
Seorang gadis dengan balutan sebuah gaun putih sederhana yang memiliki panjang sebatas lututnya terlihat mulai berhenti di depan sebuah rumah megah di kawasan elit. Di dekat rumah itu ada beberapa paviliun yang berdiri dengan megah dan kokoh.
Beberapa dekorasi outdoor juga terlihat sudah terhias manis di halaman rumah itu. Beberapa tamu undangan terlihat mulai memasuki halaman rumah itu dan membuat sang gadis bergaun putih itu mulai minggir kembali.
Ada sebuah keraguan dan rasa tak percaya diri untuk kembali melanjutkan langkahnya untuk memasuki rumah besar itu. Gadis yang tak lain adalah Sora itu merasa tak pantas untuk menginjakkan kakinya ke dalam rumah megah itu.
Sora terdiam cukup lama di dekat pagar putih besar itu sambil menunduk dan memandangi sebuah bingkisan yang akan diberikan untuk Ren yang sudah mengundangnya malam ini untuk pesta ulang tahunnya.
Hadiah itu adalah syall rajutan Sora sendiri yang dia rajut beberapa hari yang lalu. Bahkan Sora tidak tidur, karena berulangkali rajutannya tidak sempurna, dan Sora harus selalu merajutnya kembali hingga sempurna.
Bahkan Sora sudah mulai berbalik dan memutuskan untuk segera kembali pulang saja. Namun tiba-tiba saja sebuah melodi yang berasal dari ponselnya mulai mrnghentikan langkah kakinya.
Sora mulai mengambil benda pipih itu dari dalam slingbag hitamnya dan mulai melihat nama si pemanggil. Terlihat nama si pemanggil Ren. Dengan sedikit ragu-ragu, Sora mulai mengangkat panggilan itu.
"Ha-hallo, Ren ..." sapa Sora lirih dan seakan takut Ren akan menghalangi niatnya untuk pulang kembali.
"Mengapa kamu hanya berdiri di depan saja, Sora?" tanya Ren tiba-tiba.
Ucapan dari Ren xukup mengejutkan Sora, hingga akhirnya Sora mulai berbalik dan rupanya Ren audah berada di halaman paviliun sambil melambaikan tangannya ke arah Sora.
"Masukklah, Sora! Pesta akan segera dimulai ..." ucap Ren masih menatap Sora dari kejauhan.
"Uhm ... i-iya, Ren. Aku ... akan segera masuk." jawab Sora tak ada pilihan lain, karena Ren sudah memergokinya dan Sora tak memiliki kesempatan untuk melarikan diri kali ini.
__ADS_1
Panggilan itu mulai mereka akhiri, dan dengan sangat terpaksa Sora mulai melenggang memasuki halaman rumah yang sangat luas itu. Sora lebih memilih untuk sedikit menunduk dan tak menghiraukan sekitarnya yang memandangnya dengan tatapan aneh.
Yeap. Tatapan tajam, dingin dan begitu menusuk itu mulai dilayangkan oleh para tamu undangan ketika mereka melihat kehadiran Sora. Karena kebanyakan dari tamu undangan itu adalah para mahasiswa dan mahasiswi kelas populer di kampusnya.
Dan mungkin hanya Sora-lah gadis biasa-biasa saja yang menerima undangan langsung dari Ren. Meskipun belum ada sebuah ikatan akan hubungan mereka berdua, namun Sora dan Ren akhir-akhir ini menjadi lebih dekat dan akrab.
"Cihh ... mengapa gadis pucat ini datang ke tempat ini malam ini? Apa dia tak punya cermin di rumahnya?! Dasar tak tau diri!" celutuk seorang gadis cantik dengan butan gaun super mewahnya.
"Benar! Mengapa gadis aneh ini datang ke pesta ulang tahun Ren?! Masa Ren yang sudah mengundang dia? Aku tidak yakin jika Ren akan mengundang dia deh! Dasar tak tau malu sekali datang tanpa undangan!" timpal gadis lainnya lagi menatap jijik Sora.
"Bikin rusak pemandangan saja!! Ini kan pesta ulang tahun Ren! Sedangkan tamu undangannya adalah kelas populer ke atas!" timpal gadis lainnya lagi.
"Hehh, Sora!! Sebaiknya kamu pulang saja! Mata semua orang jadi rusak karena melihatmu malam ini disini! Pergi sana, Gadis aneh dan penyakitan!!" kini Ayana sudah menghampiri Sora dan tiba-tiba saja mendorong kasar tubuh Sora.
GREEPP ...
"Jika mata kalian rusak karena kehadiran Sora, maka kalian boleh meninggalkan pesta ulang tahunku malam ini." ucap pemuda yang baru saja menangkap tubuh Sora itu.
Rupanya dia adalah Ren yang sudah terlihat begitu mempesona dengan setelan jas hitam bergaris super mewahnya. Tatanan rambutnya juga sedikit berbeda malam ini.
Outfit serta penampilannya malam ini semakin membuatnya menawan dan berkarakter. Dan tentunya semakin membuat para gadis yang selama ini menggilainya semakin terpesona olehnya.
"Tidak, Ren ... maksudku bukan seperti itu, Ren. Mana mungkin aku meninggalkan pesta ulang tahunmu begitu saja. Kamu hanya salah dengan kok. Aku tidak mengatakan hal seperti itu." ucap Ayana dengan cepat dan menunjukkan bakat beraktingnya. "Sora terpeleset dan aku hanya ingin menolongnya saja. Sora, kamu baik-baik saja bukan?"
__ADS_1
Sora yang mendengarkan ucapan manis dari Ayana hanya tersenyum tipis dan masih begitu ramah, sama sekali tak ada kekesalan tergambar pada wajah ayu nan pucat itu.
"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir." sahut Sora seadanya.
GREEPP ...
Tak mau berdebat dan memperpanjang masalah lagi, akhirnya Ren mulai menggandeng tangan Sora dan menatap Ayana dan teman-teman satu servernya dengan tegas dan dingin.
"Asal kalian tau, akulah yang mengundang Sora malam ini! Dan asal kalian tau, akulah yang selama ini mendekati Sora! Aku harap kalian tidak mengganggu Sora lagi!" ucap Ren menandaskan dengan penuh penekanan. "Ayo, Sora!" imbuh Ren mulai menggring Sora untuk meninggalkan geng Ayana.
Ayana dan teman-temannya semakin terlihat kesal melihat semua ini. Apalagi setelah Ayana mendengar Ren yang secara terang-terangan membela Sora si gadis aneh di depan semua teman-temannya. Seakan Ayana sudah mendapatkan sebuah tamparan yang begitu keras dan menyakitkan. Seperti harga dirinya yang seakan-akan sudah diinjak-injak begitu saja.
"Sora!! Kau akan menerima balasannya!! Jangan pernah bermain-main denganku!! Aku akan membuat Ren membencimu dan menjauhimu!! Bagaimanapun caranya!!" geram Ayana lirih dan masih menatap tajam kepergian Sora dan Ren.
"Kau benar, Ayana! Kita harus melakukan sesuatu lagi!!" Kaoru yang berdiri di samping Ayana menyauti tak kalah kesal.
"Kalian semua, cari tau kelemahan Sora!! Cari tau apapun itu!! Hal sekecil apapun!! Ren harus membenci dan menjauhi gadis penyakitan dan aneh itu!! Aku tak terima dikalahkan oleh gadis rendahan seperti dia!! Cihh ..." geram Ayana sudah dipenuhi dengan amarah yang semakin menggunung hingga wajah putihnya kini menjadi merah padam.
"Tenang saja, Ayana! Kami akan melakukan apapun untukmu. Bahkan kami akan mencari tau hingga ke rumahnya dan masa lalunya! Kamu akan segera mendapatkan Ren kembali!!" sahut Jae, sahabat laki-laki dari Ayana yang selalu setia dan melakukan apapun untuk Ayana.
Bahkan saat itu Jae juga ikut andil dalam usaha untuk mencelakai Sora di dalam gedung tua yang akhirnya roboh itu.
Mereka masih menatap tajam Sora dan Ren dari kejauhan dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1