Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Ajakan Ren


__ADS_3

Sungguh pesta ulang tahun yang begitu mewah dan spektakuler! Dan ini adalah pertama kalinya Sora menghadiri sebuah perayaan yang begitu menakjubkan.


Beberapa tamu terlihat sedang berdansa, menikmati hidangan super lezat, atau beberapa dari mereka hanya sekedar berbincang bersama tamu undangan lainnya.


Sora yang saat ini sedang sendirian karena Ren harus menyambut beberapa tamu dari keluarga besarnya, mulai memutuskan untuk pergi ke taman samping pavilliun yang sedikit lebih tenang.


Namun tak sengaja Sora melalui sebuah cermin yang berukuran cukup besar. Dan tentu saja hal itu sangat membuat Sora merasa tidak nyaman. Karena melihat pantulan dari dirinya sendiri, terkena potret adalah hal yang sungguh membuat seorang vampir merasa kurang nyaman.


Dengan cepat Sora berpindah tempat untuk menghindari cermin besar itu untuk menuju ke taman samping pabilliun.


SSRTTT ...


SWOSHHH ...


Namun rupanya seorang gadis melihat semua itu. Namun dia hanya melihat kelebatan saja. Karena merasa tidak yakin, akhirnya gadis itu mulai mengkucek-kucek matanya kembali untuk memastikan sesuatu jika dia memang sedang tidak bermimpi.


"Apa itu tadi? Pergerakannya cepat sekali. Apakah hantu? Hiiiyyy ..." gadis itu bergidik ngeri dan segera berlari dengan cepat meninggalkan ruangan itu.


Sementara itu kini Sora terlihat sedang duduk di sebuah ayunan dan menatap langit malam yang gelap, karena tak terlihat satupun bintang disana. Hanya ada bulan sabit yang bersinar cukup terang dan indah.


Meskipun rasa bahagia dan nyaman ini hanya akan berlangsung sementara saja. Namun aku sangat bersyukur karena bisa merasakan kehangatan dan kasih dari seorang teman. Ren adalah teman pertamaku, dan dia adalah seorang manusia. Sebenarnya ... membayangkan dia akan pergi dan menjauhiku kelak, rasanya sangat menyakitkan. Namun ... hari itu tetaplah akan terjadi suatu saat nanti. Hari dimana Ren akan mengetahui sebuah rahasia besarku, dan disaat itulah Ren akan menjauh dari hidupku. Dan mungkin, disaat itulah dia akan merasa sangat menyesal karena pernah mengenalku. Dan disaat itulah aku akan kembali sendirian.

__ADS_1


Batin Sora masih menatap nanar langit malam yang gelap dan dingin itu masih di atas ayunannya. Sora menghela nafas selama beberapa saat dan mulai melamun kembali.


Membayakannya saja rasanya sudah membuat dadaku sesak. Namun ... apakah ini aku artinya sudah sangat egois? Seakan aku sudah menipunya dan seolah aku sudah mempermainkan dia. Huft ... aku harus bagaimana? Disatu sisi aku merasa bahagia karena dekat dengan dia, namun disisi lain aku juga merasa sangat jahat dan sangat egois ... maafkan aku, Ren ...


Batin Sora mulai terlihat semakin murung.


Suara derit dari ayunan memecah keheningan malam di taman samping pavilliun ini. Namun Sora begitu menikmati semua ini. Karena Sora lebih menikmati alam dan keheningan yang membuat dirinya merasa tenang dan damai.


Disamping itu, tempat terjauh dari para manusia akan membuatnya merasa lebih nyaman dan leluasa untuk bernafas. Karena aroma darah dari para manusia itu begitu mengganggu dirinya dan melambai-lambai indera penciumannya yang tentunya sangat tajam.


Perlahan Sora mulai memejamkan sepasang matanya dan menikmati suasana saat ini. Seakan Sora mulai terhanyut dalam kesendiriannya yang begitu menenangkannya.


Perlahan aroma manis mulai tercium kembali oleh Sora. Aroma yang selama ini begitu menggodanya dan selalu Sora tahan karena tak ingin menyakiti Ren.


Batin Sora mulai mengendus kembali aroma manis itu.


"Sora, apa yang sedang kamu lakukan disini?" suara pemuda yang begitu jernih mulai terdengar di indera pendengaran Sora, hingga membuat Sora mulai membuka sepasang matanya kembali.


Terlihat sosok Ren yang sudah berdiri tepat di hadapan Sora yang masih terduduk di atas ayunanyang masih mengayun pelan.


"Apa kamu merasa tidak nyaman, Sora? Maafkan aku, tapi aku sungguh tidak tau jika kamu kurang menyukai keramaian. Seharusnya aku bertanya kepadamu dulu sebelum mengundangmu untuk datang." ucap Ren merasa tak enak kepada Sora.

__ADS_1


"Tid-tidak seperti itu, Ren! Uhm ... aku suka kok!" ucap Sora dengan cepat. "Hanya saja ... aku masih belum terbiasa dengan semua hal ini. Karena sejujurnya ... aku tidak pernah menghadiri pesta ulang tahun siapapun sebelumnya. Aku minta maaf ya, jika kehadiranku malah membuat masalah untuk teman-temanmu." imbuh Sora dengan nada bicara seperti biasanya, ramah dan lembut.


"Jangan pedulikan mereka, Sora! Aku yang membuat pesta ini. Dan aku yang lebih berhak untuk menentukan siapa saja yang akan aku undang. Dan lagi ... yang membuat masalah itu adalah mereka. Bukan kamu, Sora ..." jawab Ren malah mulai duduk di dalam ayunan bersama dengan Sora.


Mendengar ucapan dari Ren membuat Sora tersenyum samar dalam perasaan segan yang menguasai dirinya saat ini, karena Ren yang selalu baik terhadap dirinya.


"Uhm ... ini untukmu, Ren. Maaf jika hadiah dariku sangat sederhana dan tak bernilai. Aku tidak memiliki banyak uang untuk membeli hadiah untukmu, jadi aku ... merajut syall ini untukmu. Kalau kamu tidak menyukainya, kamu boleh tidak memakainya atau kamu boleh membuangnya kok." ucap Sora sambil menyodorkan sebuah bingkisan kecil berwarna putih mengkilap dengan sebuah pita mungil cantik berwarna baby blue.


Dengan senyuman lebar, Ren mulai menerima bingkisan itu dan segera membukanya seakan begitu tak sabaran. Lalu Ren mulai mengeluarkan sebuah syall berwarna cream lembut dan malah memakainya untuk menghangatkan lehernya di hadapan Sora.


"Aku menyukainya, Sora! Jadi aku akan memakainya." ucap Ren dengan senyum lebar dan membenarkan syall itu dengan benar.


"Tapi, Ren ... saat ini kamu sedang memakai setelan jas. Uhm ... bukankah itu akan membuat penampilanmu terlihat sedikit aneh jika memakai syall seperti itu?" ucap Sora begitu berhati-hati dan merasa sangat segan karena syall itu mungkin akan sedikit menurunkan tingkat presentase keren dari Ren


"Baiklah. Aku akan memakainya disaat musim dingin nanti." jawab Ren dengan tawa kecil dan segera melepaskan syall itu kembali lalu menyimpannya di dalam bingkisannya lagi.


"Masuk ke dalam yuk! Sebentar lagi akan ada acara menari bersama! Kamu mau kan menari bersamaku?" ucap Ren menatap Sora penuh harap, berharap Sora akan mengiyakan ajakannya kali ini.


"Tapi, Ren ... sebaiknya kamu menari bersama yang lain saja ... aku sama sekali tidak bisa menari. Dan aku juga tidak ingin mempermalukanmu di hadapan para tamu, Ren." tolak Sora dengan ramah.


"Aku akan mengajarimu menari. Kita lakukan pelan-pelan saja! Yuk!!" ajak Ren kekeh.

__ADS_1


Tanpa mendengar jawaban dari Sora lagi, kini Ren segera turun dari ayunan dan mulai meraih tangan pucat Sora dan membantunya untuk turun dari ayunan itu. Lalu Ren mulai menggiring Sora untuk memasuki aula utama.


__ADS_2