Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Pesan Dari Ren


__ADS_3

Dengan cepat Sora segera berlari ke arah Ren dan berusaha untuk menolong Ren dengan kemampuan khususnya. Namun pergerakan Sora sudah terlalu terlambat, hingga akhirnya mereka berdua tertimpa reruntuhan bangunan itu bersama dengan posisi tubuh Sora di atas tubuh Ren.


BRRAAKK ....


BRUGGHHH ...


Getaran hebat kini sudah mulai berhenti. Ren yang menyadari jika Sora berusaha untuk melindungi dirinya merasa begitu terkejut dan tentunya sangat khawatir. Terlebih saat ini tubih Sora sedang tertimpa dengan sebuah bagunan.


"So-Sora ... apa kamu bisa mendengarku? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ren karena menyadari kepala Sora masih bersandar di atas dadanya.


Setelah beberapa saat akhirnya Sora mulai mendongak dan mereka berdua saling bertatapan. Sudut-sudut bibir Sora kini mulai ditariknya dan membuat sebuah senyuman manis.


"Aku baik-baik saja ..." jawab Sora dengan pelan dan ramah seperti biasanya.


Aku tidak mungkin menggunakan kekuatanku lagi di depan Ren untuk menyingkirkan semua reruntuhan ini. Atau Ren akan curiga padaku. Aku harus bersikap seperti manusia pada umumnya.


Batin Sora menahan diri untuk menggunakan kekuatannya lagi.


Tiba-tiba saja mulai terdengar teriakan saling bersahutan memanggil nama Ren. Dan mereka juga mulai memasuki tempat itu yang kini sudah menjadi puing-puing reruntuhan saja.


"Ren!! Kamu ada dimana?" teriak seorang gadis.


"Ren!! Apa kamu mendengar kami?" teriak seorang pemuda.


Mereka masih saja berteriak dan hanya memanggil nama Ren sambil menyisisiri tempat ini. Hingga akhirnya mereka mulai menemukan Sora dan Ren.


"Kalian!! Cepat singkirkan bangunan yang menimpa tubuh Sora!" titah Ren setelah melihat teman-temannya datang.


Dengan cepat para pemuda itu segera berdatangan dan mulai mengangkat beberapa bangunan yang menimpa tubuh Sora dan Ren. Sebenarnya Sora sedikit mengeluarkan kekuatannya, agar mereka bisa mengangkat bangunan itu dengan mudah.


Setelah bangunan itu berhasil disingkirkan dari tubuh Sora, beberapa dari mereka mulai membantu Sora dan Ren untuk bangun kembali. Dan tentu saja mereka membantu Sora karena saat ini sedang ada Ren yang menyaksikan semua ini.

__ADS_1


Sora masih terduduk berpura-pura menahan sakit agar mereka semuanya tidak mencurigainya. Ren yang melihatnya seketika menjadi merasa begitu khawatir dan segera menggendong depan Sora lalu meninggalkan tempat itu.


Raut wajahnya penuh dengan rasa panik, sementara Ayana dan teman-temannya semakin menatap kesal kepergian mereka berdua.


"Sial!! Mengapa Ren harus datang ke tempat ini?! Semua rencana kita jadi berantakan!!" sungut Mamo merasa kesal.


"Bagaimana jika Sora si pucat mengadu kepada Ren?" tanya Ayana mulai cemas.


"Jika dia berani mengadu kepada Ren, maka selanjutnya dia tak akan memiliki sebuah kesempatan untuk hidup lagi!!" geram Ayana dengan aura yang begitu kelam.


Sementara itu ...


"Ren. Aku baik-baik saja. Kamu bisa menurunkan aku ... aku bisa jalan sendiri." ucap Sora merasa kurang nyaman karena semua mata kini mulai tertuju kepada mereka berdua di sepanjang koridor.


Bahkan semua mata itu terlihat begitu tajam dan sangat menusuk. Membuat Sora semakin merasa tak nyaman dan ciut.


"Kamu terluka karena berusaha untuk menyelamatkanku! Sudah sepantasnya aku mengurusmu kali ini. Diam dan jangan banyak bicara! Kita akan ke ruangan medis." Ren menyauti dengan pelan namun penuh dengan penekanan, membuat Sora terdiam dan tak bisa melawan lagi.


Sora lebih memilih untuk menunduk dan bersembunyi pada dada bidang Ren untuk menghindari tatapan tajam dari para mahasiswa dan mahasiswi itu.


"Ren. Apa yang terjadi?" sambutan hangat mulai dilayangkan oleh seorang dokter cantik bermata orange kecoklatan itu ketika melihat Ren datang dengan menggendong Sora.


Sebenarnya Sora merasa kurang nyaman dan cukup takut jika mereka akan mengetahui rahasia terbesar Sora. Namun selagi mereka tidak memeriksa secara berlebihan, sebenarnya hal itu tak akan menimbulkan masalah.


"Dokter Bella, tolong periksa Sora! Sora baru saja tertimpa beberapa puing-puing bangunan di gedung belakang." ucap Ren masih terlihat begitu khawatir.


"Baringkan saja di atas brankar dan aku akan memeriksanya sebentar, apakah ada cedera pada tubuhnya atau tidak." perintah dokter Bella.


Dengan patuh Ren segera mrmbaringkan Sora di atas brankar, membuat keduanya saling pertatapan selama beberapa saat. Ada sebuah tatapan penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran tergambar dengan jelas pada wajah Sora.


Namun Ren segera tersenyum hangat dna mulai menenangkan Sora kembali, karena Ren mengira Sora takut dengan alat-alat medis seperti suntikan. Ini hanyalah asumsi dari Ren saja, karena sebelumnya Sora pernah melarikan diri disaat dokter pribadinya mau memeriksanya saat itu.

__ADS_1


"Tenanglah. Kamu tidak perlu takut. Aku akan menunggumu di luar kok. Ya sudah aku keluar dulu ..." ucap Ren dengan hangat dan mulai meninggalkan Sora.


Selama beberapa saat sang dokter mulai memeriksa tubuh Sora. Dan betapa terkejutnya dokter Bella ketika tak menemukan luka apapun pada tubuh Sora. Sedikitpun goresan saja tak ada saat dokter Bella memeriksa Sora. Dan keadaan Sora sangat baik-baik saja.


"Kamu baik-baik saja. Namun sebaiknya kamu beristirahat dulu karena mungkin tubuhmu masih mengalami sedikit syok." ucap dokter Bella setelah selesai memeriksa Sora.


"Baik, Dokter. Terima kasih banyak. Tapi aku harus segera mengikuti kelas selanjutnya. Permisi ..." ucap Sora dengan sopan dan segera menuruni brankar lalu meninggalkan ruangan medis.


Sang dokter dan perawat masih saja menatap kepergian Sora dengan penuh keheranan. Namun mereka berdua masih mengangap ini adalah sebuah keajaiban dan keberuntungan untuk Sora.


Sora yang sudah meninggalkan ruangan medis kini melihat Ren yang masih terduduk di sebuah bangku tepat di depan ruangan itu. Setelah menyadari kehadiran Sora, kini Ren segera berdiri.


"Sora. Apa kata dokter?" tanya Ren sangat ingin tau.


"Tidak ada luka yang serius. Aku baik-baik saja. Terima kasih ya ... aku akan kembali ke kelas dulu." ucap Sora berniat untuk segera meninggalkan Ren.


Grepp ...


Namun dengan cepat Ren menahan tangan Sora kembali.


"Sora, katakan padaku! Apakah itu sumua adalah ulah dari Ayana dan teman-temannya?" tanya Ren sangat ingin tau.


"Tidak. Ayana hanya mengatakan jika Mamo sedang terjebak di dalam bangunan itu, dan Ayana hanya ingin meminta tolong padaku saja. Namun tiba-tiba saja bangunan itu mendadak bergetar dan mulai roboh." jawab Sora dengan polosnya.


Ren yang mendengarkan cerita dari Sora memejamkan sepasang matanya dan mulai memijat keningnya sendiri karena merasa pusing dan sangat kesal.


"Lain kali jangan dekat-dekat dengan mereka lagi! Mereka sangat suka berbuat hal-hal seperti itu. Mereka sangat berbahaya. Apa kamu bisa melakukannya, Sora?"


"Ehh? Tapi ..." sela Sora merasa sesikit aneh, karena Sora memang tak pernah mencurigai Ayana dan teman-temannya.


"Mereka tak pernah tulus untuk berbuat baik padamu. Mereka sangat tidak menyukaimu. Aku tau itu semua dari Yuru. Jadi sebaiknya hindari mereka dan jangan dekat-dekat dengan mereka."

__ADS_1


"Ba-baiklah ..." ucap Sora tak ada pilihan lain.


Bahkan Sora memberikan jawaban itu karena merasa takut saat menatap sepasang maata Ren yang tegas namun sedikit dingin.


__ADS_2