Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Malam Yang Bertabur Bintang


__ADS_3

SSRRRTTT ...


HUUPP ...


Setelah beberapa saat, akhirnya Sora dan Ren mulai mendarat bersama. Ren masih saja terkesima karena akan kemampuan Sora yang sangat menakjubkan menurutnya.


Kini mereka mulai mendatangi sebuah mini market untuk membeli beberapa makanan untuk Ren. Setelah membeli cukup banyak makanan, mereka memutuskan untuk segera kembali dengan cara yang sama, yaitu terbang.


Di malam yang begitu dingin dan di bawah langit malam yang dihiasi dengan kilauan bintang yang sangat indah, wajah mereka berdua terlihat begitu berbinar.


Dan sebelum memutuskan untuk kembali ke rumahnya lagi, Sora berinisiatif untuk mengajak Ren ke suatu tempat yang masih berada di dalam hutan Wild Kaazaane itu. Yaitu titik tertinggi di dalam hutan ini.


Dimana dari tempat itu, mereka bisa melihat keindahan kota di malam hari yang dipenuhi dengan kelap-kelip lampu kekuningan dan warna-warni di bawah langit malam yang bertabur dengan bintang.


SRRRTTT ...


Perlahan Sora mulai membawa Ren untuk mendarat di tempat itu. Betapa kagumnya Ren melihat keindahan alam yang terbentang di hadapannya saat ini.


"Indah sekali ..." gumam Ren sangat takjub.


"Hhm. Indah dan sangat menenangkan hati. Aku sering pergi ke tempat ini jika aku merasa kesepian dan bersedih, Ren. Tempat ini selalu membuatku merasa lebih baik dan merasa lebih tenang." ucap Sora mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Terima kasih sudah membawaku kesini dan memperlihatkan tempat ini padaku, Sora ..." ucap Ren dengan sangat tulus.


"Hhm. Dan terima kasih sudah selalu ada untukku, Ren ..." ucap Sora dengan tulus.


Namun sebenarnya Sora merasa sesak saat mengucapkannya. Karena entah mengapa tiba-tiba saja perasaan Sora menjadi tidak enak. Seakan sebuah petaka besar akan segera terjadi padanya.


Namun Sora segera menepis semua perasaan sedihnya itu. Karena Sora tak ingin merusak malam indahnya saat bersama dengan Ren.


Di seumur hidup Ren, sekalipun Ren tak pernah membayangkan bisa melihat semua panorama menakjubkan ini dari hutan Wild Kaazaane yang begitu berbahaya.


Bagaimana dengan hewan liar dan buas lainnya saat ini? Apa mereka tak mencium aroma Ren yang begitu menggiurkan? Tentu saja mereka sangat ingin menyantap Ren, namun ketakutan mereka saat melihat Sora lebih besar, melebihi hasrat mereka untuk menyantap Ren.

__ADS_1


Ren berjalan pelan ke depan untuk melihat lebih jelas panorama indah itu. Beberapa kunang-kunang juga mulai berdatangan di antara Sora dan Ren, menjadikan malam yang begitu gelap gulita ini menjadi semakin indah.


Ren mulai sedikit membuka kedua tangannya, dan kunang-kunang itu mulai mendekati tangannya. Sora juga mulai mendekati Ren dan juga mengulurkan tangannya, dan kunang-kunang itu juga mulai mendekati tangan Sora.


Kini mereka berdua sudah berdiri berdampingan menatap keindaham alam yang terbentang di hadapan mereka. Lalu beberapa saat mereka mulai berpandangan dengan wajah yang begitu berbinar.


Hingga tiba-tiba saja semua terjadi dengan begitu alami, Ren menunduk dan memiringkan wajah tampannya hingga kecupan hangat itu mulai terjadi begitu saja.


Kedua makhluk berbeda ras ini benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Yang tentunya hubungan mereka akan sangat ditentang oleh orang-orang terdekat Ren. Terutama dengan keluarga dan teman-temannya.


...🍁🍁🍁...


Ren!!! Kamu dimana? Ren!!!!


Ren!! Renn!!!!


Dini hari Sora yang masih terjaga mulai mendengar teriakan seperti sayup-sayup yang begitu lirih dan jauh itu.


Sora mulai menajamkan indera pendengarannya dan sepasang matanya menatap lurus ke depan, menatap ke arah Ren yang masih tertidur pulas di hadapannya.


REN!!! Kamu dimana?


Lagi-lagi Sora mendengar beberapa orang yang terus memanggil nama Ren. Pandangan Sora mulai menajam. Bukan karena merasa khawatir dan merasa terancam akan kedatangan para manusia itu, namun Sora mulai mengkhawatirkan jika para hewan liar akan melukai para manusia itu.


Karena Sora juga mulai menangkap suara beberapa hewan hutan yang mulai bereaksi karena menyadari kehadiran para manusia itu. Selain merasa terganggu, tentu saja para hewan itu juga merasa sedang dihidangkan sebuah santapan lezat.


Dengan cepat Sora bergegas untuk meninggalkan Ren dan memeriksa semuanya. Agar para manusia itu tetap aman dan para hewan liar tak menyerang mereka.


Sora mulai meninggalkan rumahnya dan melompat tinggi ke udara. Gadis cantik berwajah pucat itu mulai terbang di udara dengan begitu cepat dan gesit.


Hingga akhirnya Sora mulai menemukan rombongan orang sedang menyusuri sebuah jalan setapak yang akan menuju ke rumahnya. Tak jauh dari para rombongan manusia bersenjata api itu, Sora menangkap sosok harimau, kera , babi hutan, maupun ular.


Sebelum para hewan itu semakin mendekati para manusia itu, dengan cepat Sora segera menghadang mereka.

__ADS_1


"Tiger!! Dan kalian semua!! Jangan sekali-kali kalian berani mendekati dan melukai para manusia itu!! Mereka adalah teman-teman dan keluarga Ren!! Jika sampai kalian berani menyentuh dan menyakiti mereka, maka aku akan segera membuat tubuh kalian kering!!" tandas Sora memperingatkan para hewan hutan itu.


Sepasang mata Sora yang saat ini sudah berwarna merah, mulai menyorot tajam para hewan liar itu. Seperti melihat sang dewa kematian, hewan-hewab itu mulai meringkuk dan akhirnya mulai beringsut pergi dan mulai bersembunyi kembali di dalam hutan.


Setelah memastikan jika semua hewan itu mematuhi titahnya, Sora mulai kembali lagi ke rumahnya. Karena meninggalkan Ren seorang diri sebenarnya juga membuat Sora merasa begitu was-was dan sangat khawatir.


Disaat Sora kembali, rupanya Ren masih saja tertidur dengam sangat pulas. Wajah tampan nan dingin itu, entah mengapa terasa begitu meneduhkan saat Sora menatapnya.


Perasaanku semakin tidak enak. Apa yang akan terjadi? Apakah mereka akan memisakan aku dari Ren? Apakah mereka akan memintaku untuk meninggalkan tempat ini? Ataukah mereka akan ...


Batin Sora menggantung monolognya sendiri karena mulai terdengarnsuara beberapa gebrakan yang cukup keras.


BRAKK ...


PRANGG ...


BUGGHH ...


Dini hari hari itu mereka para manusia itu berusaha untuk merusak rumah Sora dengan melemparinya dengan beberapa batu. Atau lebih tepatnya mereka ingin membuat Sora agar keluar dari rumahnya.


Karena untuk memasuki rumah Sora, sebenarnya membuat para manusia itu merasa ciut dan tidak berani karena khawatir jika Sora akan menyerang mereka dan mengisap darah mereka.


Sora!! Keluar dan kembalikan Ren!!


Serahkan Ren kepada kami!!


Teriakan itu mulai terdengar dari arah luar rumah Sora, tepatnya di bagian depan rumah Sora.


Ren mulai membuka sepasang matanya karena mendengar beberapa suara yang menurutnya sangat berisik itu.


Keluar kau, Sora!!! Jangan bersembunyi!! Keluar dan kembalikan Ren kepada kami!!! Keluar kau vampir!! Atau kami akan membuatmu berakhir!!


Teriakan itu kembali terdengar. Sora menghela nafas dan berniat untuk segera keluar dari rumahnya. Namun tiba-tiba saja Ren menahan tangan Sora.

__ADS_1


"Sora, jangan! Mereka pasti ingin menyakitimu! Mari kita keluar bersama!" ucap Ren menatap nanar gadis berwajah pucat itu.


__ADS_2