Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Serangan Manusia Licik


__ADS_3

Ren mulai meninggalkan rumah Sora bersama dengan kedua orang tuanya dan teman-temannya. Mereka dikawal oleh orang-orang yang bekerja sebagai kaki tangan papa dan mamanya yang lengkap dengan membawa senjata api maupun senjata lainnya lagi.


Namun rupanya masih ada beberapa pengawal yang masih tertinggal di dekat rumah Sora, mereka membawa sebuah tombak dan juga senjata api laras pendek. Dan mereka sudah mengawasi Sora sejak dari awal rombongannya meninggalkan tempat ini.


Sebenarnya Sora sudah menyadari semua itu, namun Sora tak terlalu mempedulikannya karena hanya mengira mereka hanya akan tinggal sebentar saja untuk beristirahat.


Apalagi pihak manusia itu sudah berjanji akan membiarkan Sora untuk tetap menjalani hari-hari seperti sebelumnya. Sehingga akhirnya Sora menepis segala pikiran buruknya terhadap para manusia itu.


Namun rupanya, seperti perasaan Sora sebelumnya. Jika sebuah petaka besar kini akan terjadi. Diam-diam para pengawal itu sudah menyiramkan bensin di sekitar rumah Sora.


Dan disaat Sora sudah berada di dalam rumahnya, tiba-tiba saja saja salah satu dari mereka mulai meluncurkan sebuah amunisi panas hingga berhasil tertanam di dalam tubuh Sora, yaitu bagian dada.


TAR ...


Disaat tubuh Sora sedikit terhentak karena sebuah tembakan itu, dengan cepat pria lainnya mulai menghunuskan sebuah tombak tajam pada tubuh Sora, tepatnya pada bagian dada Sora.


JLEBB ...


Mereka semua meyakini jika menyerang dan menamamkan benda-benda tajam itu pada bagian dada vampir, maka hal itu akan membuat sang vampir menjadi lemah dan kehilangan kekuatannya untuk beberapa saat.


BRUGHH ...


Dan benar saja, setelah mendapatkan serangan itu, tiba-tiba saja tubuh Sora ambruk dan terlihat begitu lemah dan tidak berdaya.


"Ckk ... dasar vampir sialan dan tak tau diri!! Kali ini kamu akan segera berakhir!! Dan kamu akan musnah dari muka bumi ini!! Gyahaha ..." pria itu tertawa menggelegar dan mulai melenggang meninggalkan rumah Sora.


Sementara pria lainnya terlihat mulai menyulutkan sebuah api, hingga akhirnya kobaran api mulai terlihat dan saling menyambar.


Sementara Sora tak bisa lagi untuk bangkit. Dia sudah sangat tak berdaya saat ini. Untuk bergerak dan bernafas saja, rasanya sangatlah sesak saat ini.

__ADS_1


Sementara itu, Ren yang baru saja mau memasuki mobil sang mama kini mulai menghentikan langkah kakinya kembali dan mengurungkan niatnya untuk memasuki mobil berwarna putih itu karena mendengarkan sebuah suara tembakan.


"Ren! Ayo kita segera pulang, Sayang!" ajak sang mama membujuk Ren


Namun, bukannya segera masuk ke dalam mobil sang mama, Ren malah mundur kembali dan malah ingin segera kembali untuk memeriksa sesuatu.


"Ma, suara tembakan siapa itu? Siapa yang mereka serang?" tanya Ren mulai menaruh rasa curiga.


"Mungkin saja mereka menembak hewan liar, Sayang. Disini kan banyak sekali hewan liar yang sangat berbahaya. Jadi mungkin saja para hewan liar itu berusaha untuk menyerang mereka, lalu mereka menembaknya deh. Sudah yuk kita pulang dulu, Sayang!" bujuk sang mama lagi.


"Tidak, Ma. Biasanya jika ada Sora, para hewan itu tak akan menyerang manusia, Ma. Aku akan memeriksanya sebentar!" ucap Ren lalu mulai berbalik dan menuju ke arah rumah Sora lagi.


"Ren!!!"


Teriakan dari sang mama maupun teman-temannya tak dihiraukan lagi oleh Ren. Pemuda itusegera berlari dan bergegas untuk kembali memeriksa sesuatu, karena tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.


Ren mengerahkan seluruh kekuatannya dan terus berlari sekencang mungkin. Hingga akhirnya dia mulai melihat ada asap hitam yang berasal dari rumah Sora.


"Apa yang kalian lakukan kepada Sora?!" tanta Ren penuh dengan kecurigaan.


Tak ada yang berani menjawab Ren, semua terdiam dan membungkam dirinya.


"Aku sedang bertanya kepada kalian!! Apa kalian tuli?!!" ucap Ren lagi dengan suara yang lebih menggelegar.


Tetap sama! Tak ada salah satu pun dari mereka yang menjawab ucapan dari Ren. Hingga akhirnya Ren memutuskan untuk segerw melihat sendiri apa yang sedang terjadi saat ini.


"Jika sampai terjadi sesuatu terhadap Sora, maka kalian akan menerima akibatnya!!" tanda Ren sebelum pemuda itu meninggalkan ketiga anak buah papanya.


Ketiga pria itu terlihat kalang kabut menatap kepergian Ren.

__ADS_1


"Aduh! Bagaimana ini? Mengapa tuan muda Ren kembali lagi? Bukankah seharusnya mereka sudah meninggalkan tempar ini? Kacau sudah ..." celutuk salah satu pria itu masih terlihat sangat khawatir.


"Sudahlah! Bukankah tuan Kennichi akan menjamin keselamatan kita? Tenang saja!! Dan jangan khawatir!!" timpal pria lainnya lagi.


"Ya sudah, ayo kita segera menyusul tuan muda Ren. Disini sangat berbahaya untuknya!" salah satu dari pria itu mulai berjalan cepat untuk menyusul Ren kembali, lalu diikuti oleh kedua orang pria lainnya lagi.


Sememtara itu, Ren yang sudah sampai di dekat rumah Sora terlihat begitu syok bukan main setelah melihat jika sang jago merah sudah hampir sepenuhnya membakar rumah Sora.


"SORA!!!!" Ren berteriak memanggil nama Sora.


Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Ren segera memasuki rumah Sora yang sudah hampir sepenuhnya terbakar. Dengan cepat Ren mencari sosok Sora di dalamnya.


Hingga akhirnya Ren mulai melihat Sora yang sudah terjatuh tak berdaya di atas tanah (karena rumah Sora tidak berlantai). Ren segera mendatangu Sora dan berusaha untuk meraih tubuh itu.


Hatinya sakit saat mengetahui Sora sedang tidak berdaya dengan beberapa luka yang ada pada dadanya. Dan amarah Ren juga memuncak saat mengingat jika ini adalah ulah dari ketiga pria itu.


"Sora aku mohon bertahanlah!" ucap Ren sambil berusaha untuk melepaskan tombak yang masih menancap pada dada Sora dengan sangat hati-hati.


Rasanya sangat ngilu dan sakit melihat semua ini.


"Sora, bertahanlah aku mohon, Sora !!!!"


"Rrreennn ..." ucap Sora terdengar begitu lirih.


Wajah pucat itu masih berusaha untuk tersenyum menatap Ren, jemarinya juga meraih sisi samping wajah Ren.


"Ter-rima kass-sih atas sem-muuaanya sell-lama ini." ucapnya pelan sekali karena Sora sudah terlihat sangat tak berdaya. "Pergilah, Rrennn ... tem-paatt inn-nii akan men-jadiii abb-bbuu ..."


Ren menggeleng kuat dan tak kuasa untuk menahan air matanya. Sementara di luar sudah ada ketiga pria anak buah sang papa yang mulai memanggil-manggil nama Ren. Namun Ren tak menghiraukannya sama sekali.

__ADS_1


"Katakan padaku, Sora! Katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untuk menolongmu, Sora!!" ucap Ren penuh harap.


Sora hanya terdiam dan menggeleng pelan, seolah tak ada harapan kembali untuknya tetap hidup. Bukan! Sebenarnya masih ada satu cara untuk Sora agar bisa bertahan hidup, namun temtu saja Sora tak ingin melakukan semua itu. Karena itu sangat membahayakan Ren!!


__ADS_2