ren terlihat sudah dipenuhi dengan amarah hingga wajah putihnya yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus itu terlihat memanas.

__ADS_1


"Sora tidak seperti yang kalian bayangkan! Sora sama sekali tak pernah menyakiti manusia! Sora bahkan tak pernah meminum darah manusia seumur hidupnya!! Dia bisa mengendalikan dirinya. Dan itu sudah terbukti cukup lama!" Ren tak pernah lelalh untuk berusaha meyakinkan mereka.


"Ren!!! Jangan bicara omong kosong dan cepat pulang bersama dengan kami!! Jangan menguji kesabaran papa!! Dan patuhilah perintah papa!!" tandas sang papa dengan suara yang begitu menggelegar saking geramnya kepada Ren.


Ren tersenyum miring mendengarkan ucapan sang papa, "Sejak kapan kalian peduli dan mengkhawatirkan aku? Selama ini kalian bahkan selalu sibuk dengan keluarga kalian masing-masing. Sudahlah ... tidak usah memikirkanku dan biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. Anggap saja kalian tak pernah memiliki anak sepertiku!"


"REENNN!!!" geram sang papa menatap nyalang Ren, lalu mulai berapih menatap Sora penuh kebencian.


Sora mulai beralih mendongak menatap Ren dan tentunya merasa sangat bersalah akan apa yang sudah terjadi saat ini.


"Ren, pulanglah bersama dengan mereka." ucap Sora berusaha untuk membujuk Ren.


Ren menggeleng dengan kuat, "Tidak, Sora. Aku tidak akan meninggalkanmu." ucap Ren dengan penuh keyakinan.


"Dasar vampir!! Beraninya kau sudah meracuni pikiran putraku dengan kekuatan sesatmu itu!!" geram sang papa semankin meradang.


Namun rupanya mama Ren mulai meraih lengan mantan suaminya itu. Dan mereka mulai saling bertatapan dan sang mama mulai mengangguk pelan. Papa Ren mulai menatap tajam Sora dan akhirnya mulai memutuskan sesuatu.


Spontan saja keputusan dari papa Ren membuat semua orang yang berada di tempat ini merasa sangat terkejut bukan main. Termasuk Ayana yang hampir saja tak percaya jika papa Ren akan semudah itu luluh.


Bahkan Ren dan Sora juga merasa masih kurang percaya, akan keputusan dari papa Ren. Namun ada sebuah rasa lega dirasakan oleh Ren, karena akhirnya sang papa memberikan ijin untuknya.


Tidak seperti Sora yang malah merasa sedikit cemas dan khawatir. Namun, Sora segera menepis semua perasaannya itu.


"Apa?!! Mengapa paman malah mengijinkan dia pergi ke kota? Paman ... itu sangat berbahaya ..." sela Ayana yang merasa paling keberatan akan keputusan dari papa Ren.


"Ayana, Sayang. Tenang saja ... semua akan baik-bai saja." ucap mama Ren yang tiba-tiba saja mulai berubah juga.


"Tap-tapi, Bibi ..." sela Ayana masih saja tak terima.

__ADS_1


"Jangan khawatir ... semua akan tetap baik-baik saja." sahut mama Ren lagi menatap Ayana disertai anggukan pelan.


Dengan sangat terpaksa, akhirnya Ayana juga menerima keputusan itu, meski dengan hati yang sangat berat.


"Apa papa serius?" tanya Ren seolah masih saja belum mempercayai keputusan dari sang papa.


"Tentu saja papa serius. Papa akan menyiapkan tempat tinggal khusus. Sekarang biarkan Sora mengemasi pakaiannya dulu, Ren!" sahut sang papa mulai menurunkan intonasinya.


"Ren. Aku tidak perlu tinggal bersama dengan kalian. Aku bisa tetap tinggal di tempat ini, Ren ... asal aku bisa kuliah lagi dan mejalani hari-hari seperti biasanya saja, semua sudah cukup." ucap Sora lirih menatap Ren. "Kamu sudah tau kan alasan aku memilih tempat tinggal yang jauh dari kalian?"


"Tapi, Sora ..."


"Aku mohon jangan mempersulitku, Ren ..." pinta Sora penuh harap menatap Ren.


Sedangkan Ren yang masih menggandeng erat tangan Sora, kini malah semakin menguatkan lagi genggamannya dan menghela nafas.


"Baiklah. Tapi berjanjilah kamu akan tetap pergi kuliah seperti biasanya. Dan berjanjilah jangan pernah pergi dari tempat ini dan juga hidupku, Sora ..." ucap Ren berharap Sora akan memenuhi semua permintaannya.


"Hhm. Aku berjanji padamu, Ren." Sora mengangguk pelan dan tersenyum tipia menatap Ren. "Terima kasih ..." imbuhnya dengan tulus.


Ayana yang menyaksikan semua itutentu saja semakin geram hingga membuatnya mengeraskan rahang tirusnya yang sangat indah bak karakter anime.


"Papa, aku akan kembali!! Tapi kalian harus berjanji padaku!! Kalian akan membiarkan Sora untuk tetap kuliah seperti sebelum-sebelumnya! Dan kalian harus membiarkan Sora melakukan kesibukannya di kota seperti biasanya!!" ucap Ren memberikan syarat untuk papanya.


"Baiklah! Papa janji padamu, Ren! Ako sekaramg kita kembali!" sahut sang papa tegas.


Sebenarnya Ren merasa cukup berat untuk meninggalkan Sora seorang diri. Namun karena ini adalah juga permintaan dari Sora, maka dengan terpaksa Ren akan memenuhinya, hingga Ren akhirnya kembali untuk pergi ke kota bersama dengan mereka.


Namun siapa sangka, semua itu hanyalah siasat para manusia licik itu saja? Karena sedikitpun mereka tak pernah merubah pemikiran mereka terhadap Sora sebagai seorang vampir yang sangat berbahaya!!

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2