
Sepasang manik-manik indah itu mulai berair, hingga air mata hangat itu mulai membasahi pipi pucatnya. Semua kenangan di masa lalu itu terlintas kembali dan menimbulkan sesak dan perih yang begitu nyata.
"Sora ... apa kamu baik-baik saja?" tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pemuda yang begitu jernih yang seketika membuat angan akan masa lalu Sora menjadi buyar.
Dengan cepat Sora segera menyeka air matanya kembali namun masih tetap berdiri di tempatnya tanpa berbalik. Pemuda yang tak lain adalah Ren itu kini mulai mendekati dan berdiri di samping Sora.
Tatapannya begitu nanar menatap gadis berkulit pucat itu. Sora sangat terlihat begitu rapuh dan lemah di hadapan Ren. Selama ini orang-orang selalu berusaha untuk mencelakai Sora, dan Ren sempat berpikir jika kali ini adalah ulah dari mereka lagi.
"Sora, katakan padaku, bagian mana yang terluka ... dan mari segera pergi ke ruangan medis untuk memeriksanya!" ucap Ren tak bisa menutupi kekhawatirannya terhadap Sora.
"Pergilah, Ren. Aku baik-baik saja ... aku hanya ingin sendirian saat ini." ucapan dari Sora terdengar begitu memilukan dan tentunya membuat Ren merasa sesak.
Gadis itu masih menatap lurus ke depan dengan tatapan penuh dengan kekalutan. Permintaan dari Sora tentu saja tak akan dikabulkan oleh Ren saat ini. Karena Ren masih merasa begitu khawatir jika Ayana dan teman-temannya akan berusahauntuk kembali mencelakai Sora.
"Aku tidak mau, Sora! Aku akan tetap disini! Aku hanya ingin selalu menemani dan melindungmu, Sora. Aku tidak ingin kamu meninggalkan kampus ini lagi." ucap Ren menolak untuk pergi meninggalkan Sora.
Jika hal itu bisa aku lakukan ... dan jika kalian para manusia tidak mengasingkan aku dan bisa menerimaku disisi kalian ... pasti aku tak akan pernah pergi, Ren. Aku takut ... aku takut sekali kejadian-kejadian seperti sebelumnya akan kembali terulang lagi. Aku takut sekali, Ren ... aku selalu sendirian dan tak memiliki siapapun.
Batin Sora tak kuasa lagi menahan tangisnya, hingga akhirnya air mata hangat itu kembali membasahi pipi putihnya. Sora mulai menangis sesegukan dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Lidahnya terasa begitu kelu, sehingga untaian kata-kata itu kembali ditelannya mentah-mentah dan tak bisa dia ucapkan.
__ADS_1
Ren yang melihat Sora menangis dan sangat tidak berdaya, menjadi semakin sesak. Hingga akhirnya pemuda itu memberanikan diri untuk mulai meraih dan memeluk tubuh ramping Sora.
Apakah semua kehangatan ini akan masih tetap sama disaat kamu mengetahui siapa aku yang sebenarnya, Ren? Apa kamu juga masih akan selalu membersamaiku disaat kamu tau kebenaran tetntangku, Ren? Apakah kamu tidak akan meninggalkanku seperti mereka yang selalu membuangku dan meninggalkan aku sendirian.
Batin Sora masih dalam isak tangisnya.
"Menangislah jika menangis bisa membuatmu merasa lebih lega dan tenang." ucap Ren lirih sambil mengusap lembut punggung Sora yang begitu kurus menurut Ren.
Andai aku bisa menghentikan waktu untuk beberapa saat saja ... aku ingin berada di masa saat ini lebih lama. Pelukan Ren begitu hangat dan membuatku merasa lebih tenang. Aku takut ... aku tak akan bisa lagi meraihnya ... aku takut aku tak akan bisa berbicara lagi dengannya. Aku takut aku tak akan lagi bisa bertemu dengannya lagi. Aku takut sekali ... rasa takut ini sama seperti saat itu, saat keluargaku akan meninggalkanku. Ayah ... ibu ... kakak ... aku rindu sekali pada kalian ...
Batin Sora yang sudah cukup lama menangis di dalam pelukan Ren. Dan rupanya lagi-lagi semua itu diketahui oleh salah satu teman dari Ayana yang memang sengaja mengejar Sora kareja ingin mencari tau tentang Sora.
...🍁🍁🍁...
Seorang pemuda dengan hodie hitam yang dia padankan dengan celana jeans warna gelap terlihat sudah duduk di hadapan seorang gadis cantik berwajah cantik namun sangat terlihat arogan.
Di sisi belakang gadis cantik bergaya arogan itu sudah ada beberapa teman-temannya yang berdiri mengitarinya layaknya seorang pelayan yang sedang mengawal sang tuan putri.
"Katakan semua informasi apapun tentang Sora yang sudah kamu dapatkan!! Dan awas saja jika informasi itu sangat tidak beguna!! Mampuslah, Kau!!" geram gadis cantik namun arogan itu dengan gaya duduknya yang mengangkat salah satu kakinya di atas kaki yang lainnya.
"Ya, Nona Ayana. Aku sudah mendapatkan beberapa informasi tentang gadis bernama Sora itu." jawab pemuda yang memiliki rambut bergaya jabrik itu.
__ADS_1
Sebuah senyuman miring mulai menghiasi wajah ayu Ayana. Kini Ayana mulai menghela nafas dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya, namun tatapannya masih menatap pemuda yang masih duduk di seberangnya yang hanya berbataskan dengan sebuah meja kayu klasik.
"Hhm. Sekarang cepat katakan padaku semuanya dengan detail tanpa ada yang terlewat satupun!!!" titah Ayana semakin tak sabaran.
"Sora adalah anak yatim piyatu dan tinggal seorang diri saat ini. Sebelum berada di Yokohama, Sora tinggal di beberapa daerah, Nona Ayana. Dan dia juga sering berpindah-pindah tempat tinggal. Bahkan hanya dalam waktu 2 bulan hingga 5 bulan, Sora selalu berpindah tempat tinggal dan berada di daerah yang berbeda-beda. Namun tempat tinggalnya selalu jauh dari pemukiman warga. Biasanya dia akan lebih memilih untuk di daerah pegunungan, hutan, atau perkebunan yang jauh dari rumah warga." ucap pemuda itu melaporkan.
Ayana yang mendengarkan penjelasan dari pemuda suruhan dari Jae sepupunya itu, kini mulai mengkerutkan keningnya, membuat kedua alis indahnya saling berkerut berdekatan.
"Selalu berpindah tempat tinggal dengan cepat dan selalu tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman warga?" gumam Ayana tak mengerti. "Cckk ... sungguh benar-benar gadis yang sangat aneh!!"
"Hiyy ... aku merinding! Jangan-jangan dia itu benar-benar memiliki sebuah ilmu kebal dan ilmu hitam." celutuk Kaoru ikut-ikutan.
"Apa kamu mengetahui tempat tinggal gadis aneh itu saat ini?" tanya Ayana kembali.
"Ya! Dia tinggal di dekat hutan Wild Kaazane yang cukup liar dan berbahaya. Dan sebenarnya rumahnya yang dia tempati saat ini berjarak cukup jauh dari kampus." jawab pemuda itu lagi.
"Hhm. Aneh sekali ya! Padahal sangat jauh. Tapi dia sering datang pagi-pagi sekali disaat kampus masih sepi." gumam Jae tak kalah bingung.
"Untuk saat ini jangan ganggu Sora dulu! Besok pagi disaat dia sedang kuliah, kita akan pergi dan mendatangi rumahnya untuk mencari tau sesuatu!! Pasti kita bisa menemukan sesuatu di rumahnya!!" ucap Ayana penuh dengan keyakinan.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1