Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
My Girl My, Velvet Sun ...


__ADS_3

Ayana mengantarkan Jae sampai ke rumahnya. Namun di sepanjang perjalanan gadis cantik itu masih saja dibingungkan oleh apa yang baru saja terjadi. Bahkan hal itu terus saja mengganggu pikirannya saat ini.


Dia membantu melepaskan pakaian Jae yang sudah koyak pada bagian lengan kirinya dan juga sudah berlumuran dengan darah. Namun anehnya tak ada satupun tubuh Jae yang terluka. Semua masih begitu mulus, hanya saja kotor karena darah itu.


"Jae, kamu mandilah dulu. Sepertinya tubuhmu sehat dan baik-baik saja." ucap Ayana.


"Hmm. Ini aneh sekali, Ayana! Padahal beberapa saat yang lalu aku merasakan rasa sakit yang luar biasa. Rasanya sakit hingga sampai ke tulang perih dan nyeri itu. Namun ... kini ... tubuhku seketika seakan menjadi begitu sehat kembali. Aku sungguh curiga dengan gadis pucat itu, Ayana ... jangan-jangan dia memang memiliki ilmu hitam?" sahut Jae memperlihatkan mimik wajah ngeri.


"Hhm. Kamu benar, Jae. Mengapa tak ada luka sama sekali pada lengan kirimu? Tak ada bekas gigitan, terkoyak atau hanya sekadar lecet saja? Ini benar-benar sangat aneh sekali. Padahal harimau itu menggigirmu. Dan pakaianmu terkoyak dan meninggalkan noda darah ... ini sungguh aneh sekali ..." gumam Ayana mengggigit ibu jarinya dan keningnya berkerut.


"Ya sudah aku mandi dulu. Tubuhku sangat bau anyir dan kotor sekali!" sahut Jae mulai melenggang untuk membersihkan dirinya di kamar mandi kamarnya.


Sementara Ayana kini mulai duduk, namun tanpa sengaja dia melihat gaunnya yang sedikit kotor seperti terkena noda darah. Dan kini Ayana mulai mengingat sesuatu, jika noda itu dia dapatkan karena jus strobery Sora yang tumpah dan mengenai gaunnya.


"Apakah jus strobery sekental dan berwarna merah seprti ini? Ini lebih mirip seperti darah saja." gumam Ayana sambil meraih pakaian Jae yang terkena darah itu kembali. "Senenarnya apa isi di dalam kemasan itu? Apakah itu adalah darah?"


...🍁🍁🍁...


"Hantu!!!" Jun yang melihat sosok Jae yang berangkat ke kampus dengan keadaan sehat kini terlihat begitu ketakutan karena melihat sosok Jae.


"Apaan sih?! Kamu mendoakan aku agar cepat mati ya?! Hah?!! Mau mati kamu ya?!" geram Jae mulai memanas kembali.


Terlebih saat Jae mengingat kembali saat kemarin Jun, Mamo dan Kaoru malah pergi meninggalkan Jae dan Ayana begitu saja di dalam jutan bersama harimau itu.


"Jae. Jadi kamu baik-baik saja ya? Kamu masih hidup? Ini nyata kan? Kamu benar-benar Jae temanku kan?" ucap Jun meraih wajah Jae dengan kedua jemarinya, dan hal ini tentu saja membuat Jae merasa risih dan kurang nyaman.

__ADS_1


"Tentu saja aku masih hidup!! Dasar kalian tidak setia kawan ya!! Malah pergi begitu saja dan meninggalkan aku bersama Ayana begitu saja!!" geram Jae merasa sangat kesal.


"Maaf deh! Kami benar-benar sangat ketakutan kemarin. Tubuhku saja sampai gemetaran sampai di rumah saking syoknya." ucap Mamo telihat begitu menyesal.


"Jadi, bagaimana cara kalian lolos dari harimau itu? Harimau itu tidak mungkin malah bergi begitu saja tanpa berusaha untuk menerkam kalian bukan? Karena kemarin, pandangannya seakan dia benar-benar sudah kelaparan dan ingin segera menerkam kalian." ucap Kaoru penasaran.


"Tiba-tiba saja dia pergi setelah Sora datang. Harimau itu malah pergi dan terlihat begitu ketakutan setelah melihat Sora." gumam Ayana pelan, dengan raut wajah yang masih terlihat begitu serius. "Sepertinya masih ada yang harus kita lakukan! Kita harus pergi ke tempat itu sekali lagi!!" imbuh Ayana menatap lekat teman-temannya secara bergantian.


Ucapan dari Ayana seketika membuat teman-temannya melongo dan membelalak lebar karena begitu terkejut.


"Ayana!! Kamu kamu sudah gila?!! Kita bisa mati kalau pergi ke tempat itu lagi! Tidak!! Aku tidak mau!!" ucap Mamo menolak kerasa rencana dari Ayana.


"Mamo benar, Ayana! Jika kita pergi ke tempat itu lagi, maka itu sama saja dengan kita datang untuk mengantarkan nyawa." imbuh Jun juga tak terima.


"Apa kalian tak berpikir jika semua itu adalah aneh? Tempat itu sangatlah berbahaya dan jauh dari pemukiman warga, namun Sora bisa hidup disana dengan baik. Seakan dia bisa menakhlukkan dan menguasai tempat itu! Aku tidak mau tau! Pokoknya kita harus pergi ke tempat itu lagi!! Ada sesuatu yang ingin aku pastikan!!" ucap Ayana kekeh.


"Tapi, Jae ..." sela Ayana.


"Kita cari cara lain. Aku berjanji padamu ... aku akan membongkar kepada dunia ... siapa dia yang sebenarnya!!" ucap Jae penuh dengan keyakinan.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Ayana menuruti Jae dan teman-temannya dan mengurungkan niatnya untuk mendatangi kembali rumah Sora.


...🍁🍁🍁...


Di bawah sebuah pohon yang cukup rindang di belakang kampus, terlihat Ren dan Sora yang sedang duduk bersama sambil menikmati semilirnya angin kala sore itu. Mereka sedang berbagi headset untuk mendengarkan sebuah lagu bersama.

__ADS_1


Wajah mereka berdua terlihat begitu berbinar dam terlihat berbahagia. Seakan-akan tak sedang memiliki sebuah beban di dalam hidupnya. Begitu juga dengan Sora, gadis berkulit pucat itu seakan-akan sudah melupakan masalah hidupnya begitu saja ketika sedang bersama dengan Ren.


Semua beban hidup yang sangat berat itu seakan sirna seketika, bahkan Sora juga sudah mulai terbiasa dengan aroma manis dari darah Ren dan Sora sudah bisa mengendalikan dirinya dengan baik.


Sesekali mereka terlihat sedang menyanyikan lagu yang sedang mereka dengarkan bersama-sama. Tawa kecil mereka juga menemani hari-hari indah itu.


"Lagu yang manis. Aku juga sangat menyukainya sejak lagu ini rilis 1 bulan yang lalu." gumam Ren masih dengan senyum yang berseri-seri sambil mendengarkan sebuah lagu dari seorang Idol yang berasal dari Beijing.


"Hhm. Iya ... manis sekali. Mencintai apa adanya dan secara sederhana."


"Dan aku dengar lagu itu Li Zeyan ciptakan untuk kekasihnya." gumam Ren.


"Siapa Li Zeyan?" tanya Sora yang terdengar begitu konyol.


Bagaimana mungkin Sora menyukai sebuah lagu tanpa mengetahui siapa yang menyanyikannya? Dan tentu saja hal itu membuat Ren menjadi merasa gemas sendiri.


"My girl, my velvet sun ..." sahut Ren dengam wajah teduh dan hangatnya menatap Sora.


"Ma-maksud kamu apa, Ren?" tanya Sora sedikit tersipu malu.


"Lagu ini judulnya adalah My girl, my velvet sun. Dan yang menyanyikannya adalah seorang idol yang berasal daei Beijing bernama Li Zeyan." ucap Ren menjelaskan.


"Oh ... begitu ya ... hehe ..." Sora menyauti dengan tawa kecil karena merasa malu, karena telah mengira jika Ren mengucapkan kata-kata manis itu untuknya. Dan Sora sama sekali tidak menyangka jika rupanya itu adalah sebuah judul lagu.


Mereka berdua tertawa kecil bersama. Begitu hangat dan manis. Namun siapa sangka kebersamaan Sora dan Ren akan segera berakhir setelah apa yang akan dilakukan Ayana dan teman-teman satu servernya. Yeap, rupanya Ayana dan teman-temannya masih saja berusaha untuk mencari tau tentang Sora.

__ADS_1


Mereka masih saja berusaha untuk menjatuhkan Sora dan membuat Sora dan Ren berpisah untuk selama-lamanya.


...🍁🍁🍁...


__ADS_2