
"Aku mohon, Sora! Setidaknya biarkan malam ini aku berada disini bersamamu ... karena berhari-hari melewatinya tanpamu sudah membuatku gila." pinta Ren penuh dengan harap.
Dengan begitu berat akhirnya Sora mulai mengangguk pelan menandakan gadis itu menyetujui Ren. Dan sebenarnya untuk bisa bersama dengan Ren juga membuatnya merasa lebih baik ketika Sora melewati hari-harinya selama ini.
"Luka pada kakiku ... apakah kamu yang menyembuhkannya, Sora?" tanya Ren saat menyadari kakinya kini tak ada luka sedikitpun dan sudah sangat sehat. Bahkan goresan kecilpun tak ada.
"Iya, Ren." jawab Sora seadanya.
"Wah ... keren sekali ... terima kasih ya, Sora." ucap Ren begitu takjub akan kemampuan yang dimiliki oleh Sora.
Gadis itu hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.
Malam ini, mereka menghabiskan waktu bersama. Bahkan Ren juga mulai memasang lampu hias gantung untuk menerangi rumah Sora, karena selama ini rumah itu tak memiliki penerangan sama sekali.
Kini mereka berdua duduk bersama di teras rumah Sora sambil memandangi lampu hias gantung yang baru saja Ren pasang di beberapa titik tertentu. Memberikan kesan manis dan romantis pada rumah sederhana ini.
"Bagaimana? Apa kamu suka, Sora?" ucap Ren mendongak menatap lampu hias gantung berwarna kekuningan itu.
"Hhm. Cantik sekali ..." sahut Sora terlihat begitu berbinar menatap lampu penerangan itu.
Melihat Sora kembali tersenyum, rasanya membuat Ren merasa lebih lega. Hingga membuat Ren terbuai dalam situasi manis saat ini. Bahkan cukup lama Ren mencuri pandang untuk menatap wajah manis namun pucat itu.
"Sora ..." gumam Ren lirih tanpa beralih menatap wajah Sora.
"Hhm?"
"Apa kamu sama sekali tidak pernah meminum darah manusia?" tanya Ren ingin tau. "Ceritakan sedikit tentangmu, Sora ..." imbuh Ren dengan hangat sambil menatap gadis itu.
Sora mulai menghela nafas panjang sambil menatap langit malam yang gelap gulita yang berhiaskan dengan kilauan-kilauan dari bintang-bintang itu, lalu mulai menjawab pertanyaan dari Ren.
__ADS_1
"Sejak kecil aku sudah diajarkan untuk tidak menyakiti manusia. Keluarga kami selalu meminum darah dari hewan buruan. Dan begitulah cara kami bertahan hidup selama ini." ucap Sora mulai bercerita, namun pandangannya terlihat nanar.
"Namun vampir klan Aro malah menganggap kita sebagai pemberontak hanya karena kami tak meminum darah manusia. Hingga akhirnya mereka malah membantai keluargaku. Dan disaat itu, aku yang baru saja pulang bermain, melihat semua keluargaku terbunuh di depan mataku sendiri. Namun sebelum ibu meregang nyawanya, ibu memerintahkan aku untuk pergi meninggalkan tempat itu." Sora kembali bercerita dan terdengar begitu memilukan.
"Meskipun saat itu sangat berat untukku, namun aku harus mematuhi orang tuaku. Setelah itu, aku hidup sebatang kara. Aku tak memiliki siapapun, dan para manusia juga selalu memusuhiku. Bahkan aku selalu berpindah tempat tinggal kerena mereka mengusirku dan menganggap aku berbahaya." imbuh Sora mulai terlihat murung.
Tiba-tiba saja Ren mulai meraih jemari Sora dan menggenggamnya erat.
"Jangan pindah lagi! Mulai sekarang, kamu tak akan lagi sendirian. Karena aku akan ada untukmu. Aku akan menemanimu. Aku berjanji ... aku tak akan meninggalkanmu, Sora." ucap Ren tanpa ada keraguan sedikitpun.
"Terima kasih, Ren." ucap Sora begitu terharu. "Tapi ..."
"Jangan pikirkan apapun lagi saat ini, Sora. Dan jangan bersedih lagi ... kamu sudah terlalu lama bersedih. Kamu juga berhak untuk bahagia. Percayalah padaku! Kamu akan baik-baik saja mulai dari sekarang! Aku akan melindungimu jika sampai mereka mengganggumu lagi!" ucap Ren dengan hangat dan lembut, hingga membuat Sora mengangguk pelan.
Malam ini begitu dingin, namun entah mengapa seketika menjadi malam yang begitu hangat untuk mereka berdua. Ditambah lagi suasana hangat nan manis di bawah kilauan lampu bernuansa romantis ini, membuat keduanya terbuai untuk sesaat.
Perlahan wajah kedua makhluk berbeda ras ini mulai saling mendekat. Atau lebih tepatnya Ren yang mulai mendekati Sora hingga memiringkan wajah tampannya itu mendekati wajah Sora
Sora hanya sedikit memundurkan kepalanya, namun gadis ras vampir ini tak berusaha untuk menghentikan Ren sama sekali yang sedang berusaha untuk melakukan sesuatu itu.
Namun, tiba-tiba saja mulai terdengar sebuah suara yang begitu merusak momen manis saat ini sehingga membuat semua itu berhenti sebelum sebuah kecupan itu terjadi.
KRUYUUUKK ...
Yeap, tiba-tiba saja perut Ren berbunyi dan hal itu membuatnya merasa begitu malu. Dengan cepat Ren segera mundur kembali dan mengalihkan pandangannya karena merasa sangat malu.
Bayangkan saja, seorang Ren yang selalu terkenal dingin dan sangat populer di kampusnya, kini malah terlihat konyol dan tidak keren sama sekali di hadapan Sora. Sedangkan Sora terlihat sedang mengulum senyum gemas, melihat Ren yang dianggapnya lucu.
"Di rumahku tidak ada yang bisa kamu makan, Ren. Jadi mari kita pergi bersama untuk membeli sesuatu." ucap Sora mulai bangkit berdiri.
__ADS_1
"Membeli sesuatu?" gumam Ren mengkerutkan keningnya hingga membuat sepasang alis tampan itu saling berdekatan. "Tapi tempat ini sangat jauh dari manapun. Bagaimana kita pergi? Dan ini juga sudah hampir tengah malam." imbuh Ren masih bingung.
Sora mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman manis.
"Ayo!! Aku akan memperlihatkan sesuatu padamu ..." ucap Sora mulai mengulurkan tangannya.
Tanpa ada keraguan sedikitpun, Ren mulai meraih uluran tangan dari Sora dan segera berdiri kembali.
"Pakai baju hangatmu lagi, Ren. Karena udara malam sangat dingin."
Tanpa pikir panjang, Ren juga segera mengenakan pakaian hangatnya kembali. Perlahan Sora mulai meraih pinggang Ren dengan tangan tangannya, lalu mulai meraih dan menggenggam jemari kanan Ren
"Ren pegangan erat ya ..." ucap Sora pelan dengan sebuah senyuman tipis.
Lagi-lagi Ren menurut dan menaikkan tangan kirinya di atas pundak Sora. Posisi mereka berdua kini terlihat seperti pasangan yang sedang ingin berdansa bersama.
HAPPPP ...
SWUUSSHHH ...
SWOSHH ...
Sora mulai membawa Ren melompat tinggi di udara, lalu mulai terbang begitu saja. Dan sesekali Sora juga menggunakan ranting pohon untuk pijakan dan berpindah ke pohon yang lainnya dengan lebih cepat
Ren yang pertama kalinya menyaksikan serta merasakannya terbang secara langsung dengan alami, merasa begitu takjub dan terkesima. Karena selama ini Ren hanya melihat hal-hal seperti ini di dalam film-film saja.
"Ini keren sekali, Sora!" gumam Ren tanpa berani melepaskan pegangannya sedikitpun, dan malah semakin berpegangan erat pada Sora. "Jadi seperti inilah caramu pergi ke kampus atau pergi kemanapun ya, Sora? Sehingga kamu bisa dengan cepat sampai di kampus atau tempat lainnya lagi?" tanya Ren masih menatap takjub sekelilingnya disaat dia dan Sora terbang bersama.
"Hhm. Benar sekali, Ren. Namun aku hanya menggunakan kemampuanku di tempat-tempat tertentu, agar mereka para manusia tidak melihatnya." jawab Sora seadanya.
__ADS_1