Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Sebuah Kencan ?


__ADS_3

Semilir angin yang berhembus kala sore ini menerbangkan beberapa daun ginko dan mapel yang sudah berubah menjadi kemerahan dan keemasan. Mereka menari-nari di udara dengan begitu indahnya.


Lalu lalang beberapa orang juga hampir memenuhi jalanan kota sore hari ini. Akhir pekan yang cukup menghibur dan memanjakan diri. Dengan berjalan-jalan bersama orang terdekat sambil menikmati beberapa makanan cepat saji dan menikmati beberapa hiburan di taman ini.


Seorang pemuda tampan dengan penampilannya yang sudah sangat rapi dan harum terlihat sedang berdiri di bawah sebuah pohon ginko. Pandangannya selalu dia tebarkan seolah sedang mencari seseorang.


Dan sesekali pemuda itu juga melirik jam tangan super mewahnya yang sudah melingkar manis pada pergelangan tangan kirinya, seolah-olah pemuda itu memang sedang menantikan seseirang.


Setelah beberapa sebuah senyuman manis mulai terukir menghiasi wajah tampannya disaat dia melihat seorang gadis yang sedang berlari kecil dari seberang jalan dan semakin mendekatinya.


"Maaf aku sangat terlambat. Karena jalanan di kota sedikit macet." ucap gadis cantik berwajah pucat itu terlihat menyesal.


Dan sebenarnya alasan itu hanyalah sebuah kebohongan saja. Terlambat karena jalanan macet? Tentu saja itu tak pernah terjadi sebelumnya di dalam kehidupan gadis yang tak lain adalah Sora itu.


Karena dalam sekejap saja, Sora sudah bisa berpindah tempat sesuai dengan keinginannya. Dan sebenarnya keterlambatan Sora kali ini adalah Sora yang kebingungan untuk mencari pakaian untuk dirinya kenakan saat ini.


Karena semua pakaian yang dia miliki adalah pakaian rumahan yang begitu santai dan sanhat biasa-biasa saja. Sora harus memecahkan tabungannya untuk membeli sebuah pakaian yang layak untuk pergi bersama dengan sang bintang kampus-Ren agar tidak mempermalukannya.


"Tidak masalah kok. Aku juga baru saja datang." jawab pemuda yang tak lain adalah Ren berbohong.


Karena sebenarnya Ren sudah cukup lama menunggu Sora di tempat ini.


"Ehm ... bagaimana jika kita makan dulu sebelum menonton?" ucap Ren menawari.


"Hhm. Baiklah ..." jawab Sora begitu terpaksa.

__ADS_1


Karena selama ini Sora tidak pernah memankan apapun segala jenis makanan manusia. Sora hanya akan meninum darah saja untuk tetao bertahan hidup dan mempertahankan energi serta kekuatan tubuhnya.


Jika sudah lewat dari 3 hari tidak meminum darah, maka tubuhnya akan mejadi lemas dan sangat tak bertenaga.


Kini Sora dengan sangat terpaksa menerima ajakan dari Ren untuk makan di sebuah kafe yang berada tak jauh dari tempat itu. Beberapa makanan mulai dipesan oleh Ren dan semua adalah pilihan Ren, karena Sora sama sekali tak mengetahui makanan-makanan itu.


"Sora ... apa tubuhmu sudah merasa lebih baik? Tidak ada sakit setelah kejadian saat itu kan?" tanya Ren yang rupanya masih saja mengkhawatirkan Sora setelah kejadian mereka yang tertimpa reruntuhan bangunan itu bersama.


"Aku baik-baik saja kok. Ren ... terima kasih ya kamu sudah selalu baik denganku. Aku ... tidak pernah memiliki seorang teman sebelumnya. Terima kasih banyak karena kamu mau berteman denganku." ucap Sora dengan tulus.


Karena Ren adalah satu-satunya manusia yang sudi untuk dekat dengannya. Meskipun Ren belum mengetahui identitas Sora yang sebenarnya.


"Aku senang kok berteman denganmu. Kamu sangat baik dan tidak mudah membenci seseorang. Kamu juga tidak pernah berpikiran buruk tentang orang lain. Hatimu sungguh begitu baik dan tulus, tidak seperti mereka yang pernah aku temui sebelumnya ..." ucap Ren dengan tulus.


Sora yangmendapatkan pujian dari Ren menunduk dan tersenyum tipis karena merasa malu. Akhirnya seorang pelayan laki-laki mulai datang dan membawakan beberapa makana dan minuman yang sudah mereka pesan.


Ren tetlihat mulai meraih sumpitnya dan tak sabaran ingin segera menikmati makan malamnya, sedangkan Sora terlihat sedikit ragu untuk mencicipi semua makanan yang sudah tersaji di hadapannya itu.


"Ada apa, Sora? Apa kamu tidak menyukai semua makanan ini? Atau mau aku pesankan makanan lainnya lagi?" tanya Ren yang rupanya menyadari ketidaknyamanan Sora saat ini.


"Uhm ... tidak kok. Aku menyukai semua makanan. Aku akan memakannya." Sora menyauti dengan cepat dan berusaha untuk tersenyum.


Kini Sora mulai mengambil sepasang sumpitnya dan mulai menikmati salah satu makanan yang sudah dipesankan oleh Ren. Semua makanan itu terlihat seakan dimakan oleh Sora.


Namun tiba-tiba saja Sora mulai meminta ijin untuk pergi ke kamar mandi. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Ren mengijinkannya begitu saja.

__ADS_1


Sesampainya di kamar mandi Sora mastikan sesuatu, jika saat ini tak ada orang lain selain dirinya di dalam kamar mandi ini. Dan benar saja, rupanya kamar mandi ini kini tak ada siapapun.


Suasana kamar mandi yang begitu sepi saat ini sangat menguntungkan untuk Sora. Dengan cepat Sora segera memuntahkan kembali semua makanan yang baru saja dinikmatinya itu hingga keluar semua tanpa sisa.


"Ugghh ... rasanya aneh sekali semua makanan manusia itu. Semoga saja Ren tidak sering mengajakku untuk makan bersama. Atau aku akan seperti ini terus." celutuk Sora mulai mnghidupkan air wastafel dan mencuci wajahnya dengan air segar itu.


Setelah merasa cukup baik, kini Sora mulai kembali lagi menghampiri Ren yang rupanya sudah menyelesaikan makan malamnya.


"Sora, makanlah dulu. Aku akan menunggumu kok." ucap Ren karena melihat makanan Sora baru saja dimakan sedikit sekali.


"Terima kasih, Ren. Tapi aku sudah kenyang, Ren. Bagaimana jika sebaiknya kita segera menknton saja?" usul Sora agar segera meninggalkan tempat makan ini.


"Uhm ... baiklah. Tunggu sebentar! Aku akan membayarnya dulu." ucap Ren sambil melambaikan tangannya untuk memanggil seorang pelayan wanita yang kebetulan berada tak jauh dari mereka.


"Tolong bawakan bill untukku!" titah Ren dengan wajah dan nada bicara yang dingin seperti biasanya.


"Baik, Tuan. Tunggu sebentar."


Setelah menunggu beberapa saat dan membayar semua makanan itu, kini mereka berdua memutuskan untuk menkntin sebuah film bersama. Dan kali ini Ren meminta Sora untuk memilihnya.


Namun karena Sora sama sekali kebingungan untuk memilih, akhirnya malah melempar pilihan itu untuk Ren, hingga akhirnya mereka mulai menonton sebuah film ber-genre romance yang menceritakan kisah cinta berbeda ras.


Di dalam film itu menceritakan seorang pemuda dingin yang sulit untuk didekati oleh siapapun, namun pemuda itu malah jatuh cinta dengan seorang gadis ras vampir.


Pada awalnya pemuda itu belum mengetahui jika gadis yang dia cintai adalah seorang vampir, namun akhirnya suatu saat pemuda itu mulai mengetahui kebenaran. Ada rasa kecewa dan sesak, namun akhirnya pemuda itu bisa menerima sang gadis dan mereka hidup bahagia selamanya.

__ADS_1


Sungguh film yang sangat memojokkan Sora saat ini, karena Sora adalah seorang gadis ras vampir seperti gadis di dalam film. Namun Ren malah terlihat begitu menikmati film itu tanpa ada sebuah beban apapun, karena Ren hanya menganggap kisah itu hanyalah ada di dunia fiksi belaka. Dan tak akan pernah ada di dunia yang sebenarnya!


__ADS_2