Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Kebersamaan Yang Hangat


__ADS_3

Seperti permintaan dari Ren, hari ini Sora sudah kembali ke kampus dan mulai belajar seperti biasanya. Dan tentu saja hal ini membuat Ren menjadi lega hingga tak sadar Ren selalu tersenyum hari ini.


"Kau aneh!! Kerasukan roh apa kamu, Ren?! Mengapa selalu tersenyum hari ini?!" celutuk Yuru mentapa Ren kebingungan.


"Benarkah aku selalu tersenyum hari ini?" ucap Ren mulai meraba-raba wajahnya sendiri untuk memperhatikan struktur pada wajahnya, karena Ren masih tidak mempercayai ucapan dari Yuru. "Ah ... sepertinya hanya perasaanmu saja deh, Yuru!" imbuh Ren dengan entengnya.


Yuru yang mendengarkan ucapan dari Ren seketika mendengus kesal dan lebih memilih untuk diam dan tak memperpanjangnya lagi. Karena berdebat dengan Ren hanyalah akan sia-sia dan membuang-buang waktu saja! Karena sudah bisa dipastikan jika Ren-lah yang akan menang dalam perdebatan mereka, perdebatan apapun itu!


.


.


.


Para mahasiswi itu rupanya masih saja merasa tak puas dan masih selalu mengganggu Sora. Bahkan hari ini mereka menumpahkan seisi ransel milik Sora hingga semua isi dari tasnya berserakan di atas lantai begitu saja.


Para gadis itu melakukannya dengan tawanya yang terdengar begitu menyebalkan itu. Sedangkan Sora hanya memungutinya dan tak menghiraukannya, apalagi memasukkannya ke dalam hati. Karena sebenarnya Sora sudah menjadi semakin kebal akan cemooh dan perlakuan mereka semua.


Setelah selesai memunguti semua barang-barangnya, kini Sora memutuskan untuk segera meninggalkan kelasnya dan memutuskan untuk pergi ke halaman belakang kampus untuk menikmati sekantong strawberry marmalade miliknya.


Sora mulai duduk di bawah sebuah pohon yang berukuran cukup besar dan rindang. Sepasang headset kabel berwarna putih mulai Sora kenakan untuk mendengarkan sebuah lagu untuk menenangkan suasana hatinya kembali.


Sebuah lagu yang menjadi salah satu lagu favoritnya selama ini, Never Say Good Bye. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang idol yang berasal dari Beijing, China namun dinyanyikan dalam lirik bahasa Inggris.


Sebuah lagu yang mengisahkan dan mengajarkan jika impian dan hidup itu sangatlah berharga. Dan lagu yang mengajarkan untuk selalu menghargai setiap kehidupan yang kita miliki. Karena akan selalu ada pelangi setelah hujan turun.

__ADS_1


Di tengah-tengah keasyikannya Sora mendengarkan lagu kesukaannya itu, tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang mulai duduk di sebelah Sora. Sora yang menyadari kehadiran pemuda yang tak lain adalah Ren yang kini sudah duduk di sebelahnya hanya terdiam kaerena masih cukup terkejut.


"Sedang mendengarkan lagu apa?" tanya Ren dengan ramah.


Namun ucapan dari Ren sama sekali tak didengar dengan baik oleh Sora, karena musik itu sedang memenuhi gendang telinga Sora saat ini. Padahal Sora hanya mendengarkan dengan volume paling kecil saat ini.


Belum sempat mendengarkan jawaban dari Sora, kini Ren segera menarik salah satu dari headset itu dan mulai diselipkan begitu saja pada salah satu telinganya.


Mengapa Ren selalu saja berada di dekatku? Aroma darahnya selalu menggodaku. Aku selalu mati-matian menahan semua itu, aku selalu mati-matian agar aku bisa mengendalikan naluriku.


Batin Sora menatap nanar Ren yang kini sedang asyik mendengarkan sebuah lagu dengan salah satu headset itu. Bahkan Ren terlihat begitu menikmatinya dengan wajah yang begitu berbinar.


"Lagu yang bagus ... apa kamu menyukainya, Sora?" tanya Ren dengan nada bicara ya g begitu bersahabat.


Terpaan angin saat ini terasa begitu menyejukkan, dan kilauan sinar mentari yang menembus pepohonan terasa begitu menyilaukan. Membuat sepasang mata berwarna amber indah milik Sora memicing, sementara semilir angin itu membuat rambutnya yang hanya memiliki panjang di atas bahu mulai menari-nari di udara.


Andai aku juga bisa memiliki teman, pasti hiduoku tak akan merasa begitu kesepian. Bahkan burung-burung itu juga bisa memiliki teman. Huft ...


Batin Sora mulai terlihat murung.


"Sora! Aku ingin mengembalikan sesuatu untukmu." ucap Ren lalu merogoh sesuatu di dalam saku pakaianannya.


Setelah beberapa saat, Ren mulai mengeluarkan sebuah gelang berwarna silver dengan liontin bimtang-bintang yang begitu indah dan berkilauan.


"Aku menemukannya saat kita baru pertama kali bertemu. Maaf aku baru sempat mengembalikannya sekarang." ucap Ren mulai mengulurkan gelang itu untuk Sora.

__ADS_1


"Terima kasih. Aku kira gelang ini sudah hilang." ucap Sora terlihat begitu terharu setelahelihat gelang itu kembali.


Apakah gelang itu adalah pemberian dari seseorang yang sangat berharga baginya? Mengapa Sora terlihat begitu bahagia setelah menemukan kembali gelang itu? Apakah gelang itu adalah pemberian dari seorang pria?


Batin Ren menatap Sora penuh dengan kecurigaan. Sementara Sora terlihat mulai memakai kembali gelang itu masih dengan wajah yang sedikit berseri.


"Gelang ini adalah pemberian terakhir dari kakakku sebelum dia pergi untuk selamanya. Terima kasih banyak, Ren. Aku sungguh senang sekali bisa menemukannya kembali." ucap Sora dengan haru dan begitu tulus.


Ren yang mendengarnya seketika menjadi sedikit salah tingkah karena sudah berpikiran entah sampai kemana.


"Ahh ... oh ... begitu ya. Sama-sama, Sora!" jawab Ren mengusap tengkuknya karena merasa malu dengan dirinya sendiri.


Sementara itu, dari kejauhan terlihat beberapa mahasiswi sedang mengintai dan memperhatikan Sora dan Ren yang sedang duduk bersama. Dan tentu saja pemandangan seperti ini adalah cukup langka sebelumnya dan belum pernah terjadi.


Karena selama ini Ren benar-benar menutup diri dari para gadis manapun. Bahkan Ren selalu bersikap dingin dan cuek dengan membuat dinding pertahanan yang begitu kuat dan kokoh agar tak mudah digapai oleh siapapun, terutama soal hati.


"Lihatlah mereka berdua!! Mengapa mereka berdua malah terlihat semakin akrab?" celutuk seorang gadis yang masih selalu mengawasi Sora dan Ren dari kejauhan.


"Sejak kapan Ren membiarkan Sora berada di dekatnya? Jangan-jangan Sora memiliki sebuah ilmu sihir hitam yang dia gunakan untuk menakhlukkan Ren? Sungguh sangat mencurigakan!" timpal gadis lainnya lagi.


"Bagaimana jika kita memberikan sebuah pelajaran untuk Sora? Agar dia berkaca dan tau diri!! Jika dia sangat tidak pantas untuk Ren!! Mereka bagaikan langit dan bumi!!" timpal gadis lainnya lagi.


"Kau benar!! Mereka sangat tidak serasi! Kita harus menyadarkan Ren!"


"Hhm! Kau benar!! Tapi sebaiknya kita urus Sora dulu. Kemarilah, Kaoru, Mamo!! Aku punya sebuah ide brilian!!" ucap gadis itu tersenyum misterius dan meminta teman-temannya untuk segera mendekat untuk memberitahukan rencananya kali ini.

__ADS_1


Ketiga gadis itu mulai tersenyum misterius setelah salah satu temannya memberitahukan sebuah rencana yang akan digunakan untuk menjahili dan menyakitu Sora kembali.



__ADS_2