
Malam itu sungguh malam yang begitu berkesan untuk Sora. Gadis itu bisa menari bersama dengan seorang pemuda yang akhir-akhir ini selalu peduli padanya. Bahkan pemuda itu juga dengan sabar mengajari Sora menari di depan para tamu.
Ren yang selalu terlihat sempurna di kampusnya, sama sekali tak merasa malu untuk berdansa bersama Sora di malam yang begitu berarti untuknya itu. Padahal Ren dan Sora adalah seperti langit dan bumi, sangat berbeda jauh dan seakan tak pantas untuk bersama.
Pagi ini Sora terlihat sedang berjalan memasuki sebuah gang yang menghubungkannya untuk memasuki kampusnya. Di saat Sora mau menyebrang, tiba-tiba saja tali sepatu Sora terlepas begitu saja.
Sora mulai jongkok dan berniat untuk mengikatkannya kembali dengan sebuah simpul. Namun sangat tak dia sangka, tiba-tiba saja sebuah mobil BMW berwarna hitam sudah melaju dengan cukup kencang ke arahnya.
Karena masih belum siap untuk berdiri dan berlari untuk menghindari mobil itu, akhirnya Sora masih hanya terdiam dan jongkok di tempatnya saja dan menatap lurus mobil itu. Beberapa orang yang melihat semua itu terlihat begitu panik dan histeris.
"Awas ada mobil!!" teriak seorang gadis yang berada tak kauh dari Sora begitu panik.
Bahkan Ren yang baru saja sampai dengan motornya tak sempat berbuat apa-apa untuk menolong Sora yang saat ini sudah hampir tertabrak oleh sebuah mobil.
"Sora!!" pekik Ren dengan tatapan penuh kekhawatiran.
Mobil itu kini sudah semakin mendekati Sora, dan tepat saat jarak yang tersisa hanya berkisar 1 meter saja, Sora terlihat membuka tangan kirinya dam mengulurkannya ke arah mobil itu.
SRRRTT ...
BRRAKK ...
__ADS_1
Tiba-tiba saja mobil itu mulai berhenti di dekat Sora. Namun pada bagian depan mobil itu yang terkena tangan Sora kini sudah rusak dan ringsek seperti sudah menabarak sebuah besi baja saja.
Arghh ... bagaimana ini? Aku malah merusak mobil ini. Dan pasti semua orang akan menjadi sangat curiga padaku?
Batin Sora mulai gelisah dan merasa takut, hingga akhirnya Sora memutuskan untuk pergi dan meninggalkan tempat itu begitu saja.
Semua orang memang terlihat begitu kebingungan melihat semua hal mereka anggap sangat tak wajar ini. Bahkan saat sang pemilik mobil itu turun dan melihat mobilnya sudah ringsek pada bagian depannya, dia hanya bisa melongo dan tak bisa berkata-kata lagi.
Ren mulai meletakkan helmnya di atas stang motor besarnya, lalu segera mengejar Sora yang saat ini berlarian memasuki kampusnya.
Sora terus berlari dan tak tau harus kemana, hingga akhirnya dia memutuskan untuk naik ke atap di salah satu gedung fakultas di dalam kampusnya.
"Gila!! Apa-apaan ini?! Mengapa Sora bisa melakukan hal seperti ini?! Apa dia memiliki ilmu kebal?" celutuk seorang mahasiswi super terkejut menatap kerusakan dari mobil itu.
Semua berita pagi hari ini tentang Sora yang begitu kuat dan bisa menghentikan sebuah laju mobil yang sedang melaju dengan kencang hingga berhasil merusak bagian depan dari mobil itu, seketika berita itu mulai menyebar di hampir seluruh kampusnya.
Dan berita itu mulai terdengar oleh Ayana dan teman-teman satu gengnya. Dan tentu saja hal itu semakin membuat Ayana dan teman-temannya menjadi semakin curiga, jika Ayana memang memiliki sebuah ilmu hitam. Dan salah satunya adalah untuk memikat dan menundukkan Ren.
"Selidiki Sora dan dapatkan informasi sekecil apapun tentang dia!! Secepatnya dapatkan semua informasi itu!! Bukankah aku sudah pernah memerintahkan kepada kalian semuanya untuk menyelidiki hal ini?!" ucap Ayana begitu dipenuhi dengan amarah, karena sampai saat ini mereka belum mendapatkan informasi apapun soal Sora.
"Tenang saja, Ayana! Aku sudah memerintahkan seseorang untuk melakukan semua ini. Dan besok dia berjanji akan segera menemui kita untuk sebuah informasi berharga!" sahut Jae penuh percaya diri.
__ADS_1
Ayana mulai tersenyum miring dan tak sabar untuk segera bertemu dengan orang itu.
...🍁🍁🍁...
Di atas sebuah atap gedung fakultas farmasi, terlihat seorang gadis sedang berdiri di dekat sebuah pagar tembok pembatas. Pandangannya menatap nanar ke bawah melihat para mahasiswa dan maahsiwi yang sedang berlalu lalang di bawah.
Bagaimana ini? Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau mereka mengetahui diriku yang sebenarnya! Aku tidak mau diasingkan lagi seperti sebelum-sebelumnya. Hanya karena aku seorang vampir, mereka mengasingkan aku dan tak menerimaku. Mereka semua berasumsi jika semua vampit adalah jahat dan pembunuh karena mengisap darah manusia ... padahal aku tidak pernah melakukannya. Aku dan semua keluargaku tidak seperti klan Aro ... kami berbeda!
Batin Sora mulai mengingat kejadian-kejadian beberapa tahun yang lalu, disaat diriya diasingkan warga karena mereka menganggap Sora adalah vampir yang sangat berbahaya.
Berulang kali Sora berpindah tempat karena hal semacam itu terus saja terjadi di dalam hidupnya. Padahal Sora hanya ingin hidup normal dan wajar. Andai saja Sora bisa memilih untuk takdir hidup yang akan dia jalani, pasti Sora akan memilih untuk dilahirkan menjadi seorang manusia yang normal.
Ibu Sora adalah seorang manusia, namun sang ayah adalah seorang ras vampir. Dan mungkin hal itu adalah salah satu mengapa keluarga Sora begitu berbeda dari para vampir lainnya. Keluarga Sora selalu berusaha untuk tidak menyakiti para manusia disaat itu, namum malah dianggap sebagai pengkhianant oleh klan Aro.
Dan sebenarnya pernikahan kedua orang tua Sora adalah sangat ditentang di masa lalu dan pernah menjadi sebuah masalah besar. Namun karena kegigihan dari kedua orang tuanya Sora dan mereka bisa membuktikan kepada dunia jika mereka memang pantas bersatu. Karena cinta itu tak memandang perbedaan.
Untuk beberapa saat Sora masih terhanyut dalam kenangan buruknya di masa lalu. Masa lalu yang begitu menyesakkan itu kini hadir kembali dengan begitu nyata, seakan membuat Sora berada di masa-masa itu kembali.
"Usir dia dari perkampungan ini!! Dia sangat berbahaya!! Dia adalah seorang vampir yang sewaktu-waktu bisa saja mengisap darah kita hingga habis!! Usir atau bakar dia!!!" seruan-seruan dari orang-orang di masa lalu kembali terlintas dan seakan terdengar memenuhi gendang telinga Sora saat ini.
Bahkan tak terasa kini sepasang manik-manik indah itu mulai berair, hingga air mata hangat itu mulai membasahi pipi pucatnya.
__ADS_1
"Sora ... apa kamu baik-baik saja?" tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pemuda yang begitu jernih yang seketika membuat angan akan masa lalu Sora menjadi buyar.